Sabtu, 25 Maret 2017

Pa Auk Tawya Barelang Batam, Tempat Tenang untuk Bermeditasi Para Pengikut Budha


Pa Auk Tawya Barelang - Hari Sabtu di pertengahan Februari 2017 lalu saya diajak oleh teman-teman pemilik usaha tour travel di Batam untuk survei ke kawasan Barelang dimana pantai-pantai baru terus saja dikembangkan oleh para pengusaha dan pemodal di sana. Salah satu yang kami kunjungi saat itu adalah Pantai Tegar Putri.

    

  Saya diajak ikut serta survey oleh Bu Luminar pemilik Lunar Travel. Selain itu Bu Lunar (panggilan akrab kami kepada Bu Luminar), juga mengajak A Soleh pemilik Tour Travel Solatiket, Mas Afis Khan pemilik BAV Tours, dan Pak Rudi pemilik Rudi Guest House di kawasan Batam Center. 

Di sekitar Pulau Galang Baru, sepulang survey dari Pantai Tegar Putri, Kami berhenti di tepi jalan dan mengambil beberapa foto ke arah laut. Karena jalanan teramat sepi, kami melompat-lompat seperti anak kecil yang menemukan mainan lamanya yang telah hilang. Tak lupa berfoto-foto di tengah jalan. Begini rasanya orang tua yang berubah menjadi anak kecil. Bahagia, Hahaha. Namun tak berlangsung lama, 15 menit kemudian kami meluncur melanjutkan perjalanan pulang.

Lompat-lompat di jalanan kosong melompong.






Saat sedang melalui Jalan Lintas Barelang - jalan yang menghubungkan Batam dengan pulau-pulau lainnya di bagian selatan -  saya dan beberapa teman iseng-iseng mengobrol sambil bercerita tentang lokasi-lokasi menarik di sepanjang jalan antar pulau ini. Saat itu teman-teman sedang merencanakan dan memilih lokasi mana saja untuk dimasukkan ke dalam paket tour “One Day Batam”.

Saya iseng bertanya kepada Bu Lunar, pemilik Lunar apakah ia sudah pernah mengunjungi Biara Pa Auk Tawya di Pulau Rempang belum. Ternyata ia menjawab belum pernah sama sekali. Begitu juga A Soleh dan Pak Rudi. Sementara Mas Afis, sudah pernah namun ia tidak terlalu hafal jalannya. 

Karena kendaran yang kami tumpangi mengarah ke Pulau Rempang, kebetulan sekali jika sekalian lewat, kami mampir ke sana.

          Karena sama-sama belum mengetahui letak persisnya, saya mencoba googling. Seingat saya banyak teman-teman blogger yang sudah mengunjungi biara tempat bermeditasi tersebut. Jadi mungkin akan lebih mudah jika saya membaca kembali tulisan-tulisan mereka. 

Benar saja, ketika saya menulis keyword “Pa Auk Tawya Barelang Batam” seketika beberapa tulisan teman-teman dari Komunitas Blogger Kepri muncul di halaman pertama google. Dan blog nomor 1 yang mengulas tentang Pa Auk Tawya ini, yang pertama muncul adalah blog Dian Fernanda. Kata Dian di blognya, Pa Auk Tawya terletak beberapa kilometer setelah Jembatan IV Barelang dan terletak di sisi sebelah kanan jalan jika kita datang dari arah Batam atau Jembatan IV. 


Papan petunjuk di sebelah kanan jalan (jika dari arah Batam)
  Karena kami datang dari arah sebaliknya berarti belokannya beberapa kilometer setelah Jembatan V. Lalu jika ada tanda-tanda yang mengarah ke sana tinggal belok kiri. Beruntung Mas Afis jeli dan ia menunjukkan jarinya ke sebuah bukit dimana tampak sebuah bangunan beratap hijau yang mirip biara. Nah akhirnya ketemu juga.


Jalan tanah yang akan segera diaspal

    
Kendaraan pun kami belokkan ke sebelah kiri. Di tepi jalan tampak sebuah gapura dan petunjuk serta jadwal buka tutup untuk pengunjung Pa Auk Tawya. Sementara jalan yang harus kami lalui adalah jalan tanah yang tampak baru saja diratakan oleh kendaraan berat. Sepertinya sebentar lagi jalan ini akan diaspal. 

Untung saja, saat itu kami berkunjung  sekitar pukul 11an, dimana waktu yang cukup tepat untuk melihat-lihat suasana di sana. Setelah memarkir kendaraan, kami menaiki jalan yang cukup menanjak sehingga harus berhati-hati supaya tidak terpeleset.

Bagian yang khas dari Pa Auk Tawya ini adalah tangga yang unik, cantik, dan instagramable. Beberapa foto di instagram yang menunjukkan lokasi tangga ini kerap membuat saya tertarik untuk segera mengunjunginya. Dan memang benar, saat saya mengarahkan kamera ke tangga ini, memang tampak cantik dan menarik.



Nama resmi kompleks bangunan ini adalah Pa Auk Tawya Vipassana Dhura Hermitage. Berfungsi untuk pembelajaran dan praktek meditasi ala Vipassana, sesuai ajaran  Budha Gotama. Bangunan Pa Auk Tawya ini seperti biara dimana menyediakan tempat kondusif untuk belajar dan praktek meditasi di bawah bimbingan biarawan. Selain itu Pa Auk Tawya juga bisa mengorganisir meditasi retret secara teratur, kursus dan ceramah-ceramah keagamaan berdasarkan Tipiaka. Biasanya peserta datang dari luar Batam dan luar negeri.


Selfie di tangga menuju bangunan utama


Sekilas Mengenal Vivassana

Dari yang saya baca, Vipassana berarti melihat segala sesuatu sebagaimana yang sebenarnya. Ia adalah salah satu teknik kuno meditasi dari India. Ajaran ini ditemukan oleh Budha Gotama lebih dari 2500 tahun yang lalu dan telah diajarkan olehnya sebagai penyembuhan universal untuk penyakit universal, yaitu sebuah Art Of Living. teknik non-sektarian yang bertujuan untuk total memberantas kotoran mental dan kebahagiaan tertinggi yang dihasilkan dari pembebasan penuh.



Vipassana adalah cara transformasi diri melalui self-observasi yang berfokus pada interkoneksi mendalam antara pikiran dan tubuh, yang bisa dialami langsung oleh perhatian disiplin untuk sensasi fisik yang membentuk kehidupan tubuh, dan yang terus interkoneksi dan kondisi kehidupan pikiran. Hal ini, merupakan perjalanan diri mengeksplorasi dengan berbasis observasi ke akar batin dan tubuh yang melarutkan kotoran mental, sehingga pikiran yang seimbang penuh cinta dan kasih sayang.

Hukum ilmiah yang beroperasi adalah pikiran, perasaan, penilaian dan sensasi seseorang menjadi jelas. Melalui pengalaman langsung, sifat bagaimana satu tumbuh atau regresi, bagaimana seseorang menghasilkan penderitaan atau membebaskan diri dari penderitaan. Hidup menjadi ditandai dengan peningkatan kesadaran, non-khayalan, kontrol diri dan perdamaian.

Pa Auk Tawya sudah banyak tersebar di beberapa negara seperti Taiwan, Cina, Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Singapura, Indonesia, Sri Lanka, Jerman, Inggris dan Amerika Serikat. Pada umumnya antara Pa Auk Tawya satu sama lain terhubung dan pengikutnya saling mengunjungi untuk melakukan meditasi di salah satunya.

Secara singkat, sistem meditasi yang diajarkan di Biara Pa Auk Tawya berdasarkan pada petunjuk Budha Gotama. Sistem ini terdiri dari tiga tahap pelatihan dari ketaatan sila (sila), mengembangkan konsentrasi (samadhi), sebagai dasar untuk mencapai kebijaksanaan (pañña). Ini dibagi lagi menjadi tujuh tahap pemurnian yang menyediakan formula langkah demi langkah untuk secara sistematis memurnikan tubuh seseorang (tindakan fisik), ucapan dan pikiran dari kekotoran batin dalam rangka mewujudkan Nibbana dalam kehidupan.

***

Di beberapa lokasi tampak himbauan untuk tidak berisik saat berada di biara ini. Hal tersebut tentu saja dimaklumi karena bangunan ini didirikan untuk bermeditasi. Jika pengunjung berisik dan tidak tahu sopan santun, maka para peserta meditasi tidak akan konsentrasi.

Sshh...

Ketika mengintip ke bagian utama bangunan melalui kaca, yang tampak adalah ruang terbuka lebar yang sepi dan tak seorang pun ada di dalam. Kami melipir ke bagian belakang dan ternyata di bagian ini terdapat sebuah bangunan dengan atap berupa stupa-stupa yang mirip dengan stupa di Candi Borobudur.

Di belakang adalah atap bangunan dengan stupa.

Selepas stupa, jalan yang di-pavingblock mengarah ke sebuah patung budha yang berwarna putih bersih. Sejenak kami duduk dan beristirahat di tangga-tangga menuju patung budha sambil menikmati semilir angin. Beberapa remaja tampak sedang beristirahat juga di sana.


Setelah cukup mengambil gambar, kami pun segera turun dengan mengikuti jalan memutar yang mengitari kompleks Pa Auk Tawya ini. 

Siang semakin terik dan kami langsung menuju ke kawasan Mal Top 100 Tembesi dimana kami akan makan siang yang telat di Jo & Jane  Café. Tempat makan yang direkomendasikan A Soleh dimana pemiliknya adalah pasangan suami istri, Teh Julia dan Kang Tatang, dua pengusaha kuliner keren yang sukses menyajikan makan siang spesial untuk kami dengan beragam sambal pedasnya.

Semoga bisa menulis review makan di Jo & Jane. Karena tempatnya bagus serta sambalnya luar biasa pedas.

Akhirnya, syukur Alhamdulilah, rasa penasaran mengunjungi Pa Auk Tawya ini terbayar sudah.


Pa Auk Tawya Vivassana Dhura Hermitage, Pulau Rempang, Rempang Cate, Batam, Kota Batam, Kepulauan Riau 29482, Indonesia. Ditempuh sekitar 8.5 kilometer setelah jembatan IV Barelang lalu belok kanan di pintu masuk yang terdapat gapura atau papan petunjuk.


Sumbe Referensi
1.http://www.paaukforestmonastery.org/
2. http://www.pamc.org.sg/
3. https://en.wikipedia.org/wiki/Sayadaw
4. https://www.dhamma.org/en/about/vipassana
5. https://en.wikipedia.org/wiki/Vipassan%C4%81



 


35 komentar:

  1. Namanya unik ya. Kayanya belum banyak diketahui orang ya tempatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya salah satunya, belum tahu keberadaan tempat ini

      Hapus
    2. Iya belum banyak yang tau.

      Hapus
  2. saya sudah berapa kali lewat tapi gak pernah kesampaian mampir karna selalu kesorean kalau lewat. haha

    BalasHapus
  3. Dulu kirain gak boleh masuk sini. Jadi waktu lewat pun cuek-cuek aja gak kepikiran mampir..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ini pun taunya setelah anak blogger ramai ke sana haha.

      Hapus
  4. waktu ke sana yang meditasi banyak ga mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum masuk waktunya, belum pada datang sih Mbak.

      Hapus
  5. Jalan ,enjelang pa auk nya masih ekstrim tak teh? Stupa di atas atapnya kyknya baru di bikin ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih lumayan, bikin lepas highheel :D

      Hapus
  6. Ih kayaknya bagus.
    Kapan kapan mau dink kesana....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ada kendaraan sendiri mah tinggal cuss ke sana Na.

      Hapus
  7. Baru tau nih teh, masih banyak yang belum tau juga kayaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Soalnya untuk kalangan tertentu aja sih diperuntukkannya.

      Hapus
  8. pengen foto di jalan trans Barelang tapi belum kesampaian. Dulu masuk sini masih gratis, tapi sekarang udah bayar parkir, hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pas kami ke sini belum ada biaya parkir. Mungkin tukang parkirnya lelah menanti karena gak banyak pengunjung :D

      Hapus
  9. Wah pernah maen kesini dan tempatnya asyik ya, berada di atas bukit gitu, angin sepoi-sepoi. Bagi yang beribadah juga jadi nyaman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya tempatnya enak ada semilir angin :D bikin ngantuk.

      Hapus
  10. sunrisesan disini juga bagus ya teh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum tau. Nyoba hunting ah kapan-kapan.

      Hapus
  11. Dan sampai sekarang, aku belum pernah masuk kesini. Cuma numpang lewat saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya wish list area Batam dah kesampaian :D

      Hapus
  12. Pernah ke sini. Bela-belain singgah padahal udah mau malam. Sampe di atas puncaknya, matahari tenggelam dan bersinar jingga.

    BalasHapus
  13. pengen juga kesini tapi belum terlaksana
    kapan ya :( :( :(

    dekipanic.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tinggal dimana Deki? Kalau tinggal di Batam mah kapan pun bisa.

      Hapus
  14. banyak banget yang update disini , tapi jauh amat

    BalasHapus
  15. makasih infonya mba..klo ke batam suka bingung mau kemana yaa hehe... oaling jembatan balerang atau nyebrang aja infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya biasanya Barelang lagi Barelang lagi. Nah di sepanjang Barelang itu ternyata banyak juga tempat-tempat yang menarik.

      Hapus
  16. Aku suka jilbab pinknya yang foto di depan jalan itu, waah seru banget perjalanannya ya Mbk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jiaaah...langsung memerah nih muka. Eh btw jilbabnya aja kan bukan orangnya? Wkwkwk

      Hapus
  17. Memang tenang banget di sini. Saking tenangnya, kalo lagi sepi jadi serem (pengalaman pribadi, huhuhu)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha setingkat di atas sepi adalah seram. Lalu bulu kuduk merinding.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...