Senin, 14 September 2015

Pulau Abang, Destinasi Wisata Bahari Nomor Satu di Pulau Batam

Pulau Abang
Pelantar menuju Pulau Abang
Pulau Abang adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah selatan Pulau Batam, Provinsi Kepri. Untuk menuju ke sana, pertama dapat dijangkau dengan kendaraan darat menuju Pelabuhan Hasyim yang terletak di Pulau Galang Baru. Kendaraan akan melintasi Jalan Raya Barelang, jalan yang menghubungkan tujuh pulau yakni Pulau Batam - Pulau Tonton - Pulau Setokok - Pulau Rempang - Pulau Galang - Pulau Galang Baru. Dari Pelabuhan Hasyim dilanjutkan dengan naik perahu motor atau kapal cepat ke Pulau Abang. Total waktu tempuh Batam - Pulau Abang kurang lebih 2 jam.

Kini Pulau Abang mulai disorot sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Provinsi Kepri disamping Kepulauan Anambas dan Natuna. Ini berarti untuk wilayah Batam sendiri, Wisata bahari Pulau Abang menempati posisi pertama.

Perkenalan saya dengan Pulau Abang terjadi pada kurun waktu 2004-2005 tatkala saya masih bergabung dalam sebuah LSM Batam Hijau. Sebuah LSM yang fokus dalam bidang advokasi lingkungan. Saat itu  Batam Hijau digandeng oleh Depatemen Kelautan dan Perikanan (DKP) melalui Lembaga Pelaksananya yaitu COREMAP (Coral Reef Rehabilitation and Management Program) yang mempunyai tujuan mengembangkan sistem pengelolaan terumbu karang untuk memberdayakan dan mendukung masyarakat sehingga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Indonesia. Saat itu motto yang diusung adalah Terumbu Karang Sehat, Ikan Berlimpah. Tak kurang dari 4 kali kami bolak-balik setiap bulannya untuk melakukan survei, penyuluhan, dan pengawasan terhadap jalannya program tersebut.

Pulau Abang Batam
Pulau Abang

Dulu, tak sedikit pun terbersit untuk berenang-renang, snorkeling, apalagi diving. Kata itu bahkan belum dikenal sama sekali oleh kamus bahasa di otak saya, apalagi saat itu belum bisa berenang. Memangnya sekarang sudah bisa berenang? Tidak bisa berenang ini sebenarnya sebuah aib buat saya hahaha... Bayangkan, saya tukang kelayapan ke pulau-pulau dan kadang menghadapi ombak yang ganas tapi nggak bisa berenang. Memalukan kan.

Duh ini mukadimah panjang bener ya, padahal intinya saya tuh  mau cerita kalau dua minggu lalu habis belajar snorkeling di Pulau Abang. Yup, biar kekinian bisa foto-foto cantik di kedalaman lautan, atau baring-baring seksi di atas kasur pelampung, berselfie, berwelfie apa wefie (entah mana yang bener), atau groovy ria dengan kamera Gopro (duh semua alasannya duniawi banget sih) maka setelah mengecek isi dompet dan isi ATM (maklum baru seminggu sebelumnya pulang jalan-jalan dari Dieng) saya pun merayu Chila dan ayahnya untuk ikut serta. Kebetulan di grup WhatsAp "Anak Pulau", grup para traveler Batam yang kece badai telah ada isu kasak-kusuk mau ke Pulau Abang. 

Si Ayah udah dari kemaren-kemaren wanti-wanti kita tuh harus hemat mengingat kondisi ekonomi sekarang begini begitu, harga beras, telur, minyak, gula, dan kebutuhan pokok lainnya sudah melambung tinggi bla bla bla….

"Iya Yah, nggak lagi lagi tapi please ini buat terakhir kalinya jalan-jalan tahun ini. Ke Pulau Abang ya? Mau ya?"Dan suami pun luluh hatinya. Siapa sih yang nolak kalau dirayu istri haha... Horeee. OK deh, saatnya menghubungi teman-teman yang masih pada ragu. Kebetulan sopir mobil jemputan di tempat kerjaku bersedia mengantar hingga ke Pelabuhan Hasyim.

Hari minggu 30 Agustus 2015, pagi-pagi setelah packing, memasukan semua barang ke dalam kantong anti air atau dry bag, agar tidak kebasahan terkena ombak yang katanya mulai kencang, kami bersepuluh dengan Chila, berkumpul di Mal Top 100 Tembesi, Batu Aji. Tidak lama setelah ngumpul kami langsung cabut ke Pelabuhan Hasyim. Hampir satu jam perjalanan kami tiba di Pelabuhan Hasyim. Di sana telah ada beberapa kelompok yang sama-sama akan berwisata ke Pulau Abang.

Pulau Abang
Menyentuh Pulau Abang. Foto oleh: Dimas

Setelah bertanya-tanya karena takut salah kapal dan menelpon Pak Ledi, (warga asli Pulau Abang yang membuka paket trip ke Pulau Abang dan sekitarnya) kami segera memasuki kapal motor (pompong) dengan mesin Yamaha 150 PK. Woow. Baru kali ini naik pompong yang menggunakan mesin 150 PK, biasanya paling banter 20 dan 40 PK. Awalnya kami mengira kapal besar yang putih di sebelah kanan pelabuhan yang akan kami naiki, eh ternyata salah, kami jadinya naik pompong. Haha padahal saya udah cerita-cerita ke teman-teman kalau kapalnya besar. Duh gara-gara ini nih jadinya dibahas sampe pulang.

Ternyata mesin 150 PK ini memang luar biasa. Pompong serasa terbang saking melaju kencang. Beberapa kali ke pulau Abang saya selalu naik kapal penangkap ikan dan waktu tempuhnya sekitar 1,5 jam namun saat itu justru pompong kecil ini hanya membutuhkan waktu kurang lebih 40 menit saja hingga tiba di Pulau Abang meskipun ombak terbilang kencang.

Pulau Abang

Setibanya di Pulau Abang, kami dibawa ke rest house, alias rumah-rumah peristirahatan yang terletak di dekat dermaga. Saya belum berani menyebutnya resort atau hotel karena fasilitasnya belum memenuhi standar. Ada sekitar 4 rumah yang dijadikan tempat beristirahat. Dengan satu ruang depan, dua kamar dan satu toilet. Belum ada fasilitas apa-apa, baru sebatas ruangan blong dan plong begitu saja. Tapi lumayan buat beristirahat dan menyimpan barang-barang.

Chila juga pakai pelampung :D

Berangkaaat

Setelah rapi-rapi, menyimpan barang-barang dan berganti pakaian kami segera memilih alat snorkeling di halaman sebuah bangunan yang terletak tepat di depan rumah peristirahatan kami. Di sana beberapa warga pulau Abang membantu kami memilih alat yang cocok. Saat itu hanya life jacket dan fin saja yang dibagikan sedangkan snorkel akan dibagikan nanti di kapal saat tiba di lokasi snokeling.

Tujuan snorkeling saat itu adalah Pulau Dedap, pulau dengan tiga gradasi air laut. Yeaah... saya sudah tak sabar lagi pengen nyemplung ke sana. By the way, perkenalkan ini teman-teman jalan saya selain suami dan Chila. Teman-teman yang rame, kocak, dan baik hati: Chahaya, Dimas, Liza, Lucky, Mukhlis, Nazir, dan Othoy.


Pulau Abang
Dari Ki-ka Dimas, Lucky, Chahaya, Nazir, Mukhlis, Othoy, minus Liza. 

Ohya yang pada mau ke Pulau Abang ini dia paket tour resmi yang dikeluarkan pihak Pulau Abang:

Paket Tour Pulau Abang
Untuk detail pemesanan dan booking tempat bisa menghubungi Pak Ledi di 081277202442.





36 komentar:

  1. aku kadang malah bawa plastik kresek itu --" kayaknya emang butuh ya kalo kelaut wisata bahari gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mak, butuh banget secara air laut masuk ke dalam kapal, baju yang dipakai aja bisa kuyup.

      Hapus
  2. masya Allah.. murah amat paketnya kak??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya lumayan murah Yud, soalnya diselenggarakan oleh masyarakat dan penduduknya langsung. Klo dari tour and travel pasti harganya lebih mahal lagi.

      Hapus
  3. ah iya bener aku mesti beli dry bag juga buat island hopping 2 bulan lagi :)

    BalasHapus
  4. Ntar kalau punya kesempatan ke batam, kemari juga aaaah...

    BalasHapus
  5. Batam itu punya banyak pelabuhan kecil ya, Mbak? Pengen kapan2 island hopping atau snorkeling di Batam.. ira

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, banyak banget Mbak. Malah kadang dijadikan pelabuhan tikus buat nyelundupin macam-macam.

      Hapus
  6. Yuk kita ngepulau lagi... Aku punya dry bag looh, punya pelampung juga.. #pamer #abaikan hahahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha....tapi kita belum punya alat snorkeling. Yuk kursus dulu. Jangan malu-maluin PAP alias Partai Anak Pulau :D

      Hapus
  7. Waahh..aku mau juga ke pulau abang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk Mbak kapan-kapan kita barengan :D

      Hapus
  8. Asik banget ya jalan-jalan hehe.
    saya taunya batam itu tempat belanja :D
    pas baca blog ini, boleh juga nih infonya...

    tengkyuuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mas Dedi, Batam sendiri aja punya 300an pulau lebih loh

      Hapus
  9. waaah, saya taunya batam tempat belanja hehee...
    tp pas baca blog ini, bolehlah infonya...
    tengkyuuu

    BalasHapus
  10. Iya nih harus punya dry bag ya. Belum punya donk akuuu... ~~~

    BalasHapus
  11. uwii 2 jam jadi 40 menit,belum kebayang naik pompong sekilat itu hihihhi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha..iya. sampe kayak terbang loh Mbak. Melayang di permulaan laut.

      Hapus
  12. selama ini klo snorkling atau ke pantai nggak pernah bawa dry bag :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku aja baru kali ini Mbak, itu pun dibelikan suami :D

      Hapus
  13. Wah hancur travel kaya i nih, harga di bongkar cui..wkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha...aku bongkar langsung dari pengelolanya nih :D

      Hapus
  14. Ada rental under water kamera nya ngak mbak??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemaren waktu ke sana kayaknya ada. Tapi nggak tau berfungsi apa tidak.

      Hapus
  15. Kalau mau menginap kira kira ada penginapannya nggak ya mbak? Saya hubungi pak ledi nya kok nggak bisa ya? Atau kebetulan lagi gak aktif mungkin ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduuh maaf baru baca komennya Mbak. Ada kok nomor Pak Ledi aktif.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...