Kamis, 01 September 2016

Mengenal Lampung Melalui Event Krakatau Festival 2016

Saya mengetahui event Festival Krakatau atau yang pada tahun ini dikenal dengan tagline "Lampung Krakatau Festival" sejak tahun 2014. Ketika itu teman ngeblog saya Danan Wahyu membagi info kalau panitia membuka kesempatan bagi yang berminat untuk jadi peserta Tour Krakatau. Kursi gratis yang disediakan untuk umum sekitar 100 orang. 


Pada fanpage facebook Festival Krakatau, saya mendapatkan alamat email panitia dan langsung mengirimkan email permohonan ikut serta. Menunggu berhari-hari hingga tiba di hari H tidak ada satu pun email balasan. Saya harus berlapang dada menerima kenyataan pahit bahwa saya tidak terpilih. Sedih? Pasti.





Semenjak saat itu saya terus memantau fanpage Festival Krakatau dan menunggu-nunggu barangkali akan ada informasi terbaru mengenai event tahunan ini. Hingga umur saya pun tiba di tahun berikutnya, 2015. Namun fanpage Festival Krakatau seakan mati suri. Tidak ada aktifitas update status sama sekali. Pendapat saya, jika event tahunan sebaiknya akun media sosial yang sebelumnya tetap diaktifkan sehingga akan berimbas kepada penyampaian informasi yang viral. Untuk selevel Festival Krakatau, 10 komen dan 17 share seperti foto di atas, saya rasa kurang menggema. Padahal pengguna sosial media di Lampung sangat aktif sekali. Di Batam saja untuk event kecil seperti launching kapal, postingan salah seorang teman blogger di facebook mencapai 1000 share lebih. 
Agustus 2015, Festival Krakatau digelar lagi. Beberapa unsur masyarakat termasuk salah duanya media dan blogger diundang. Saya terkejut. Kenapa sampai terlewatkan untuk mengikuti event ini? Kenapa? Kenapa tidak mencari informasi event  tersebut entah itu dari panitia, penyelenggara, atau siapa pun yang berperan dalam keberangkatan peserta Tour Krakatau. Huhu... kembali menyesali diri sendiri karena lalai.


Saat blog walking saya membaca beberapa postingan teman-teman blogger yang diundang ke perhelatan Festival Krakatau. 4 orang diantaranya yang saya ketahui adalah Mbak Evi Indrawanto, Mbak Donna Imelda, Mbak Katerina (Rien), dan Melly Feyadin. Dalam hati saya cemburu. Jujur saya cemburu. Betapa tidak, Gunung Anak Krakatau adalah gunung yang ingin saya kunjungi semenjak kecil. Semenjak nama Gunung Krakatau ada dalam soal ujian Ilmu Pengetahuan Alam kelas 5 SD. Saat itu saya mencari jawaban di peta depan kelas dan menemukan segitiga merah berada di antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Gunung yang membuat saya terkagum-kagum akan sejarah kedahsyatan letusannya. 
Letusan Gunung Krakatau mencapai puncaknya pada tanggal 27 Agustus 1883 (Hmm pantas ya Festival Krakatau selalu digelar bulan Agustus). Dari Wikipedia yang saya baca, letusan Krakatau setara dengan ledakan 200 megaton TNT, 13.000 kali bom nuklir yang dijatuhkan di Hiroshima Jepang, atau setara dengan 4 kali bom hidrogen Uni Soviet (Tsar Bomb). Diperkirakan daya ledaknya ada pada skala angka 6 VEI (Volcanic Explosivity Index). Berada satu digit di bawah Letusan Gunung Tambora dengan skala 7 VEI. 

Abu yang dilontarkan ke langit mampu menggelapkan langit di wilayah Selat Sunda. Material yang jatuh ke laut mengakibatkan tsunami hingga ketinggian 40 meter dan menewaskan lebih dari 36.000 orang. Hujan abu terjadi pada radius 600 kilometer jauhnya hingga mencapai Semenanjung Afrika. 1600 kilometer ke arah selatan hingga mencapai pesisir barat Australia, sementara hantaman awan panasnya menerjang sisi tenggara menewaskan ribuan orang lainnya. Letusan Krakatau membelah pulau menjadi serpihan-serpihan pulau kecil, merobohkan massa gunung dan perlahan pada tahun 1927 memunculkan gunung baru yang sekarang kita sebut Anak Gunung Krakatau atau dalam penamaan resminya disebut Gunung Anak Krakatau.  
Bak gayung bersambut. Jalan untuk mengunjungi Gunung Anak Krakatau mulai terbuka lebar. Saya lupa siapa yang mengabari terlebih dahulu. Pada akhir tahun 2015 saya direkomendasikan oleh Mbak Rien dan Danan Wahyu kepada Mas Yoppie Pangkey untuk diikutsertakan dalam Tour Krakatau pada perhelatan akbar yang selama dua tahun terakhir saya tunggu-tunggu, #LampungKrakatauFest2016. Meskipun direkomendasikan, wewenang memilih dan menilai siapa yang pantas berangkat dan yang tidak, tetap ada di tangan Mas Yoppie. Beberapa kali saya menemukan komentar Mas Yoppie di beberapa postingan blog saya. Dan itu cukup menandakan bahwa beliau sedang memantau dan menilai blog saya.
Mas Yoppie Pangkey adalah seorang Fotografer yang semenjak tahun 2010 aktif mengkritik dan memberi masukan kepada Dinas Pariwisata Provinsi Lampung terkait penyelenggaraan Festival Krakatau (FK). Ia beberapa kali menjadi juri lomba foto di rangkaian acara FK. Kemudian pada tahun 2012 dan seterusnya ia sering dilibatkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Lampung karena keaktifannya  di jejaring  media sosial twitter dengan nama akun @kelilinglampung dan blog kelilinglampung.wordpress.com.
Karena kemampuan, kekritisan serta keaktifannyalah maka mengantarkan Mas Yoppie menjadi salah satu dari Tim Media Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo (MRF) hingga saat ini. Pada Tour Krakatau seminggu lalu, Mas Yoppie bisa saja meninggalkan kami para blogger undangan dan ikut rombongan para pejabat. Namun ia tidak jumawa mengaku-ngaku orangnya gubernur dan meminta fasilitas ini itu. Ia memilih bersama kami menaiki kapal kayu biasa hingga ia sendiri merasakan kengerian seperti apa yang kami rasakan. 
Kenapa saya membahas ini? Karena hanya ingin mengklarifikasi bahwa Mas Yoppie mengajak dan mengundang kami adalah secara resmi atas nama Dinas Pariwisata Provinsi Lampung seperti yang telah ia lakukan di tahun-tahun sebelumnya. 

Jelajah Rasa

Jum’at 26 Agustus 2016 tepat pukul 11.00 WIB, saya dan Dian Radiata pemilik blog adventurose.com tiba di Bandara Raden Inten Bandar Lampung yang tengah direnovasi. Kami dijemput oleh Mas Yoppie dan langsung diajak berkeliling. Setelah makan siang, sholat dzuhur dan menyimpan barang-barang di Hotel Inna Eight, kami diajak menuju lapangan Saburai Enggal Kota Bandar Lampung dimana sedang terselenggara event Jelajah Rasa.  

Karena baru saja diguyur hujan, di beberapa titik lapangan masih tampak tergenang air hujan. Menjadikan saya yang memegang kamera mulai keasyikan mencoba foto-foto dengan tema refleksi. Di salah satu sisi lapangan telah berjejer 8 food truck asal Lampung dan Jakarta yang menyuguhkan berbagai sajian kuliner tradisional dan modern. Di samping pameran kuliner terdapat juga spot berupa aneka permainan anak dan pameran berbagai kerajinan seperti kain tapis dan kaos-kaos bercirikan khas Lampung. Tampaknya Pemerintah Provinsi Lampung mulai merangkul para pelaku industri ekonomi kreatif untuk berpartisipasi dalam Festival Krakatau. Sementara itu di ujung lapangan tampak sebuah panggung besar yang akan diisi oleh Band Wali pada malam harinya. Jelajah Rasa ini berlangsung selama 3 hari hingga 28 Agustus 2016.


Saya, Dian dan Mas Yoppie tak lupa menjajal beberapa makanan yang disediakan di food truck. Mas Yoppie mencoba kue sekubal/segubal, makanan khas Lampung yang berbahan dasar ketan yang dikukus dengan santan dan disajikan dengan campuran ketan hitam. Sedangkan Saya dan Dian mencoba sejenis sushi roll.  Semua food truck ramai dikunjungi oleh para pelajar yang sepertinya memang disarankan datang oleh pihak sekolah. Salut dengan ide mendatangkan para pelajar ke acara Jelajah Rasa ini. Selain ramai, event ini pun baik untuk perkembangan pengetahuan mereka.


Bersama Lidya Fitrian dan Dessy. Foto: Lidya Fitrian

Di Jelajah Rasa, saya bertemu Mbak Lidya Fitrian teman ngeblog yang sudah wara-wiri di dunia perbloggeran. Beberapa waktu lalu ia merayakan 1000 postingan di blognya. Woow. Saat itu Mbak Lidya datang bersama Dessy. Mereka berdua merupakan pemenang lomba blog Festival Krakatau yang digelar panitia. Mbak Lidya mendapat kesempatan ke Lampung menggantikan Mbak Indah Nuria Savitri yang menjadi pemenang kedua, namun karena ia tinggal di New York maka diwakilkan kepada Lidya Fitrian. Selain Cumi Lebay, Lidya Ftirian adalah blogger yang paling sering mampir di blog saya. Kalau nggak ada mereka berdua, rasanya postingan saya sepi-sepi aja haha. Nah, meskipun belum pernah bertemu sebelumnya, tapi kami langsung saling mengenali satu sama lain. Maklum tiap postingan foto-foto kami selalu bertebaran :D 


Para Blogger di depan hotel Inna Eight Bandar Lampung. Foto: Katerina

Kulineran di Warung Mie Aceh. Foto: Katerina

Hampir satu jam berada di Jelajah Rasa, saatnya kami meluncur ke Bandara menjemput teman-teman blogger lainnya yaitu Haryadi Yansyah dan Maman dari Palembang, Arie dan Mbak Rien dari Jakarta, Atanasia Rian dari Jogjakarta, Mbak Rosanna Simanjuntak dari Balikpapan, dan Hari JT dari Bangka Belitung. 

Setelah menjemput mereka kami langsung makan malam di Warung mie Aceh. Setelah itu menuju Hotel Inna Eight untuk beristirahat agar perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau keesokan harinya bisa fit. 

Bersambung ....




67 komentar:

  1. Sebagai traveler yang hobi naik gunung, nggak heran kalau mbak Lina menjadikan Gunung Anak Krakatau sebagai impian pendakiannya. Alhamdulillah kesampaian setelah 2 tahun menunggu ya mbak.

    Ditunggu lanjutan ceritanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Mbak Rien. Wishlist sudah dicoret. Nunggu list selanjutnya :D

      Hapus
    2. wishlist berikut ntar dulu mbak... sambung dulu postingan yg ini :) hehehehe

      Hapus
  2. Aku juga ngerasa 'diperhatiin' ama mas Yopie gara-gara beliau sering komen di postinganku... hahahahaha....

    BalasHapus
  3. Huaaaaa nggak bisa ikut, Semoga tahun depan bisa. Apalagi ini acara ada naik gunungnya, ahhhh kangen dengan ketinggian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Woow Mbak diundang juga ya? Duuh seandainya kita dipertemukan Mbak.

      Hapus
  4. keren . jadi pengen belajar nulis tentang parawisata juga ni biar di ajak kemana mana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukannya udah punya Roy? Ayo semangat buat.

      Hapus
  5. Sepertinya seru sekali event nya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah seru dan luar biasa Mbak :D

      Hapus
  6. Petualangan yang mengasikan....

    BalasHapus
  7. Baru tahu kalau di tahun 2014 bahkan ada wacana ngajak ke GAK ya mbak. Dan setuju itu tentang pengelolaan FP, harusnya berkesinambungan. Di Lampung itu festival banyak. Bahkan setiap kabupaten ada festivalnya. Namun yang paling terdengar gaungnya ya Festival Krakatau ini. Harusnya terus dipelihara dan diaktifkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya dunia sudah berubah. Semestinya ada pengelola media sosial khusus untuk event begini yang berkelanjutan. Tidak putus tiap tahun ganti.

      Hapus
  8. Duh penantian panjangnya kesampaian juga ya teh. Ternyata masih dibahas juga ya soal keikutsertaan undangan resmi tidak resminya itu

    Komen panjang di posting selanjutnya aja deh. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang jelas mungkin orang-orang yang biasa dan sering diundang bertanya-tanya aja siapa kita? :D blogger ala-ala.

      Hapus
  9. Senang sekali bisa kenal dan jalan bareng mbak Lina.
    Di tahun 2014 kami lebih push pengguna sosial media untuk menggemakan acara ini. Banyak kritik bukti bahwa festval ini banyak didengar sebenarnya. Hanya saja kesempatan untuk ikut tur krakatau secara resmi memang sangat terbatas :(
    Resmi karena peserta tur krakatau sudah kantungi izin masuk melalui BKSDA dan dinas pariwisata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bingung juga ya dengan status GAK ini. Secara potensi wisata memang sangat menjanjikan, namun secara ekologi karena sedang terjadi suksesi dan mungkin masih terus akan ada maka belum boleh dijadikan tempat wisata.

      Hapus
  10. Seru bnaget ya mba, ketemu teman-teman dan terwujud keinginnanya mendaki anak gunung Krakatau. Menanti cerita selanjutnya ya mba Lina ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyiiik ada yang menanti tulisan selanjutnya :D

      Hapus
  11. Alhamdulillah... Mimpi itu akhirnya menjadi nyata ya, Mbak. Terimakasih sudah mau datang ke Lampung dan turut serta menggemakan potensi wisata di dalamnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duuh ya ampun Mbak gak tau dikau orang Lampung. Seandainya kita bisa kopdar.

      Hapus
  12. widihhh kerennn teh mana penampakan gunung krakataunya teh...ditunggu...mupeng hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penampakan Krakataunya next episode :D tunggu aja yaa.

      Hapus
  13. Aku lihat foto-fotonya yang diupload mbak lina, mbak rien, sama mbak dian malah bikin mupeng euy. Seru banget kayaknya.

    BalasHapus
  14. Balasan
    1. Deketin yang suka merhatiinnya Mbak haha.

      Hapus
  15. Asyikk.. wishlist jadi berubah ke everst dan himalaya nih. Hihi.. eventnya seru ya mba. Promosi wisata yang dibungkus apik. Suka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku wishlist tercoret satu nih Mbak. Everest mah masih nomor wahid :D

      Hapus
  16. pengen ikutaan acaranya, pengen nyicipin makanan di food trucknya deh :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanan di food truck enak-enak dan recomended.

      Hapus
  17. Mupeng nih ikut jalan-jalan ke Festival Lampung. Pengalaman yang menyenangkan ya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah kalau Mbak Alida mah banyak jalannya, via media juga bisa.

      Hapus
  18. Aku udah 3 kali naik ke Krakatau, dan selalu kangen untuk balik ke sana lagi mba. Aah, kmren pingin ikut FK juga, sayang gk bs. Hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaah 3x? Dah sering itu mah. Tapi sepertinya biar berkali-kali pun tetap berbeda ya.

      Hapus
  19. wah seru! masih bersambung lagi

    BalasHapus
  20. Wah, akhirnyaaaa bisa ikut festival anak krakatau ya mbak seruuu, sambil wisata bisa kopdaran juga ya mbak. Kalau ada info tahun depan kabarin ya mbak hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya seru dan yang lebih seru itu karena ketemu blogger yang rame. Untuk event tahun depan bisa dipantau di akun twitter @KelilingLampung

      Hapus
  21. Huwaaa, serunya.
    Pengin juga liat krakatau dari dekat.
    Hiks, kapan ya saya bisa jalan-jalan ke sana. Mendadak curcol 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini juga rejeki banget Mbak bisa ke Krakatau. Niat dah dari dulu baru kesampaian sekarang.

      Hapus
  22. aih, bikin ngiri :D
    segubal, mauuu dong cobainnn paketin Mba Lin:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku aja nggak sempat nyicip Nduk hehe.

      Hapus
  23. Seru ya acaranya. Semoga diundang juga ke sini :)

    BalasHapus
  24. Wiih keren bisa ikut rombongan pejabat. Gara-gara baca bukunya GolaGong yang Pasukan Matahari, jadi pgn ke Krakatau nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini malah ikut rombongan rakyat jelata Mbak bukan pejabat hihi.

      Hapus
  25. wah ini ya Mba yg kemarin ketemuan sama Mba Naqy, asyiknya punya hobi sekaligus mengantarkkan silaturahmi sama sahabat2 blogger

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Erna, Alhamdulillah. Senang banget intinya bisa ketemuannya ini yang rejeki paling disyukuri.

      Hapus
  26. Ditunggu lanjutan cerita berikutnya, ya, Mba.. :D

    BalasHapus
  27. Wah dream come true ya mbak... bonus kopdar sama sesama blogger pulak...

    BalasHapus
  28. Wah senangnya bisa travelling bareng sahabat-sahabat blogger.
    Lampung indah, jadi pengin ke sana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak rejeki nggak disangka-sangka.

      Hapus
  29. wow, lampung pesonanya ternyata banyak ya mba, akus ering lewat aja sih kalo mau ke JKT

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata potensi Lampung luar biasa banyak Mbak. Saya malah awalnya cuma tau ada gajah sama lumba-lumba doang. Setelah ke sana walaah ternyata daya tarik yang lain juga banyak.

      Hapus
  30. waah....serunya. Benar-benar pengalaman yang seru, bisa berkumpul dan berbagi cerita dengan para sahabat blogger

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak Qirani. Senang banget bisa ketemu mereka.

      Hapus
  31. lampung masih memiliki lokasi yang harus di ekspose.

    BalasHapus
  32. Teh lina pantas mendapatkan undangan Festivial Krakatau, secara gunung ibarat sepotong hati nya teteh... Ikut senang liat teh lina bisa bertemu dengan blogger2 lainnya dan sang fotographer terkenal Mas Yoppie :)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...