Jumat, 29 Januari 2016

Rebutlah Hadiah Uang Tunai Lebih dari 300 Juta Rupiah di Festival Penyengat 2016

Festival Penyengat 2016Pulau Penyengat adalah sebuah pulau yang dikenal sebagai mahar pernikahan dari Raja Mahmud Sultan dari Kerajaan Riau - Lingga kepada istrinya Raja Hamidah atau yang lebih dikenal sebagai Engku Puteri.

Di pulau ini pulalah Raja Ali Haji seorang cendekia, alim ulama, penyusun kaidah-kaidah tata bahasa dan ejaan perkamusan, juga seorang pujangga, terlahir dan dibesarkan. Menjadikan bahasa Melayu Riau layak dipakai sebagai bahasa surat menyurat, bahasa buku, dan bahasa kesusastraan, hingga berkembang menjadi bahasa Indonesia seperti sekarang ini. Karyanya yang fenomenal adalah Gurindam Dua Belas.

Karena jasa-jasanya sebagai peletak dasar-dasar kaidah bahasa Indonesia, maka Raja Ali Haji dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional di bidang Bahasa oleh Pemerintah Indonesia.

Saya pernah beberapa kali berkunjung ke Pulau Penyengat. Yang pertama bersama rekan-rekan Majelis Taklim perusahaan dimana saya bekerja. Dalam kunjungan itu kami disambut oleh tari-tarian Melayu yang rancak dengan musik yang melenakan. Semenjak saat itu, saya langsung jatuh cinta dengan seni dan budaya Melayu, terlebih setelah itu kemudian membaca Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Saya terpekur dan mengaminkan semua bait-bait dalam Gurindam tersebut.

Setelah itu berkali-kali saya kembali ke Penyengat untuk mengantar teman-teman kerja dan teman traveler dari Jakarta yang ingin sekali menginjakkan kaki di pulau bersejarah tersebut. Terakhir saya ke Penyengat pada tahun 2006 saat mengantar teman dari Kuala Lumpur dan Sabah. Mereka adalah orang-orang Melayu yang ingin merunut kembali masa kejayaan nenek moyangnya.  Yang membuat saya terharu adalah mereka bilang bahwa kita adalah bangsa yang sama, satu rumpun dan satu kisah dalam  sejarah. Sepuluh tahun berlalu dan saya rindu ingin kembali ke sana.
Festival Penyengat 2016Pemandangan Pulau Penyengat. Foto: Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang

Tahun 2016 ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang bekerja sama dengan Kementrian Pariwisata Republik Indonesia akan menggelar event besar bertajuk Festival Pulau Penyengat 2016 yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 hingga 24 Februari 2016. Pulau Penyengat berjarak kurang lebih 1.5 kilometer dari ibukota Provinsi Kepri, Tanjungpinang.

Pada Festival Penyengat 2016 ini akan digelar berbagai lomba, pameran, dan klinik sastra. Untuk hadiah lomba tak tanggung-tanggung Dinas dan Kementrian Pariwisata menggelontorkan uang senilai lebih dari 300 juta rupiah untuk pemenang lomba. Lomba-lomba yang akan diadakan diantaranya adalah:

1.  Lomba Jong
2.  Lomba sampan layar
3.  Lomba sampan dayung
4.  Lomba tangkap itik
5.  Lomba layang-layang
6.  Lomba renang tradisional
7.  Lomba pukul bantal
8.  Lomba fashion show busana Melayu
9.  Lomba kuliner Melayu
10. Lomba pompong hias
11. Lomba becak hias
12. Lomba pidato sadar wisata
13. Lomba fotografi
14. Lomba membaca Gurindam Dua Belas, dan banyak lagi yang lainnya.


Setidaknya ada 4 tujuan utama digelarnya Festival Penyengat 2016 ini. Yang pertama adalah untuk meningkatkan wawasan wisata dan cinta budaya khususnya budaya Melayu. Kedua, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir terutama masyarakat Pulau penyengat. Ketiga,  mengembangkan industri kelautan secara sinergi, optimal dan berkelanjutan yang meliputi industri maritim, wisata & olahraga bahari, perikanan & jasa kelautan. Terakhir yang keempat adalah untuk meningkatkan kunjungan wisata ke kota Tanjungpinang khususnya Pulau Penyengat.  

Masih ada waktu untuk membooking tiket pesawat/kapal dan menentukan jadwal keberangkatan. Ada banyak direct flight dari Jakarta menuju Tanjungpiang dan Batam sebagai kota terdekat dengan Pulau Penyengat. Yuk siapa yang berminat segera datang dan berkunjung ke acara Festival Penyengat 2016. Saya juga akan berangkat kok. mari segera Packing :D 
























30 komentar:

  1. Waah pasti acara festival nya seru ya, pingin ih. Tapi tahun ini mah ngga bisaa, soalnya masih digandulin baby. huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sini baby Ranu titip aku aja di Batam. Dikau ngelayap ke Pinang dan Penyengat aja haha

      Hapus
  2. Seandainya bisa, aq juga pngn ke sana mbk :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Moga tahun depan ada jatah blogger daerah luar yang diundang ya Mbak Esti.

      Hapus
  3. Wow, pasti akan keren sekali festivalnya nanti ya, Mba Lina. Sayangnya, belum punya cuti, jd ga berani hunting tiket deh untuk ke sananya. Tarian Melayu dan aneka seni lainnya memang rancak bana. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya gak sabar Mbak Al pengen segera melihat keseruan perlombaan terutama tari Melayu.

      Hapus
  4. Keberadaan festival memang syarat dengan sejarah dan budaya ya, Mba.. Semoga Festivalnya berjalan lancar dan Mba Lina juga bisa menjadi perwakilan Blogger Undangan dalam festival tersebut. Amin... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin. Iya betul Mbak. Saya sudah lama ingin menyaksikan keramaian seperti festival yang sarat akan Wisata budaya dan sejarah.

      Hapus
  5. rindu masjid sultan riau pulau penyengat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti kita ke sana yuk Sar. Ikutan nggak?

      Hapus
  6. Mahar nya pulau, keren eui

    Semoga suksesdan lancar lomba2 yg diadakan Dan wisatawn semakin meningkat. Aamiin

    Sayang, msh di india :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin Mak Kajol. Terima kasih. Semoga memberi manfaat bagi masyarakat lokal terutama. Tunggu aku di Kashmir. *Doa jaman anak kecil ini hihi

      Hapus
  7. yg lajang harus sholat dan berdoa di sana...minta jodoh.spt saya dulu...ga lama dapat jodoh bang kumis..eh kok jd curcol :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha. Gak usah sih mbak ntar malah jadi ritual. Pamali kalau urang Sunda bilang. Jodoh mintanya saat sholat. atau kalau mau cepat naik taksi dari Batam Center ke Jodoh langsung nyampe haha

      Hapus
  8. Waaah pengen banget ih ke sana.. Seruuu

    BalasHapus
  9. Waah kebayang deh serunya...
    Hmm dg latar sejarah n budaya sedemikian kuat pulau ini patut jadi ikon wisata budaya n sejarah.
    Nah klo mau nyebrang dekat dr Batam atau dr pangkal pinangnya mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak sudah memang. Sudah menjadi ikon wisata Tanjungpinang. Mmm bukan Pangkal Pinang mbak. Ini Tanjungpinang ibukota Kepri.

      Hapus
  10. aku juga mau ke pulau penyengat...lagi kumpulin duit untuk beli ticket..
    keep happy blogging always...salam dari makassar - banjarbaru :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal Mas Hariyanto. Semoga cepat terkumpul uangnya hingga sampai ke Penyengat :D

      Hapus
  11. Jumlah hadiahnya luar biasa. Semoga sukses festivalnya.

    Kalau ada rejeki pingin juga menjejakkan kaki di Pulau Penyengat he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak ada lomba fotonya loh. 40 orang yang menang diundang datang. Nanti aku WA ya infonya.

      Hapus
  12. Ditunggu ulasannya mbak... nun jauh di sini belum bisa kesana. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap Mbak. Masih bulan depan, ini isi amunisi dulu hihi.

      Hapus
  13. aku pengen berangkat pasti seru ya, tapi jalan2 slelau mikir bagaimana anak2 hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak aku juga mikir ini anak ditinggal apa diajak pas nanti acaranya haha. Bingung.

      Hapus
  14. Salah satu penyesalanku waktu pindah dari Batam adalah belum sempat ke P Penyengat :(

    BalasHapus
  15. Acaranya super seru, Mbak Lina. Pengen lihat, ih, tapi masih terkendala budget. Someday, I will. Saya sudah merancang wisata lokal Indonesia setelah anak-anak cukup paham asyiknya berwisata.

    BalasHapus
  16. wuih ... bisa dapat hadiah ... seneng nya

    BalasHapus
  17. Wahh, ada lomba fotonya juga...
    pasti banyak yang bisa difoto di Pulau Penyengat ini.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...