Senin, 04 Januari 2016

Membidik Wisata Minat Khusus di Batam Melalui Island Hopping

Perahu Layar Nelayan Batam
Pada tahun 2015 lalu, pemerintah khususnya Dinas Pariwisata telah membidik berbagai potensi wisata daerah masing-masing baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota untuk dijadikan sebagai destinasi unggulan.

Dalam skemanya, Batam bersama 15 kota/wilayah lainnya di Indonesia yakni Medan, Padang, Palembang, Bintan, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Bali, Lombok, Balikpapan, Makasar, dan Manado diunggulkan sebagai tujuan MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibiton). Namun pemerintah daerah/kota dan juga swasta seharusnya lebih jeli lagi menggali potensi-potensi wisata minat khusus lainnya yang ada selain MICE.

Secara tipologi Wisata Minat Khusus dibagi menjadi tiga. Yakni Alam, Budaya, dan buatan. MICE, sport tourism, concert, dan nite tourism  termasuk beberapa kanal wisata minat khusus buatan.

Salah satu alternatif yang perlu digali di masing-masing daerah melalui wisata minat khusus lainnya yakni berada pada potensi alam dan budaya. Pariwisata yang berbasis alam contohnya seperti ekowisata, geowisata, agrowisata, dan bahari. Sedangkan yang berbasis budaya contohnya seperti ghost tourism, heritage tourism, dark tourism, dan gastronomy tourism.

Pertanyaan besarnya adalah… berdasarkan potensi alam, apa yang sesungguhnya yang dapat diunggulkan dari Batam? Secara panorama mungkin biasa-biasa saja dan kalah jauh dibanding Bali, Lombok, atau Jawa Barat. Namun  ternyata ada potensi lain yang seharusnya menjadi wisata unggulan yang paling diminati di kota kepulauan ini. Apa?

Secara administratif dan geografis, Batam merupakan kota kepulauan. Dan menurut data pemerintah, untuk kota Batam saja ternyata memiliki sejumlah 373 pulau. Wooww! Dengan potensi keberadaan ratusan pulau-pulau ini langkah terbuka lebar bagi kalangan pelaku usaha tour and travel guna membuka paket-paket wisata ke berbagai pulau di Batam ini. Kita sebut saja paket ini adalah paket Island Hopping yang bisa dibuat  secara one day tour dengan beberapa pulau atau paket 2 hari 1 malam  dengan 7-12 pulau dan seterusnya.

Dari kegiatan ini pula para turis lokal (wisatawan nusantara) maupun wisatawan manca negara akan merasa beruntung dan bangga telah mengunjungi banyak pulau di Indonesia. Mungkin terdengar sepele, namun sesungguhnya ini peluang. Dan Thailand telah lebih dahulu membidik pasar ini. Di hotel yang pernah saya inapi di Krabi, trip untuk 4 pulau saja dikenakan tarif sekitar 700 bath atau sekitar 350 ribu per orang dengan menggunakan perahu, sedangkan jika menggunakan speed boat dikenakan tarif 900 bath. Tinggal dikalikan 500 rupiah saja.   

Pada tahun 2008 saya pernah bersama rombongan Batam Photo Club mengelilingi Pulau Batam dari laut searah dengan jarum jam. Dari Barat, utara, timur, selatan, hingga kembali ke barat. Salah satu pesertanya adalah Pak Socrates Pimpinan Batas Pos. Kami menggunakan pompong (kapal kayu) milik warga pulau Kasu, kemudian singgah untuk makan siang di rumah makan tepi laut di Telaga Punggur.

Keesokan harinya ketika saya kembali bekerja, beberapa teman bertanya dan menyesalkan kenapa saya tidak mengajaknya. Lalu saya bertanya jika saya adakan kegiatan seperti itu lagi apakah mereka akan ikut? Beberapa malah antusias, katanya biar bayar seratus ribu pun dia akan rela. (100 ribu di tahun 2008 loh lumayan besar).

Dan kegiatan-kegiatan island hopping secara sporadis pun tercetus dari beberapa komunitas lokal di Batam. Misalnya kerap dilakukan oleh komunitas Anak Pulau yang digawangi oleh Hanna Ester dkk yang hingga saat ini sudah menjelajahi lebih dari 50an pulau di Batam. Ada lagi komunitas Penjelajah Alam Kepri yang dimotori oleh Mas Nunung Sulistyanto. Serta beberapa komunitas lainnya yang saya tidak kenal banyak.

Kegiatan-kegiatan seperti ini awalnya cenderung bergerak lambat. Namun seiring gencarnya arus informasi melalui situs jejaring sosial maka masyarakat pun mulai tampak bergerak secara signifikan.

Manfaatnya adalah gairah melakukan perjalanan ke pulau-pulau semakin tinggi. Masyarakat pulau-pulau yang disinggahi pun akan merasakan dampak langsung dari kegiatan ini. Penggunaan pompong, makan siang, pembelian sea food langsung dari nelayan oleh para wisatawan dan lainnya.

Bagi saya pribadi, island hopping adalah salah satu cara untuk mengenali Indonesia lebih dekat lagi. Salah satu cara mencintai Indonesia lebih dalam lagi. Kalau kamu?

Yuk ikut saya ber-island hopping. Hop hop hop meloncat seperti Baby Bob di film Barney :D



17 komentar:

  1. Balasan
    1. #IqbalTheOwnerofJalanKemanaGitudotcom :P

      Hapus
  2. 373 pulau, banyak juga ya mbak, pantesa saja disebut kepulauan. ada temen blog lamaku tinggal di Batam loh mbak jadi pingnmain deh ketemu mbak lina juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Lidya siapa teman blog lamanya? kenalin dong. Haus berteman sama Blogger yang rumahnya dekat di Batam nih haha. Swear kenalin yaaa.

      Hapus
  3. wah,seru banget keliling batam dari ujung ke ujung...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, yuk udah ada kapal baru tuh kita keliling pulau.

      Hapus
  4. Kapan ajak saya ...yuk yuk yuk...ngepulau lagi ? Langit biru sudah ngasi kode... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk Kak Sarah langit biru dimana-mana nih

      Hapus
  5. Ayoook island hopping lagi... Kangen makan di rumah penduduk :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya enak banget ya masakan Melayu itu ternyata.

      Hapus
  6. Eh kmrn aku liat artikel, kalo di batam ada resort terapung macam di maratua, ora dll. Cuman ngak tau nama nya, hanya di sebut di batam aja.
    Tau kah kak ???

    BalasHapus
  7. Mbak hoping island itu syaratnya ada perahu umum yang melewati semua pulau-pulau secara reguler kayak angkutan laut umum begitu atau perahu yang disewakan (privat) untuk turis yang mau ke pulau2?

    BalasHapus
  8. Ya ampun idenya bagus deh. Aku pernah tinggal di Batam 4th tp waktu itu klo mau yg bagus2 adanya di resorts. Jadi pengin ke Batam lagi lihat perkembangannya.

    BalasHapus
  9. tunggu kak "Secara panorama mungkin biasa-biasa saja dan kalah jauh dibanding Bali" masa sih kak??? nggak setuju ah dengan kalimat ini. karena setiap daerah mempunyai keunggulan masing2. itu kayak bang cumi bilang, di batam ada resort terapung yang bisa bikin terapung kancutnya bang cumi #eh. yaa intinya itu, yudi yakin, batam, yang kebanyakan pulau itu pasti banyak tempat keren. mungkin memang harus diakui, bali menang dalam hal infrastruktur dan fasilitas penunjang kak

    BalasHapus
  10. Dari 373 itu apa semua berpenghuni or sebagian pulau karang lina? Iya sepertinya seru tuh ide island hoppingnya. Wisata pulau

    BalasHapus
  11. pulau2 di kepri itu indah dengan masyarakat lokal yang ramah..dulu msh aktif di jurnalis sy sering ke pulau2 di bintan..yg sya sesalkan mengapa sy dulu tidak menulisnya di blog :( :( secara jg kenal blog pd tahun 2008..semntara waktu itu sering ikut ke pulau2 thn 2001-2004 an hiks

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...