Minggu, 06 Desember 2015

5 Tips Backpacking Bawa Balita ke Singapura

Bagi sebagian orang, jalan-jalan sambil bawa balita itu rempong banget. Apalagi balitanya sering rewel dan gampang sakit. Duuh, kita sebagai orang tua kayaknya lebih memilih mundur teratur dulu deh dari dunia persilatan. Daripada anak kenapa-kenapa lebih baik pensiun dini atau memilih cuti bertahun-tahun dari kegiatan backpacking yang penuh dengan tantangan dan petualangan. Tidak bijak rasanya kalau tiba-tiba sedang selfie di pantai atau tempat kece lainnya  terus ada telpon yang mengabarkan anak kita masuk rumah sakit. Nurani terasa disayat-sayat sembilu kalau sudah begitu.

Untungnya Chila kuat jalan seharian ke Kawasan Marina Bay
Perlu diwaspadai juga oleh para orangtua muda yang akan mengambil langkah pensiun dini ini. Yang dahulu kala --sebelum berkomitmen terhadap keluarga-- sudah mempunyai kegiatan backpacking seabrek sampai-sampai tidak tahu lagi kapan harus pulang ke rumah, biasanya tipe orang tua seperti ini jika mulai punya anak rentan stress. Pengalaman diri sendiri nih kayaknya. So, tidak ada salahnya kamu tetap melakukan backpacking dengan mengajak balita dan pasanganmu. Tentu saja sebelumnya sudah yakin bahwa anak kita dalam keadaan sehat walafiat.

Pemilihan tempat backpacking juga sangat berpengaruh. Sebaiknya pilih lokasi/negara untuk backpacking yang kids/baby friendly. Lokasi-lokasi wisatanya yang ramah untuk balita. Contoh misalnya Singapura. Huhu ke situ lagi ke situ lagi. Tapi iya sih, ini salah satu negara terdekat dari Indonesia yang sebenarnya bisa dieksplor abis bareng anak-anak.

Singapura memiliki berbagai fasilitas umum yang bisa dibilang lumayan. Selain negaranya yang ramah untuk orang cacat juga ramah untuk anak-anak dan balita. Berbagai kemudahan akan dirasakan oleh para orang tua jika mereka berkunjung ke negara ini.

Nah berikut ada beberapa tips yang bisa dipakai saat berkunjung ke Singapura oleh para orang tua yang menganut backpacking style.


1.     Jangan Lupa Bawa Peralatan dan Perlengkapan Lenong
           
Peralatan lenong di sini maksudnya peralatan dan perlengkapan standar ala balita. Haha. Saking banyak dan ribetnya ya kan jadi mirip mau ngelenong. Ini dibawa itu dibawa. Apa aja sih? Standarnya adalah tiap kemana-kemana biasanya perlengkapan dan peralatan ini selalu dibutuhkan oleh anak kita. Misalnya saja baju ganti, susu, baby carrier, mainan, dan tak kalah penting adalah membawa pampers. Selain untuk berjaga-jaga agar si kecil tetap nyaman dalam perjalanan hal ini juga menghemat pengeluaran dollar. Jadi sebaiknya kalau mau hemat ya membawa pampers dari Indonesia.

Pampers
Add caption


2. Pilih hostel yang Ramah Terhadap Balita (Baby Friendly)

Namanya juga backpacking, jadi sebisa mungkin menekan budget dalam segala hal, namun tentu saja dengan tidak mengesampingkan faktor keamanan dan kenyamanan. Nah untuk penginapan, agar murah tentu yang dicari adalah hostel bukan hotel. Hostel biasanya memiliki kamar-kamar yang terdiri dari beberapa bed (tempat tidur). Satu kamar mulai dari 1 bed, 2 bed, 4 bed, hingga mencapai 16 bed. Yang 1 hingga 4 bed biasanya bersifat private dan family room. Harganya sedikit lebih mahal dibandingkan yang tipe dormitory/shared room. Jika tidak ingin bercampur antara cowok-cewek dalam satu kamar, biasanya hostel menyediakan Female Dormitory..

Bagi para orang tua, sebaiknya pilih hostel yang mempunyai kamar private room atau family room. Jika keduanya fullbooked bisa juga memilih tipe kamar yang shared room yang syarat umur penghuninya berusia balita hingga dewasa.

Chila dibolehkan tidur bareng saya di hostel ini

Misanya saja saya pernah menginap di salah satu hostel di kawasan Bugis Saya yang membawa balita berusia 4 tahun tetap diperbolehkan menginap di kamar tipe mixed dormitory. Hostel lainnya jarang megeluarkan kebijakan seperti ini. Biasanya usia tamu hostel dibatasi mulai dari usia minimal 12 hingga 16 tahun.

Pilihlah hostel yang dekat dengan stasiun MRT atau halte bis untuk memudahkan pergerakan. Tapi umumnya hostel tersebut lebih mahal dibanding hostel yang terletak di jalan-jalan kecil yang tidak dilalui kendaraan umum. Namun tenang saja jalan-jalan ini selalu ada trotoar yang nyaman untuk dilalui kok. Dan untuk mencapai jalan-jalan utama relatif dekat. Sebaiknya lihat letak hostel di peta kemudian performancenya dengan membaca review dari orang-orang yang pernah menginap di sana melalui Tripadvisor.

Usahakan melakukan pemesanan kamar jauh-jauh hari agar tidak kehabisan. Berdasarkan pengalaman saya, memasuki bulan Desember seperti ini tingkat hunian hostel selalu full. Apalagi di beberapa hari menjelang  natal dan tahun baru. Dipastikan tidak akan kebagian. Dan hal ini pernah terjadi pada kami. Karena hostel semuanya penuh akhirnya atas saran penjaga salah satu hostel di Bugis kami melalui tahun baru dengan begadang di Marina Bay. Untuk orang dewasa hal ini tentu tidak masalah, namun tentu saja untuk balita sangat tidak disarankan. Jadi bookinglah hostel minimal sebulan sebelum keberangkatan.


3. Bawa/Sewa Stroller

Saat mengunjungi beberapa tempat wisata di Singapura para orang tua tentu akan kelelahan jika seharian harus menggendong balitanya. Oleh karena itu membawa stroller dari rumah atau menyewanya di tempat-tempat penyewaan stroller merupakan langkah bijak.

Para orang tua tidak akan kesusahan menggunakan stroller di Singapura. Seluruh lokasi dan alat transportasi sangat ramah terhadap stroller. Bahkan anak-anak yang di atas 5 tahun pun jika seharian berada di luar tentu mereka akan kelelahan dan akan minta digendong. Sementara kedua orang tuanya pun sama-sama sudah kelelahan.

Chila Kelelahan minta digendong di Jurong Birds Park

Jangan seperti kami ketika mengajak Chila seharian jalan kaki di Jurong Birds Park yang luas. Nyesel banget saat Chila kecapekan dan bilang kenapa saya tidak membawa kereta dorong seperti orang lain yang mendorong anak-anak mereka. Huhuhu maafkan ya Nak, ayah bunda lupa.

Yang nggak mau ribet bawa dari rumah bisa juga sewa di beberapa tempat penyewaan. Tinggal WhatsApp aja, maka stroller dihantar ke hotel/hostel tempat kita menginap. Tarifnya mulai dari 15 Dollar sehari, 40 dollar untuk 3-4 hari. Untuk pemesanan bisa Whatsapp ke nomor: +65 81864307.


4. Kunjungi Taman Bermain di Roof Top Mal/Bangunan yang Dikunjungi

Kelebihan yang sering saya kagumi dari negeri Singa adalah selalu ada wahana permainan untuk anak-anak yang gratis di bagian paling atas atau lebih trend disebut roof top. Taman-taman yang hijau dengan kolam-kolam dan air mancur atau hanya sekedar waterwall. Jadi jika keperluan anda sudah terpenuhi maka ajaklah si kecil mengunjungi bagian ini. Mereka tentu akan senang dengan berbagai wahana permainan yang ada. Umumnya terdapat wahana seperti perosotan, ayunan, jungkit-jungkitan, dan taman air. Itu saja anak-anak akan melonjak kesenangan.

Wahana Permainan seperti ini SELALU Gratis
Mal-mal seperti City Square Mal di Kichener Road, tidak hanya memiliki taman bermain yang ramah namun semua fasilitas dilengkapi dengan yang berukuran kecil yang dapat digunakan oleh anak-anak. Misalnya saja kursi bayi di toilet, wastafel anak-anak, dan mobil-mobilan keluarga serta kereta bayi yang dapat digunakan secara gratis.

Mal lainnya seperti Vivo City, di Harbourfront Walk,  hampir memiliki semuanya. Waterpark di rooftop, kereta mini, toko mainan yang sangat besar, hingga restoran yang  khusus menyediakan menu untuk anak-anak.


5. Kunjungi Tempat-Tempat yang Mengedukasi dan Melejitkan Fantasy

Jika bermain ke tempat-tempat berikut, saya yakin anak-anak justru akan sangat betah dan ingin berlama-lama di Singapura. Berbagai  lokasi yang dengan ini akan menambah pengetahuan anak-anak terhadap alam dan lingkungannya.

Farmart di wilayah Choa Chu Kang

Farmart adalah sebuah pusat peternakan. Anak-anak akan dipandu Uncle William untuk meyaksikan berbagai kehidupan hewan ternak dan dapat mengamati bagaimana mereka berkembang biak. Misalnya saja menyaksikan bagaimana ayam dan burung puyuh menetas. Selain itu anak-anak bisa menyaksikan kelinci, hamster, katak, ikan, kambing, buaya dan banyak lagi. Kegiatan lainnnya yang bisa dilakukan seperti memberi makan ikan koi di kolam atau kambing di kandang. Tour dibatasi untuk anak berusia 4 sampai 12 tahun. Pada hari biasa Farmart buka dari jam 9 pagi hingga jam 1 siang. Sedangkan weekend dan hari libur dari jam 9 hingga jam 6.30 petang.


Syrena’s Mermaid School, Sunset Avenue Bukit Timah

Anak-Anak bisa jadi Putri Duyung :D Foto: mermaidschool. Edit: Lina
Chila, sewaktu usianya 4 tahun pernah berkata bahwa cita-citanya adalah menjadi putri duyung, dan ketika menonton Little Mermaid yaitu Putri Ariel, Chila tambah suka dan ingin menjadi seperti Ariel. Nah ada tempat di Singapura yang akan menjadikan keinginan anak-anak seperti Chila bisa kesampaian. Menjadi Putri Duyung akan terlaksana. Syrena’s Mermaid School didirikan oleh Syrena dan baru saja didirikan tahun 2015 ini. Sekolah putri duyung ini menawarkan kelas untuk anak-anak dan dewasa. Siswa tidak saja diajarkan untuk belajar berenang bebas sepeti putri duyung tapi juga akan belajar tentang mitologi, pengetahuan, dan budaya seputar putri duyung. Yeaaah… sepertinya saja wajib mengajak Chila mengunjungi Sekolah Putri Duyung ini agar cita-citanya tersampaikan haha. Tunggu ya Nak, mungkin tahun depan saat libur kenaikan kelas!

17 komentar:

  1. Kalimat pembukanya bijaksana sekali mbak. Kadang mbatin juga ibu2 yg sering backpackeran tanpa keluarga, siapa yg mengurus anak2nya, gmn cara ijin ke suami dsb. Tp ya nggak berani tanya, nanti beliau2 tersinggung. Dulu aku ke SGP bbrp kali dr anakku bayi smp balita. Stroller yg ramping itu penolong yg luar biasa deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi itu karena emang nggak enak banget sih Mbak. Soalnya aku pernah mengalaminya. Dan nyeselnya banget jadinya. Eh aku pas ke SIng nggak bawa stroller jadinya Chila ngambek-ngambek kecapekan.

      Hapus
  2. (((( Perlengkapan Lenong ))))

    Trims tipsnya mbak Lina

    BalasHapus
  3. kirain tadi perlengkapan lenong apa,ternyata hehehe..
    baru tahu ada penyewaan stroller,makaish mbak tipsnya^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak nanti jangan lupa ajak dede bayi ngebolang ke Sing ya hehe.

      Hapus
  4. Kalo bawa balita kayak nya wajib bawa kereta dorong yaaa, lelah kalo mesti gendong

    BalasHapus
  5. aku belum peranh tidur di hostel gitu mbak, tips2nya berguna banget nih siapa tau aku nanti butuh.Tempat rekreasi yang mengedukasi, fun dapet ,ilmu juga dapet buat anak-anak ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini demi ngetrip yang murah meriah sih Mbak hehe. Bisa hemat walau privacy agak berkurang.

      Hapus
  6. Balasan
    1. Kalau udah tau jangan lupa nanti sewa ya Mak :D

      Hapus
  7. Mau donk diajakin ngelenong :D

    BalasHapus
  8. Wah mantap nih, backpakeran ajak balita.. Thanks tipsnya mba, terutama info hostelnya..

    Salam kenal mba Lina..

    BalasHapus
  9. Stroler itu sungguh sangat menolong ys mak.kita ga gempor harus nggendong trs anaknya juga lebih nyaman klo duduk gtu kan. Aman dunia

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...