Senin, 19 Agustus 2013

Lebaran Pertama: Mengunjungi Jurong Bird Park Singapura


Berpose dulu dengan Patung-Patung Burung di Pintu Masuk
Lebaran tidak pulang kampung rasanya ada yang kurang. Nah karena bingung mau kemana libur lebaran ini kami memutuskan  untuk mengajak Chila main-main ke Singapura. Kebetulan Passport baru saja diperpanjang. Liburan selama 4 hari 3 malam rasa-rasanya cukup untuk mendatangi beberapa tempat menarik di sana. 
Titik awal mulai dari sini

Dengan tiket Ferry seharga kurang lebih 350 ribu per orang, pulang pergi Batam Singapura (sudah termasuk seaport tax di kedua-dua pelabuhan) kami akhirnya cukup terhibur bisa berlibur di sana walau pulang-pulang pada tumbang karena kecapekan.

Karena tidak ada sanak famili yang harus dikunjungi untuk bersilaturahmi, semenjak di Batam kami sudah menyusun itinerary kalau selesai sholat Ied akan langsung menuju Jurong Bird Park. Sebuah taman burung yang terletak di bagian barat Singapura. Jarak tempuh kurang lebih satu jam dari hostel tempat menginap. Lumayan jauh juga dari pusat kota  namun dengan menaiki MRT segalanya menjadi cepat dan mudah. 

Chila yang baru pertama kali naik MRT begitu senang dan antusias. Laah boro-boro anak-anak saya saja suka dengan moda transportasi yang satu ini. Selalu berkhayal kapan ya Jakarta atau Batam punya kereta cepat yang nyaman seperti ini.

Karena stasiun terdekat dengan penginapan kami adalah Bugis Station, maka kami berangkat dari sana dan langsung menuju Boon Lay Station. Stasiun MRT terdekat dengan Jurong Bird Park. Dari Boon Lay kami menaiki bis nomor 194 dan meminta sopirnya untuk menurunkan kami di Jurong Bird Park.
Suka banget sama Anggrek Ungu


Ketika sampai di pintu masuk kami langsung disuguhi pemandangan yang menyejukkan mata. Bunga-bunga anggrek berwarna-warni menarik perhatian saya dan pengunjung lainnya untuk berpose, bernarsis-narsis, berfoto-ria. Chila bahkan sudah kesal dan bertanya kenapa sih harus foto-foto terus :D Ah Bunda lupa Chil kalau ke sini niatnya lihat burung bukan bunga hehe.

Di bagian ticketing kami mengantri dan membayar tiket masuk seharga 53 dollar. Dengan rincian saya dan suami masing-masing 20 dollar dan Chila karena masih anak-anak hanya membayar 13 dollar. Kalau dirupiahkan kira-kira sekitar 429 ribu rupiah. Cukup mahal namun segitu memang harga wajar di sini. Kalau tiap pergi hitung-hitungan terus aduh bikin mules dompet deh :D

Yang pertama kami kunjungi adalah Penguin Coast yang terletak di sebelah kanan pintu masuk. Melihat dan mengamati para Penguin di dalam ruang kaca. Kasihan sebenarnya apalagi anakan sama induknya dipisah. Selanjutnya kami memasuki ruangan khusus untuk burung-burung malam World of Darkness yang terletak di sebelah kiri pintu masuk. Berbagai macam burung hantu mulai dari yang kecil hingga besar ditempatkan di ruang-ruang yang temaram.
Scarlet Ibis

Keluar dari dunia burung kegelapan :D kami mengitari taman burung ini searah jarum jam. Burung warna-warni yang menyegarkan penglihatan terlihat di sana-sini. Mulai
Bird Kissing
dari Spoonbill,  Scarlet Ibis (Ibis merah), Royal Rumble, Hornbill (burung Enggang atau Rangkong), Toucan (Tukan), Parrot (Nuri atau beo), Pelican (Undan), Pelican, Flamingo, Shoebill, Kasuari, dan banyak lagi.

Kami juga mengunjungi Bird Discovery yang menceritakan awal mula penemuan burung serta asal muasal wilayah penyebarannya lengkap dengan display yang memajang berbagai gambar burung yang interaktif.  Ditampilkan juga proses pembiakannya dari telur menetas hingga menjadi seekor burung. Film-film tentang burung juga diputar terus-menerus.  

Menonton Film Burung di Bird Discovery Centre

Lumayan capek juga mengitari taman burung ini. Dan yang paling membuat saya heran ternyata Chila tidak minta gendong sepanjang perjalanan. Duh kebayang deh pegel-pegelnya kaki dia. Mungkin karena di awal perjalanan Chila sudah kami bilangin untuk tidak rewel dan harus bersikap manis. Maka dengan sekuat tenaga tampaknya ia ingin membuktikannya dengan tidak minta gendong :D walaupun cerewetnya tetap keluar. Apalagi kalau saya dan suami menyuruhnya berpose untuk difoto Chila merepek tak karuan :)
Keriuhan Pengunjung di Amphitheatre
Amphitheatre ketika masih kosong
Selesai berkeliling-keliling kami mendengar keriuhan di bagian tengah taman. Ternyata sedang diadakan pertunjukkan di sebuah tempat yang disebut Pools Amphitheatre. Orang-orang sudah berkumpul dan duduk rapi di barisan kursi melingkar yang telah disediakan untuk menonton pertunjukkan burung-burung yang beraksi sesuai perintah pelatih.

Seekor burung Parrot atau Beo mengucapkan kata "Singapura" dengan jelas. Tak ayal membuat penonton riuh tertawa dan bertepuk tangan. Kemudian beberapa penonton diminta berdiri dengan jarak tertentu sambil memegang sebuah lingkaran. Selanjutnya burung-burung itu terbang memasuki lingkaran. Woow deh. Jadi mendadak pengen memelihara burung hehe. 

Di akhir acara ada parade show burung-burung. Heran mereka begitu anggun dan menurut sekali. Apalagi Burung Flamingo duh anggun sekali, gemes banget pengen meluk rasanya. Pun ketika acara foto bersama burung (halaah kayak foto bareng artis aja :D) mereka hanya berdiri diam menunggui kami untuk berpose narsis. 

Usai menonton pertunjukkan, kami meminta izin kepada petugas untuk keluar makan. Ada sebuah cafe di dekat gerbang masuk yang menjual makanan. Namun sayang tidak ada nasi. Namanya orang Indonesia ya namanya makan berarti harus makan nasi. Karena khawatir Chila kelaparan jadilah kami memesan french fries dan nugget. Segitu aja ternyata harus mengeluarkan uang 12 dollar setara dengan 97 ribu rupiah. Waak...otak emak-emak saya emang gak bisa menerima ini. Tapi tak apalah yang penting Chila bisa makan.

Oh My God, beberapa saat selesai  makan baru teringat kalau saya lupa mengecek halal tidaknya makanan tadi. Ah Laahaula semoga memang halal adanya.

Selesai makan kami menghantar Chila untuk bermain-main di taman air. Ada perosotan, seluncuran, kincir air dan air mancur dengan hiasan patung-patung burung di atasnya. Membuat Chila gak sabaran untuk segera turun.

Selesai menunggui Chila main air, Saya sibuk mencari tempat sholat. Haduuuh bingung mau sholat dimana. Secara lahan seluas ini gak ada musholanya. Tiba-tiba saja suami menyuruh agar saya membuatkan susu untuk Chila, katanya ada dispenser di ruangan dekat toilet. Begitu saya cek ternyata benar. Di ruangan itu tidak hanya dispenser saja ternyata ada ruangan untuk menyusui juga. Ah saya ada ide, lalu menggendong Chila ke ruangan itu dan mendudukannya di kursi.

Sehabis ambil air wudhu saya sholat di ruangan menyusui setelah sebelumnya mengunci pintu terlebih dahulu. Alhamdulillah bisa sholat. Sekaligus dijama dzuhur dan ashar. Setelah itu gantian suami juga sholat di sana. Chila tetap saya suruh stand bye untuk ngedot di kursi. hehe modus memang tapi kalau tidak begitu takutnya kami gak bisa sholat. 

Selesai sholat kami berkemas untuk kembali ke hostel. Tak lupa berfoto dulu dengan burung-burung yang cantik yang seakan mengerti kebutuhan kami untuk bernarsis ria bersamanya. Mreka hanya diam bertengger di dahan tanpa di perintah. Herannya kok gak pada kabur gitu ya padahal gak diikat atau dikandangin.

Dari Bird Park, kami menyebrang jalan dan menunggui bis yang lewat. Setelah cukup lama bis  yang mengarah ke Boon Lay station pun datang. Namun kami menaiki nomor bis yang berbeda dengan yang semula. Kali ini bis nomor 251. Sepertinya bis nomor 194 tidak melayani arah sebaliknya karena selama 15 menit menunggu tak satu pun bis nomor itu yang lewat.

Begitu tiba di Boon Lay kami mendapati rumah makan yang menjual nasi lemak seharga 1,2 dollar dengan tulisan halal besar-besar. Ah kapan lagi nemu tempat makan halal dengan harga semurah ini. Yang ini sih wajib mampir. Jadilah kami hari itu ketemu makan nasi :D dan tak lupa bungkus bawa pulang.

Menjelang maghrib kami pun meluncur menaiki MRT dari Boon Lay menuju ke Bugis Station. Lalu kembali ke Penginapan dengan berjalan kaki. 







 


 
  

10 komentar:

  1. seru banget nih liburannya mbk :D

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Iya Mbak memang keren. Yang salut tuh di setiap ruang publik selalu ada ruang untuk ibu menyusui dan taman air untuk bermain-anak-anak. Gratis lagi. Oh ya yang paling mengesankan adalah saat berjalan di canopy bridge sambil memberi makan burung yang jinak dan cantik-cantik. Sayang gak bisa ngasih foto banyak-banyak takut postingan ini gak bisa dibuka. Btw makasih sudah sudi memapir :)

      Hapus
  3. cantik sekali tempat wisatanya, disingapore memang banyak wisata yang bagus2 ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak Lisa, apalagi burung-burungnya juga cantik-cantik bikin betah. Asli saya langsung jatuh cinta sama Scarlet Ibis dan Flamingo yang jinak-jinak.

      Hapus
  4. kira kira tiga tahun yang lalu saya berkunjung ke jurong bird park.
    setelah menikmati taman burung itu, jadi timbul perasaan iri, kok di Indonesia gak ada yang seperti itu yaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sama Mbak Elsa, saya juga berfikiran begitu. Padahal kita banyak memiliki burung-burung khas yang seharusnya dibuatkan taman seperti itu. Etapi katanya di Bali sudah ada juga cuma gak tau lebih bagus gak kalau dibandingkan dgn Jurong.

      Hapus
  5. Chila knp ga dibawain stroller? Si ririn jg wkt lebaran th kapan dia udah TK A, smp2 km beli stroller disono gegara babenya ga kuat gendongin. Pdhl itu cm nginep semalem doang. Apalagi chilla yg smp 3 hari. Duuuh berasa patah2 deh itu ya :)), btw, belon pernah ke bird park ini, mksh infonya ya teteh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya lupa Mak Ririn. Baru nyesel belakangan. Eh ini jawaban komen terlama hampir dua tahun hehe. Maaf baru buka2 lagi :D

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...