Senin, 10 Agustus 2015

Wisata Gratis yang Menarik di Alun-Alun Kota Batu, Jawa Timur

Landmark Kota Batu
Bermain ke kota Batu Jawa Timur tidak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke alun-alunnya yang semakin hari semakin memikat hati. Baik siang maupun malam hari. Dengan area yang tidak terlalu luas, pemerintah kota Batu mampu menyulap alun-alun yang dulu biasa-biasa saja menjadi luar biasa. Yang kini menjadi tempat jalan-jalan yang menyenangkan bagi warganya.

Tiap sore terutama pada akhir pekan, alun-alun selalu dipadati oleh warga kota maupun turis dari berbagai daerah. Bukan tanpa sebab, karena di alun-alun terdapat beberapa wahana dan spot yang menarik seperti perosotan, lampu hias, air dengan bentuk dan warna yang beraneka, air mancur, bangunan berbetuk buah apel dan stroberi, serta sebuah komidi putar. Terdapat juga landmark kota Batu berupa replika tiga buah apel yang berukuran besar.

Uniknya pengunjung alun-alun dilarang merokok. Tampak pada beberapa pintu masuk terpasang himbauan tidak boleh merokok. Pengunjung seperti ibu-ibu, anak-anak, dan para bapak yang tidak merokok tentunya merasa diperhatikan dan diuntungkan dengan himbauan ini.

Chila dan Naafi

Chila, langsung antusias saat tiba di lokasi alun-alun. Ia segera berlari mengikuti Naafi sepupu jauhnya yang telah lebih dahulu masuk mendekati air mancur. Namanya juga anak-anak, penuh rasa penasaran dan ingin mencoba hal-hal baru. Maka mereka berdua telah sibuk wara-wiri main perosotan. Bosan dengan itu keduanya berlari mendekati air mancur. Bosan di sana lalu berlari menangkapi gelembung-gelembung dari busa sabun yang ditiupkan beberapa pengunjung.

Wahana Bermain Anak-Anak Gratis

Sekitar setengah jam berada di sana, adzan maghrib dari pengeras suara di mesjid agung An Nur yang letaknya tak jauh dari alun-alun mulai berkumandang. Kami segera menuju ke mesjid tersebut untuk melaksanakan sholat. Di sekitar mesjid banyak pedagang kaki lima yang menjual aneka mainan, buah-buahan, dan kuliner malam yang menggoda selera.

Mesjid Agung An Nur Kota Batu
Selesai sholat maghrib, kami makan malam di sebuah warung makan ayam bakar di sebrang alun-alun, setelah itu segera antri untuk menaiki komidi putar. Merasakan sensasi di ketinggian dan menyaksikan kerlap-kerlip indahnya kota Batu di malam hari. Bangunan apel dan stroberi yang semula hanya bisa dilihat dari depan, samping, dan belakang, kini bisa dilihat dari atas. Tampak seperti buah betulan.

Komodi Putar

Namun yang paling menarik adalah pemandangan mesjid An Nur yang bermandikan cahaya. Kubahnya berwarna hijau,dengan motif kuning. Dinding dan tiang-tiangnya memantulkan warna putih bersih. Tampak indah dan mempesona.

Karena waktu beranjak semakin malam, setelah menaiki komidi putar kami bergegas meninggalkan alun-alun untuk segera pulang. Namun setelah berjalan berpuluh-puluh meter dan menanyakan kepada warga sekitar, ternyata sudah tidak ada lagi angkutan umum menuju ke Terminal Arjosari apalagi ke Singosari, tempat dimana kami menginap. Dengan terpaksa menyetop taksi. Uniknya taksi di kota ini berupa mobil sejenis kijang innova, bukan mobil sedan seperti biasanya.

Tak lebih dari satu jam, kami sudah tiba di Singosari.


Binatang apa ya?

Rumah Stroberi

Wortel Lampu dan Pasangan Kekasih :D

Bunga Lampu



Kota Batu Bermandikan Cahaya


Baca juga cerita perjalanan saat mengunjungi Coban Pelangi dan gunung Bromo.


7 komentar:

  1. waktu aku SD pernah ke Batu, udah lama banget ya mbak hehehe. Gak inget dulu udah ada patung apel itu atau gak ya

    BalasHapus
  2. aarkkk jadi kangen banget sama malang,7 tahun disana...paling seneng kalo ke batu,ademmm..

    BalasHapus
  3. meriah bangeth ya, kebayang deh jajanannnya juga melimpah:))serius aku mikirinnya jajanan na ha ha ha

    * * *

    Jalan2Liburan → Toko Buku Atlantis di Santorini, Salah Satu Toko Buku Tercantik di Dunia

    BalasHapus
  4. Wah liat header blognya yg keren saya pengen banget ke pulau padar mbak... kira kira itin kesana berapa sih...

    BalasHapus
  5. apa nggak kerepotan tuh kak serame itu ngejagain anak2? sampai malam pula lagi?

    BalasHapus
  6. Landmark kota Tanjung Pandan juga batu mbak. Tapi di sana batu Satam :) batu yang diyakini datang dari luar angkasa ^^

    BalasHapus
  7. Lho ini kapan ke Malang? Apa pas kami ke Semarang kemarin?

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...