Selasa, 30 Juni 2015

Gunung Bromo, Surga bagi Pecinta Mobil Jeep seperti Saya

Mobil Jeep Toyota warna hijau yang kami tumpangi melaju kencang menyusuri jalan menanjak nan berliku yang di kanan kirinya menganga jurang – jurang. Namun syukurnya jalan aspal yang kami lalui terbilang mulus. Dengan penuh heran saya bertanya kepada Mas Anto, sopir jeep yang akan membawa kami menjelajah bumi Suku Tengger di Kawasan Gunung Bromo Jawa Timur yang terkenal akan keindahannya.

“Jalan ini bagus karena dulu Presiden SBY mau liburan ke Bromo. Kalau nggak ada pejabat yang datang, jalan ini mungkin masih rusak parah.” Jawab Mas Anto sambil tersenyum getir.

“Kalau gitu suruh saja pejabat-pejabat di pusat itu sering-sering berkunjung ke daerah terpencil kayak gini ya Mas, biar aspalnya mendadak bagus seperti ini.” Saya  menimpali sambil bercanda. Dan kami pun sama-sama tertawa.

Satu jam kemudian kami sudah tiba di pos masuk menuju Gunung Bromo. Setelah membayar tiket masuk sebesar Rp. 27.500 per orang mobil jeep hijau kami segera melaju memasuki kawasan Savana Bromo dan Bukit Teletubbies.



Dengan lihai Mas Anto memacu kendaraannya di jalan berpasir yang membelah hamparan savana. Jalur off road seperti ini memang lebih cocok menggunakan mobil-mobil jenis SUV  yang umumnya tangguh di segala medan. Iseng saya bertanya kepada Mas Anto berapa harga mobil jeep ini.

“Murah ini mbak. Soalnya saya beli mobil bekas.” Jawab Mas Anto.

“Kalau mobil baru kisaran berapaan Mas? Tanya saya. Jujur saya memang tertarik memiliki mobil jeep seperti ini. Mobil dambaan sejak kecil. Kesannya gagah, macho, dan powerful. Apalagi saya lebih suka dengan dunia adventure. Dunia petualangan. Sangat cocok jika kemana-mana menggunakan mobil sejenis ini. Haha gaya banget dah. Eh eh tidak apa-apa kan ya. Namanya juga bermimpi. Tapi tolong diaminkan semoga tercapai.

Untuk mobil jeep keluaran lama memang harganya sudah lumayan turun. Dan Mas Anto salah satu yang beruntung mendapatkan mobil murah namun masih saja bandel seperti ini. Mendapatkan mobil murah dengan kualitas masih bagus sebenarnya gampang-gampang susah. Terutama bagi saya. Gampang dapatnya susah bayarnya. Hehehe.



10 menit kemudian kami melintas di hamparan padang pasir. Kawasan ini dikenal dengan sebutan Pasir Berbisik. Dinamakan demikian mungkin karena angin yang kencang kerap menerpa permukaan padang pasir menyebabkan suara-suara aneh seperti ada yang berbisik. Atau mungkin juga berasal dari judul film pasir berbisik yang dibintangi Dian Sastro dan Christine Hakim yang memang mengambil setting di tempat ini.

Saat melintasi lautan pasir, 12 orang teman yang berdiri di bagian belakang jeep mendadak riuh. Rupanya di depan badai pasir sedang melaju menyongsong kami. Semua orang mulai mengenakan kacamata dan menutup wajah dengan buff atau slayer.
Laluuu wuusss…..wusss...beberapa menit kemudian kami berada dalam cengkraman badai pasir.



Di pelataran parkir dekat pura bromo, kami berhenti sebentar untuk mengambil gambar. Setelah itu cepat-cepat melanjutkan perjalanan menuju penginapan di kawasan Penanjakan berhubung hari sudah maghrib dan hujan disertai petir mulai menghiasi kawasan ini.

Pukul 2 dini hari Mas Anto membangunkan kami. Dalam gigil dan kantuk yang sangat, kami keluar dan segera menuju mobil jeepnya. Ternyata tidak kami saja, puluhan jeep lainnya tampak antri melalui jalanan gelap menuju Puncak Penanjakan. Di kegelapan subuh itu yang tampak hanya lampu-lampu mobil yang meliuk dan berkelipan layaknya bintang di langit.

Subuh itu ratusan orang berkumpul di puncak penanjakan. Berharap dapat menyaksikan salah satu sunrise terbaik di dunia yang akan segera tampil di hadapan. Berdesakan sambil menyiapkan kamera masing-masing.
Sementara itu di langit, bintang timur, si bintang kejora tampak seperti sedang bersiap-siap. Menjadi pengingat kepada semua yang berkumpul bahwa matahari sebentar lagi muncul ke hadapan.


Semenit, dua menit, hingga 1 jam kemudian mentari belum juga menampakkan diri. Sungguh penantian yang luar biasa diantara ruang yang semakin terasa sempit dan dingin yang semakin menggigit.


Pukul 5 lewat 30 menit ufuk di timur mulai menerang. Dan mentari perlahan mulai menampakkan wajahnya yang kuning keemasan. Merayapi tepi langit, beranjak naik menuju ketinggian. Kini ia menampakkan wajahnya yang utuh bulat sempurna. Benar saja. Sunrise di Bromo adalah salah satu sunrise terbaik dalam hidup saya.


Langit  mulai terang benderang. Dan pemandangan ke bawah sana tak kalah menakjubkan. Gunung Batok, Kawah Bromo, dan Gunung Semeru di belakangnya tampak begitu mempesona.




Setelah puas menyaksikan sunrise dari puncak penanjakan, jeep kami mulai meluncur menuruni jalan yang meliuk-liuk menuju lapangan di sekitar pura. Kembali ke sana karena kemarin hanya sebentar saja.
Dan saat tiba di bawah, woow….saya berdecak kagum. Kalap sendiri. Ratusan jeep telah terparkir rapi di hamparan pasir bromo yang luas. Berbagai  komunitas pecinta jeep dari lokal hingga dari negara tetangga sebrang tampak ramai memadati kawasan Bromo dengan berbagai atribut dan bendera.




Huhuhu...saya jadi envy. Jeep adalah mobil idaman saya. Semoga satu waktu nanti bisa segera memilikinya. Dann mengendarai jeep ke Gunung Bromo adalah salah satu impian terbesar saya. Amiiin. Mestakung. Semoga semesta mendukung :D


Yang seperti begini loh #MobilImpian saya. Gagah dan menyatu dengan alam :D

20 komentar:

  1. Bener-bener ini destinasi impian aku banget dah. Ketimbang Bali, aku lebih pingin ke Bromo. Cuma katanya sekarang rame banget ya mbak. Temenku yang ke sana bilang nggak enak ke Bromo saking orang bertumpuk kayak cendol hwhwhw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Cek Yan, tiap week end rame banget. Kalau mau sepi ya hari biasa seperti sekarang ini. Apalagi bulan puasa sepi dah tuh.

      Hapus
  2. Iya pasti kalau ada pejabat yg bakalan dtg je suatu daerah, pasti dibenerin dulu. Jadi inget waktu APEC kemarin kan indo bela2in bikin tol laut bali itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pejabat kudu sering turun gunung eh naik ke gunung kayak gini biar wilayah terpencil pembangunannya mengalami percepatan. Jadi ingat hukum fisika beda kan ya kecepatan dan percepatan hehe. Satu contoh lagi saya April lalu ke Sumbawa, jalannya muluuuuus banget. Katanya karena Jokowi akan ke sana juga. Lah taunya doi naik helikopter ke lokasi :D

      Hapus
    2. Bahahaha. Ya gak apa2, yang penting jalannya jadi mulus gt :D

      Hapus
  3. Aamiin, semoga tercapai keinginannya :) ntar aku diajakin ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak ntar aku yang nyupir ya around - aorund bareng hahaha

      Hapus
  4. Aamiin, semoga tercapai keinginannya
    Ntar ajakin aku ya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siappp mbak. Doain mobilnya kebeli dulu :D

      Hapus
  5. Saya waktu je bromo liat jazz gunung bareng rombongan pak menteri, tidak ada prrbaikan jalan atau sarana lainnya, hanya saja hotel berbintang ludes kamarnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin harus RI satu atau RI dua yang turun gunung eh naik gunung. Baru jalannya mulus :D

      Hapus
  6. amiin, berawal dari mimpi suatu hari akan jadi kenyataan, kita jg lg mimpi round2 bromo neh teh ...ajakin kita juga ya biar jadi nyata mmpinya...hehe

    BalasHapus
  7. "Gampang dapatnya, susah bayarnya" ngakak jumpalitan gw hua hua hua
    Jadi kangen naik jeep di bromo nich "-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah Kak Cumi ini, sebentar lagi mau overland naik mobil keren ke Kalimantan. *Ngiri tingkat dewa gw

      Hapus
    2. Ayo kamu juga mesti ikutan, siapa tau bisa jalan bareng hehehe

      Hapus
  8. Wow...mobil impiannya macho beneeeer :D
    Semoga tercapai ya kaaaak

    BalasHapus
  9. Mobil Jeep itu laki banget mbak, keren. Saya juga pengen punya Jeep, asyek dibawa offroad. Semoga tercapai yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak. Macho banget mobilnya. Kerenlah. Amiin makasih doanya :D

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...