Liburan Perdana di Masa New Normal ke Sebuah Pantai Tak Bernama

Di grup WhatsApp arisan Keluarga Samawa yang saya ikuti, ibu-ibu pada mulai melempar ide mengajak untuk liburan atau minimal ketemuan di tepi pantai atau kebun atau apalah yang penting kami bisa bertemu, bertatap muka dan bersilaturahim. Hitung-hitung syukuran beberapa anggota grup yang berulang tahun di Juli ini. Rasanya kangen sekali kami tidak saling bertemu 4 bulan lebih disebabkan pandemi corona. Jiwa-jiwa manusia sebagai makhluk sosial yang senantiasa berkelompok dan berkumpul mulai terpanggil.

Liburan Perdana di Masa New Normal
Awan dan langit di sepanjang perjalanan

Masa New Normal merupakan sedikit angin segar yang membuat kami dapat saling bertemu kembali. Beberapa objek wisata di Batam sudah boleh dibuka dan dikunjungi. Aktivitas sosial seperti berkumpul dan melakukan acara-acara sudah dibolehkan dengan tetap memperhatikan aturan mengenakan masker, jaga jarak dan cuci tangan.

Beberapa ibu termasuk saya mulai bersepakat untuk liburan ke pantai saja. Namun pantai yang sepi yang belum banyak pengunjungnya sehingga meminimalisir pertemuan dengan orang banyak. Pantai yang tidak dikenal oleh masyarakat umum. Yang kami dahulu pernah berlibur bersama ke sana. Ada gitu? Adaaaaa. Ceritanya bisa dibaca di tulisan yang berjudul: Berlibur ke Salah Satu Pantai Tersembunyi di Pulau Galang.

Di grup WhatsApp pembahasan berlibur mulai alot. Sepertinya bapak-bapak belum begitu antusias. Masih tarik ulur. Beberapa ibu lainnya malah sudah terang-terangan tidak akan ikut. Namun, anak-anak terlanjur baca perbincangan di grup whatsApp. Mereka sudah saling mengabari satu sama lain bahwa kami akan pergi ke pantai. Lalu mereka janjian mau begini dan begitu. Padahal kami baru berencana. Maklum anak-anak sudah bosan dan suntuk di rumah terus. Sekolah juga belum mulai-mulai.

Karena melihat antuasme anak-anak yang meledak-ledak dan juga karena rasa kasihan ya sudah sepertinya kami jadikan saja rencana ini. Karena takut mengganggu suasana grup yang kurang kondusif, akhirnya para ibu yang minat berangkat liburan membuat grup baru khusus untuk jalan-jalan. Sehingga kami bisa fokus membahas tentang lokasi yang dituju, transportasi, makanan, biaya-biaya dan persiapan lainnya.

Alhamdulilah persiapan lancar. Hari Minggu 5 Juli 2020 kami berdelapan keluarga akhirnya berangkat. Kami menyewa minibus seharga 800 ribu dengan kapasitas penumpang 25 orang. Tujuan kami adalah ke sebuah pantai tanpa nama di sisi kiri Pantai Melur Barelang. Karena di sana terdapat seorang bapak nelayan dan penunggu pantai yang bernama Pak Ujang, maka kami menyebutnya Pantai Pak Ujang. Sengaja memilih tempat ini karena sepi jarang pengunjung sehingga keamanan dan kenyamanan bisa terjamin. Meskipun demikian kami tetap memperhatikan aturan-aturan dan prosedur Covid-19. 

Perjalanan menuju pantai memakan waktu 1 jam 10 menit. Kendaraan kami masuk melalui Pantai Melur lalu belok ke sebelah kiri melewati jalan tanah diantara kebun-kebun mangga. 5 menit kemudian kami tiba di sebuah pantai tak bernama yang kami sebut Pantai Pak Ujang. Dari parkiran sudah terlihat pantai yang landai dengan pasir yang terhampar jauh ke tengah laut. Sementara pagi itu air laut masih surut dan batas bibir pantai berada jauh berpuluh meter ke tengah sana. 

Liburan Perdana di Masa New Normal
laut sedang surut

Melihat pantai sudah di depan mata, sontak saja anak-anak berhamburan dengan segera. Mereka rindu pantai, mereka rindu untuk nyebur ke dalam air laut. Teriakan para ibu mulai bersahutan, menyuruh anak-anak untuk berehat sebentar dan mengganti pakaian. Anak-anak tetap saja berlarian. Teriakan ibu sudah tidak mempan lagi. Anak-anak kadung nafsu, mereka terus saja meluncur menuju tepian air laut yang jauh berpuluh meter ke tengah. 

Sementara anak-anak langsung melarikan diri ke laut dengan ditemani kakak-kakaknya yang sudah besar, para ibu dan bapak mulai berbenah meletakkan barang-barang bawaan di sebuah aula yang cukup luas yang terletak berhampiran dengan musala. Jika air pasang, aula dan musala ini berada di atas laut.

Aktivitas kami selanjutnya mempersiapkan makan siang. Para bapak mengurusi bakaran arang untuk memanggang sate sedangkan para ibu mempersiapkan sosis, bakso, ikan dan terong untuk dibakar. Sebagian mengulek sambal sebagian lagi mempersiapkan lauk dan nasi matang yang sudah dibawa dari rumah.

Selesai bakar-bakar, kami pun makan bersama. Alhamdulillah nikmatnya makan bersama sangat terasa. Sementara kami makan, anak-anak sebagian ada yang naik sebagian lagi tetap di tepi laut. Kalau sudah keasyikan berenang dan main air begitu, bahkan untuk makan siang saja mereka lupa. Tapi para orang tua tidak lupa, tetap mempersiapkan makan untuk mereka lalu berteriak memanggil. Saat mereka datang lalu menyuapinya. Selepas itu, dengan berbasah-basahan mereka kembali ke laut. Berendam lagi, bermain air laut lagi.

Liburan di Mas New Normal
Makan Bersama. Foto: Yulianti


Saya sendiri semenjak datang, tidak beranjak ke pantai atau ke tepi laut untuk berenang. Selain tidak membawa baju ganti, rasanya malas untuk basah-basahan. Hanya dengan memandang pantai dan laut saja sudah cukup melepas kerinduan akan suasana liburan. Selebihnya saya selonjoran sambil mengobrol dengan ibu-ibu lain, sesekali beralih ke hammock yang dipasang di tiang aula.

Aktivitas berkumpul dan mengobrol seperti ini saja, sudah lumayan menjaga kewarasan dan melepaskan kerinduan untuk bercengkrama sesama teman. Saya tidak dapat membayangkan bagi mereka yang hidup sendiri jauh dari keluarga dan keramaian manusia. Atau mereka yang terkena covid-19  yang selama 14 hari bahkan lebih, benar-benar di karantina tanpa dapat berinteraksi dengan orang lain kecuali perawat dan dokter saja. 

Maka, dengan tetap waspada dan  menjaga protokol covid-19 dengan benar, dapat  mencegah dan mengurangi penyebaran penyakit ini sehingga kita bisa kembali ke kehidupan normal seperti sedia kala. Bukan tidak mungkin, tapi harus. Sehingga sendi-sendi kehidupan yang kita bangun sejak dulu seperti bersosialisasi, berkumpul, berorganisasi dan berinteraksi tidak tercerabut dan tidak lagi dihantui oleh rasa takut dan bersalah dikarenakan covid-19.

Perang melawan pandemi ini mungkin masih lama. Namun harapan akan selalu ada. Tugas kita adalah menghentikan penyebaran dan bahkan menghapus keberadaan penyakit ini dari muka bumi. Semoga saja dengan disiplin dalam menjaga aturan, kita akan dapat memerangi dan menghapuskannya.

Di Masa New Normal ini, berwisata sudah dibolehkan, namun tetap harus mematuhi protokol covid-19 yang sudah ditetapkan pemerintah. Kenakan masker, jaga jarak, dan selalu mencuci tangan. Jangan anggap sepele aturan-aturan yang sudah dibuat hingga baru menyesal di kemudian hari.



25 comments :

  1. Duh... jadi kangen liburan ke pantai deh...

    ReplyDelete
  2. Jalan-jalan ke luar, belum nih. Tapi waktu masih awal Pandemi ngumpul keluarga, makan bareng di rumah sambil bakar ikan. Kudu sabar dulu deh

    ReplyDelete
  3. Ya ampyuuun nikmatnya jalan2 dan makan2 bersama orang tercinta. Iya sih udah pusing mikirin corona yang belum kelar2. DI masa new normal kita bepergian juga bisa asalkan diterapkan prokotol kesehatannya. Jadi di sisi kiri Pantai Melur Barelang ini ada pulau tak bernama ya, jadi tau deh akuh. TFS mb Lina.

    ReplyDelete
  4. Ya ampun seru bangeeet. Sudah gitu di sana dekat dengan pantai ya, Mbak. Cuma 1 jam sudah sampai. Kalau di Jakarta paling dekat pantai Ancol tapi nggak bisa semua orang masuk ke sana, sejak diberlakukan new normal yang boleh berkunjung ke kawasan wisata itu baru yang memiliki KTP Jakarta, sementara aku KTP Tangerang haha. Semoga bisa liburan lagi dalam waktu dekat.

    ReplyDelete
  5. Senengnya sudah bisa main di pantai. Anak-anak juga sudah minta jalan-jalan, saya juga merasa butuh piknik tapi belum berani pergi ke tempat umum. Tapi kalau sepi gini tempat wisatanya aman aja kali ya.

    ReplyDelete
  6. Karena di Surabaya jarang ada pantai, dan kondisi covid masih rameee bgt grafik kasusnya, daku cuma bisa membatin, "DUUUHH, MUPENG BANGEETT LIBURAN, euy!"

    Postingan yg sukses bikin puengeenn Mba :D

    ReplyDelete
  7. Senangnya ya bisa kumpul2 lagi, jalan-jalan ke pantai, makan bersama. Jadi pengin liburan ke pantai juga, tapi masih belum berani jalan-jalan hehe. Anak-anak juga sudah mulai sekolah onlinenya sekarang.

    ReplyDelete
  8. Ngomporin aku sih ini, soalnya wacana mau ke pantai sudah berapa kali di sebut. Btw, kenapa di sebut pantau tanpa nama ya

    ReplyDelete
  9. Jalan2 ke pantai yg sepi dan berkumpul dengan org2 terdekat. Serunya...serasa lagi wisata ke pantai pribadi
    Hehehehe
    Lumayan ya..liburan di new normal melepaskan penat setelah berbulan-bulan masa PSBB

    ReplyDelete
  10. Jiwa-jiwa yang haus petualangan, di bekap di rumah selama 4 bulan, tentunya bersyukur banget ya Mbak, tempat wisata di buka kembali. Walau hanya bisa main di pantai yang sepi, yang penting kan pikniknya bersama teman-teman tercinta ya

    ReplyDelete
  11. Baca tulisan ini sukses banget membuat aku semakin rindu akan pantai mbak.. semoga bulan depan bisa ke pantai juga yaa..seneng banget liatnya.. begitu damai dan kompak banget liburannya mbak.. happy banget pastinya ya mbak

    ReplyDelete
  12. hehehe... anak-anak suka bacain info di group wa orang tuanya juga ya. Pokoknya kalau udah kena anak-anak, lebih susah, baru wacana/rencana, mereka udah heboh persiapan dan pengen segera berangkat

    ReplyDelete
  13. Wahhh...jadi kangen pantai juga. Padahal dari rumah tak sampai satu jam perjalanan ada pantai. Tapi belum kepikiran

    ReplyDelete
  14. ahaii, the same with my husband. he didnt want to travelling or going somewhere in my kidz, he still worried.

    ReplyDelete
  15. Pantai adalah tempat idola buat saya. Pengen mengunjungi tetapi sangat jauh. Semangat terus share tempat wisata.

    ReplyDelete
  16. Auwww... Pengen mantai jugaa. Di Malang Selatan pantainya juga berjejer2 dan rindu untuk segera kesana. Asyik ya mba Lina bisa refreshing

    ReplyDelete
  17. Sungguh kangen pantai, dulu waktu tinggal di Papua dan Makassar hobinya mantau, kalau sekarang jauh banget kudu turun gunung kalau mau ke pantai huhu

    ReplyDelete
  18. Senengnyaaa bisa main ke Pantai ramai-ramai begitu. Aku sudah satu tahun lebih belum main ke pantai lagi. Masih takut dan was-was karena covid-19. Padahal yang penting kita melaksanakan protokol kesehatan yang dianjurkan, Insya Allah aman.

    ReplyDelete
  19. Emang susah jaga kewarasan kalau di rumah mulu. Senengnya bisa liat pantai walau sejenak.
    Btw udah setua ini aku skrng jg males basah2an di pantai, beda ma zaman kecil dulu wkwkwk, kalau anak2 ma hajar aja :D

    ReplyDelete
  20. Tempat Mba Lina udah aman ya untuk traveling, jadi nggak masalah juga main ke pantai yang sepi.
    Aku masih belum berani karena wilayah kami zona merah, padahal udah kangen mantai

    ReplyDelete
  21. Kompak banget siih, kak Lina.
    Temen rasa saudara gini mah yaa..Gak hanya orangtuanya yang berteman akrab, anak-anaknya pun...
    Indahnyaaa...

    Kompak selalu yaa, kak Lina dan sahabat-sahabat arisan Keluarga Samawa.

    ReplyDelete
  22. alhamdulillah sudah mulai bisa jalan dan liburan lagi ya mba. Aku kemarin ada urusan ke Lampung dan senang bisa diving lagiii. Walaupun masih terasa was - was juga

    ReplyDelete
  23. Wiuuu...senangnya berlibur. Memang ya mBak..coid -19 ini mengubah banyak hal. Ini kami sudah dua minggu di Makasar tapi belum ke pantai. baru lewat2 doang hahahah

    ReplyDelete
  24. yes aku pun sudah mulai coba berkunjung ke tempat wisata..Semoag pandemi ini cepetlah pergi ya...biar kita bisa jalan-jalan dengan santay dan tanpa khawatir ..

    ReplyDelete
  25. Belum berani kemana mana meskipun di sini sudah seolah ngga ada apa apa
    Jadi kangen ngePantai juga bareng keluarga

    ReplyDelete

Halaman ini dimoderasi untuk mengurangi spam yang masuk. Terima kasih sudah meninggalkan komen di sini.

My Instagram

Made with by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates