Tuesday, March 22, 2016

Memaknai Upacara Bendera dari Blognya Esti Sulistyawan

Hai teman… duh kemana aja saya ya? Lama nggak update blog. Huhuhu sedih banget rasanya. Bulan ini semangat menulis drop ke titik terendah. Rendah serendah-rendahnya. Kalau diibaratkan rendahnya suatu tempat mungkin mood menulis saya sedang ada di kedalaman seribu meter di bawah permukaan laut. Hehe. Gelap banget. Sepertinya saya butuh Vitamin Sea untuk mengobati gejala malas menulis ini.

Trust me, it’s work! *ngomong ala bintang iklan L-Men :D Eh iya loh beib, memang betul, pas weekend dua tiga hari yang lalu, saya pergi liburan bareng teman-teman Komunitas Blogger Kepri ke Nongsa Point Marina & Resort di kawasan Nongsa Batam. Mendadak semangat menulis mulai menggebu-gebu. Berteman, berkumpul dan kongkow-kongkow sesama blogger ternyata menambah semangat ngeblog makin membara. Bagaikan ada letupan mercon di kepala, mendadak ide-ide menulis yang semula buntu dan mentok mulai berdatangan. Ingin rasanya saya tuangkan ke dalam blog sesegera mungkin agar tidak ada lagi malas menghampiri.

Seperti saat ini. Ide menulis mendadak menghampiri. Hari ini saya lagi Blog Walking ke blognya seorang perempuan yang baru saja menjadi seorang ibu. *Proud to be mom. Blogger keren yang sudah lama konsisten ngeblog. Siapa sih? Saya emang lagi kepo sama teman blogger yang satu ini. Mbak Esti Sulistyawan. Melihat tampilan blognya saja sudah terhanyut apalagi saat membaca-baca tulisannya. Saya suka dengan tampilan blog yang sederhana, friendly, namun elegan. Meskipun tulisan-tulisannya tentang cerita keseharian dan curahan hati pribadi, namun tak jarang membuat saya merenung dan ikut mengiyakan atas pendapat dan cerita-cerita yang disampaikannya.

Ini Loh Blognya Mbak Esti

Salah satu yang membuat saya tertegun adalah cerita di sebuah postingan yang berjudul “Milih Upacara atau Perang” Diceritakan saat selesai upacara, Mbak Esti dan teman-temannya sarapan bareng. Salah seorang temannya mengatakan bahwa anak-anaknya gak ikut upacara. Dia menganggap anak-anak lebih baik di rumah saja, jadi ia tidak capek-capek untuk mengantarkan anak-anak ke sekolah hanya sekedar untuk upacara 17 Agustus. Duuh.

Padahal menurut saya pribadi, berdiri tegak saat upacara, lalu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sangat mampu untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan kecintaan kita kepada tanah air. Saat mengheningkan cipta pun para siswa dan para guru akan merasakan betapa besar jasa-jasa pahlawan dahulu kala saat merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari bangsa-bangsa penjajah.

Membaca tulisan Mbak Esti ini saya mendadak rindu ingin kembali merasakan upacara 17 Agustus atau upacara pada hari Senin. Mendadak teringat saat-saat baris lalu dilempar-lemparin kertas berisikan kata-kata mesra dari gebetan. #eh haha.

Ohya, sejak SD hingga SMA kalau upacara saya keseringan jadi petugas paskibra. Terutama yang membawa bendera. Lalu sempat nangis gerung-gerung gegara gak lolos seleksi paskibra tingkat kabupaten. Apa daya tinggi badan nggak memenuhi syarat seorang paskibra :D


Tuh kaan... mampir ke blognya Mbak Esti udah bisa nyangkutin kenangan dan juga membawa pencerahan. Yuk ah mampir ke blognya. Mareeee....

Saturday, March 19, 2016

Cikuray Sang Penyangga Kehidupan




Aku kerap kali tertegun memandang sosok yang mengagumkan itu. 

Ia berdiri tegak, kokoh, angkuh, anggun dan penuh keteguhan. 


Ah ya, hati senantiasa bergetar jika mata ini terus memandangnya


Menyusuri lekuk jurang-jurangnya


Menelisik terjal lereng-lerengnya

Dak Aku hanya ingin berbisik kepada angin yang sebentar lalu


Bahwa aku teramat mengaguminya

dan bahwa hati telah terpaut kepadanya


Wahai


Gunung


Sang pasak bumi

Penyangga kehidupan
 



Gunung Cikuray, Sang Penyangga Kehidupan




Sunrise at Cikuray




Pemandangan ke arah Gunung Papandayan



Heningnya Pepohonan Gunung



Foto ini diikutsertakan dalam

Turnamen Foto Perjalanan Ronde 29 dengan tema GUNUNG

Pengalaman Menginap di Nongsa Point Marina & Resort Batam

Nongsa Point Marina & Resort (NPM) adalah sebuah resort yang terletak di kawasan utara pulau Batam, Kepri. Tepatnya di daerah Nongsa yang berhadapan langsung dengan selat Singapura. Resort ini terintegrasi dengan sebuah marina yang menjadi tempat singgah kapal-kapal berukuran kecil & yacht.  NPM juga terhubung dengan Turi Beach & Resort yang terletak di sebelahnya. 

Kolam Renang Nongsa Point Marina & Resort
Selain bangunan utama hotel yang anggun berwarna putih dengan atap berwarna terakota, terdapat ratusan chalet/apartment dan juga villa yang tersebar di sepanjang kawasan pesisir NPM yang memiliki kontur miring dan berbukit. Pilar-pilar serta pintu dan jendela yang berbentuk segiempat dengan dinding berplester kasar, semakin menandakan bangunan-bangunannya sangat kental dengan nuansa mediterania. Pendirian bangunan yang menyesuaikan dengan kondisi tanah yang miring diisi dengan komposisi chalet-chalet dan villa yang tersebar bagai sebuah perkampungan asri montefrio Granada, Spanyol.

Para tamu yang akan menginap dapat memilih berbagai fasilitas NPM yang telah tersedia mulai dari kamar hotel dengan berbagai type seperti deluxe garden view room, deluxe beachfront room, junior suite-room, dan beachfront executive suite room. Sedangkan jenis chalet/apartment berupa two bedroom chalet, three bedroom chalet, dan three-bedroom apartment. Dan untuk deluxe villa tersedia two-bedroom deluxe villa dan three-bedroom deluxe villa.

Beruntung saat berkesempatan menginap di sana, saya dan rekan-rekan Komunitas Blogger Kepri mendapatkan fasilitas sebuah bangunan chalet dua lantai dengan satu ruang utama, satu dapur yang terhubung dengan ruang makan, dan tiga kamar. Satu kamar  king size mempunyai fasilitas kamar mandi yang dilengkapi bathtub. Woow deh bikin betah berlama-lama mandi.

Chalet No 26B Nongsa Point Marina, tempat para blogger ngungsi dua hari satu malam :D

Kok bisa sih rame-rame gitu bukannya menginap di sana itu mahal? Alhamdulillah memang rejeki Blogger soleh dan solehah mah gak kemana. *kibas jilbab. Bermula pada akhir Januari 2016 lalu, NPM didukung oleh Kemenpar mengadakan event 1st Wonderful Indonesia NongsaRegatta. Yakni sejenis race perahu yacht yang diikuti oleh para yachter dari berbagai negara. Sementara itu media dan blogger yang kece-kece mendapatkan undangan resmi untuk meliput event tersebut.

Disela-sela liputan event Nongsa Regatta, para blogger ditawari untuk ikut lomba paddle board dengan membayar iuran sebesar 40 ribu rupiah per orang. Salah duanya terdapat Charlotte dan Davy  planelesstravellers.com dua travel blogger asal Belgia yang saat itu kebetulan sedang mampir ke Batam dalam perjalanan menuju Jakarta. Mereka berdua berhasil menjadi juara dengan mendapatkan hadiah menginap di chalet. Karena keduanya sedang menjalani perjalanan traveling keliling dunia dan entah kapan mampir ke Batam lagi, akhirnya hadiah dihibahkan kepada rombongan blogger.

Dengan komunikasi intens seorang Blogger Batam yaitu catatantraveler.com dengan  marcomm NPM, maka didapatlah slot menginap pada waktu weekend. Yeayy... ramai-ramailah para blogger bedol desa ke NPM. 

Saya dan Dian adventurose.com tiba di NPM sore hari karena harus kuli terlebih dahulu. Sementara yang lainnya sudah tiba sejak siang hari. Sepertinya mereka puas bermain-main di pantai dan juga jalan-jalan di sekitar kawasan Nongsa Resort termasuk Turi Beach yang kebetulan saat itu sedang menggelar acara pesta pernikahan. Karena kebanyakan dari para blogger ini belum memiliki pasangan apalagi menikah, maka saat mereka menyaksikan pemandangan tersebut banyak yang baper dan langsung melongo dengan tatapan nanar. Kata Dananwahyu.com sih bilangnya ada yg meluk pohon, ada yang ngunyah daun, ada yang nemplok di batu sambil berurai air mata lalu berkata dalam hati masing-masing Tuhan kapan aku kayak mereka. 

Wkwkwk. Baca deh kisah kocak mereka di postingan Danan di artikel ini Menjalin Persahabatan di Chalet Nongsa Point Marina & Resort.

Chalet kami yang bernomor 26B letaknya tak jauh dari pintu gerbang dan pos security. Hanya berselang satu blok saja saat masuk, kami sudah tiba di sana. Di dalamnya tersusun perabotan dan dekorasi bernuansa bahari. Pemandangan ke arah laut pun tampak jelas dari balkon dan teras. Kulkas, microwave, rice cooker, coffee maker, dan perlengkapan masak pun lengkap tersedia di sana.

Di halaman chalet, tampak seperti sedang berlangsung musim semi. Bunga-bunga berwarna kuning menghampar berguguran. Tak tahan ingin goleran namun malu sama umur, saya menyuruh Chila dan Lala (putrinya Dian) untuk berbaring dan berfoto di sana. Padahal modus mau mengeksploitasi mereka untuk difoto. 




Karena para penghuni chalet masih bergentayangan entah kemana, maka saya dan Dian memutuskan untuk bermain ke bawah, ke tepi laut dan mendapati matahari bulat sempurna nun jauh di batas langit Singapura. Beberapa meter dari sana kami dapati segerombol anak-anak muda sedang berfoto dengan latar sunset. Makin dekat makin dekat lagi ternyata mereka adalah rombongan blogger yang sedang kami cari-cari.  

Melihat para dewasa bermain di tepi laut, Chila dan Lala tampaknya sudah tidak tahan untuk ikut bergabung bermain air. Keduanya segera mencelupkan badan dan bermain-main di tepi laut. 

Sunset di NPM

Dalam Siluet

Matahari sudah tak terlihat lagi wujudnya. Kami sepakat untuk beranjak dari tepi pantai. namun Chila dan Lala tampak tergoda  menceburkan diri lagi saat melewati kolam renang anak-anak. Lumayan meskipun sebentar setidaknya mereka tidak akan penasaran lagi dan menagih-nagih kapan berenang. 

Lampu-lampu mulai dinyalakan. Pantulan cahayanya tepat mengenai warna biru kolam renang dan pepohonan di sekitaran.  Suansana sendu dan melankolis mulai menyergap. Sejenak berdiri mematung menikmati romansa yang seperti dejavu ini. Namun keceriaan Chila dan Lala yang bermain air langsung membuyarkan sendu yang sejenak hinggap. Ah sudahlah. Emak-emak dilarang baper.

Malam mulai menjelang. Para blogger berkumpul sambil ngobrol ngalor-ngidul di ruang utama. Satu set sofa tak mampu menampung kami yang ramai. Sebagian duduk di lantai sambil memegang smartphone-nya masing-masing. Jaman memang berubah.  Dan sebagai manusia masa kini kumpulan blogger ini pun tak lepas dari gadget.  Kami melakukan dua hal yang menyenangkan sekaligus, mulut berceloteh namun jari-jemari menari di layar android masing-masing. wkwkwk. Sementara itu televisi layar datar yang ada di hadapan hanya menonton kami yang tak peduli pada film yang sedang diputar. 

Malam merangkak naik. Sebagian blogger pulang karena jatah chalet hanya untuk sekitar 8 orang saja. Tidak boleh lebih kalau lebih kami bisa kenan denda. Dan para blogger yang tertinggal, malam itu begadang hingga hampir jam 3 pagi. Sebagian bermain kartu dengan hukuman mencorat-coret wajah yang kalah. Sementara saya memanfaatkan kesempatan dengan meminjam laptop Danan untuk membuat draft beberapa judul blog sambil tetap ngerumpi. 

Keluarga Blogger Kepri

Main kartu sampai larut malam

Juara KALAH Bertahan :D

Kalah Bertahan juga

Ada yang pose maksimal :D

Pagi terasa cepat kembali.  Kami semua tampak bermalas-malasan karena begadang hampir semalaman. Namun rasa malas para manusia dewasa ini tak mengurangi minat dua bocah lincah Chila dan Lala yang menagih berenang lagi dan lagi. Bahkan saat sarapan di restoran hotel pun, keduanya sudah sibuk bertanya-tanya kapan berenang. 

Dengan sedikit ancaman Chila dan Lala dibolehkan berenang asal setelah sarapan. Chila pun dengan lahap menghabiskan sarapan susu dan serealnya. Namun tidak dengan Lala. Dian tampak kesusahan membujuk Lala untuk memilih makanan yang bisa masuk ke mulutnya. Lala selalu tampak menggeleng saat sesendok sarapan menghampiri mulut imutnya. 

Chila, Lala, dan Fitri


Restoran di NPM

Ruangan Restoran

Saat yang ditunggu Chila dan Lala pun tiba. Berenang. Horeee. Keduanya segera berlari ke tepi kolam renang. melucuti pakaian dan menggantinya dengan baju renang. Melihat mereka begitu asyik bermain air, saya pun tergoda untuk ikut menceburkan diri ke kolam renang. Byuurrrr.

Kolam renang ini hanya berbatas halaman saja dengan tepi laut. Dari kolam renang ini dapat kita saksikan kapal-kapal sedang singgah dan bersandar di marina. Para empunya kapal mungkin sedang beristirahat di hotel atau mungkin sedang jalan-jalan ke tengah kota Batam. 

Kawasan NPM sangat cocok bagi mereka yang ingin mengasingkan diri dan berlibur dengan penuh privasi. Dengan lokasi sekitar 3 km jaraknya dengan Terminal Ferry Nongsa Pura yang melayani jarak dari dan ke Singapura, dan tak lebih dari 15 menit berkendara ke bandara Hang Nadim, NPM bisa menjadi pilihan bagi anda sekeluarga menikmati waktu berlibur dengan santai di utara Batam.


Selain hotel dan resort, NPM juga telah memiliki ruangan-ruangan untuk kegiatan MICE. Dengan berbagai ukuran ruang meeting dan eksibisi yang dapat menampung hingga ratusan hingga ribuan orang. NPM juga telah memiliki sebuah studio untuk pembuatan film-film animasi kelas dunia yaitu studio Kinema.

Bagi yang berminat untuk berolahraga air, banyak hal yang bisa ditawarkan oleh NPM, diantaranya seperti bermain yacht dan basic dinghy sailing bagi anak-anak anda. Mengajarinya bagaimana berlayar menggunakan perahu dengan layar kecil.  


Nongsa Point Marina
Jalan Hang Lekiu Nongsa, 
Batam, Riau Islands
Indonesia, 29466
Phone: +62-778 761333
Fax: +62-778 761474
Email: reservation@nongsapointmarina.com

Nongsa Resorts
21 Media Circle
#07 – 01 Infinite Studios
Singapore 138562
Phone: +65 6438 0321
Fax: +65 6224 0778
Email reservation.sg@nongsaresorts.com
Operating Hours: Mondays to Fridays 9am to 6 pm

Note: Semua foto adalah dokumen pribadi.


Friday, March 4, 2016

Tips Menjadikan Belanja Online Murah dan Hemat

Sumber Foto: Pixabay
Bagi penyuka kegiatan belanja online murah maka sudah tentu harus selektif dalam menentukan transaksi apa dan dimana sebaiknya dilakukan. Kegiatan belanja online memang memberikan kemudahan tersendiri dan terkadang memberikan efek adiktif. Jika merasa puas dengan suatu transaksi di media online maka nantinya akan merasa lebih menguntungkan dengan transaksi jenis ini. Pengendalian selama berbelanja tidak hanya diperlukan saat belanja langsung ke tokonya namun juga melalui transaksi online.

Bagaimana Belanja Hemat di Internet?

Sebagai pengguna internet Kita tentunya paham benar apa manfaat dan dampak negatif dari perkembangan dunia maya tersebut. Berbagai kemudahan dalam memenuhi berbagai jenis kebutuhan terkadang membuat pelaku belanja online semakin boros. Berikut beberapa kita untuk menjadikannya semakin hemat:

1.      Berpatokan kepada kebutuhan,
Salah satu kunci utama untuk bisa hemat dalam melakukan kegiatan belanja ialah dengan menyesuaikan dengan kebutuhan. Belilah berbagai barang dan juga jasa yang sekiranya memang bisa dimanfaatkan artinya memang dibutuhkan. Hindari terlalu mengikuti keinginan sebab transaksi belanja akan menjadi kurang terkendali dan lebih mudah boros dari sebaliknya.

2.      Berbelanja sesekali saat ada pesta diskon,
Gemar belanja barang menarik sebaiknya diatur jadwal belanjanya dengan bijak, semisal sekali dalam sebulan atau seperlunya. Transaksi belanja yang dibatasi akan memberikan waktu luang untuk mengumpulkan dana belanja yang mencukupi. Tersedianya dana dalam jumlah yang lumayan akan memberikan fasilitas belanja online murah secara maksimal. Maka usahakan untuk mengendalikan keinginan belanja dan menunggu waktu yang tepat. Tabungan yang mulai terkumpul akan semakin hemat dibelanjakan untuk berbelanja saat pesta diskon berlangsung. Pengendalian intensitas belanja yang baik efektif pula menekan keinginan untuk berbelanja secara berlebihan.

3.      Belanja di toko online terdekat,
Belanja di dunia maya kerap membuat perhitungan transaksi belanja membengkak oleh persoalan biaya pengiriman barang belanjaan. Solusinya adalah dengan memilih toko online yang tidak terlalu jauh dari tempat Kita tinggal. Semisal di kota sebelah kota yang ditinggali sehingga biaya pengiriman di bawah Rp 10.000 per kilogramnya. Belanja banyak dengan ongkos pengiriman yang murah akan membuat transaksi yang dilakukan semakin hemat. Jika kesulitan memilih toko online terdekat maka bisa memilih alternatif pemilihan jasa ekspedisi yang murah biaya jasanya.

4.      Berbelanja banyak dalam sekali transaksi,

Aktivitas belanja di media online memang menawarkan penghematan tenaga dan juga waktu untuk memenuhi beberapa jenis kebutuhan. Namun berbelanja online pun bisa semakin hemat dengan melakukan pembelanjaan dalam jumlah banyak. Transaksi belanja satu kali untuk beberapa produk sekaligus jika masih dalam berat 1 Kg maka biaya pengiriman dihitung satu kali. Hal ini tentunya akan menjadikan belanja online murah semakin mudah untuk direalisasikan tanpa terbebani biaya pengiriman dua kali.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...