Rabu, 25 September 2013

[DearDaughter] Dalam 4 Tahun Kebersamaan

Saat genap usia 3 tahun
Dear Chila, tanpa terasa waktu terus saja berlalu. Ayah dan Bunda masih saja sering terkaget-kaget menyaksikan perubahan-perubahan yang terjadi pada diri kamu baik secara fisik maupun mental. Perubahan seorang bayi mungil yang tumbuh kembang menjadi seorang anak kecil yang imut, pintar, lincah, dan ceria.

Dulu ayah bunda harap-harap cemas karena hampir 1 tahun lebih setelah pernikahan, belum juga diberi amanah oleh Allah SWT untuk mempunyai momongan. Namun di tahun kedua, Alhamdulillah Bunda hamil. Sungguh, mengetahui kehamilan pertama itu adalah hal yang sangat luar biasa. Berbagai rasa campur aduk di sana. Bahagia, cemas, waswas, takut, excited dan perasaan-perasaan lainnya.

Semenjak dalam kandungan, kamu memang baik sekali. Hanya di trimester pertama usia kehamilan saja yang sedikit membuat bunda mabuk kepayahan. Tapi itu wajar, hampir semua ibu-ibu mengalaminya. Jadi ketika gejala morning sickness datang, bunda menganggap biasa dan menjalaninya dengan ikhlas.

Sesaat setelah lahir, masih berdarah-darah
Di usia kandungan 4 bulan dan seterusnya kamu sungguh baik dan luar biasa kuat. Padahal tak jarang bunda ajak kamu overtime terus. Kamu hampir setiap hari bunda ajak bekerja eight to eight. Masuk kerja jam 8 pagi pulang jam 8 malam. Sungguh kamu memang janin yang tangguh. Tak sedikit pun kamu rewel. Padahal bunda sangat sedikit istirahat. Hampir setiap hari 10,5 jam kita berkeliling berjalan dari ujung ke ujung di perusahaan tempat kerja bunda untuk sekedar mengecek dan memastikan teman-teman bunda bekerja sesuai prosedur. Walau kaki bunda bengkak Alhamdulillah bunda baik-baik saja.

Kamu tahu tidak gara-gara itu bunda malah menjadi ajang percontohan ibu-ibu hamil lainnya di perusahaan. “Coba tuh lihat Teh Lina dia aja gak mengke kayak kalian. Dia juga hamil tapi gak begini gak begitu bla..bla..bla…” Ah makasih ya sayang, bukan bundanya yang kuat tapi memang kamu yang luar biasa. Kata orang kalau hamil malas-malasan itu bawaan bayi. Tapi bunda percaya kalau bundanya selalu mensugesti diri bahwa bunda kuat maka bayi bunda juga nantinya akan kuat. Alhamdulillah itu terbukti. Dan kehamilan bukanlah suatu penghalang untuk produktif kan sayang? Kehamilan olehmu adalah salah satu contohnya.
Sewaktu umur 6 bulan

Oh ya, sewaktu kamu dalam kandungan, ayah dan bunda sering memperdengarkan kamu musik dan murotal Al Qur'an. Musik menurut orang-orang pintar katanya bisa membuat perkembangan otak kamu menjadi lebih pesat lagi. Sedangkan murotal Al Quran, itu karena bunda menginginkan kelak kamu menjadi seorang hafizah. Betapa bangga dan bahagianya bunda jika kamu dapat menghafal Al Quran 30 juz lengkap. Dan usaha untuk itu tentu tidak dimulai dari usia kamu 5 atau 7 tahun tapi semenjak dalam kandungan. Ah semoga saja ya sayang. Usaha bunda itu membuahkan hasil.

Kamu lahir sempurna melalui persalinan normal. Lahir tepat jam 12 siang di hari Selasa tanggal 16 Juni 2009 dengan berat 3,3 kg dan panjang 52 cm. Begitu lahir kamu diletakkan di dada bunda. Betapa hangatnya badan kamu Nak, dan kamu hanya menangis sebentar lalu setelah dibersihkan oleh suster kamu bobo manis dengan tenang. Alhamdulillah sorenya bunda sudah dapat menyusuimu. Sungguh kebahagiaan tak terhingga bisa memberimu ASI di hari pertama kamu lahir. Banyak ibu-ibu yang bahkan ASInya tidak keluar di hari pertama persalinan.

Ayah Bunda memberimu nama Sierra Syadza Savanna. Sierra artinya pegunungan, Syadza artinya wangi sedangkan Savanna adalah padang rumput yang menghampar sejauh mata memandang. Semoga nama-nama itu menjadi perwakilan akan keteguhan tekad dan semangatmu meraih cita-cita juga harapan yang luas sehingga kelak namamu semerbak mewangi. Dikenang orang akan keteladanan dan kebaikan-kebaikan yang terhimpun dalam dirimu. Kamu tahu Nak, Ayah Bunda ini suka sekali mendaki gunung maka memberikan nama tersebut sebagai sebuah kenang-kenangan dan kecintaan akan indahnya pegunungan, tempat dimana bunda pertama kali mengenal ayahmu. Tempat dimana kami menautkan hobby dan menghabiskan sebagian besar waktu berlibur dengan menyusuri lekuk jurang dan punggungan-punggungan gunung.

Semenjak usia 8 bulan sudah menyukai laut :D
Sayaaang, tiga bulan kamu dalam penjagaan bunda setelah itu bunda harus kembali bekerja karena cuti persalinan sudah selesai. Bunda bingung siapa yang akan menjagamu. Untung saja nenek dari Garut bersedia datang ke Batam untuk sementara waktu sebelum bunda menemukan penjaga yang tepat untukmu. Bukan maksud bunda melalaikan tanggung jawab untuk merawatmu tapi demi masa depan kita kelak yang lebih bahagia ya Nak. Maafkan bunda harus tetap bekerja.

Kamu tahu tidak Nak hingga sekarang setiap akan berangkat kerja hati bunda merasa teriris. Tak tega meninggalkanmu dalam penjagaan orang lain. Apalagi kamu selalu ngambek dan bertanya kenapa sih bunda kerja terus, ibu-ibu yang lain kok gak kerja. Masih saja terngiang-ngiang ucapanmu itu. Maafkan bunda ya sayang. Percayalah bunda juga sebenarnya ingin menjagamu di rumah namun tentu saja ada hal lain yang belum bisa kamu mengerti.

Bunda ingat suatu malam ketika usiamu masih 6 bulan kamu menangis histeris tak henti-henti. Ayah bunda sudah bergantian menggendong dan menenangkan kamu dengan berbagai cara. Namun telah satu jam lebih kamu terus saja menangis. Ayah bunda telah kehabisan cara. Harus bagaimana lagi agar kamu tenang. Sungguh kami sangat panik takut kamu kenapa-napa. Entah bagaimana tiba-tiba bunda ingat untuk memperdengarkan murotal Al Qur’an lagi, dan Masya Allah sungguh ayah bunda kaget ketika bacaan murotal Al Qur’an terdengar, kamu mendadak tenang dan diam. Seketika itu juga tangismu reda. Alhamdulillah. Ayah bunda dapat menarik nafas lega. Hanya saling pandang, keheranan ,dan takjub luar biasa. Bacaan ayat-ayat suci Al Qur'an itu telah menenangkanmu ya Nak.

Mencari kerang
Chila Sayang, sewaktu usia 1,5 bulan ayah bunda mengajakmu jalan-jalan. Putar-putar Pulau Batam hingga Jalan Raya Barelang. Jalan yang menghubungkan Pulau Batam dengan pulau-pulau lainnya di wilayah selatan. Sampai tiba di ujung Jalan Raya Lintas Pulau yakni di Pulau Galang Baru. Dan itu sangat jauh sekali. Kita berkeliling dari pagi hingga malam tiba. Awalnya waswas takut kamu kenapa-napa tapi ternyata kamu memang kuat. Kamu baik-baik saja, tidak masuk angin dan tidak rewel setelah tiba di rumah. Karena itulah setiap bunda bepergian sudah tak khawatir lagi jika mengajakmu ikut serta. Bahkan ke hutan sekali pun bunda sering mengajakmu. Kita bermain-main di air sungai dan menikmati suasana teduhnya hutan. Ah kamu malah senangnya minta ampun. Bahkan kita pun pernah kemping di tepi danau di salah satu kawasan hutan lindung di Batam juga di pulau kosong tanpa penghuni. Dan kamu selalu saja punya cara tersendiri dalam menikmati petualangan itu. Memunguti daun-daun kering, mengamati semut, main pasir, berburu umang-umang, berenang-renang, mengumpulkan cangkang-cangkang kerang dan lainnya.

Sayang bunda bahagia atas kehadiranmu. Hari-hari selalu saja penuh warna. Maafkan bunda yang kadang tak sabar jika kamu bertanya tentang sesuatu. Di usiamu sekarang yang menginjak 4 tahun ini menuntut bunda untuk lebih bersabar dan belajar lagi bagaimana menjadi seorang ibu yang bijak. Kamu sudah kritis dan bertanya macam-macam. Maafkan bunda yang terkadang menjawab pertanyaanmu dengan nada yang keras kalau sedang kesal terhadap sesuatu. Duh padahal bunda ingin selalu mendidikmu dengan penuh kelembutan.

Bunda akan selalu mengaminkan setiap doa-doamu yang kini sudah kamu hafal dengan sendirinya. Kalau setelah belajar sholat, doamu yang terucap seperti ini:
Hafalannya ditingkatkan lagi ya Sayang!
“Ya Allah semoga Chila menjadi seorang hafizah, Amiiin.” Doamu terlantun lembut seraya mengusapkan kedua telapak tangan ke muka. Bunda hanya bisa menatapmu takjub dan membatin Ya Allah kabulkanlah permintaan anak ini, dia telah berdoa kebaikan untuk dirinya sendiri.

Alhamdulillah hafalan surah-surah pendek Al Qur'anmu sudah mulai membaik walau terkadang Bunda lalai tidak berusaha untuk menguatkan hafalan kamu dengan mengulang-ulangnya kembali. Maklum di rumah sibuk juga dengan pekerjaan rumah tangga. Teruslah semangat belajar ya Sayang. Peluk cium dari bunda yang selalu bersyukur atas kehadiranmu ke dunia.

Tulisan ini dalam rangka proyek #DearDaughter di KEB yang diprakarsai oleh makpuh Indah Juli. Saya terima tongkat estafet dari Mbak Ade Anita dan sekarang saya serahkan kepada Jeng Windi Teguh yang sedang berbunga-bunga karena baru saja menjadi seorang ibu :D

12 komentar:

  1. Chila sayang..., kemping yuuk :)
    Gak kerasa ya teh, si Chila udah hampir 4 tahun. Ikut mengamini semoga Chila bisa jadi hafizah. Aamiin...
    Sun sayang buat Chila... mmuach

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Tante Dee sun balik dari Chila :)

      Hapus
  2. baarakallah chila sayanggg....mwah tlepoks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh tante Hanna sampe muncrat tuh :D

      Hapus
  3. Barakalah Chila,,
    Smoga jdi hafizah yg sholehah :)

    BalasHapus
  4. Chila, ayuk main ke pantai sama Tante :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo tante Esti, rumahnya dimana? Kalau main ke Batam Bundanya Chila mau kok nemenin ke pantai :)

      Hapus
  5. Masih mungil sudah bisa baca Qur'an? Top Markotob deh..
    follow back

    BalasHapus
    Balasan
    1. Chila belum bisa baca Qur'an Oom, cuma baru hafal beberapa surat aja.

      Hapus
  6. chila lucu banget , gemes jadi nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mbak Vina :) untung saya emaknya jadi bisa ciumin tiap hari :D

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...