Kamis, 23 April 2015

[Review] Hotel Skudai Baru Johor Malaysia

Hotel Skudai Baru
Saya mengetahui hotel ini saat memesan online via Agoda. Memilih menginap di sana dengan pertimbangan karena murah dan lokasinya (menurut peta) dekat dengan Senai Airport Johor dibanding hotel lainnya. Namun sayangnya, hotel ini jauh dari jangkauan bis umum.


Kesan pertama memasuki bangunan hotel ini adem dan tenang. Bangunannya seperti bangunan ruko 3 lantai yang disulap menjadi deretan kamar. Pada bagian resepsionis dilapisi teralis besi. Saya melihatnya malah mirip dengan jeruji penjara.

Resepsionis
Seorang pria Tionghoa menyambut kami dengan wajah serius dan keheranan. Namun air mukanya mencair ramah setelah saya menyerahkan print out  voucher hotel serta passport. Ia pun tampak sibuk mencatat di sebuah buku lalu menyerahkan kunci kamar kepada saya. 

Lobby Hotel
Kamar hotel kami berada di lantai dua. Di dalamnya terdapat satu tempat tidur yang cukup lebar (ya iyalah ada tempat tidurnya :p), sebuah televisi, meja loker dan terpenting ada AC alias Air Conditioner. Lumayan sangat murah. Hanya 190 ribu rupiah untuk sekelas hotel dengan semua fasilitas gratis. Di Singapura harga segitu hanya dapat 1 tempat tidur kecil. Itu pun shared room model dormitory, di hostel lagi.

Semula saya berniat menginap di Tune Hotel. Tapi saat booking ternyata ribet banget dengan masalah add ons. Handuk sekian ringgit, Air Conditioner sekian ringgit, dst dst. Halaaah bukannya hemat malah jadi bengkak. Daripada ribet jadi pilih yang sekali klik langsung confirm.


Nah  yang nambah senang lagi di kamar hotel  terdapat cermin yang lebar. Jadi kalau lagi mencetin jerawat pakai kerudung bisa ngaca berdua sekaligus, nggak pakai rebutan sama Marita hehe.

Restoran India Buka 24 Jam

Karena capek melanda, selesai sholat langsung nyungsep tidur. Lumayan dapat istirahat sejenak. Bangun agak sore lanjut mandi. Karena malas ngeluarin peralatan jadi pakai handuk yang disediain hotel. Ini jelas tidak harus bayar sekian ringgit lagi. 

Selesai mandi dan dandan yang cantik, kami keluar cari makan. Makan siang yang dijama' dengan makan malam :D. Kebetulan tak jauh dari hotel, tepat di sampingnya terdapat sebuah restoran India yang buka 24 jam. 

Melihat menunya sempat bingung mau makan apa. Tapi tidak sekali pun bingung untuk minumannya. Sedari pagi, sejak di Batam,  sudah berniat memilih minuman yang satu ini. Yup, makannya boleh apa saja tapi yang pasti minum harus teh tarik. Nggak resmi rasanya berkunjung ke Malaysia kalau belum merasakan teh tarik langsung dari sumbernya :D

Nasi Lemak Ayam
Awalnya saya memesan Nasi Briyani. Namun pelayannya bilang sudah habis. Ya sudahlah beralih ke  nasi lemak ayam. Dihidangkan dengan campuran kacang tanah, telur setengah matang, goreng teri dan irisan mentimun. Saya hanya membayar 6 ringgit 70 sen untuk satu porsi nasi lemak ayam dan satu gelas teh tarik. Lumayan bersahabat untuk kantong backpacker. Masih kurang dari 25 ribu rupiah.

Setelah makan kami mendatangi resepsionis untuk minta di bookingkan taksi. Dan memberitahunya pesawat kami berangkat pukul 6.50. Ia pun mengontak seorang temannya yang berprofesi sebagai sopir taksi. Karena minta berangkat pukul 4 subuh, maka terhitungnya sama dengan tengah malam. Menurutnya sopir taksi meminta ongkos 70 ringgit. Widiiih mihiiil. Setelah kami tawar hanya mentok di angka 60 ringgit. Ya sudahlah kami terima daripada ketinggalan pesawat.

Selesai urusan dengan booking taksi, kami online sebentar di lobby hotel. Setelah itu beranjak tidur.

Pukul 4 subuh pintu kamar  diketuk. Saya dan Marita kebetulan sedang bersiap-siap. Tak menunggu waktu lama, setelah mengembalikan kunci kamar ke resepsionis, kami meluncur ke arah Bandara Senai. Hanya 20 menit saja, kami sudah tiba di bandara. Degdegan dengan petualangan yang akan dimulai. 

Tamboraaa..... We're coming!


21 komentar:

  1. Eh busyet ... itu resepsionis nya pake di kurungin pagar gitu macam di penjara aja hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iya ini mengundang banget ya. Mengundang pengen nodongin pistol ke resepsionisnya :D

      Hapus
    2. iya tuh kak, itu kurangan dah macam tempat simpan uang banyak aja..

      Hapus
    3. Yang nggak curiga jadi curiga lihat jeruji besi. Ini jangan-jangan uangnya banyak ya. Hahaha...

      Hapus
  2. Hahah.. Iya Mbak, aku jugak mikirnya itu penjara.. :P

    Aaaaak.. Jangan lupa postingan en fotonya yaaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi betul. Serem malah. Kesannya nggak aman. Sippp tunggu cerita berikutnya yaaa

      Hapus
  3. Wah, Teh tarik sama nasi lemak itu kayak sepasang kekasih, klop makannya. hehehe ada restoran India. tetangga sebelah ini memang dipenuhi dengan restoran India. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak. Jadi di sini nggak aneh makanan India buanyaaak banget. Tapi saya tetap ngidamnya Teh Tarik biar sah :D

      Hapus
  4. Langsung fokus ke foto resepsionis di balik jeruji besi.. *apalah...
    Wah ini bener banget, teh.. biarpun di Batam yang jual nasi lemak ama teh tarik bejibun, tapi rasanya kurang afdal aja kalo ke Malaysia gak minum teh tarik plus makan nasi lemak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Dee. Ke-khas-an makanan suatu tempat berpengaruh banget. Ibarat makan ayam taliwang kalau tidak di Lombok ya tetap saja beda jauh rasanya.

      Hapus
  5. Itu kenapa resepsionisnya preventif gitu ya? Pengalaman seru ya mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak. Ini malah mengundang kecurigaan berarti uangnya dia buanyaaak ya haha

      Hapus
  6. Di Singapura juga, yah. Banyak resto India. Nasi Biryani-nya enak-enak. Anak2ku pun doyan.. ira

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Ira. Sewaktu ke Singapur malah anak saya makannya roti prata. Senang banget dia.

      Hapus
  7. Astaga mirip penjara beneran itu resepsionisnya :))
    Oh ini perjalanan saat ke Tambora. Kok ya mampir ke Malaysia dulu ya mbak?

    BalasHapus
  8. Nasi lemak itu semacem nasi uduk yo mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul. Kalau di kita disebutnya nasi uduk

      Hapus
  9. Haha, iya setuju kaya penjara aja :)
    Teh kenapa via johor ke lomboknya. *kepo*
    Iya nih harus coba teh tarik kalo ke malaysia :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari Batam nggak ada direct flight ke Lombok atau Sumbawa Neng. Kalau ada yang ke sana ya transit Jakarta, Surabaya atau Bali, dan itu mihil. Jadi demi dan untuk lebih murahnya ya nyebrang dulu ke Johor

      Hapus
  10. ahah iyaa benerr, matakupun langsung tertuju sama ruang resepsionis yang berjeruji itu hihihihi

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...