Rabu, 20 Januari 2016

[Review] Hotel Butik Terbaik di Batam Hanya di Hotel Kaliban

Hotel Kaliban, Batam Centre

Sabtu, 9 Januari 2016 yang lalu saya janjian dengan seorang teman Blogger Batam pemilik blog www.adventurose.com, Dian Radiata, untuk menginap bareng di Hotel Kaliban Batam Centre. Tentu saja nginapnya beda kamar karena kami mengajak serta keluarga masing-masing.

Setiap diajak menginap di hotel, Chila selalu antusias sekali. Bahkan jika saya memberi tahu akan menginap di hotelnya jauh-jauh hari, hal itu akan dibahas Chila setiap saat. Bertanya kapan dan kapan sambil terus menghitung waktu. Menghitung berapa hari lagi. Jika pun harinya sudah tiba, Chila akan menanyakan berapa jam lagi. Jika jamnya sudah tiba, Chila akan bertanya berapa menit lagi. Pertanyaan akan berhenti dan tergantikan dengan pertanyaan lain saat kami berangkat. Haha dasar anak-anak. Eh tapi tidak Chila saja yang bertingkah begitu. Ternyata Lala, putri dari Dian yang berambut kriwil dan pipi tembem pun sama ceriwisnya.

Sabtu siang itu, saya memberitahu Chila kalau kami akan dijemput Mamanya Dek Lala (begitu saya memanggil Dian Radiata). Dua jam sebelum jam keberangkatan, Chila sudah dandan rapi meskipun saya menyarankan untuk tidak cepat-cepat karena takut kelamaan menunggu. Tetap saja Chila bersikukuh.

Dari rumah kami di Batu Aji, jalan menuju Hotel Kaliban ternyata mudah sekali. Tinggal lurus menyusuri jalan protokol Jalan Letjen Suprapto yang menghubungkan Batu Aji dengan Batam Centre. Ketika menemukan persimpangan atau perempatan dekat Kepri Mall tetap lanjut lurus ke arah Batam Centre menyusuri Jalan Jendral Ahmad Yani. Tiba di simpang lampu merah yang oleh masyarakat Batam disebut dengan Simpang Franky (dibaca frengki :D) yang dekat Politeknik Batam, langsung belok kanan menyusuri Jalan Laksamana Bintan. Tinggal terus lurus. Tepat di ujung jalan Laksamana Bintan di tepi sebelah kiri yang beririsan dengan  Jalan Raja Isa  terlihat bangunan Hotel Kaliban yang tinggi menjulang sendiri.

Di parkiran depan hotel, kami disambut oleh seorang bellboy yang hendak membawakan barang bawaan, namun karena bawaannya cuma ransel satu jadi sekalian saja digemblok di punggung, bawa masuk sendiri.

Hawa dingin langsung menyeruak tatkala kami masuk ke lobby hotel. Senyum ramah dua orang resepsionis mempersilahkan kami untuk melakukan check-in. Karena Chila maunya tidur dengan kasur sendiri, saya memesan kamar yang mempunyai fasilitas double bed. Semula khawatir kena extra charge tapi ternyata tidak. Syukurlah.

Foto kamar saat rapi dulu sebelum diacak-acak anak-anak :D

Langsung goleran


Beberapa saat setelah proses check in selesai, kami langsung menuju lantai dua kamar nomor 210 dan 212. Saya menempati kamar nomor 9 dan Dian kamar nomor 10. Ketika membuka kamar, Lala dan Chila langsung menyeruak masuk tak sabar ingin segera nonton frozen di youtube dengan membuka wifi di kasur yang empuk. Karena wifi kencang dan lancar jaya, anak-anak asyik menonton film-film kartun dan game kesukaan lainnya di youtube. Yaelaah dasar anak masa kini. Emaknya ngiri mode on.

Fasilitas kamar dilengkapi televisi, air conditioner (AC), lampu tidur, meja rias berikut kursinya serta sebuah kapstok yang tergantung dalam panel kayu dengan hanger bergantungan. Karena suka dengan motif kayunya yang natural saya tergoda untuk duduk berfoto-foto di sana. Kalau ketahuan pihak hotel bisa kena marah nih. Hihi. Untung saja saya kurus jadi beban badan yang menduduki panel kayu tidak seberat beban hidup. Eh apaseh? Haha. Terlebih saat itu muncul keinginan untuk pamer tas ransel dan rok ke teman-teman blogger di grup WhatsApp. Iyalah tas dan rok tersebut saya dapat dari voucher salah satu e-commerce sebagai imbalan menulis sebagai blogger. Jadi harus diceritain ke blogger lain. Wkwkwk. FoMo banget guweh. Biarin ah yang penting saya bahagia (baca: pura-pura bahagia), tidak sombong (meski songong), rajin menabung (yang ada rajin ngutang ke warung), dan rajin beribadah (yang benar rajin ngerumpi).
 
Tas dan rok baru buat pamer ke grup WA haha. 

Saat diminta untuk memfoto saya, untungnya suami yang baru saja datang ke kamar hotel tidak komplain atau memprotes. Dia rela terbungkuk-bungkuk, miring kiri, miring kanan, jongkok mencari angle yang pas demi memfoto istri tercintah. Laaah ini yang banyak gaya kok tukang fotonya sih? Hahah.

Sebenarnya dalam hati bertanya-tanya apakah Si Ayang senang atau tidak dengan dandanan dan gaya pakaian yang saya kenakan saat itu. Soalnya selama ini dialah yang jadi pemerhati fashion saya. Ceilah bahasanya. Iya sih, betul juga. Selama ini pakai baju apa pun saya, suami suka menilai dan menyarankan begini begitu. Saya justru tambah senang diperhatikan seperti itu. So far dia nggak komplain apa-apa hanya diam termangu menatap istrinya penuh rasa suka berarti dia suka. Hihi. Asyiiik.

Anggun kan? Anak Gunung :D

Selesai sesi pemotretan model gagal, saya melihat-lihat ke jendela kamar. Pas sekali jendelanya menghadap ke Purimas Residence. Di bawah sana berjejer rumah-rumah type 45 ke atas yang berkelompok membentuk cluster. Lingkungannya tampak asri dan bersih. Tidak ada sampah dan barang-barang yang tidak perlu di sekitar perumahan. Ketika keesokannya bangun pagi dan mengintip ke bawah jendela lagi, saya melihat beberapa orang petugas kebersihan sudah bekerja mengangkut sampah-sampah dari halaman rumah warga.


Purimas Residence dengan view Bukit Clara Batam Centre


Dian Radiata


Dengan taglinenya sebagai Batam’s Finest Boutique Hotel, Hotel Kaliban yang terletak tak jauh dari pusat pemerintahan kota Batam ini merupakan hotel yang sangat strategis keberadaannya. Hanya berjarak kurang lebih 5 menit dari Terminal Ferry Batam Centre dan 15 menit dari Bandara Hang Nadim Batam dengan lalu lintas sangat lancar. Selain itu Hotel Kaliban dekat dengan berbagai fasilitas bisnis, hiburan, dan rekreasi. Pusat belanja seperti Mega Mall dan Kepri Mall hanya berjarak beberapa menit saja dari hotel. Begitu juga dengan bank-bank dan kantor pemerintahan seperti Kantor imigrasi, kejaksaan, dan gedung DPR. Jika hendak jogging atau bersepeda pun bisa menuju ke lapangan Engku Putri yang tak jauh dari hotel. Seperti yang dilakukan Dian dan keluarganya. Saya sih masih bobo pulas sat mereka sepedaan di Engku Putri.    
 
Suasana Hotel Kaliban di malam hari

Hotel Kaliban menawarkan kenyamanan hotel bisnis dan liburan perjalanan. Bisa menjadi pilihan untuk memulai eksplorasi wilayah menarik di dalam Batam sendiri atau di pulau-pulau di sekitar Batam. Untuk lokasi yang strategis di Batam Centre seperti ini, Hotel Kaliban justru mematok harga yang terjangkau mulai dari 396.694 rupiah per malamnya. Lebih mudah, murah, dan nyaman. Didukung oleh fasilitas yang memadai  seperti 50 kamar dengan perabotan yang baik, Ohana Restaurant, Laundry, akses internet menggunakan jaringan wifi, dan jasa taxi 24 jam.

Pemandangan dari roof topnya pun sangat menarik.Menjelang senja, berdua dengan Dian saya menaiki roof top hotel yang menampilkan pemandangan ke seluruh penjuru mata angin secara 360 derajat. Sunrise dan sunset bisa disaksikan jelas dari sini. Saat kami naik ternyata bertepatan dengan detik-detik matahari akan tenggelam. Hanya saja, sayang sekali pada bagian roof top ini belum dibenahi sehingga tidak terdapat fasilitas tempat duduk atau sarana lainnya. Padahal jika dibenahi akan menjadi nilai plus dan lokasi hotel favorit para tamu yang datang.
  
Pemandangan dari roof top ke sebrang hotel

Sunset senja kala itu

Setelah sholat maghrib, kami semua berangkat menuju kawasan Pasar Legenda untuk makan malam. Di sana terdapat berbagai jenis masakan hidangan makan malam yang sangat beragam. Baik sea food maupun hidangan makanan lainnya.

Karena tidak ada rencana dan kegiatan lainnya, sepulang makan malam kami kembali ke kamar masing-masing namun Lala kabur dan langsung masuk kamar kami. Lala bilang mau tidur bareng Kak Chila. Ayah Chila pun mengajaknya mengobrol. Sudah sejak lama Lala memang dekat dengan ayah Chila. Lala memang tampak menyukainya semenjak sering bertemu. Sementara Chila kerap cemburu melihat Lala begitu akrab dengan ayahnya. Sering digendong dan dimanja oleh ayah Chila. Buntutnya Chila ngambek. Setelah beberapa kali diberi pengertian akhirnya Chila mau bermain lagi dengan Lala dan menonton youtube bersama-sama. Duh gimana mau punya adik Chil.

Berkali-kali Dian dan Mas Anang menjemput Lala ke kamar, namun Lala bergeming di kasur dengan tablet zenpad putihnya. Seru menyaksikan game-game Frozen bersama Chila. Karena tidak ada susu, saat dibujuk mau ambil susu Lala pun akhirnya mau dihantar ke kamar sebelah.
 
Restoran Ohana

Sarapan di hotel

Keesokan harinya setelah sarapan di restoran hotel yang diberi nama Ohana Restaurant, kami menuju Kawasan Batu Ampar untuk bertemu dengan teman-teman Kelas Inspirasi yang sedang arisan. Cukup lama dan baru kembali tengah hari. Setelah itu kembali ke hotel untuk check out.

Sesaat mau pulang, di halaman parkir, para emak sibuk foto-foto, para suami menunggu sambil ngerumpi di samping mobil, dan anak-anak? Lihatlah foto di bawah ini. Ya ampuuun. Malah perosotan di teras hotel. Sibuk dengan dunianya masing-masing. Wkwkwk. 

Nah begitu pengalaman pindah tidur dari lokasi biasa ke lokasi elit di Batam Centre. Cuma buat bobo bareng doang sebenarnya tapi seru dan menyenangkan.

Anak-anak apa aja jadi mainan :D

Ini lagi serodotan seluncuran di teras hotel. Wkwkwk. 


Hotel Kaliban
Alamat:  Kompleks Purimas Residence, Blok C 25-28
               Batam Centre, Batam
               Kepri – Indonesia
Phone :   +6281277622600

13 komentar:

  1. Wkwkwkkwkee..emangnya lantainya licin ya kok bisa main seluncuran? Bukannya keset? Wekekekek. Btw seperti biasa komenku adalah: naksir sama rokmu.

    BalasHapus
  2. makin pingin ke Batam deh, urusan hotel ga bingung tinggal buka blognya mbak Lina :) btw mbak aku tuh masih kurang ngerti arti kata butik hotel?

    BalasHapus
  3. Arggg.....hotelnya lumayan terjangkau ya , bisa jadi alternatif kalo pengen merasakan bobok2 cantik di hotel hihihi....

    BalasHapus
  4. Kenapa ya namanya Kaliban? Sekilas kaya Taliban :)

    BalasHapus
  5. haha.. foto yang terakhir lucu banget :))

    Chila cemburu ya ama Lala, gawaat :))

    BalasHapus
  6. Yaaa ampun kok main perosotan di depan gitu, kan kotor baju nya hehehe

    BalasHapus
  7. ituuu bukit clara deket sama rumahku mbakkk hehehe...

    BalasHapus
  8. kalo dari bandara ke kantor suka kelewatan nih

    BalasHapus
  9. Wuih, tampilan hotelnya cakep. Sederhana tapi menarik.

    BalasHapus
  10. Walaaah kok perosotan? Dulu belum ada waktu aku disana. Tgl 5 & 9 besok suami ke Batam tp cuma mampir aja, aku nggak ikut.

    BalasHapus
  11. ternyata anak2 memang suka hotel ya..fitry baru sekali diajak ke batam dan nginap di hotel yang murah meriah aja senangnya hahaha...dia beberapa kali dia bilang mau ke sana lagi...apalagi klu tidur di hotel yg lebih mehong ya..

    BalasHapus
  12. Hotelnya lumayan ramah di kantong :D

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...