Jumat, 15 Mei 2015

Mencicipi Sensasi Menjadi Srikandi Inspirasi Bagi Negeri




Sekilas Tentang Srikandi Inspirasi

Srikandi Inspirasi Bagi Negeri adalah sebuah gerakan kampanye untuk menggalakkan kegiatan bersepeda di kalangan perempuan Indonesia. Gerakan yang diprakarsai oleh beberapa perempuan dalam Komunitas Bike-to-Work Indonesia ini telah berlangsung selama 4 Jilid. Kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk touring dengan menempuh rute sebanyak ratusan kilometer menyusuri kota-kota di beberapa provinsi di Indonesia.

Selain mengkampanyekan gerakan bersepeda, misi perjalanan para Srikandi adalah membangun masyarakat Indonesia yang berkualitas secara fisik, psikis, dan moral. Memperingati semangat perjuangan kaum perempuan, mengkampanyekan gerakan "birukan langit" melalui aksi pembagian dan penanaman bibit pohon bersama masyarakat di wilayah yang terlewati. Mengeksplorasi kekayaan wisata alam, etnik, dan sejarah di provinsi yang dilewati dan mempromosikan Srikandi Indonesia sebagai image perempuan Indonesia yang menjunjung nilai-nilai tradisional sekaligus memahami perubahan nilai beserta modernitas yang terjadi.[1]

Berikut adalah kegiatan yang digelar dalam rangka Srikandi Inspirasi:
Jilid I pada tahun 2011 menempuh rute Jakarta - Jepara (Jawa Tengah)
Jilid 2 pada tahun 2012 menempuh rute Jepara (Jawa Tengah) - Bandung (Jawa Barat)
Jilid 3 pada tahun 2013 menempuh rute Banda Aceh (D.I. Aceh) - Padang (Sumatera Barat)
Jilid 4 pada tahun 2014 menempuh rute Mamuju (sulawesi Barat) - Makasar (Sulawesi Selatan)
dan untuk Jilid 5 tahun ini akan menempuh rute dari Bima (Nusa Tenggara Barat) - Den Pasar (Bali)

Pada tahun ini menginjak tahun kelima penyelenggaraan Srikandi Inspirasi Bagi Negeri. Bike To Work Indonesia kemudian menjaring para peserta dari seluruh pelosok tanah air dengan membuka pendaftaran hingga 28 Februari 2015 lalu. Bulan Maret adalah waktu penentuan siapa yang lulus adminstrasi sedangkan April – Mei adalah masa latihan bersama dan menentukan siapa yang berhak menjadi salah satu dari 21 Srikandi yang akan diberangkatkan dari Jakarta ke Bima guna mengikuti touring dan menjadi duta bagi para pesepeda wanita Indonesia.


Srikandi Provinsi Kepri

Tahun lalu untuk pertama kalinya Provinsi Kepulaua Riau (Kepri) mengirimkan peserta untuk mengikuti event Srikandi Inspirasi Bagi Negeri. Adalah Andar, seorang karyawan swasta di Kawasan Industri Batamindo Muka Kuning, Batam yang terpilih mewakili Provinsi Kepri. Jujur, saya baru tahu kegiatan ini saat diminta menuliskan catatan perjalanan Andar saat itu.
Ki-Ka: Andar dan Yuni. Foto diambil dari facebooknya Andar
Beberapa teman kemudian memanas-manasi dan menyemangati untuk ikut mendaftar. Nothing to loose saya pun ikut mencoba daftar. Herannya ternyata saya lulus seleksi administrasi dan harus mengikuti tahapan seleksi selanjutnya pada bulan April-Mei. 

Dari Kepri hanya Batam yang mengirimkan kandidat untuk event ini. Semuanya ada 6 calon Srikandi termasuk saya. Uniknya kami semua kebanyakan adalah pekerja di beberapa perusahaan yang berada di Kawasan Muka Kuning dan Tanjung Uncang. Keenam calon Srikandi ini adalah Kartika (Karyawan di PT. Flextronic), Madinah (Karyawan PT. Infineon), Yuni (Karyawan PT. Scheneider) dan Winda (wiraswasta). Keempatnya bekerja di Kawasan Industri Muka Kuning. Calon Srikandi kelima adalah Putri (Karyawan PT. Drydock) dan keenam saya sendiri. Kami berdua bekerja di Tanjung Uncang.

Latihan bersama mulai digelar saat saya sedang Mendaki Gunung Tambora di Pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Sewaktu jadwal latihan bersama diinformasikan oleh Bike to Work Pusat di Jakarta melalui email, saya sudah tidak berharap akan mewakili Batam/ Kepri karena sudah tertera jelas aturan kehadiran adalah masuk dalam poin penilaian. Sementara rencana saya mendaki Gunung Tambora sudah dari setahun lalu dipersiapkan. Dan untungnya lagi rute touring Srikandi tahun ini adalah rute yang sebagian besar akan saya lalui saat menuju Gunung Tambora. Jadi saya tidak kecewa sama sekali.

Andar, saya dan para calon Srikandi lainnya.
Meskipun lelah dan capek begitu mendera saat pulang dari Gunung Tambora dan Taman Nasional Komodo Flores, pada hari minggu tanggal 19 April 2015 lalu, saya tetap hadir untuk mengikuti latihan bersama. Berharap mendapat pengalaman, teman, dan setumpuk ilmu dalam dunia bersepeda. Karena tujuan sesungguhnya adalah bagaimana saya bisa belajar lebih banyak lagi tentang dunia sepeda. Walaupun badan  nge-drop dan cukup jauh tertinggal di belakang dibanding para calon srikandi lainnya. Hingga dua hari setelah latihan pertama ini saya sakit karena badan kelelahan ditambah kurang istirahat. Tidur terlalu malam karena suka lupa waktu kalau sudah menulis di blog.

Saya dan Yuni
Saya salut kepada para coach yang tetap memberi semangat dan perhatian berlebih kepada saya. Memberi tahu tentang teknik pedalling, shifting, dan pengaturan nafas saat di tanjakan. Dan dari semua itu yang paling saya banggakan adalah saya sudah bisa mengambil botol minum alias bidon sendiri saat sepeda sedang melaju. Hahaha. Betul. Ciyus. Itu merupakan sebuah prestasi yang membanggakan bagi saya yang selama satu tahun sepedaan kalau haus selalu menepi dulu ke pinggir jalan. Karena kebiasaan itu juga saat latihan mengambil botol air minum sambil mengayuh sepeda, saya hampir jatuh dan nabrak-nabrak.

Alhamdulillah tidak kapok dan semakin semangat bersepeda terutama Bike to Work yang mulai dilakukan. Karena jalan menuju tempat kerja sangat dekat, maka saya lebih suka memutar mengambil jarak sekitar 12 kilometer menuju Sei Temiang, Marina, hingga tiba di Tanjung Uncang. Padahal kalau saya melalui jalur biasa jaraknya tidak kurang dari 5 kilometer. 

Pada tanggal 10 Mei lalu, akhirnya terpilihlah Yuni (Tri Wahyuni) yang akan mewakili Kepri menuju event Srikandi Inspirasi Bagi Negeri yang akan mulai digelar Juni bulan depan. Selamat ya Yun. Semoga dapat membawa prestasi yang membanggakan bagi Batam dan Kepri. Selain itu dpat menularkan semangat bersepeda bagi perempuan-perempuan di Kota Batam khususnya.

Note:
[1] Materi briefing Srikandi Jilid 5 yang saya terima dalam bentuk email.

 



10 komentar:

  1. Moga tahun depan bisa ikutan... Sepeda.. mana sepeda.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ayo Dee. Persiapannya dari sekarang. Kalau tahun depan mendadak ikutan nggak bisa bersaing dengan yang sudah sering gowes bertahun-tahun.

      Hapus
  2. Aku malu nih, ngga bisa naik sepeda.. Wkwkwk :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga masih belajar kok Beb :D

      Hapus
  3. Keren ya eventnya... jadi pengen ikutan jg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Muna. Keren banget. Cuma modal bawa badan doang. Semua-semua gratis termasuk sepeda yang nanti dipakai akan dikasih ke masing-masing peserta. Dibungkus dibawa pulang.

      Hapus
  4. Aku kapok naik sepeda, selangkangan ku rasa nya cenat cenut hua hua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Isssh...Kak Cumi ini. Kan biar sehat. Makanya pakai celana sepeda biar selangkangannya nggak sakit :D

      Hapus
  5. seru kali ya bisa bersepeda bareng gitu

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...