Thursday, April 28, 2016

5 Pantai Terbaik di Batam


Sebagai kota industri sebenarnya Batam kurang dilirik untuk dijadikan destinasi wisata nasional. Kunjungan wisatawan dalam negeri atau kini dikenal dengan sebutan wisatawan nusantara (wisnus) ke Batam relatif sedikit dibanding kunjungan ke wilayah lainnya di Indonesia seperti Bali, Jogjakarta, dan Bandung. 

Meskipun demikian, data menyebutkan bahwa Batam menjadi nomor tiga terbesar sebagai pintu kedatangan/kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) setelah Bali dan Jakarta. Posisinya yang berhadapan langsung dengan negara Singapura dan adanya direct ferry dari Singapura serta Johor Malaysia, memungkinkan Batam menjadi pintu gerbang kedatangan wisman terbesar ketiga se-Indonesia.

Tuesday, April 26, 2016

Mandi Kembang Alias Banosflorales Ala Meriska Putri

Semenjak bergabung dengan Komunitas Blogger Perempuan, jaringan pertemanan saya dengan para blogger kian hari kian meluas. Perkenalan dan pertemanan itu secara intens dijalin melalui grup facebook, whatsapp dan telegram. Selalu seru untuk ngerusuh numpang nimbrung atau berbagi tanya entah itu mengenai dunia blogging, optimizing, monetizing, content writing, lomba blog, peran social media, hingga curhat ala Mamah Dedeh :D

Selain membahas hal-hal di atas, di grup Blogger Perempuan juga sedang mempunyai program yang diikuti lebih dari seratus orang blogger, program keren itu dinamakan arisan link. Tujuan utamanya sih biar kita saling mengenal dan kunjung-mengunjungi sesama anggota. Tak lupa untuk mencantumkan link ke blog yang menang arisan. Kenapa? Karena hal seperti ini penting demi menjalin silaturahim sesama blogger dan tentu saja baik bagi kesehatan blog masing-masing hehe. Dan benar deh terasa manfaatnya karena bisa berkunjung ke blog-blog yang nggak pernah sama sekali saya kunjungi seumur-umur ngeblog. Kuper kan eike Mak? Tambah semangat baca dan kadang tercengang dengan hal-hal baru serta ide para blogger yang baru saya kenal.

Wednesday, April 20, 2016

Sehari di Kota Medan Ala Backpacker



Saat ini traveling bukan lagi suatu hal mewah dan terbatas bagi kalangan tertentu saja. Traveling sudah menjadi sebuah kebutuhan untuk menghilangkan kejenuhan dan kepenatan aktivitas. Dengan beragam cara dan tujuan traveling pun bisa dilakukan bahkan oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. Berikut ini saya akan memberikan informasi traveling di kota Medan dalam satu hari dengan budget backpacker yang bisa dijangkau oleh pelajar atau mahasiswa.

Mesjid Raya Medan. Photoright momtraveler.com

Sunday, April 17, 2016

Umroh Plus Turki Cheria Travel Membuat Perjalanan Ibadah Plus Wisata Makin Ceria

Labbaik Allahumma Labbaik,
labbaika la syarika laka labbaik
inna al hamda wa an ni’mata
laka wa al mulk la syarika laka

Lantunan nasyid talbiyah menggema di salah satu ruang pertemuan di masjid Jabal Arafah, Batam. Tangan-tangan terangkat ke udara layaknya rombongan haji yang baru saja tiba di tanah suci. Seluruh mata menatap gambar berukuran besar yang dipantulkan slide projector ke white board. Gambar Ka’bah yang dikelilingi jutaan umat manusia terpampang jelas di sana. Membuat kerinduan untuk ikut hadir di Masjidil Haram semakin bergemuruh dan menyesakkan dada.
 “Ya Allah kami rindu berkunjung ke rumah-Mu, ya Robb. Panggil kami ke sana, panggil kami ke sana…”

Isak tangis mulai terdengar di berbagai sudut. Di barisan paling depan saya dan dua orang teman tergugu dengan bahu terguncang-guncang. Sekuat tenaga menggigit bibir agar tangis tidak menimbulkan suara yang kencang. Air mata telah menganak sungai, lantas luruh terserap serat-serat kerudung berbahan sifon yang saya kenakan.

Sebelumnya, seorang ibu muda bernama Maria tampil di depan. Ia bercerita baru beberapa hari yang lalu pulang umrah dari tanah suci. Semula Maria tak menyangka bahwa niat kuat untuk umroh begitu mudah dan dimuluskan oleh Allah SWT di saat ia sedang ambruk dan bangkrut dari usahanya. Padahal semula ia adalah seorang pengusaha di bidang kuliner. Maria mempunyai 4 buah restoran dengan omzet hingga ratusan juta. Sangat mudah sebetulnya jika ia mau berangkat umroh atau haji. Uang telah ada, emas yang disimpannya untuk tabungan haji pun telah tersedia namun ia selalu menunda dan mengurungkan niat tersebut berkali-kali. Menurut Maria, ketika ia diajak umroh, dengan sedikit sombong dia berkata, “Ah nanti aja sekalian haji plus.”




Friday, April 15, 2016

Lactacyd White Intimate Untuk Perempuan yang Aktif dan Kreatif

Suatu waktu, seorang teman baik saya berkata,

“Lina, orang seperti kamu itu kayaknya perlu dimuseumkan deh.”  Celoteh si teman dengan mimik wajah serius. Dengan dahi mengkerut, kening mengernyit, mata menyipit,  dan mulut membentuk bulan sabit terbalik, saya langsung memprotesnya. Idiih maksudnya apa coba dia bilang seperti itu. Kezel kezel KZL.

“Haaah kenapa? kok dimuseumkan?” Pertanyaan itu mendadak meluncur dari mulut saya.

 “Karena kamu langka,” jawabnya enteng.

“Langka bagaimana? Memangnya aku mirip hewan langka?” potong saya mulai naik tensi. 

“Bukaan, maksudku orang kayak kamu tuh termasuk langka. Aktif banget di semua kegiatan dan organisasi. Memangnya badan kamu nggak capek ya?”

 Jleb. Ternyata itu yang dia maksud. Hihi bukan capek saja sih Bang, tapi udah  berasa rontok nih badan. Capek. Capek pakai banget. Capek pakai 4L. Lelah Letih Lesu dan Lemez. Namuuun… karena kegiatan di berbagai organisasi yang saya ikuti semuanya menyenangkan jadilah saya tetap fun menjalaninya. Baik kegiatan yang ada di lingkungan sekitar, maupun kegitan-kegiatan yang berskala internasional lokal di Batam tempat dimana saya tinggal. Meskipun salah satu alasan aktif di berbagai organisasi adalah dikarenakan tuntutan. Tuntutan menjomblo karena nggak ada pasangan. Jiahaha. Ya mana tau-tau sih dengan aktif berorganisasi bisa dapat jodoh yang cling di hati cling di dada cling di kepala lalu cling di orang tua. Sambil menyelam minum air. Sekali dayung dua tiga pulau terlampau.

Ah iya, tapi itu dulu sewaktu saya masih lajang dan belum punya tanggung jawab. Entah bagaimana mengatur jadwalnya karena jika dibayangkan mendadak ngilu sendiri. Saat itu saya kerja sambil kuliah, aktif bergabung dengan organisasi Pecinta Alam, Klub Bahasa Inggris, Klub Penulis, Philately, Paguyuban Orang Sunda, Remaja Mesjid, Klub Buku, Forum Advokasi Lingkungan, Fotografi dan lainnya. Terkadang lelah, namun semua itu justru membuat saya bergairah. Sebenarnya pengeeen banget berkata, “Ade ini lelah Baaaang, adek lelah” sambil gelendotan manja. Pyuuh apa daya saat itu masih jomblo sehingga tidak ada bahu untuk gelendotan, atau dada bidang yang rata untuk sandaran. *Menatap nanar pada papan penggilesan. 

Setelah menikah dan mempunyai anak, keaktifan saya yang tersisa kini hanya tinggal beberapa saja. Jika cuti atau libur panjang saya masih mendaki gunung, traveling, atau pulang kampung ke Garut dan Depok. Jika libur weekend paling suka sepedaan menjajal jalanan Batam berpuluh-puluh kilometer. Kedua olahraga ini dua-duanya sungguh menguras tenaga, fikiran, waktu dan biaya. Namun bagai candu, keduanya membuat efek ketagihan alias addicted. Menguras tenaga jelas dong kan mendaki pakai jalan kaki, capeknya bisa bikin pingsan berdiri. Terus kenapa menguras fikiran juga? Iyalah menguras fikiran karena selalu mikir kapan sampai puncak, kenapa nggak sampai-sampai Adek Bang? Hehe.

Traveling Bareng keluarga

Let's Be Active!

Sesungguhnya, dunia dan seluruh alam raya ini tidak pernah diam. Ia bergerak dan terus bergerak. Maka dari itu sebagai seorang perempuan aktif yang menyukai tantangan, saya selalu terinspirasi dengan pergerakan alam raya ini. Berusaha untuk tetap aktif dan meniru untuk terus bergerak maju serta melakukan hal-hal yang positif. Namun aktif saja tidak cukup. Keaktifan perlu didukung oleh tubuh yang sehat, kuat, bugar dan percaya diri.


Tetap Aktif Mendaki Gunung dengan Membawa si Kecil
Biasanya para perempuan yang aktif setelah melakukan kegiatan mereka seperti mendaki gunung atau bersepeda selalu mempunyai keluhan yang hampir mirip. Yakni timbulnya rasa tidak nyaman pada area V. Kecapekan yang menimbulkan keputihan dan bau tak sedap di area  miss V. Terlebih dengan berjalan mendaki berkilo-kilo meter jauhnya atau bersepeda puluhan bahkan ratusan kilometer panjangnya, sangat memungkinkan terjadi pergesekan di area tersebut sehingga warna kulitnya cenderung menghitam. Saat bersepeda pergesekan dengan sadel sepeda dalam waktu berjam-jam malah bisa membuat area V bengkak dan sakit. 

Untuk itu  perlu tindakan yang nyata yang akan menjaga area V dari rasa tidak nyaman, bau tak sedap serta menghitamnya area kulit di sekitar pangkal paha dan juga miss V itu sendiri. #ProvenselfV

Aktif Bersepeda Sore Hari

Lactacyd White Intimate

Saya  mengenal lactacyd sudah dari setahun lalu saat dibelikan oleh suami. Nah dia ini model suami perhatian, bahkan untuk hal-hal sensitif seperti itu saja dia sangat memperhatikan. Biasanya saya dibelikan Lactacyd All Day Fresh yang kemasannya berwarna putih hijau. Karena habis, lalu suami membelikan lagi lactacyd namun kali ini yang dibeli adalah Lactacyd White Intimate. Karena penasaran kenapa harus Lactacyd White Intimate yang dibeli saya pun mulai mencari dan mengumpulkan informasi agar saya tidak salah pilih atau agar suami tidak salah beli. Kalau nanya sama doi takutnya malah disemprot pula. Syukur-syukur  udah dibeliin nanya-nanya pula. Jleb. Takut ah, takut si Ayang marah.


Nah ternyata Lactacyd adalah pembersih khusus kewanitaan yang membuat para wanita merasa nyaman dan percaya diri. Lactacyd selama 25 tahun melakukan penelitian dan berdedikasi untuk melakukan inovasi produk perawatan area intim yang dapat membantu wanita dari semua lapisan masyarakat dalam berbagai tahap kehidupan.

Sedangkan Lactacyd White Intimate adalah pembersih kewanitaan yang diperkaya dengan bahan alami dan terbukti klinis mencerahkan kulit sekitar area V. Diformulasi khusus dari bahan alami ekstrak susu lactoserum dan asam laktat untuk mempertahankan keseimbangan pH alami vagina. 



Kenapa harus Lactacyd White Intimate?

Nah ternyata yang paling menarik menurut saya adalah Lactacyd White Intimate telah teruji secara dermatologi dan dapat digunakan setiap hari. Jadi kita sebagai pengguna akan merasa aman dan tenang jika apa yang kita gunakan telah teruji manfaatnya. Selain itu kandungan alami Lactacyd White Intimate mengandung ektrak susu, bengkoang, dan algo white. Bahan-bahan alami yang kaya akan nutrisi bagi kulit.

Terbukti klinis mencerahkan kulit sekitar area V dalam 4 minggu

Dengan bahan alami ekstrak susu, bengkoang, dan algowhite maka akan mencerahkan kulit sekitar area V dalam 4 minggu. Saya tak sabar ingin segera merasakan perubahan dalam 4 minggu. Pyuuh, harus menunggu dulu nih. Tapi meskipun penggunaan belum maksimal, manfaatnya sudah dapat saya rasakan. Area V menjadi terasa fresh, bersih, dan kesat.

Pada saat beraktifitas atau berada dalam paparan sinar matahari yang panas, keringat akan muncul dan dapat memicu menghitamnya kulit di area V. Begitu juga dengan gesekan yang berlebihan dari pakaian ketat dapat menggelapkan kulit di sekitar area V sehingga bisa menurunkan kepercayaan diri. 

Berbagai  Varian Produk Lactacyd. Karena setiap wanita berbeda-beda

   Bagaimana cara pemakaiannya?
   Tuangkan secukupnya ke telapak tangan dan bersihkan area intim kemudian bilas hingga bersih. Rasakan kesegaran alami yang akan membuat kamu percaya diri. Bergerak aktif dan tidak takut area V menjadi hitam karena terlalu banyak melakukan aktifitas. Untuk itu gunakan dua kali sehari untuk hasil yang terbaik.

   Dengan berbagai kegiatan yang masih seabrek sepertinya saya harus membawa Lactacyd White Intimate setiap hari ke tempat kerja. Dan tentu saja jika mendaki gunung atau traveling, benda penting yang satu ini takkan lupa untuk dimasukkan ke dalam pouch. #ProvenselfV


Kemasannya simpel bisa dimasukkan ke dalam dompet (pouch) 

Focus ke Lactacydnya yaaa. Yang baju merah mah sekedar numpang nampang doang :D

Wednesday, April 13, 2016

Mendaki Gunung Memakai Rok, Kenapa Enggak?

Menjadi seorang muslimah yang kaffah tentu menjadi salah satu keinginan yang dimiliki oleh setiap pribadi perempuan muslim. Kaffah bermakna menyeluruh dalam segala aspek kehidupan. Kaffah yang mencerminkan diri seorang muslimah yang taat kepada perintah Allah SWT. Baik dalam urusan beribadah, mu'amalah, perilaku & perbuatan, tutur kata, dan bahkan cara berpakaian. Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaitan karena sesungguhnya syaitan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]

Cara berpakaian seorang muslimah, sudah diatur Alah SWT dalam Al Qur'an. Pakaian seorang muslimah adalah dengan mengenakan busana muslim yang sesuai syariat. Beberapa syarat pakaian yang syar'i atau sesuai syari'at antara lain menutup aurat, longgar (tidak membentuk tubuh), tidak mencolok ataupun ngejreng, tidak tembus pandang, dan tidak menyerupai pakaian laki-laki.

Nah bagaimana cara berpakaian para muslimah tersebut agar tetap syar'i sedangkan mereka tergolong muslimah yang mempunyai hobby olahraga ekstrim seperti mendaki gunung? Tidak ada kata BERAT dalam menjalankan perintah Allah SWT jika saja para muslimah senantiasa berpatokan kepada ayat: "sami'na wa atho'na". yang berarti kami dengar dan kami patuh (ta'at). Tidak ada kata TAPI tidak ada kata NANTI. Begitu pun dengan para muslimah pendaki gunung yang ingin tetap patuh pada perintah Allah SWT dalam menjaga aurat dengan kaidah dan syarat-syarat pakaian yang sudah disebutkan di atas tadi.

Dulu sekitar akhir tahun 99an dan awal 2000an ketika saya sedang gandrung-gandrungnya mendaki gunung, sangat jarang saya temui perempuan pendaki gunung yang berpakaian syar'i dengan jilbab menutup dada serta rok menjuntai hingga mata kaki dengan lebar tidak membentuk bagian panggul dan kaki. Kalaupun ada muslimah pendaki yang berkerudung, maka bawahannya sering mengenakan celana panjang PDL seperti saya. Jarang yang mengenakan rok panjang dan lebar.

Pertengahan tahun 2005 ketika saya mendaki gunung Kinabalu di Sabah Malaysia, saya berjumpa dengan seorang bule asal Kananda yang menggunakan rok lebar dan sopan. Duh saya yang muslimah saja tidak pakai rok seperti dia. Malu rasanya. Malu sama Allah SWT. Dari situ saya berazzam kepada diri sendiri untuk menjaga cara berpakaian. Kalaupun belum syar'i setidaknya mendekati kepada syar'i. Iya saya akan berusaha untuk mendekati syar'i tersebut.

Beberapa tahun belakangan, saya mengamati ada trend positif saat bertemu perempuan-perempuan muslimah pendaki gunung. Kerap kali saya bertemu dan berpapasan dengan rombongan para jilbaber ataupun roker (perempuan-perempuan yang mengenakan rok :D) di jalur pendakian. Salut dan takjub melihatnya. Apalagi rombongan jilbaber semua. Semoga saja mereka tetap terjaga. Terjaga niat, terjaga hati, dan terjaga diri mereka dari pergeseran nilai. Dari semula niat karena Allah menjadi karena hal-hal lainnya.

Tidak mudah memang mengenakan rok panjang terjuntai hingga ke mata kaki sementara di kanan kiri semak dan rumput juga kayu-kayu kerap menggangu kenyamanan pendakian. Komitmen yang kuat serta pembiasaan tentunya akan menjadi obat mujarab yang akan merubah hal sulit menjadi biasa, mudah dan nyaman.

Maka berdasarkan pengalaman beberapa kali mendaki gunung mengenakan rok, secara  trial and error saya mempunyai beberapa tips yang mungkin dapat membantu para muslimah memilih rok seperti apa yang cocok digunakan saat mendaki.

Tiga tips memilih rok yang tepat untuk mendaki gunung:

1.  Pilihlah bahan rok yang ringan.

Rok yang bahannya ringan seperti jenis linen dan katun akan mudah di packing dalam keril atau ransel saat tidak digunakan lagi. Namun bahannya jangan terlalu tipis karena ketika tersangkut duri atau ranting kayu akan mudah sobek. kalau saya cenderung lebih nyaman menggunakan rok jenis denim seperti soft jeans, karena ringan namun kuat. Jangan  memilih rok yang berat dan kaku akan terasa sangat mengganggu perjalanan mendaki.

Bahan Denim soft jeans (terbuat dari campuran katun, wol, dan linen)


2. Pilihlah bentuk dan lebar rok yang sesuai dengan gerak langkah kaki 


Pilihlah rok dengan model belahan payung. Semakin ke bawah semakin lebar. Karena model rok seperti ini membebaskan pergerakan lutut sehingga selebar apa pun kita melangkah tidak akan terganggu. Sedangkan lebar rok pada bagian bawah jangan terlalu lebar dan jangan terlalu sempit. Sekitar 1 hingga 1,3 meter. Kalau terlalu sempit kaki akan terasa lebih capek dan kaku. Sedangkan jika terlalu lebar maka akan sering terinjak dan tersangkut.

Tadi sebelum menulis ini, sengaja saya membandingkan beberapa rok yang pernah dikenakan saat mendaki gunung. Dan setelah diperhatikan ukuran lebarnya, ternyata lebar rok mempengaruhi kenyamanan selama saya mendaki gunung. Rok dengan lebar ujung sekitar 2 meter ternyata kurang nyaman dipakai karena sering terinjak-injak ketika jalur menanjak terutama saat posisi badan membungkuk. Kalau pun tidak terinjak maka seringnya rok tersangkut ranting atau akar yang mencuat di jalur pendakian.


Rok yang ini nyaman dipakai karena lebarnya pas.

Untuk bagian pinggang diusahakan roknya bertali atau berkaret. Kalau hanya berkancing maka dikhawatirkan akan copot dan justru kita malah akan kerepotan jika tidak membawa peniti atau jarum dan benang. Apalagi ketika mendaki seringkali berhenti dan membungkukkan badan untuk mengatur nafas. Dan saat diafragma serta perut mengembung bisa saja tiba-tiba kancing rok terlepas.

3. Pilihlah rok dengan warna yang soft dan cenderung gelap

Rok warna hitam cocok digunakan saat musim hujan 

Jika mendaki saat musim hujan makan jalur akan becek dan penuh lumpur. Sebaliknya saat musim kemarau jalur akan berdebu. Dan ini tentu saja akan membuat rok cepat kotor. Maka gunakanlah rok yang berwarna gelap. Pastikan mengenakan dalaman celana panjang (legging) agar tetap menjaga kenyamanan dalam pergerakan.





Demikian tips dari saya, semoga bermanfaat.



Monday, April 11, 2016

Menyerap Kisah Inspiratif Kehidupan dari Blog Liza P. Arjanto

Saya menyesal, kenapa baru mengetahui dan baru blogwalking ke Blog Moma Mbak Liza P. Arjanto baru-baru ini saja. Menyesal kenapa tidak dari dulu mengenalnya. Betapa tidak, setiap menyusuri beberapa kisah-kisah inspiratif di dalam blognya saya merasa tertohok. Banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik dari berbagai kisah tersebut. Ada saja hal yang membuat saya bilang pada diri sendiri "Tuh Lin lihat, baca! ya kan?" Aiiih jadi malu hati.

Salah satu kisah inspiratifnya bisa kita baca dalam sebuah judul "3 tips menjaga keikhlasan dan sebutir telur". Tentang keikhlasan seorang nenek penjual telur asin yang memberikan gratis satu butir telur jualannya kepada keluarga Mbak Liza meskipun si nenek harus mengorbankan keuntungan yang tak seberapa. Bukankah hal seperti itu secara matematis tentu akan mengurangi pendapatan si nenek? Nah bandingkan jika si nenek yang penghasilannya tak seberapa, rela mengurangi pendapatannya demi memberi bagaimana dengan saya? Iya saya. Apakah saya akan rela mengurangi keuntungan jika berada dalam posisi sebagai penjual? Entahlah. Belum tentu. Karena kadar ikhlas dalam memberi pada setiap orang berbeda-beda. Namun dengan berkaca pada teladan kisah ini tentu kita bisa mencontoh dan menaikkan kadar ikhlas.

Dalam artikel judul di atas, Mbak Liza memberikan 3 tips bagaimana cara merawat keikhlasan dalam memberi. Pertama, lupakan; kedua, perbanyak; dan ketiga, berilah pada orang yang tak mungkin membalas. Ah iya. Setuju dan sepakat. Semoga bisa saya praktekkan.


Tampilan blognya memang sederhana. Namun siapa sangka kesederhanaan tampilan tidak sesederhana isi blognya. Menelusuri halaman-demi halaman kita akan terenyuh dengan berbagai kisah inspiratif di dalamnya. Tema tentang parenting pun akan menambah wawasan kita sebagai para orang tua bagaimana mensiasati pola asuh terhadap anak. Karya-karyanya yang bertebaran di media seperti di majalah Femina, Gadis, harian Suara Meredeka, Kompas, Tabloid Nova dan lainnya membuat saya berdecak kagum. Duh produktif banget sih ibu enam anak ini. Hellooow bagaimana dengan saya yang baru punya anak satu? *tutup muka.

Karya-karya beliau di media pun beragam seperti cerpen anak, cerpen remaja, dan dewasa. Heran juga biasanya penulis cerpen itu punya genre masing-masing dan rata-rata selalu menulis di genrenya saja. Misal yang biasa nulis cerpen anak akan terus saja menulis cerpen anak. Nah kalau Mbak Liza ini malah unik, semua cerpen dijajalnya dan hasilnya tetap bisa tampil di media. Nah ini namanya multitalenta. Bisa menguasai semua genre.

Dengan membuka blog Moma Liza ini saya dibuat berkaca pada karya saya sendiri. Karya saya yang terbit di media baru beberapa biji dan bahkan tahun ini belum sama sekali menulis untuk media. Padahal awal  tahun 2016 sudah buat resolusi bahwa tiap bulan harus menghasilkan minimal satu tulisan yang terbit di media. Namun sudah ada tanda-tanda saya tidak commit pada resolusi yang dibuat sendiri. Duuh boro-boro nulis buat media, mengisi blog saja mulai males-malesan kalau tidak dipecut oleh teman-teman grup Blogger yang pada produktif seperti  di Blogger Perempuan dimana saya dan Mbak Liza sama-sama berkumpul.

Mbak Liza tolong pecut saya untuk berkarya ya!

Saturday, April 9, 2016

Mengenal Kuliner Jogja melalui Blog Kulinerwisata.com

Saat mengunjungi Jogja pada Agustus 2015 silam bersama keluarga tercinta, tidak banyak tempat wisata dan kuliner yang saya sambangi. Waktu yang sedikit dan hanya sebagai tempat transit menjadikan liburan ke Jogja kurang begitu memuaskan. Ujung-ujungnya menyesal tidak meluangkan cuti yang cukup untuk meng-explore Jogja yang telah membuat saya jatuh hati. Padahal dari ketinggian gunung Merapi hingga titik nol permukaan air laut di pantai Parangtritis saya sudah berniat dan sangat-sangat ingin mengunjunginya. Selain itu ingin sekali mengunjungi Keraton Jogja, Candi Ratu Boko, Malioboro, gumuk pasir, gua-gua di Gunung Kidul, dan lain sebagainya.



Cuma bisa mampir Prambanan doang :(
Sungguh melihat suasana Jogja di siang maupun malam harinya, jiwa dan raga saya berasa tenang dan tenteram. Semaraknya Batam yang 24 jam tak Sesemarak alun-alun Jogja  di malam hari. Sesendu-sendunya malam di Batam tak sesendu saat becak-an malam-malam menuju alun-alun dalam temaram lampu jalanan. Belum lagi bertemu dengan warganya yang ramah, sopan, dan baik hati. 

Ketika dalam perjalanan keluar masuk Jogja, sebenarnya banyak sekali rumah makan dan warung-warung yang kami lewati yang menawarkan berbagai macam kuliner Jogja yang asyik. Saya ingin sekali mencicipi gudeg makanan khas jogja yang sangat terkenal itu namun karena waktunya mepet, bahkan hingga kembali ke Batam belum juga terlaksana. *ngences adek, Baaang. Cuma bisa kulineran di Viavia Resto Jogja aja.

Karena rasa nggak puas dan penasaran dengan berbagai lokasi wisata juga aneka kuliner Jogja maka saya dan keluarga pun berniat untuk kembali lagi ke sana. *Jogja tunggu aku yaaaa.

Eh tapi sebelum berkunjung ke Jogja, ada baiknya saya buat list terlebih dahulu, makanan khas apa lagi sih selain gudeg yang bisa kita icip-icip di sana? Naah beruntung deh saya sudah berteman dengan Blogger Jogja yang ramah dan murah senyum pemilik blog kulinerwisata.com Mbak Atanasia Rian. Duuuh buka blognya ini bikin saya menelan ludah terus. Melihat berbagai kuliner Jogja yang menggoda mulai dari yang tradisional hingga modern. Dari Gudeg hingga pizza dari yang istimewa hingga biasa-biasa.



Di blognya Atanasia Rian yang kerap dipanggil Berby oleh teman-teman Blogger Jogja ini,  saya menemukan oseng-oseng mercon. Nah namanya saja mercon kebayang kan pedasnya gimana? sebagai pecinta makanan pedas saya wajib mencoba nih. Si oseng mercon ini bahannya adalah tetelan sapi yang dioseng dicampur cabai yang sangat banyak. Kebayang gimana tuh pedasnya hingga kita bisa berurai air mata dan air hidung (jiahaha istilah apa pula air hidung, padahal mau bilang ingus saja pun Lin). Mungkin kalau saya ngebayangin pedasnya di mulut sensasinya bakal berasa seperti ditonjokin sama Mike Tyson haha. Jontor jontor tuh bibir.


Sate Klatak

Eh baca-baca lagi lalu saya juga menemukan sate klatak. Kepo banget apaan sih baru dengar? Kata Berby eh tulis Berby, sate klatak adalah sate kambing yang diracik khusus. Saat pembakarannya hanya dikasih garam saja lalu setelah matang disajikan dengan kuah gulai kambing yang lezat. Ya Salaaam aku ini kan pecinta daging kambing. Mana bisa tahan kalau dihadapkan sama daging kambing beserta turunannya. Aku tuh gak bisa diginiin Berby. Kamu harus tanggung jawab ajak aku makan sate klatak kalau ke Jogja.

Huhu...nulis ini tengah malam tuh mendadak ngiler karena laper campur baper. Huaaa. Berby tunggu aku di Jogjamu ya!

Thursday, April 7, 2016

Ini Tips Membeli Kamera Agar Tidak Salah Pilih



Modelnya saya sendiri loh. Haha ini Pencitraan sodara-sodara.
Menjadi fotografer pada saat ini adalah sebuah hal yang menjanjikan karena akan semakin banyak orang yang membutuhkan jasa para fotografer untuk berbagai kepentingan, baik dari sisi bisnis maupun hobby. Sehingga bisa dikatakan kamera adalah salah satu alat yang harus kamu miliki apabila ingin belajar menjadi seorang fotografer yang ahli.

Namun jika kamu masih pemula, sebaiknya membeli kamera dengan cara yang hati-hati dan benar. Ada beberapa tips membeli kamera yang dapat kamu lakukan agar dapat memilih kamera yang bagus dan tidak tertipu. 

Dengan ini maka kamera yang kamu beli tersebut akan menjadi kamera yang lebih berguna nantinya. Hal ini tidak hanya untuk para fotografer pemula saja, melainkan bagi siapa saja yang ingin selalu mengabadikan momen berharga dengan sebuah kamera yang bagus. Kamera yang bagus tidak selalu kamera yang mahal, jika kamu dapat mengoperasikan kamera tersebut dengan cara yang bagus, maka tentu saja kamu akan bisa mendapatkan hasil jepretan yang bagus juga.

Namun sebelum kamu belajar tentang cara pengoperasian kamera yang benar maka akan lebih baik jika memilih kamera yang bagus pada saat hendak membelinya. Berikut beberapa tips dalam memilih kamera yang bagus:

1. Cari kamera yang kamu butuhkan. Maksudnya harus mencari terlebih dahulu kamera jenis apa yang paling kamu butuhkan. Apakah kamera pocket, DSLR, atau mirrowless. Karena butuh, berarti kamu akan belajar memahami kamera tersebut dan pada akhirnya cocok dengan kebutuhanmu.

2. Sesuaikan kelengkapan kamera dengan yang kamu butuhkan.  Misalnya lagi butuh kamera yang modelnya trendy, beratnya kurang dari 500 gram atau dari segi sensor yang fullframe atau APS-C, fitur, ISO yang dimiliki tinggi, speed yang sepersekian detik, ada stabilizator atau anti getarnya dan lain-lain.

Apabila kamu membeli kamera sesuai dengan apa yang dibutuhkan maka kamu akan dapat menggunakan kamera tersebut dengan lebih baik dan tentunya kamera tersebut akan lebih berfungsi. Selain itu tips membeli kamera yang bagus lainnya yang harus dilakukan sebelum membeli kamera adalah harus melihat spesifikasi kamera tersebut. Hal ini penting agar kita tahu bagian dalam dan fungsi dari kamera tersebut.

Nah jika sudah melihat spesifikasi dari kamera yang akan dibeli, maka akan tahu apa saja yang dapat kita perbuat dengan kamera tersebut. Jadi dapat mengetahui apakah kamera tersebut sesuai dengan kebutuhan kamu atau tidak. 

Beberapa tips lainnya yang harus kamu perhatikan adalah:

1. Beli kamera di toko yang terpercaya
Sebaiknya membeli kamera pada toko offline yang terpercaya. Dengan ini kamu dapat melihat secara langsung penampilan dan kualitas dari kamera tersebut. Untuk membeli kamera sebaiknya kamu tidak memilih untuk membeli kamera pada toko Online

2. Coba kamera terlebih dahulu sebelum membelinya.
Terakhir, tips membeli kamera yang lainnya yang juga sangat penting adalah kamu harus mencoba kamera tersebut atau mengecek kamera tersebut sebelum memutuskan untuk membelinya.




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...