Sabtu, 31 Desember 2016

Meriahnya Peresmian Karnaval Citra Rasa Homestay Malaysia 2016

Karnaval Citrarasa Homestay 2016 telah diselenggarakan oleh Kementrian Pelancongan dan Kebudayaan Malaysia (MOTAC) pada November lalu. Acara ini padat oleh berbagai kegiatan dan program menarik khusus buat para pengunjung.

Karnaval ini juga telah diresmikan dengan sukses oleh Deputi Kementerian Pelancongan dan Kebudayaan Malaysia, Yang Berbahagia (YB) Datuk Mas Ermieyati Samsudin di Jalan Kota, Bandar Hilir, Melaka.

Karnaval Citrarasa Homestay Malaysia 2016 menampilkan berbagai jenis makanan dan minuman di Malaysia selain persembahan kesenian dan kebudayaan unik dari departemen atau lembaga dan pihak homestay sendiri.

Bertempat di Jalan Kota, Bandar Hilir, Melaka, Karnaval Citrarasa Homestay 2016 ini bertujuan mempromosikan paket, produk, dan aktivitas-aktivitas menarik yang ditawarkan oleh pengusaha-pengusaha Program Homestay Malaysia kepada para pelancong dan pengunjung ke Negeri Melaka.


"Selaras dengan hasrat Kementrian ini untuk terus memantapkan program Homestay Malaysia sebagai salah satu pemacu ekonomi negara melalui pelancongan dan kebudayaan yang berbasis komunitas dan menggalakkan penyertaan masyarakat luar bandar dalam sektor pelancongan, pelaksanaan Karnaval Cirtarasa Homestay Malaysia 2016 ini bertemakan "For Our Culture, Nature, and Future". Ucap YB Datuk Mas Ermieyati.

Karnaval Citrarasa Homestay Malaysia 2016 ini mengumpulkan lebih 180 pengusaha homestay dari 14 negara bagian di seluruh Malaysia. Sampai Oktober 2016, Kementrian Pelancongan dan Kebudayaan Malaysia telah mendaftarkan sebanyak 193 buah homestay di seluruh Malaysia yang terdiri dari 341 buah kampung. Pendapatan negara dari sektor homestay juga meningkat dari Januari hingga Agustus 2016 yaitu sebesar 17.05 juta ringgit dibandingkan tahun lalu yaitu 15.57 juta ringgit. Naik 9.5 persen.

"Dalam program homestay ini, para pelancong berpeluang untuk merasai pengalaman untuk tinggal bersama keluarga tuan rumah pengusaha homestay yang telah berdaftar dengan Kementrian Pelancongan dan Kebudayaan Malaysia serta berinteraksi dan mengalami gaya hidup seharian masyarakat kampung dan kebudayaan mereka."

"Dari semasa ke semasa pihak kementrian akan berusaha untuk mempromosikan industri homestay Malaysia kerana program ini mempunyai potensi yang begitu baik untuk diperluaskan lagi bagi penjanaan pendapatan masyarakat luar bandar khususnya." Tambah YB Datuk Mas Ermieyati lagi.

Gerai dari Pahang.

Gerai dari negara bagian Perak.

Gerai dari Kelantan.

Gerai dari negara bagian Serawak.

Gerai dari negara bagian Kedah. 

Acara yang dimulai pada jam 10 pagi ini telah menarik kedatangan ramai wisatawan serta penduduk setempat agar dapat menikmati sendiri keunikan makanan dan minuman yang disediakan serta merasakan sendiri pengalaman bermain permainan-permainan tradisional.

Acara peresmian yang dimulai pada jam 5 sore ini turut dihadiri oleh Perwakilan Dewan Eksekutif Dinas Pariwisata Negeri Melaka, YB Datuk Wira Hj. Ghazale bin Muhamad yang bersama-sama dengan Datuk Ermieyati berkunjung ke gerai-gerai Citrarasa dan produk homestay.

Peresmian Karnaval Homestay Malaysia. 





Jumat, 30 Desember 2016

Liburan Murah Meriah ke Taman Kolam Sekupang Batam

Menghabiskan libur hari Minggu di bulan Desember ini, saya dan keluarga hanya beraktivitas di rumah saja. Selain Chila yang meminta kami untuk tidak pergi-pergi, saya sendiri sudah malas kemana-mana. Sedang betah di rumah apalagi bulan-bulan lalu hampir setiap Sabtu dan Minggu saya lembur. Kalaupun tidak lembur, selalu saja ada kegiatan. Entah itu arisan, seminar, atau jalan-jalan. Lama-lama badan nge-drop minta haknya.

Karena sering sekali pergi-pergi, maka Chila melayangkan protes. Mendadak ngambek, dan selalu bertanya bunda akan kemana hari Minggu. Haha. Akhirnya, karena ritme pekerjaan mulai melambat, dan tawaran piknik juga sudah berkurang, maka Alhamdulillah akhirnya setiap hari Minggu saya bisa berada di rumah. Menikmati pekerjaan rumah tangga dengan lebih santai dan ceria. Sampai-sampai suami heran melihat saya nggak kemana-kemana. Entah menyindir entah beneran bercanda, dia bilang tumben saya tidak ada acara apa-apa hari Minggu. Jiaahaha.

Minggu lalu, suami mengajak kami makan siang di luar. Di sebuah rumah makan di Kawasan Sekupang, Batam. Tawaran yang langsung kami terima. Mumpung semua pekerjaan telah selesai semua. Setelah makan, kami diajak ke Taman Kolam Sekupang tak jauh dari lokasi rumah makan.

Berada tepat di pinggir Jalan Raya R.E.Martadinata Sekupang, Taman Kolam ini sebenarnya sangat mudah diakses. Gerbang masuk juga terlihat jelas dari jalan raya.

Kesan pertama melihat Taman Kolam Sekupang ini terasa sejuk dan nyaman. Pada permukaan kolam tumbuh subur bunga teratai. Ikan-ikan tampak jinak bergerombol di tepi-tepi kolam. Di sekeliling kolam ditumbuhi pohon-pohon yang rindang dan bunga-bunga.

Untuk masuk Taman Kolam Sekupang, tidak dipungut biaya. Begitu juga dengan parkir. Karena itu, berwisata ke Taman Kolam bisa menjadi alternatif liburan murah meriah bagi warga Batam dan sekitarnya. Liburan yang berbeda dari biasanya.

Taman Kolam Sekupang

Taman Kolam Sekupang



Taman Kolam Sekupang memiliki luas 6.070 meter persegi. Di tepi kolam terdapat jalan yang sudah di conblock dengan bangku-bangku berjejer di setiap beberapa meter. Selain itu terdapat juga jalur jogging dan trek untuk bersepeda. Di beberapa titik terdapat penjual makanan ikan sehingga pengunjung dapat membelinya dan memberi makan ikan.

Bagi anak-anak, memberi makan ikan sangatlah menyenangkan. Sama halnya seperti Chila. Berkali-kali pakan ikannya habis dan membeli lagi. Tampak asyik dan seru sendiri.

Sambil menemani Chila yang sedang memberi makan ikan, saya dan suami duduk di bangku tepi kolam. Berbicara dan mengobrol layaknya orang pacaran. Ah ya, suasana seperti ini, kesederhanaan seperti ini, rasanya istimewa sekali. Duduk berdua di taman sambil bercerita apa saja adalah hal yang telah jarang kami lakukan.

Bahagia itu sederhana. Duduk berdua dan berbicara satu sama lain.

Kamis, 29 Desember 2016

The Settlement Hotel Melaka dalam Pergerakan Evolusi Budaya dan Keramahan


Peserta #ICYDKMelaka di depan The Settlement Hotel.
Foto oleh Gaya Travel Magazine.
Rumah adalah sebaik-baik tempat menyimpan benda kenangan dari masa lalu hingga sekarang. Sementara museum adalah sebaik-baik tempat menyimpan benda-benda bersejarah dan bernilai seni tinggi dari pergerakan zaman ke zaman. Melalui lorong waktu, pergantian penguasa, budaya, dan peradaban, kenangan dan sejarah adalah dua hal yang senantiasa beriringan. 

Di tempat ini, sejenak saya tertegun. Hanya untuk mengagumi. Seakan menggabungkan antara kenangan dan sejarah masa lampau,  saya menyaksikan perpaduan antara ruangan yang homey dengan museum dan galeri antik dalam sebuah hotel di Kota Melaka, Malaysia. Ya, saya menemukan perpaduan dari berbagai unsur sejarah, budaya, dan seni yang melintas zaman dalam hotel yang bernama The Settlement Hotel.

Selasa, 20 Desember 2016

5 Tempat di The Shore Entertainment City Melaka yang Wajib Dikunjungi

Wahana The Shore Entertainment City

Selain mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Kota Melaka (Malaka) seperti St.Peters Church atau Christ Church yang dinobatkan oleh UNESCO sebagai salah satu dari sekian banyak Situs Warisan Dunia, atau selain berjalan-jalan di Jonker Street yang lokasinya sangat diminati oleh wisatawan, ada baiknya teman-teman traveler mempertimbangkan untuk mengunjungi salah satu tempat lainnya yang sangat menarik dan berharga. Tempat tersebut adalah The Shore Entertainment City. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...