Tuesday, 11 November 2014

Membingkai Matahari

Menyaksikan matahari terbit dari timur di sebalik pohon-pohon pinus dan membingkainya dalam bidikan kamera adalah hal yang luar biasa bagi saya. Ada syukur yang tak terucap, ada haru yang meresap dalam kalbu. 

Do'a-do'a terlantun pelan, seiring pergerakan mentari yang merayap perlahan-lahan. Merah, jingga, dan keemasan. Sungguh pagi yang sangat menakjubkan.

Tak sia-sia kami berdesakan berhimpitan di Puncak Penanjakan. Selamat datang di negeri ini.

Foto ini diikutsertakan dalam Turnamen Foto Perjalanan Ronde ke-52 yang diselenggarakan oleh Depz.


 

Tuesday, 4 November 2014

Gunung Papandayan, Sebuah Monolog Cinta Pertama

Sebuah Monolog
Ketika cinta tumbuh dalam diam, aku kerap menatapmu teramat dalam
Sedalam kawah-kawahmu, sedalam jurang-jurangmu, dan sedalam lembah-lembahmu yang gelap itu
Ketika cinta berpadu dengan waktu, aku kerap berbaring dalam pelukmu
Peluk yang gigil, yang menyublim dalam beku, dalam selimut kabut dan rona jingga lembayungmu

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...