Rabu, 20 April 2016

Sehari di Kota Medan Ala Backpacker



Saat ini traveling bukan lagi suatu hal mewah dan terbatas bagi kalangan tertentu saja. Traveling sudah menjadi sebuah kebutuhan untuk menghilangkan kejenuhan dan kepenatan aktivitas. Dengan beragam cara dan tujuan traveling pun bisa dilakukan bahkan oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. Berikut ini saya akan memberikan informasi traveling di kota Medan dalam satu hari dengan budget backpacker yang bisa dijangkau oleh pelajar atau mahasiswa.

Mesjid Raya Medan. Photoright momtraveler.com


09.00-11.00 Istana Maimun
Istana Maimun atau Istana Putri Hijau merupakan ikon kota Medan yang berada di Jl. Brigjend Katamso. Dari stasiun kota Medan, naik angkutan minibus berwarna putih dengan ongkos Rp.4.000,00 dan turun di Jl. Sisingamangaraja di depan Mesjid Raya Medan yang ada di sebelah kanan jalan. Mesjid Raya Medan lokasinya berdekatan dengan Istana Maimun. Tiket masuk istana hanya Rp.5.000. Istana dengan luas kurang lebih 2.772 meter ini merupakan sisa kejayaan kesultanan Deli dengan desain interior perpaduan kebudayaan Melayu, Belanda, Spanyol, India dan Italia. Di dalam istana terdapat koleksi foto-foto keluarga sultan yang dipajang di ruang pertemuan, perabot  rumah tangga Belanda kuno dan berbagai jenis senjata dan meriam puntung yang legendaris.  Pada waktu-waktu tertentu diadakan pertunjukan musik tradisional Melayu dan setiap malam Jumat keluarga sultan mengadakan acara wiridan keluarga. Cukup berada 2 jam untuk mengelilingi kompleks istana dan berfoto untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Mesjid Raya dengan berjalan kaki. 

11.00-13.00 Mesjid Raya Medan
Mesjid Raya Al Mashun atau Mesjid Raya Medan juga merupakan salah satu ikon kota Medan. Semula mesjid ini merupakan bagian dari kompleks istana Maimun sehingga letaknya berdekatan dengan istana. Desain dan arsitektur yang megah dari mesjid ini merupakan perpaduan antara gaya Timur Tengah, India dan Spanyol. Tidak perlu berlama-lama di sini cukup satu jam untuk berkeliling dan berfoto-foto sebagai kenangan telah menjejakkan kaki di mesjid ini. Tidak ada biaya tiket masuk di mesjid ini, pengunjung cukup memasukkan sejumlah uang infak ke kotak sumbangan yang tersedia di mesjid ini. Jangan lupa mencicipi rujak Kolam Raya yang terletak samping plaza Yuki dengan harga yang murah hanya Rp.10.000,00 saja. Jangan lupa untuk berpakaian sopan sebelum masuk ke dalam kompleks mesjid karena aturan tersebut terpampang di papan depan mesjid. 

13.00-15.00 Graha Anna Velangkani
Sebuah gereja katolik yang indah berdiri megah dengan arsitektur Indo-Mogul dengan setiap ornamen dan pewarnaan dilakukan oleh tangan-tangan amatir dengan makna dari kitab suci. Sekilas  gereja yang berada di Taman Sakura Indah, Jl. Sakura III No. 7 – 10, Tanjung Selamat Medan mirip dengan kuil tempat peribadatan umat Hindu keturunan India atau suku Tamil di kota Medan. Bangunan berbentuk menara candi dari dua tingkat yang terbuka untuk siapa saja dan tidak dipungut biaya.  
 

                  Vihara  Maitreya Medan. Photoright: tomtampubolon.wordpress.com
15.00-16.00 Maha Vihara Maitreya
Vihara ini merupakan salah satu vihara terbesar di Indonesia dengan lahan seluas 4,5 hektar. Sesuai namanya vihara ini menganut ajaran Budha Maitreya yang mengajarkan cinta kasih semesta. Vihara yang terletak di dalam kompleks Perumahan Cemara Asri Jl. Boulevard Utara, Medan sehingga terkadang disebut Vihara Cemara Asri dibangun pada tahun 1991. Di kawasan vihara terdapat tiga patung suci yaitu patung suci sang Buddha, patung suci Dewi Kwan Im dan patung suci Hakim Bao. Selain itu juga terdapat kolam bangau dan ikan koi serta taman burung yang berisi ratusan burung yang merupakan burung-burung yang migran dari Eropa dan Australia. Selain itu terdapat sebuah genta kebahagiaan setinggi 3,3 elhotmeter dan berat 7 ton yang diukir dengan kalimat Dharma Hati Maitreya.  Tidak ada biaya tiket untuk masuk ke kompleks vihara ini, hanya pengunjung diwajibkan menitipkan tanda pengenal ke pos penjaga. 

 
Penangkaran Buaya. Photoright: tilulas.com
16.00-17.30 Penangkaran Buaya Asam Kumbang
Penangkaran buaya ini adalah milik keluarga Lo Tham Muk dan telah bertahan selama 56 tahun dengan jumlah buaya mencapai 2.500 ekor. Lokasinya berada di Jl. Bunga Raya 2 No.54 dan merupakan penangkaran buaya terbesar di Asia Tenggara. Jam kunjungan tempat ini adalah pukul 09.00 – 18.00 dengan harga tiket masuk Rp.6.000,00 per orang. Waktu pemberian makan menjadi waktu kunjungan terpadat yaitu pukul 17.00 dan pengunjung bisa ikut memberi makan buaya tersebut dengan membeli seekor itik atau ayam seharga Rp.35.000,00. Buaya di sini beraneka ragam mulai dari yang tertua berumur 78 tahun dengan ukuran yang cukup besar hingga buaya buntung. Selain buaya, di sini pengunjung juga bisa menyaksikan ular piton, kura-kura hingga kera.


17.30-19.30 Merdeka Walk
Tidak lengkap rasanya mengunjungi kota Medan tanpa singgah ke Medan Merdeka Walk. Tempat nongkrong yang nyaman dan bersih ini ada di Lapangan Merdeka, tepat di pusat kota Medan di mana transportasi yang mudah dijangkau dan hotel yang banyak bertebaran di sini. Hotel-hotel berbintang dapat dijumpai disini. Hotel - hotel tersebut dapat anda pesan melalui website seperti Traveloka. Medan Merdeka Walk menjadi pusat jajanan warga Medan yang berada di bawah rindangnya pohon-pohon trembesi berusia ratusan tahun sehingga tidak gersang di siang hari. Pada malam hari tempat dengan luas mencapai 6.600 meter ini dipadati oleh aneka penjual makanan mulai dari Western Food, Asian Food, hingga makanan khas Medan. Selain kuliner, Medan Merdeka Walk juga menjadi ajang untuk kegiatan musik dan atraksi-atraksi kawula muda seperti atraksi sepeda, parkour dan ditunjang dengan akses internet yang memadai.


Tips wisata : 
  1. Lokasi-lokasi di atas berada di tengah kota sehingga mudah dijangkau dengan transportasi umum. Jika ingin lebih praktis bisa menggunakan kendaraan khas kota Medan yang disebut becak motor atau bentor namun anda harus pintar menawar karena seperti halnya angkutan informal yang menetapkan tarif sesuka hati. 
  2. Jangan lupakan untuk membawa oleh-oleh khas Medan yang sangat populer yaitu Bolu Meranti dan Pancake Durian.

28 komentar:

  1. Gambar paling atas itu masjid raya teh lina..bukan istana Maimun... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jiahaha salah tulis. Aku lupa dulu di sini sholat apa enggak. Udah duabelas tahun yang lalu soalnya, perasaan muter-muter masuk ke dalam nggak sholat. Apa hanya mampir cuma numpang foto doang ya. Qiqiqi. ENtahlah ingatan mulai memudar :D

      Hapus
    2. Ingatan boleh sedikit memudar...namun jangan sampai semangat piknik nya yang memudar ya...hahahah...

      Hapus
    3. Iyes itu mah jangan sampai pudar haha

      Hapus
  2. Banyak destinasi di Medan ya Mbak Lina. Simpan ah buat lain kali kalau ke Medan lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, saya juga pengen ke sana lagi pasti banyak yang berubah. Dulu cuma mampir sehari doang itu pun cuma sambil lalu.

      Hapus
  3. paling enak itu kalo traveling tujuan wisatanya berdekatan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sehari langsung kejabanin semua ya Mbak.

      Hapus
  4. Tips keren, Mak, buat yang mau ke Medan. Jadi pengin bikin buat Balikpapan juga kayak gini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Yan buat. Insya Allah bermanfaat buat yang mau ke Balikpapan kayak saya.

      Hapus
  5. Jadi tak sabar mau pulang kampung ke Medan, Mba Linaaa! Durian yeay yeay yeay! *tetiba lupa kalok tensi lagi naik*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh iya ya suhu ini orang Medan :D nggak ada yang aku kangenin dari Medan selain Bika Ambon. Rasanya nempel terus di bibir dan hati :D

      Hapus
  6. itu penangkaran buaya aku sampe heran sbnrnya... tiket masuknya murah bgt, tapi buaya2nya bisa segitu bnyk dan udh lama pula :).. bisa yaa... apalagi uang makan 1 buaya aja bisa abis banyak kan.. walopun aku org medan, tp ke penangkaran buayanya baru sekali mbak ;p... serem soalnya liat buaya2 gede gitu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga serem Mbak. DI tetangga perumahan ada pelihara buaya beberapa ekor. Ngeri banget kalau sampai lepas.

      Hapus
  7. waha syik ya, aku belum bernasib mujur. tadinya hari ini mau ke medan sama suami tapi ternyata aku punya kegiatan yg gak bisa ditinggalkan. Sayang sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Woaaah sayang banget Mommy Tira. Saya kalau nggak jadi tetap minta ganti haha.

      Hapus
  8. ah..,jadi kangen dengan kota medan, kampung halamanku..

    BalasHapus
  9. *catet-catet* belum pernah ke Medan & pengen banget ke sana euy!

    BalasHapus
  10. Belum pernah ke Medan, ntar mau kesana aaahhh, makasih infonya teh ^-^

    BalasHapus
  11. aku yang belum cuma Vihara aja :)

    BalasHapus
  12. banyak ya destinasi wisata di medan

    BalasHapus
  13. Jd kangen medan euy ... satu lg yg deketan sama masjid n istana maimun mak rumah tjong afie :)

    BalasHapus
  14. Aku udah pernah ke Medan, cantik banget istana maimonnya. Ada putri hijau dan masjid raya bikin sediiih hihi.... Ada true story hihi....

    BalasHapus
  15. Saya wkatu kecil tinggal di medan, emang kl pnya waktu sedikit list di atas memang paling pas krn lokasinya berdekatan. Sempet kulineran ngak mbak?

    BalasHapus
  16. Semoga aku bisa ke Medan juga buat traveling ala backpacker setelah lahiran nanti :D

    BalasHapus
  17. ih teu ngajak-ngajak :) di sini juga ada mbak penangkaran buaya di daerah CIbarusah

    BalasHapus
  18. Backpakeran sehari ke Medan ternyata Bisa, ya.
    next pingin ke Medan sekalian hunting kuliner, enak enak kayaknya.

    BalasHapus
  19. Saya tertarik dengan tulisan anda yang mengenai "Sehari di Kota Medan Ala Backpacker".
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Pariwisata yang bisa anda kunjungi di Pariwisata Indonesia

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...