Sabtu, 10 Oktober 2015

Terpesona Indahnya Pulau Kanawa

Lautnya Tenang Tanpa Ombak atau Gelombang

Mata saya terbelalak. Mulut tak henti-hentinya mengucap sementara tangan sibuk menyentuh air laut yang bening seperti kaca. Seperti sedang menonton aquarium raksasa, ikan yang berseliweran dan terumbu karang yang warna-warni begitu nyata di depan mata. Tak perlu bersusah-susah untuk berenang tak perlu repot-repot menyelam lebih dalam. Hanya melongokkan pandang ke permukaan, keindahan itu betapa mudah disaksikan.


Air Laut di Tepi Dermaga pun Warnanya Biru Turqoise

Kapal yang kami tumpangi merapat di sebuah dermaga. Norak sekaligus bangga. Berkali-kali saya mengucapkan rasa takjub tak terkira. Air laut yang biru turqoise membius saya dan teman saya, Marita, untuk tetap tak beranjak dari dermaga. Hanya berwow-wow saja sambil melongokkan pandangan ke arah bawah.

Kapal kami yang baru saja mengikat sauh seakan melayang bukan mengambang. Sinar matahari yang mulai meninggi membuat bayangan kapal dan sebuah canoe di sampingnya jatuh di terumbu karang di dasar laut yang terlihat sangat jelas.

Pelantar Menuju Pulau Kanawa

View ke Arah laut

Ardin, sang awak kapal, mengingatkan agar kami segera menuju ke darat. Baru saja beranjak, sesaat melangkahkan kaki di pelantar menuju pulau kami mulai disibukkan dengan pemandangan yang menghebohkan. Seekor baby shark. Yup, awalnya hanya seekor bayi hiu berenang-renang sendirian. Berputar di tiang-tiang kayu pelantar. Kemudian seekor lagi bergabung. Lalu datang lagi seekor. Huaaaa…. Seumur-umur kami belum pernah melihat hiu yang ganas itu kecuali di televisi, di sini kami menyaksikannya dengan jarak dekat. Sangat dekat. Seakan tau ada yang menonton, Bayi-bayi hiu itu hanya berputar-putar sambil bermanuver menyibak gerombolan ikan yang mulai sesak memenuhi perairan dangkal di sekitar pantai dan pelantar. 

Sebagai puncak dari rantai makanan di laut, hiu mengambil peranan sangat penting bagi berlangsungnya keseimbangan alam. Oleh karena itu kampanya dengan hashtag #SharkNoFood kerap didengungkan oleh beberapa aktivis dan pecinta lingkungan. Saya sesekali meretweet dan merespon untuk menyatakan dukungan. Dan saat menyaksikan mereka hidup bebas tanpa gangguan di sini, betapa saya ingin menunjukkan pada dunia bahwa di Taman Nasional Komodo ini hiu-hiu hidup dengan damai dan santai :D

Lagi-lagi kami takjub menyaksikan kekayaan laut di pulau ini. Pulau Kanawa. Pulau yang sebenarnya tidak ada dalam list perjalanan kami. Namun karena letaknya berada di jalur pulang menuju Labuan Bajo maka saat ditawarkan Ardin untuk mampir sebentar kami segera menyetujuinya. Dan benar saja pulau ini memang sangat indah. Konturnya yang berbukit dengan hamparan pantai yang berpasir putih serta ombak yang terhempas lembut juga kekayaan biota lautnya yang begitu berlimpah membuat siapa pun yang berkunjung ke sana akan betah berlama-lama.
 
Baby Shark

Menyibak Gerombolan Ikan

Seakan berlomba-lomba berjemur dan mendapat limpahan cahaya matahari di sekitar perairan dangkal di pantai Kanawa, ikan hiu dan ribuan ikan lainnya berenang-renang dengan santainya. Kehidupan alam yang tenang nyaris tanpa gangguan. Mereka tak perduli pada beberapa pasang mata manusia yang memandang takjub ke arahnya. 

Welcome to Kanawa. Tulisan di sebuah bangunan di pulau sangat jelas terbaca. Ya nama pulau ini pulau Kanawa. Bukan Kenawa. Karena namanya hampir mirip, terkadang orang secara tidak sadar salah dalam penulisan sehingga sering tertukar. Pulau Kenawa berada di utara Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dan kerap dijadikan lokasi kemping para traveler karena pemandangan di sana pun tak kalah indah. Sedangkan Pulau Kanawa ini terletak di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Mempunyai pantai berpasir putih,serta kekayaan biota laut yang indah dan melimpah. Pulau Kanawa telah dilengkapi fasilitas resort dan restoran dengan tarif yang lumayan mahal.
 
Mix Fresh Fruit
Karena belum makan siang, saya dan Marita segera menuju ke restoran. Saat melihat-lihat daftar menunya, ya ampuun pengen nelen ludah. Harga Banana Chocolate Milk Shake saja sudah 40 ribu rupiah satu gelasnya. Begitu pun tak jauh beda dengan sepiring mix fresh fruit yang harganya  mencapai 35 ribu rupiah. Dan demi penghematan luar dalam saya dan Marita paroan untuk membeli sepiring mix fruit. Saya fikir apa sih isinya mix fruit itu, ternyata cuma 3 potong pepaya, 8 potongan kecil pisang dan 4 potong semangka yang diiris segitiga. Duuh mihil

Atas nama penghematan, kami tidak memesan minuman karena air mineral masih tersedia setengah kardus lagi di kapal. Selesai menyicip dan menghabiskan buah yang terasa sangat segar di mulut lantas kami bermain-main di tepi pantai. Meskipun takut muka gosong, saya cukup tenang karena terlindungi topi pantai yang cukup lebar. Bosan di pantai, kami berdua duduk-duduk santai di bangku-bangku di bawah pohon yang berada di sekitar pantai. Menikmati sepoi angin yang membelai lembut yang membuat mata jadi mengantuk. 

Dunia seakan terhenti di sini. Tenang dan melenakan. Ingin rasanya baring-baring di bangku dan tertidur pulas sambil bermimpi diving di kedalaman sana. Namun hari itu kami tidak tahu jadwal kapal penyebrangan Labuan Bajo – Sape Sumbawa akan berangkat jam berapa. Jadi harus cepat-cepat pulang karena perjalanan kembali ke Batam harus melalui penerbangan dari Lombok ke Johor. Ini berarti perlu waktu dua hari dua malam lagi. Telat beberapa menit saja berarti akan memakan biaya tambahan yang lumayan banyak. 
 
Duduk Santai di Tepi Pantai
Hanya sekitar satu setengah jam saja kami berada di pulau Kanawa dan segera beranjak menuju kapal. Lagi-lagi saat melintasi pelantar, pemandangan di bawah permukaan air laut sungguh membuat kami tak ingin pulang. Seperti saat di Gili Lawa, Marita enggan pulang. Untung saja dia keburu sadar sebelum saya seret-seret untuk segera naik ke kapal. Hahaha.

Catatan penting bagi diri sendiri, seumur-umur nggak pernah menyaksikan gerombolan ikan yang sangat-sangat buanyaaaak bermain-main santai di tepi pantai. Jadi entah tahun kapan, saya harus ke sana lagi buat ajak Chila dan ayahnya. Mereka harus tahu kalau Indonesia itu sangat kaya hanya dengan berada di pulau ini saja :D

Pondokan untuk Berteduh

Marita di Depan Bangunan yang Bertuliskan Welcome to Kanawa

Selaat Tinggal Pulau Kanawa


44 komentar:

  1. Weeeww...aku pertama kali lihat postingan pulau ini di Kompasiana beberapa tahun lalu dan si penulis bikin videonya juga, emang keren bangettt dehhh mak
    Dan kamu sudah ke sinii uuyy <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga ada vidionya mbak ntar kuupload di instagram. Saat baby shark menyibak kerumunan ikan duuh keren bgt deh ikan-ikan itu saat memberi jalan.

      Hapus
  2. Weeeww...aku pertama kali lihat postingan pulau ini di Kompasiana beberapa tahun lalu dan si penulis bikin videonya juga, emang keren bangettt dehhh mak
    Dan kamu sudah ke sinii uuyy <3

    BalasHapus
  3. Woowww.... Luar biasa. Aahhhh tempting bangeeet.
    Sy baru denger nih pulau kanawa... Mdh2n bs ke sana. One day

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hampir seluruh pulau-pulau di Taman Nasional Komodo punya ke-khasan dan keindahan masing-masing mbak. Jadi perlu waktu seminggu untuk explore biar puas. Saya cuma dua hari satu malam saja. Benar-benar nggak puas.

      Hapus
  4. bagussss, ga nyangka ada yang kaya gini. tapi mbak, kalo berenang disana ada resiko dimakan baby shark ga? mbak gimana rasanya liat hiu sungguhan? takut ga? saya cuma pernah liat hiu di sea world

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau baby shark kata orang-orang sana belum buas sih mbak. Duh rasanya luar biasa mbak bisa lihat hiu di habitat aslinya.

      Hapus
  5. Balasan
    1. Iya Bund, TN Komodo memang menakjubkan, hanya saja masyarakat kita kurang mengenalnya.

      Hapus
  6. Subhanallah, Indahnya kebangetan mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk yuk Mbak grup BM ke sana rame-rame kapan ya? Kita sewa kapal yang guedeee sekalian. Puas deh keliling perairan Komodo.

      Hapus
  7. Masya Allah..bagussss bangettt... bersih jernih tenang...duh... mupeng asli

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak. Jernihnya sampai dasar laut saja kelihatan.

      Hapus
  8. we stayed in Kanawa for 4 days always want to return, liat postingan ini jd smakin pengen kesana lagi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duuuh enak banget bisa stay 4 hari. Nginapnya berapaan ya di resort Kanawa?

      Hapus
  9. Asyiiik banget ... nggak nolak kalau ada yang ngajak ke sini, hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya nggak diajak juga udah niat ke sini lagi loh Kang.

      Hapus
  10. Wahhh, anakku pasti suka banget niyy,
    sejak di kandungan suka tak kasih liat akuarium dan ikan-ikannya, sampai sekarang mau dua tahun, masyaAllah sukaa banget sama ikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak saya aja nyesek lihat ikannya. Nyesek mikirin coba anak saya di sini udah jerit-jerit dah dia saking sukanya haha

      Hapus
  11. Subhanallah indahnyaaa....ada baby shark...

    BalasHapus
  12. ceritanya anak gunung turun gunung nih...
    subhanallah canyik banget pemandangannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha...anak gunung turun ke laut Bu Dosen

      Hapus
  13. Mbaaaa, tulisanmuuu dan foto fotonya cantik bangeeettt,,, mewakili banget suasananya jadi bisa ikut ngebayangin ada di sana,, salam yaaa buat ikan2nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Imaa mau saya salamin sama ikan yang mana dulu? Kalau Baby shark ogah ah takut digigit hihi

      Hapus
  14. Kerenn..Beruntung banget bisa lihat baby shark, untung maknya gak muncul hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tiap hari kayaknya dia main-main di sini. Klo udah besar baru hijrah ke perairan yang lebih dalam lagi. Velys kapan naik gunung lagi? Bareng yook.

      Hapus
  15. Masyaa Allah yaa mbak...
    "Nikmat Tuhan mana yg kamu dustakan"
    Menbaca tulisan mbak lina serasa menyaksikan langsung....

    Kereen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Mbak. Aku meleleh di sana. "Nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

      Hapus
  16. mupeng tingkat dewa lihat yang biru bening 0_0

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tinggal nyemplung berenang Neng, resep pisan.

      Hapus
  17. Subhanallah indahnya. pengen sekali bisa liburan kesana,

    oia salam kenal ya.....

    BalasHapus
  18. mba kalau ke Pulau Kanawa mesti nginap ya? kalau peninapanx full boleh pasang tenda sendiri? trs dr labuan bajo ke pulau kanawa bisa naik speedboat kah? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ke Kanawa nggak harus nginap cuma mampir sejam dua jam udah cukup menghilangkan penasaran. Tidak ada angkutan yg langsung, jadi harus sewa.

      Hapus
  19. Waah bikin betah teh, belum pernah main antar pulau seumur hidup...jadi pengen

    BalasHapus
  20. Ehm, hanya bisa melongo mbak. Lautnya bersih dan jernih banget, apalagi ada ikan hiu yang bebas berenang. Nggak nyoba renang bareng mbak, seperti di penangkaran Karimunjawa mbak

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...