Rabu, 18 November 2015

Central Market Kuala Lumpur Tempat Belanja Benda-Benda Seni Malaysia

Taksi yang kami tumpangi perlahan berhenti di depan sebuah bangunan dua lantai yang tampak sederhana. Di pintu masuk menuju bangunan tertulis  “Central Market Since 1888.” Dari sini kita bisa langsung faham bahwa pasar ini telah ada sejak tahun 1888. Woow.

Ya, inilah Central Market, sebuah pasar di pusat kota Kuala Lumpur yang menjual barang-barang seni khas Malaysia mulai dari kerajinan tangan, batik, lukisan, patung, kain, sarung, pakaian, dan berbagai benda seni yang antik lainnya. 

Teman saya,  Reny, sengaja meminta sopir taksi untuk mengantarkan kami ke Central Market guna berbelanja oleh-oleh untuk sanak saudaranya di Jakarta. Sebelum kami melanjutkan perjalanan ke Krabi Thailand, kami masih punya waktu sekitar 4-5 jam lagi sebelum sorenya harus segera check in ke Bandara KLIA2.

Saya, Reny dan sopir taksi yang bernama Datuk Rajo, berjanji bertemu jam dua belas tepat di pintu gerbang. Jadi kami hanya punya waktu satu jam saja untuk berkeliling pasar seni ini. Setelah sepakat kami pun masuk ke area pasar yang dipenuhi benda-benda seni yang menarik mata. Karena mampir sana mampir sini saya dan Reny pun terpisah. Chila yang lagi senang-senangnya main sama Desti dan Shera kedua putrinya Reny,  jadi ngambek gara-gara kami tidak berhasil menemukan mereka.

Sudah beberapa kali mengitari pasar namun kami tidak juga bertemu Reny. Chila makin bete, namun saat kami menyusuri bagian belakang pasar, perhatian Chila teralihkan dengan galery lukisan yang menarik pandangan mata. Dua orang pelukis dengan lihai menggambar dan mewarnai gajah lalu menghiasinya dengan berbagai torehan seni. Chila tampak menyimak dengan serius.

Di sebelahnya lagi, seorang pelukis sedang mencontoh foto seorang perempuan berkerudung hitam yang sedang tersenyum. Sebuah pigura lukisan yang hampir jadi berada di samping foto tersebut. Saya bergantian memandanginya. Persis, mirip. Baru kali ini menyaksikan proses kreatif seorang pelukis dari dekat. Saya dan Chila mendekati dan meminta izin untuk memfotonya.
 
Chila malu-malu Berfoto sama Pelukis

Cakepan mana hayoo? Foto apa Lukisan?


Sejujurnya saya dan Chila menyukai lukisan. Bahkan dulu saya pernah bercita-cita ingin menjadi pelukis. Apa daya membeli kanvas dan alat lukis lainnya saja tidak bisa. Maka, jika kesukaan terhadap lukisan menurun kepada Chila, saya tidak aneh lagi. Justru ingin sekali membelikan alat-alat lukis agar Chila bisa berkreasi semaksimal mungkin.

Selain membelikan alat-alat lukis dan mengkursuskannya, saya ingin sekali membawanya pergi ke pameran di Jakarta. Di sana berbagai event dan pameran lukisan kerapkali digelar. Berbagai acara pameran berskala nasional dan internasional sangat seru untuk disaksikan.

Kalau sedang nonton televisi Chila suka bertanya-tanya tentang Jakarta dimana banyak terdapat wahana wisata air dan arena permainan untuk anak-anak. Dalam fikirannya tinggal di Jakarta sungguh menyenangkan karena bisa bermain-main air terus. Chila sudah berkali-kali bilang ingin main ke Jakarta walaupun sebenarnya kami sudah berkali-kali pula menginjakkan kaki di Jakarta. Sayangnya sih cuma mampir doang tidak benar-benar berkunjung dan menikmati wisata Jakarta, yang menurut saya cukup bersahabat dengan dunia anak-anak.

Event Tahun Baruan di Jungle Land. Foto: www. id.bookmyshow.com

Lain kali memang kudu menyengajakan pergi untuk berwisata ke Jakarta. Nggak bingung sih mau ngapain aja karena saya sudah tahu harus mengecek dimana event-event yang akan dilangsungkan di sana. Sebelum pergi bisa buat itinerary lengkap dengan menyesuaikan dengan jadwal event.

Mudah saja tinggal ngecek ada event apa yang menarik dari tanggal ke tanggal di website www.id.bookmyshow.com. Misalnya saja nih pas tanggal 31 Desember 2015 mendatang bakal ada perayaan pergantian tahun dan sekaligus menyambut tahun baru 2016 di Jungle Land. Jungle Land ini merupakan taman outdoor terbesar di Indonesia yakni seluas 87 hektar yang menawarkan aneka permainan dan petualangan. Kalau Chila bisa bermain di sana pasti bakal senang banget.

Eh balik lagi ke cerita di Central Market. Setelah satu jam setengah (ngaret nih) mengelilingi pasar seni  ini maka kami bertemu kembali di pintu masuk. Puluhan turis asing hilir mudik memenuhi ruang masuk pasar. Reny dan anak-anak membeli beberapa oleh-oleh, sementara  saya dan Chila cuma beli majalah National Geographic dan komik Upin-Ipin doang, hehe. Nggak apa-apa sih niatnya kan mau traveling bukan mau  shopping. Betul betul betul?


Central Market
Alamat: Jalan Hang Kasturi, 50050 Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan, Malaysia
Telepon:+60 3-2274 6542
Jam buka : 10.00 – 22.00

10 komentar:

  1. AKu borong gantungan kunci wkwkwkk. Disini lebih murah drpd di Petronas. Tp banyak juga yg barang2 Indonesia-nya. Ada counter sari ayu segala. Btw foto, lukisan & orangnya cakep semua :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak gantungan kunci murahan di tempat ini :D
      Itu dia, kata sopir taksi malah pasar seni ini yang menghidupkan/meramaikan orang-orang Indonesia loh.

      Hapus
  2. Aku cuci mata aja kalo kesini..lebih suka belanja di daerah masjid india

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga cuci mata Mbak, nggak belanja apa-apa. Hihi bingung mau beli apa, perasaan nggak butuh apa-apa :D

      Hapus
  3. belum pernah ke sana, tapi itu lukisan mirip sekali ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, saya suka takjub malah sama para pelukis kok bisa persis itu gimana ngebayanginnya ya. Detail banget ingatan mereka berarti.

      Hapus
  4. kalau mau jalan-jalan cek dulu webnya jadi ga bingung

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...