Tuesday, 7 August 2018

Colour to Life Membuat Hidup keluarga Saya Semakin Berwarna

Sejak umur dua tahun Chila sudah mulai suka dengan dunia gambar-menggambar. Meskipun hanya berupa garis dan corat-coret coretan tidak jelas, namun ia tetap bangga dapat melakukannya. Yah namanya juga balita. Saat itu saya percaya bahwa menulis atau menggambar, sangat bagus untuk melatih saraf motorik Chila dan juga dapat menstimulasi tumbuh kembang otaknya. Maka, meskipun ia masih kecil, saya seringkali menyediakan buku gambar kosong dan pensil untuk ia corat-coret sesuka hati.



Monday, 6 August 2018

Menelisik Keanggunan Masjid Agung Natuna Masjid Tercantik di Kepri

Anggun, Indah, dan megah. Itulah kesan pertama tatkala kendaraan yang kami tumpangi melaju menuju kompleks Masjid Agung Natuna. Dengan berlatarkan Gunung Ranai yang hijau dan asri, keanggunan kubah-kubah masjid Agung Natuna yang dominan berwarna hijau, semakin terpancar bagai zamrud yang berkilauan di ujung utara Selat Karimata.

Masjid Agung Natuna
Masjid Agung Natuna

Wednesday, 1 August 2018

Cara Mendapatkan Promo Belanja

Beberapa waktu yang lalu saya belanja online dan mendapat banyak promo dan diskon untuk beberapa produk buat keperluan traveling. Jelas ngiler dong, tapi mencoba bertahan supaya kuat iman. 😁


Monday, 30 July 2018

Potensi Air Bersih untuk Kehidupan Masyarakat Danau Toba yang Lebih Baik

Danau Toba - Matahari pagi memancarkan warna keemasan di ufuk timur. Bak lazuardi yang kemilau, sinarnya menyinari bukit-bukit kokoh yang mulai menyibakkan selimut kabutnya. Tersingkap jelas lekuk-lekuk punggungan serta jurang-jurangnya yang terjal. Pohon-pohon pinus berjejer di lereng-lereng perbukitan, seakan berbaris menyambut datangnya pagi. Sementara itu, semburat sinar mentari membias berkilauan di permukaan danau, memantulkan warna keperakkan pada riak-riak air. Sungguh pagi yang menakjubkan di pinggiran Danau Toba, Sumatera Utara.


Danau Toba. Foto: Shutterstock.com


Pagi itu, bentor yang saya tumpangi melaju menyusuri jalan aspal sepi di tepian Danau Toba. Dari dalam kendaraan roda tiga tersebut, saya mengamati pemandangan sekeliling. Damai seketika menelusup ke dalam jiwa. Ketenangan seakan merasuki rongga dada. Saya menarik nafas perlahan, membiarkan udara bersih di sini mengisi ruang-ruang dalam paru-paru saya. 


Menerawang ke kejauhan, ke tengah danau yang berkilauan oleh sinar keperakaan, saya hanya mampu termangu. Betapa luar biasanya danau terbesar di Indonesia ini. Betapa terberkatinya penduduk di sekitar sini. Betapa banyak manfaat yang bisa dipetik oleh masyarakat sekitar karena keberadaannya. Baik dari atas permukaannya hingga ke kedalaman air danaunya. Dengan segala potensi yang ia punya, Danau Toba tentu akan mampu menghidupi masyarakat yang hidup di sekelilingnya. 


Sebagai sebuah danau terbesar dan terluas di negeri ini, maka potensi utama yang dimiliki Danau Toba adalah persediaan air tawar. Air yang melimpah dan tinggal mengolah serta mengelolanya dengan benar. Terutama sebagai salah satu sumber air bersih bagi penghidupan dan kehidupan warga di sekitar nya. 


Mungkin karena itulah, karena ketersediaannya yang melimpah, Filter Air Bersih di Danau Toba dibangun. Sebuah terobosan baru yang tentu saja disambut gembira oleh masyarakat sekitar. Karena selama ini masyarakat hanya mengharapkan air bersih dari mata air yang mengalir ke wilayahnya. Dan itu pun cukup jauh dari tempat tinggal mereka. Tatkala musim kemarau tiba, mata air menjadi alpa dan tiada. 


Pembangunan Filter Air Bersih Danau Toba yang diinisiasi tersebut telah diresmikan di Nagori Tambun Raya, Kecamatan Pematang Damanik, Kabupaten Simalungun Sumatera Utara. Sebuah peresmian yang menyunggingkan senyuman di mata warga.


Teknologi ini tentu bukan hal baru. Di Pulau Batam Kepulauan Riau, Satu juta lebih penduduknya hidup dengan mengkonsumsi air yang berasal dari danau-danau atau dam buatan. Air danau yang berasal dari curah hujan yang ditampung dan kemudian diolah oleh sebuah perusahaan swasta untuk dialirkan ke rumah-rumah penduduk. Ada sekitar 7 danau yang menjadi sumber air bersih bagi warga pulau yang dekat dengan Singapura ini. 


Kita mungkin masih hafal dengan baik Pasal 33 UUD 1945 ayat 3 yang berbunyi ”Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Maka dalam hal ini, negara mempunyai tanggung jawab dalam memelihara dan mengelola sumber air dalam kerangka kemakmuran rakyat. Sehingga upaya-upaya dari pemerintah maupun swasta dalam memelihara kelestarian Danau Toba harus kita dukung bersama.


Ke depannya, masyarakat tidak cukup hanya menggunakan saja. Sumber air di Danau Toba juga perlu dipelihara dan dilestarikan melalui program-program yang mendukung gerakan kebersihan air di Danau Toba seperti KALPATARU, gerakan penanaman 11,000 pohon dan GAUL (Gerakan Aksi Untuk Lingkungan), sebagai upaya pelestarian Danau Toba yang terus berlanjut.


Bentor yang saya tumpangi telah berlalu sejak 7 jam yang lalu. Di puncak Gunung Pusuk Buhit, gunung yang dikenal menjadi tempat asal-usulnya suku Batak, saya berdiri mematung memandang bentangan alam yang terhampar di hadapan. Inilah wujud sekarang dari salah satu peristiwa dahsyat sepanjang sejarah peradaban umat manusia. Hasil dari letusan dahsyat Gunung Toba Purba pada 74.000 tahun yang silam. Bukit-bukit yang mengelilingi Danau Toba memang seperti sebuah kerucut besar yang dipangkas setengah. Kerusakan alam yang kini menjadi berkah bagi kelangsungan hidup manusia di sekitarnya.


Baca juga kisah perjalanan saya mendaki gunung Pusuk Buhit di catatan ini: Catatan Perjalanan Gunung Pusuk Buhit.

Thursday, 26 July 2018

Tamasya ke Nusantara Lama Bersama Film Buffalo Boys

Sebagai penyuka sejarah yang juga suka kelayapan, saya selalu penasaran dengan suasana nusantara zaman dahulu kala. Terutama pada zaman kolonial Belanda dan bahkan masa-masa sebelum itu. Zaman kerajaan-kerajaan di nusantara sedang jaya-jayanya.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...