Friday, 29 January 2016

Rebutlah Hadiah Uang Tunai Lebih dari 300 Juta Rupiah di Festival Penyengat 2016

Festival Penyengat 2016Pulau Penyengat adalah sebuah pulau yang dikenal sebagai mahar pernikahan dari Raja Mahmud Sultan dari Kerajaan Riau - Lingga kepada istrinya Raja Hamidah atau yang lebih dikenal sebagai Engku Puteri.

Di pulau ini pulalah Raja Ali Haji seorang cendekia, alim ulama, penyusun kaidah-kaidah tata bahasa dan ejaan perkamusan, juga seorang pujangga, terlahir dan dibesarkan. Menjadikan bahasa Melayu Riau layak dipakai sebagai bahasa surat menyurat, bahasa buku, dan bahasa kesusastraan, hingga berkembang menjadi bahasa Indonesia seperti sekarang ini. Karyanya yang fenomenal adalah Gurindam Dua Belas.

Karena jasa-jasanya sebagai peletak dasar-dasar kaidah bahasa Indonesia, maka Raja Ali Haji dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional di bidang Bahasa oleh Pemerintah Indonesia.

Saya pernah beberapa kali berkunjung ke Pulau Penyengat. Yang pertama bersama rekan-rekan Majelis Taklim perusahaan dimana saya bekerja. Dalam kunjungan itu kami disambut oleh tari-tarian Melayu yang rancak dengan musik yang melenakan. Semenjak saat itu, saya langsung jatuh cinta dengan seni dan budaya Melayu, terlebih setelah itu kemudian membaca Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Saya terpekur dan mengaminkan semua bait-bait dalam Gurindam tersebut.

Setelah itu berkali-kali saya kembali ke Penyengat untuk mengantar teman-teman kerja dan teman traveler dari Jakarta yang ingin sekali menginjakkan kaki di pulau bersejarah tersebut. Terakhir saya ke Penyengat pada tahun 2006 saat mengantar teman dari Kuala Lumpur dan Sabah. Mereka adalah orang-orang Melayu yang ingin merunut kembali masa kejayaan nenek moyangnya.  Yang membuat saya terharu adalah mereka bilang bahwa kita adalah bangsa yang sama, satu rumpun dan satu kisah dalam  sejarah. Sepuluh tahun berlalu dan saya rindu ingin kembali ke sana.
Festival Penyengat 2016Pemandangan Pulau Penyengat. Foto: Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang

Tahun 2016 ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang bekerja sama dengan Kementrian Pariwisata Republik Indonesia akan menggelar event besar bertajuk Festival Pulau Penyengat 2016 yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 hingga 24 Februari 2016. Pulau Penyengat berjarak kurang lebih 1.5 kilometer dari ibukota Provinsi Kepri, Tanjungpinang.

Pada Festival Penyengat 2016 ini akan digelar berbagai lomba, pameran, dan klinik sastra. Untuk hadiah lomba tak tanggung-tanggung Dinas dan Kementrian Pariwisata menggelontorkan uang senilai lebih dari 300 juta rupiah untuk pemenang lomba. Lomba-lomba yang akan diadakan diantaranya adalah:

1.  Lomba Jong
2.  Lomba sampan layar
3.  Lomba sampan dayung
4.  Lomba tangkap itik
5.  Lomba layang-layang
6.  Lomba renang tradisional
7.  Lomba pukul bantal
8.  Lomba fashion show busana Melayu
9.  Lomba kuliner Melayu
10. Lomba pompong hias
11. Lomba becak hias
12. Lomba pidato sadar wisata
13. Lomba fotografi
14. Lomba membaca Gurindam Dua Belas, dan banyak lagi yang lainnya.


Setidaknya ada 4 tujuan utama digelarnya Festival Penyengat 2016 ini. Yang pertama adalah untuk meningkatkan wawasan wisata dan cinta budaya khususnya budaya Melayu. Kedua, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir terutama masyarakat Pulau penyengat. Ketiga,  mengembangkan industri kelautan secara sinergi, optimal dan berkelanjutan yang meliputi industri maritim, wisata & olahraga bahari, perikanan & jasa kelautan. Terakhir yang keempat adalah untuk meningkatkan kunjungan wisata ke kota Tanjungpinang khususnya Pulau Penyengat.  

Masih ada waktu untuk membooking tiket pesawat/kapal dan menentukan jadwal keberangkatan. Ada banyak direct flight dari Jakarta menuju Tanjungpiang dan Batam sebagai kota terdekat dengan Pulau Penyengat. Yuk siapa yang berminat segera datang dan berkunjung ke acara Festival Penyengat 2016. Saya juga akan berangkat kok. mari segera Packing :D 
























Thursday, 28 January 2016

Touching The Void Sebuah Pergulatan Hidup Dari Bayang-Bayang Kematian

Judul: Touching The Void
Penulis: Joe Simpson
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Tebal: 254 halaman
Terbit: Oktober 2006


Buku Touching the Void. Sumber: goodreads
“19 Mei 1985. Kemah induk. Embun beku turun lebat tadi malam. Langit cerah pagi ini. Aku  masih berusaha menyesuaikan diri di sini. Tempat ini sungguh terpencil, tapi sekaligus menggairahkan; jauh lebih menggairahkan daripada di Alpen – tak ada rombongan pendaki, tak ada helikopter, tak ada regu penyelamat – Cuma kami dan gunung-gunung itu…. Hidup terasa lebih jauh bersahaja dan lebih nyata di sini. Mudah rasanya membiarkan pelbagai peristiwa dan perasaan lewat begitu saja…” halaman 5.


Buku Touching the void menceritakan sebuah kisah pendakian gunung yang epik namun mencekam dan memilukan. Kisah tentang bagaimana bertahan hidup di gunung bersalju yang nir kehidupan. Dengan bahasa yang penuh sentuhan sastra buku ini berhasil memenangi Boardman Tasker Award, sebuah penghargaan bergengsi untuk buku-buku pendakian gunung yang bernilai sastra, pada tahun 1988.

Thursday, 21 January 2016

Fish Talk Resto Batam Restoran Tematik Dengan Menu Utama Ikan


Kulineran di Batam seakan tak ada habisnya. Dari jajanan pasar, fast food, street food, sea food, Chinese food. Banyak juga restoran dengan menu tradisional daerah seperti Restoran Padang, Restoran Batak, Restoran Sunda, dan beragam jenis restoran yang menjual makanan dan minuman lainnya tersebar hampir merata di seluruh penjuru Pulau Batam.

Di pesisir tepi-tepi laut biasanya terdapat kelong dan resto apung yang menyediakan sea food. Di tepi-tepi jalan ada banyak jenis pilihan jajanan dan lauk. Di kawasan-kawasan industri ada pujasera. Di mal-mal ada fast food dan juga street food. Lengkap deh. Tinggal menyesuaikan budget mau kulineran di level mana. Level kantong kempes, kantong tebal, kartu debit, atau kartu kredit.


Wednesday, 20 January 2016

[Review] Hotel Butik Terbaik di Batam Hanya di Hotel Kaliban

Hotel Kaliban, Batam Centre

Sabtu, 9 Januari 2016 yang lalu saya janjian dengan seorang teman Blogger Batam pemilik blog www.adventurose.com, Dian Radiata, untuk menginap bareng di Hotel Kaliban Batam Centre. Tentu saja nginapnya beda kamar karena kami mengajak serta keluarga masing-masing.

Setiap diajak menginap di hotel, Chila selalu antusias sekali. Bahkan jika saya memberi tahu akan menginap di hotelnya jauh-jauh hari, hal itu akan dibahas Chila setiap saat. Bertanya kapan dan kapan sambil terus menghitung waktu. Menghitung berapa hari lagi. Jika pun harinya sudah tiba, Chila akan menanyakan berapa jam lagi. Jika jamnya sudah tiba, Chila akan bertanya berapa menit lagi. Pertanyaan akan berhenti dan tergantikan dengan pertanyaan lain saat kami berangkat. Haha dasar anak-anak. Eh tapi tidak Chila saja yang bertingkah begitu. Ternyata Lala, putri dari Dian yang berambut kriwil dan pipi tembem pun sama ceriwisnya.

Sabtu siang itu, saya memberitahu Chila kalau kami akan dijemput Mamanya Dek Lala (begitu saya memanggil Dian Radiata). Dua jam sebelum jam keberangkatan, Chila sudah dandan rapi meskipun saya menyarankan untuk tidak cepat-cepat karena takut kelamaan menunggu. Tetap saja Chila bersikukuh.

Dari rumah kami di Batu Aji, jalan menuju Hotel Kaliban ternyata mudah sekali. Tinggal lurus menyusuri jalan protokol Jalan Letjen Suprapto yang menghubungkan Batu Aji dengan Batam Centre. Ketika menemukan persimpangan atau perempatan dekat Kepri Mall tetap lanjut lurus ke arah Batam Centre menyusuri Jalan Jendral Ahmad Yani. Tiba di simpang lampu merah yang oleh masyarakat Batam disebut dengan Simpang Franky (dibaca frengki :D) yang dekat Politeknik Batam, langsung belok kanan menyusuri Jalan Laksamana Bintan. Tinggal terus lurus. Tepat di ujung jalan Laksamana Bintan di tepi sebelah kiri yang beririsan dengan  Jalan Raja Isa  terlihat bangunan Hotel Kaliban yang tinggi menjulang sendiri.

Di parkiran depan hotel, kami disambut oleh seorang bellboy yang hendak membawakan barang bawaan, namun karena bawaannya cuma ransel satu jadi sekalian saja digemblok di punggung, bawa masuk sendiri.

Hawa dingin langsung menyeruak tatkala kami masuk ke lobby hotel. Senyum ramah dua orang resepsionis mempersilahkan kami untuk melakukan check-in. Karena Chila maunya tidur dengan kasur sendiri, saya memesan kamar yang mempunyai fasilitas double bed. Semula khawatir kena extra charge tapi ternyata tidak. Syukurlah.

Foto kamar saat rapi dulu sebelum diacak-acak anak-anak :D

Langsung goleran


Beberapa saat setelah proses check in selesai, kami langsung menuju lantai dua kamar nomor 210 dan 212. Saya menempati kamar nomor 9 dan Dian kamar nomor 10. Ketika membuka kamar, Lala dan Chila langsung menyeruak masuk tak sabar ingin segera nonton frozen di youtube dengan membuka wifi di kasur yang empuk. Karena wifi kencang dan lancar jaya, anak-anak asyik menonton film-film kartun dan game kesukaan lainnya di youtube. Yaelaah dasar anak masa kini. Emaknya ngiri mode on.

Fasilitas kamar dilengkapi televisi, air conditioner (AC), lampu tidur, meja rias berikut kursinya serta sebuah kapstok yang tergantung dalam panel kayu dengan hanger bergantungan. Karena suka dengan motif kayunya yang natural saya tergoda untuk duduk berfoto-foto di sana. Kalau ketahuan pihak hotel bisa kena marah nih. Hihi. Untung saja saya kurus jadi beban badan yang menduduki panel kayu tidak seberat beban hidup. Eh apaseh? Haha. Terlebih saat itu muncul keinginan untuk pamer tas ransel dan rok ke teman-teman blogger di grup WhatsApp. Iyalah tas dan rok tersebut saya dapat dari voucher salah satu e-commerce sebagai imbalan menulis sebagai blogger. Jadi harus diceritain ke blogger lain. Wkwkwk. FoMo banget guweh. Biarin ah yang penting saya bahagia (baca: pura-pura bahagia), tidak sombong (meski songong), rajin menabung (yang ada rajin ngutang ke warung), dan rajin beribadah (yang benar rajin ngerumpi).

 
Tas dan rok baru buat pamer ke grup WA haha. 

Saat diminta untuk memfoto saya, untungnya suami yang baru saja datang ke kamar hotel tidak komplain atau memprotes. Dia rela terbungkuk-bungkuk, miring kiri, miring kanan, jongkok mencari angle yang pas demi memfoto istri tercintah. Laaah ini yang banyak gaya kok tukang fotonya sih? Hahah.

Sebenarnya dalam hati bertanya-tanya apakah Si Ayang senang atau tidak dengan dandanan dan gaya pakaian yang saya kenakan saat itu. Soalnya selama ini dialah yang jadi pemerhati fashion saya. Ceilah bahasanya. Iya sih, betul juga. Selama ini pakai baju apa pun saya, suami suka menilai dan menyarankan begini begitu. Saya justru tambah senang diperhatikan seperti itu. So far dia nggak komplain apa-apa hanya diam termangu menatap istrinya penuh rasa suka berarti dia suka. Hihi. Asyiiik.

Anggun kan? Anak Gunung :D

Selesai sesi pemotretan model gagal, saya melihat-lihat ke jendela kamar. Pas sekali jendelanya menghadap ke Purimas Residence. Di bawah sana berjejer rumah-rumah type 45 ke atas yang berkelompok membentuk cluster. Lingkungannya tampak asri dan bersih. Tidak ada sampah dan barang-barang yang tidak perlu di sekitar perumahan. Ketika keesokannya bangun pagi dan mengintip ke bawah jendela lagi, saya melihat beberapa orang petugas kebersihan sudah bekerja mengangkut sampah-sampah dari halaman rumah warga.


Purimas Residence dengan view Bukit Clara Batam Centre

Dian Radiata


Dengan taglinenya sebagai Batam’s Finest Boutique Hotel, Hotel Kaliban yang terletak tak jauh dari pusat pemerintahan kota Batam ini merupakan hotel yang sangat strategis keberadaannya. Hanya berjarak kurang lebih 5 menit dari Terminal Ferry Batam Centre dan 15 menit dari Bandara Hang Nadim Batam dengan lalu lintas sangat lancar. Selain itu Hotel Kaliban dekat dengan berbagai fasilitas bisnis, hiburan, dan rekreasi. Pusat belanja seperti Mega Mall dan Kepri Mall hanya berjarak beberapa menit saja dari hotel. Begitu juga dengan bank-bank dan kantor pemerintahan seperti Kantor imigrasi, kejaksaan, dan gedung DPR. Jika hendak jogging atau bersepeda pun bisa menuju ke lapangan Engku Putri yang tak jauh dari hotel. Seperti yang dilakukan Dian dan keluarganya. Saya sih masih bobo pulas sat mereka sepedaan di Engku Putri.    

 
Suasana Hotel Kaliban di malam hari

Hotel Kaliban menawarkan kenyamanan hotel bisnis dan liburan perjalanan. Bisa menjadi pilihan untuk memulai eksplorasi wilayah menarik di dalam Batam sendiri atau di pulau-pulau di sekitar Batam. Untuk lokasi yang strategis di Batam Centre seperti ini, Hotel Kaliban justru mematok harga yang terjangkau mulai dari 396.694 rupiah per malamnya. Lebih mudah, murah, dan nyaman. Didukung oleh fasilitas yang memadai  seperti 50 kamar dengan perabotan yang baik, Ohana Restaurant, Laundry, akses internet menggunakan jaringan wifi, dan jasa taxi 24 jam.

Pemandangan dari roof topnya pun sangat menarik.Menjelang senja, berdua dengan Dian saya menaiki roof top hotel yang menampilkan pemandangan ke seluruh penjuru mata angin secara 360 derajat. Sunrise dan sunset bisa disaksikan jelas dari sini. Saat kami naik ternyata bertepatan dengan detik-detik matahari akan tenggelam. Hanya saja, sayang sekali pada bagian roof top ini belum dibenahi sehingga tidak terdapat fasilitas tempat duduk atau sarana lainnya. Padahal jika dibenahi akan menjadi nilai plus dan lokasi hotel favorit para tamu yang datang.
  
Pemandangan dari roof top ke sebrang hotel

Sunset senja kala itu

Setelah sholat maghrib, kami semua berangkat menuju kawasan Pasar Legenda untuk makan malam. Di sana terdapat berbagai jenis masakan hidangan makan malam yang sangat beragam. Baik sea food maupun hidangan makanan lainnya.

Karena tidak ada rencana dan kegiatan lainnya, sepulang makan malam kami kembali ke kamar masing-masing namun Lala kabur dan langsung masuk kamar kami. Lala bilang mau tidur bareng Kak Chila. Ayah Chila pun mengajaknya mengobrol. Sudah sejak lama Lala memang dekat dengan ayah Chila. Lala memang tampak menyukainya semenjak sering bertemu. Sementara Chila kerap cemburu melihat Lala begitu akrab dengan ayahnya. Sering digendong dan dimanja oleh ayah Chila. Buntutnya Chila ngambek. Setelah beberapa kali diberi pengertian akhirnya Chila mau bermain lagi dengan Lala dan menonton youtube bersama-sama. Duh gimana mau punya adik Chil.

Berkali-kali Dian dan Mas Anang menjemput Lala ke kamar, namun Lala bergeming di kasur dengan tablet zenpad putihnya. Seru menyaksikan game-game Frozen bersama Chila. Karena tidak ada susu, saat dibujuk mau ambil susu Lala pun akhirnya mau dihantar ke kamar sebelah.

 
Restoran Ohana

Sarapan di hotel

Keesokan harinya setelah sarapan di restoran hotel yang diberi nama Ohana Restaurant, kami menuju Kawasan Batu Ampar untuk bertemu dengan teman-teman Kelas Inspirasi yang sedang arisan. Cukup lama dan baru kembali tengah hari. Setelah itu kembali ke hotel untuk check out.

Sesaat mau pulang, di halaman parkir, para emak sibuk foto-foto, para suami menunggu sambil ngerumpi di samping mobil, dan anak-anak? Lihatlah foto di bawah ini. Ya ampuuun. Malah perosotan di teras hotel. Sibuk dengan dunianya masing-masing. Wkwkwk. 

Nah begitu pengalaman pindah tidur dari lokasi biasa ke lokasi elit di Batam Centre. Cuma buat bobo bareng doang sebenarnya tapi seru dan menyenangkan.

Anak-anak apa aja jadi mainan :D

Ini lagi serodotan seluncuran di teras hotel. Wkwkwk. 


Hotel Kaliban
Alamat:  Kompleks Purimas Residence, Blok C 25-28, Batam Centre, Kepri – Indonesia
Phone :   +6281277622600

Friday, 15 January 2016

Bersenang-Senang di Pulau Ngenang

Pulau Ngenang (tengah tanda putih) di antara Batam dan Bintan
Langit teramat mendung, angin yang berhembus kencang seakan memicu ombak untuk semakin tinggi, tinggi, dan meninggi.  Perahu motor atau yang sering kami sebut pompong yang sedang kami tumpangi terombang-ambing dimainkan gulungan ombak yang tidak menentu. Mesin perahu yang bising sudah dimatikan bermenit-menit lalu semakin mempertegas suara kecipak ombak yang kian tak menentu. Menganyun pompong ke sana kemari tak tahu arah yang dituju.

Thursday, 14 January 2016

[Cerpen] Memahat Janji di Rinjani

       “Aku hanya ingin bercerita pada rinai hujan yang datang di keremangan, pada kabut yang menelikungi pemandangan, pada kuncup-kuncup cantigi yang merah berseri di Plawangan, juga  pada edelweis yang tersembunyi dibalik jurang-jurang”
 
          Kabut semakin pekat menelikungku dengan kebimbangan yang sangat. Akankah Aku menghentikan langkah ini? Sementara badai semakin kencang bergemuruh menampar-nampar dinding tebing yang terjal. Menggemakan kegalauan ke dalam hati seiring dengan ritme jantung yang semakin berdetak cepat. Peluh pun tak lagi bercucuran karena luruh terserap hawa dingin yangmembekukan.

            Aku menghela nafas panjang. Pyuh…bayang-bayang seseorang selalu datang menghantui. Mengintai menembus alam sadarku. Menguntit mengikuti langkah-langkahku yang semakin meninggi. Berpuluh-puluh helaan nafas panjang telah kulakukan namun semakin lama peristiwa itu semakin berkelebatan muncul dan menyakitkan. Sepanjang perjalanan menuju puncak gunung ini, tubuhku berguncang hebat. Tangisan terhambur pilu, walau air mata sudahlah mengering sejak satu jam yang lalu. Menangis, menangis dan terus menangis. Melepas sedih yang menghimpit ruang-ruang di sanubari. Untung saja aku hanya sendiri melewati jalur curam ini.

Wednesday, 13 January 2016

5 Jenis Pendaki Saat Berada di Tanjakan

Tanjakan Cinta
Tanjakan Cinta, Gunung Semeru
Obrolan di sebuah warung.

Pendaki A:  Kalau lagi naik gunung suka merhatiin orang lain nggak sih saat di tanjakan?
Pendaki B:  Aduh boro-boro merhatiin orang lain, merhatiin diri sendiri aja kepayahan. Di tanjakan gitu bo, lengah dikit bisa kepeleset adek, Baaaang.
Bukan Pendaki:  Boro-boro merhatiin,  naik gunung aja belum pernah. #Makjleb.

Baiklah kalau begitu. Kita bahas yuk!

Tuesday, 12 January 2016

Itinerary Krabi Thailand Selatan Selama 4 Hari 3 Malam



Krabi

Bagi teman-teman yang mau jalan-jalan ke Krabi Thailand Selatan, berikut saya paparkan itinerary 4 hari 3 malam di Krabi:


Hari ke-1:
  •  Tiba di Bandara Internasional Krabi, dijemput oleh petugas dari hotel (free airport transfer). Karena penerbangan Kuala Lumpur – Krabi sore hari, jadi sampai Krabi maghrib tidak sempat kemana-kemana.
  • Makan malam beli dari hotel. Yang free hanya sarapan saja.
  •  Istirahat.
Mobil Jemputan Hotel
  
Dsicovery Krabi Resort
Kamarnya Cakeep :D



Hari ke-2:

  • Sarapan (free disediakan hotel).
  • Ikut One Day Tour ke Phi Phi Islands. Dewasa 1200 bath (600 ribu rupiah) anak-anak 1000 bath via Sea Eagle Tour yang direkomendasikan dari pihak hotel. Start naik Speed Boat ke Phi Phi dari Aonang Beach. Dari hotel ke Aonang Beach dihantar mobil hotel (free transport).
Suasana Pantai Phi Phi Don

  •  Jam 9 pagi berangkat dari Aonang Beach mengunjungi pulau dan laguna di kawasan Phi Phi Islands diantaranya Bamboo Island, Viking Cave,  Lohsamah Bay, Pileh Bay (Lagoon), Monkey Beach, Maya Bay, dan tempat syuting Leonardo Dicaprio di film The Beach yaitu Phi Phi Don. Tour ini termasuk makan siang (halal), buah-buahan dan air mineral. Jam 4 sore sudah kembali dan tiba di Aonang beach.
  • Kembali ke hotel, bersih-bersih, makan malam (beli dari hotel) dan istirahat.
  • Jika hendak sholat banyak terdapat mesjid di sepanjang jalan di Krabi.



Hari ke-3:


  • Menemani anak-anak berenang di  kolam renang hotel. (Krabi Discovery Resort)
  • Menyewa mobil untuk jalan-jalan seharian seharga 800 bath (Kalau nyari-nyari ada yang mulai 300 bath juga).
  • Siangnya mengunjungi Tiger Temple (Wat Tham Sua) lalu menaiki bukit batu melalui 1260an anak tangga di atas Tiger Temple, dimana di puncak bukit batu ini terdapat pagoda dan patung budha yang sangat besar. Sewa motor juga bisa dan banyak tersedia di penginapan dan hotel-hotel harga mulai 120 bath (60 ribu rupiah).
  • Jam 2 siang mengunjungi Tesco Lotus mall untuk belanja souvenir, oleh-oleh dan menukar uang bath. Karena nggak ada yang khas jadi kami lanjut ke pasar di kawasan Paknum, Muang. Pasar ini sebenarnya Night Market, sayang kami datangnya sore-sore jadi belum ramai.
  • Sore jalan-jalan di Utarakit Road di tepian Krabi River yang mempunyai pemandangan dua bukit kembar setinggi 100 meter bernama Khao Kanab Nam di kejauhan dan menjadi landmark Krabi River. Di tepian sungai ini pun banyak terdapat spot-spot menarik untuk foto-foto seperti patung Kepiting, ikan, dan elang.
  • Mengunjungi pasar rakyat di sepanjang jalan yang dilewati di kawasan Ban Tha Len (tempat hotel kami berada). Banyak jajanan unik khas Thailand Selatan yang kami temui. Yang berjualan kebanyakan warga muslim Krabi Thailand. 
  • Maghrib kembali ke hotel.
  • Makan malam dan istirahat.

Hari ke-4:

Pagi-pagi sekitar jam 6.30 berangkat menuju bandara dengan dihantar oleh mobil hotel (free airport transfer).

Thursday, 7 January 2016

Berenang-renang Cantik dan Bermain Pasir di Maya Bay

Maya bay
Speed boat sesaat setelah melewati celah antar tebing



Speed boat yang kami tumpangi meluncur cepat di permukaan laut Andaman. Sesekali air laut masuk ke dalam kabin boat membuat peserta tour riuh dan sibuk merubah posisi duduk. Ada juga yang beranjak merapikan barang-barang yang masih tergeletak di bangku. Untungnya di kolong bangku speed boat disediakan tempat penyimpanan barang-barang milik penumpang. Guncangan-guncangan yang kian kencang membuat seorang ibu-ibu warga Mumbai India muntah-muntah. Reny dengan baik hati memberikan minyak kayu putih kepadanya. Karena tidak faham cara pemakaiannya, si ibu India hendak meminum minyak kayu putih, beruntung kami segera mencegahnya. Kalau tidak entah apa yang akan terjadi. Hehe. Detail trip One Day Tour Phi Phi Islands pernah saya tulis juga bulan lalu.

Monday, 4 January 2016

Membidik Wisata Minat Khusus di Batam Melalui Island Hopping

Perahu Layar Nelayan Batam
Pada tahun 2015 lalu, pemerintah khususnya Dinas Pariwisata telah membidik berbagai potensi wisata daerah masing-masing baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota untuk dijadikan sebagai destinasi unggulan.

Dalam skemanya, Batam bersama 15 kota/wilayah lainnya di Indonesia yakni Medan, Padang, Palembang, Bintan, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Bali, Lombok, Balikpapan, Makasar, dan Manado diunggulkan sebagai tujuan MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibiton). Namun pemerintah daerah/kota dan juga swasta seharusnya lebih jeli lagi menggali potensi-potensi wisata minat khusus lainnya yang ada selain MICE.

Secara tipologi Wisata Minat Khusus dibagi menjadi tiga. Yakni Alam, Budaya, dan buatan. MICE, sport tourism, concert, dan nite tourism  termasuk beberapa kanal wisata minat khusus buatan.

Salah satu alternatif yang perlu digali di masing-masing daerah melalui wisata minat khusus lainnya yakni berada pada potensi alam dan budaya. Pariwisata yang berbasis alam contohnya seperti ekowisata, geowisata, agrowisata, dan bahari. Sedangkan yang berbasis budaya contohnya seperti ghost tourism, heritage tourism, dark tourism, dan gastronomy tourism.

Pertanyaan besarnya adalah… berdasarkan potensi alam, apa yang sesungguhnya yang dapat diunggulkan dari Batam? Secara panorama mungkin biasa-biasa saja dan kalah jauh dibanding Bali, Lombok, atau Jawa Barat. Namun  ternyata ada potensi lain yang seharusnya menjadi wisata unggulan yang paling diminati di kota kepulauan ini. Apa?

Secara administratif dan geografis, Batam merupakan kota kepulauan. Dan menurut data pemerintah, untuk kota Batam saja ternyata memiliki sejumlah 373 pulau. Wooww! Dengan potensi keberadaan ratusan pulau-pulau ini langkah terbuka lebar bagi kalangan pelaku usaha tour and travel guna membuka paket-paket wisata ke berbagai pulau di Batam ini. Kita sebut saja paket ini adalah paket Island Hopping yang bisa dibuat  secara one day tour dengan beberapa pulau atau paket 2 hari 1 malam  dengan 7-12 pulau dan seterusnya.

Dari kegiatan ini pula para turis lokal (wisatawan nusantara) maupun wisatawan manca negara akan merasa beruntung dan bangga telah mengunjungi banyak pulau di Indonesia. Mungkin terdengar sepele, namun sesungguhnya ini peluang. Dan Thailand telah lebih dahulu membidik pasar ini. Di hotel yang pernah saya inapi di Krabi, trip untuk 4 pulau saja dikenakan tarif sekitar 700 bath atau sekitar 350 ribu per orang dengan menggunakan perahu, sedangkan jika menggunakan speed boat dikenakan tarif 900 bath. Tinggal dikalikan 500 rupiah saja.   

Pada tahun 2008 saya pernah bersama rombongan Batam Photo Club mengelilingi Pulau Batam dari laut searah dengan jarum jam. Dari Barat, utara, timur, selatan, hingga kembali ke barat. Salah satu pesertanya adalah Pak Socrates Pimpinan Batas Pos. Kami menggunakan pompong (kapal kayu) milik warga pulau Kasu, kemudian singgah untuk makan siang di rumah makan tepi laut di Telaga Punggur.

Keesokan harinya ketika saya kembali bekerja, beberapa teman bertanya dan menyesalkan kenapa saya tidak mengajaknya. Lalu saya bertanya jika saya adakan kegiatan seperti itu lagi apakah mereka akan ikut? Beberapa malah antusias, katanya biar bayar seratus ribu pun dia akan rela. (100 ribu di tahun 2008 loh lumayan besar).

Dan kegiatan-kegiatan island hopping secara sporadis pun tercetus dari beberapa komunitas lokal di Batam. Misalnya kerap dilakukan oleh komunitas Anak Pulau yang digawangi oleh Hanna Ester dkk yang hingga saat ini sudah menjelajahi lebih dari 50an pulau di Batam. Ada lagi komunitas Penjelajah Alam Kepri yang dimotori oleh Mas Nunung Sulistyanto. Serta beberapa komunitas lainnya yang saya tidak kenal banyak.

Kegiatan-kegiatan seperti ini awalnya cenderung bergerak lambat. Namun seiring gencarnya arus informasi melalui situs jejaring sosial maka masyarakat pun mulai tampak bergerak secara signifikan.

Manfaatnya adalah gairah melakukan perjalanan ke pulau-pulau semakin tinggi. Masyarakat pulau-pulau yang disinggahi pun akan merasakan dampak langsung dari kegiatan ini. Penggunaan pompong, makan siang, pembelian sea food langsung dari nelayan oleh para wisatawan dan lainnya.

Bagi saya pribadi, island hopping adalah salah satu cara untuk mengenali Indonesia lebih dekat lagi. Salah satu cara mencintai Indonesia lebih dalam lagi. Kalau kamu?

Yuk ikut saya ber-island hopping. Hop hop hop meloncat seperti Baby Bob di film Barney :D



Sunday, 3 January 2016

Situs Pencari Properti paling Lengkap hanya di Lifull.id

Saya merasa beruntung memang, dua belas tahun yang lalu, disaat usia masih labil, di tengah fikiran main, jalan-jalan, dan kecanduan mendaki gunung, saya sempat berfikir untuk membeli properti. Kala itu pertimbangannya hanya satu, agar uang hasil jerih payah diri sendiri ini tidak menguap begitu saja, tidak habis begitu saja. Akan ada bukti yang bisa saya tunjukkan kepada orang tua dan keluarga besar lainnya bahwa ini loh saya sudah punya rumah. Meskipun sebenarnya rumah tersebut tidak langsung dibayar lunas. Namun pada akhirnya, bertahun-tahun kemudian terlunasi juga. Alhamdulillah.

Setelah rumah lunas, suami selalu menyarankan agar kami membeli properti lagi. Apalagi ia aktif di forum-forum jual beli di Batam yang lebih banyak membahas properti. Hampir sepulang kerja ia selalu membawa brosur-brosur perumahan dan menunjukkannya kepada saya. Saat itu saya mulai tertarik, namun belum begitu ingin jadi hanya membaca sebentar brosur lalu meninggalkannya begitu saja di meja.

Di sebuah grup telegram, seorang teman yang mempunyai usaha kost-kostan bilang bahwa membeli properti itu tidak ada ruginya. Kenapa kita harus investasi  properti? Menurutnya ada tiga alasan yang paling penting.

Pertama, karena properti menguntungkan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam jangka pendek properti akan menghasilkan setiap bulan. Sementara  keuntungan jangka panjangnya karena harga properti naik terus.

Kedua, memiliki properti sangat minim perhatian dan perawatan. Jadi di saat kita sibuk urusan kerja, rumah tangga, traveling, atau berbisnis,  properti ini tidak mengharuskan perhatian penuh. Cukup dipantau sesekali saja.

Ketiga, diasuransikan. Jika pembelian properti melalui bank, dan terjadi sesuatu terhadap properti atau jiwa kita, maka asuransi yang akan melunasi hutang-hutang kita di bank. Sehingga kita tidak mewariskan hutang kepada keluarga. Sebaliknya keluarga justru akan memperoleh pasif income dari properti yang telah kita beli.

Karena itu, apa pun profesi dan usaha kita, mulailah untuk investasi dan bermain di dunia properti. Saya pernah merasakan manfaat pada poin pertama dan kedua. Sementara saya tinggal di rumah yang disewa perusahaan tempat saya bekerja, rumah yang saya beli saya sewakan. Karena itu saya mendapat keuntungan jangka pendek berupa uang sewa dari orang yang menyewa rumah tersebut. Rumah ini pun minim perawatan karena hampir setahun saya malah tidak mengurusinya.

Situs Pencari Properti Lifull.id

Lalu dimanakah kita harus membeli properti? Teman saya menyarankan untuk melihat-lihat properti di forum-forum sosial media facebook, koran, atau langsung jalan-jalan sore ke berbagai perumahan. Namun semua itu ternyata ada plus minusnya. Tidak bisa mengetahui informasi sebanyak mungkin dari properti yang kita cari dan banyak yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Beberapa waktu lalu saya diperkenalkan oleh teman-teman di grup WhatsApp mengenai situs pencari properti yang paling lengkap yaitu http://www.lifull.id penasaran seperti apa, saya pun segera mengecek situs ini. Waaah ternyata di Lifull informasinya sangat lengkap. Tidak saja memperoleh info harga jual, namun beragam dengan 50 kriteria populer pencarian di Indonesia seperti lokasi yang dinginkan, kisaran harga jual dari sekian juta hingga sekian milyar, spesifikasi bangunan, dan bahkan ada yang berdasarkan lajur transportasi dan universitas atau sekolah.

Lifull.Id adalah situs pencari properti nomor. 1 di Jepang yang kini hadir di Indonesia. Dengan fitur pencarian properti yang lebih lengkap dapat menemukan properti dengan mudah, akurat, dan efisien. Situs Lifull juga sangat ramah dibuka dengan menggunakan smartphone.

Dengan lini usaha pencarian properti inilah Lifull.id mempunyai visi “Memberikan informasi properti yang lebih baik dan menciptakan tempat untuk membantu konsumen menemukan apa yang mereka cari”. Karena itu tidak heran Lifull.id mempunyai target menjadi situs/portal pencari properti nomor satu di Indonesia.

Saya mulai tertarik dan semakin penasaran ingin mengetahui lebih jauh cara pencarian dan pembelian properti di situs Lifull.id. Mana tahu ada rejeki yang buaaanyak untuk membeli properti lagi. Iya kan beli properti uangnya nggak sedikit haha. Kalau keinginan sih sudah tidak diragukan lagi yakin menggebu-gebu, tinggal berusaha untuk memperoleh dana pembeliannya saja.

Saya pun mulai dengan pencarian berdasarkan kota/kabupaten di Provinsi Kepri. Ehm sudah pada tau Provinsi Kepri kan? #KepriBukanRiau loh. Waah teryata sudah tersedia. Lengkap dengan semua kabupaten dan kota yang ada di Kepri seperti Kabupaten Bintan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, Kabupaten Karimun, Kota Tanjung Pinang, dan tentu saja Kota Batam.

Pencarian Berdasarkan Kabupaten Kota di Kepri
Pencarian Berdasarkan Provinsi

Dan ketika meneruskan pencarian ke kota Batam saya menemukan beberapa properti yang dijual di wilayah sekitar tempat saya tinggal. Makin excited. Apalagi saya mendapati kriteria pencarian berdasarkan universitas populer di Batam seperti di bawah ini. Beberapa universitas di antaranya hanya berjarak tempuh 5 menit saja dari tempat saya tinggal. 

Pencarian di Universitas Populer di Batam
Properti yang Dijual di Sekitar Tempat Tinggal


Sepertinya mempunyai properti baik baru maupun bekas bisa menjadi resolusi saya di tahun 2016 ini. Mumpung masih awal tahun dan resolusi keuangan saya belum terarah jelas. Semoga terwujud salah satunya dengan bantuan situs pencari properti Lifull.id.


PT.LIFULL MEDIA INDONESIA
UOB PLAZA, Floor 22, Jl. M.H. Thamrin No.10
Jakarta Pusat 10230, Indonesia

Mobile: +62 812-94840822
Telephone: +6221-3190-6298
Faximile: +6221-3190-6299

Email: mafid@rumahrumah..co.id

Friday, 1 January 2016

10 Tahun Perubahan untuk Indonesia yang Lebih Baik Persembahan dari Pulau Batam

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Letaknya yang sangat strategis di antara benua Asia dan Australia sangat menguntungkan secara ekonomis terutama di bidang pariwisata. Terlebih Indonesia merupakan negara tropis dimana sepanjang tahun cuaca hangat dan kondisi suhu udara yang hampir tidak pernah terlalu ekstrim seperti halnya di negara-negara di benua Eropa, Amerika, atau Afrika. Sepanjang tahun wisatawan bebas berlibur berkeliaran mengunjungi tempat-tempat menarik dan pulau-pulau yang eksotis di hampir seluruh penjuru negeri tanpa takut terkena gigitan salju atau badai hawa panas.

Pulau Gili Lawa Darat TN Komodo yang dikenal melalui jejaring sosial

Perubahan ke arah yang lebih baik, lebih maju, dan lebih menguntungkan secara ekonomis kini mulai dirasakan secara perlahan namun signifikan dalam kurun waktu sepuluh tahun belakangan ini. Dunia pariwisata dan traveling kini menjadi primadona dan industri unggulan pemerintah selain industri sawit dan batubara. Industri pariwisata menjadi harapan baru bagi penyumbang devisa terbesar Indonesia karena industri ini tanpa asap, jauh dari limbah, ramah lingkungan, dan menyerap banyak tenaga kerja. 

Gunung Bromo, Lokasi Liburan Terkenal di Jawa Timur

Data Kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Indonesia dalam 10 tahun Terakhir.

Tahun
Kunjungan Wisman 
(dalam juta)
2005
5.022
2006
4.871
2007
5.505
2008
6.234
2009
6.323
2010
7.003
2011
7.649
2012
8.044
2013
8.802
2014
9.435
2015 (oct)
8.100

Oleh karena itu pula perubahan mulai terjadi pada tempat-tempat wisata/liburan. Yang lama dipercantik dan yang baru mulai bermunculan. Tidak perlu waktu lama untuk mempromosikan tempat-tempat liburan yang menarik ini karena masyarakat melakukannya bersama-sama baik secara disadari maupun tidak. Kini, tempat-tempat liburan yang mempunyai potensi menarik, secara viral dan berantai semakin terkenal di masyarakat seiring dengan berkembangnya teknologi terutama internet.

Sosial media dan penerbangan murah memegang peranan penting dalam mendukung industri pariwisata. Foto-foto cantik dan menawan dari berbagai lokasi berlibur berseliweran di jejaring sosial. Menjadi daya tarik hingga membuat penasaran para pengguna internet untuk segera mengunjunginya.

Adanya media sosial seperti facebook, twitter, dan kini instagram semakin menambah gairah dunia pariwisata dan traveling. Traveling ke lokasi-lokasi liburan kini bukan menjadi hal mewah lagi. Semua orang bisa menjangkau dan menikmatinya. Traveling telah menjadi life style bagi sebagian masyarakat dunia juga Indonesia khususnya kaum muda.

Dampaknya adalah perubahan yang signifikan terjadi pada lokasi-lokasi berlibur. Saya mencatat perubahan yang besar untuk lokasi-lokasi berlibur selama 10 tahun terakhir ini. Kalau dulu orang berlibur hanya ke Bali, Bali dan Bali lagi. Kini wisatawan mulai menyebar ke berbagai wilayah lain di Indonesia.

Menurut data BPS, selain Bali ada Jakarta dan Kepri (Batam, Bintan, Tanjung Pinang, Karimun) yang mencatat kedatangan jumlah wisatawan mancanegara terbesar di Indonesia. Setelah itu Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jogjakarta.

Dusun Sade, Lokasi Liburan Berbasis Adat dan Budaya di Lombok


Mendaki Gunung, Wisata minat khusus Berbasis Alam
Melihat popularitas tempat liburan dari media sosial, kini Indonesia tidak lagi dikenal hanya dengan Bali, namun ada Taman nasional Komodo di NTT, Raja Ampat di Papua Barat, Kepulauan Derawan di Kalimantan Timur, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, serta Anambas di Kepri.

Perubahan yang Terjadi di Pulau Batam 

Dan yang paling membahagiakan bagi saya selaku warga Batam adalah betapa bergairahnya industri pariwisata Batam dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini. Hotel-hotel mulai dari sekelas resort hingga hostel dan guest house semakin bertumbuhan dimana-mana. Kawasan resort Nongsa semakin hari semakin ramai oleh turis mancanegara. Pantai-pantai baru di sepanjang pesisir Batam dan juga kawasan Barelang mulai bermunculan dan dikelola dengan baik oleh masyarakat dan pengusaha.

Tempat liburan lainnya yang berbasis alam, seni budaya, sejarah, fashion, belanja, kuliner, dan MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) juga tak kalah majunya dibanding pembangunan hotel-hotel. Wisata Mangrove, diving, island hopping, memancing adalah wisata yang berbasis alam yang kini mulai dilirik oleh para wisatawan dan dapat dikembangkan lebih baik lagi ke depan.

Kegiatan jelajah pulau-pulau kecil, terpencil dan kosong mulai digaungkan oleh beberapa komunitas pejalan di Batam. Pulau Abang dan Pulau Labun yang pada tahun 2005 silam tidak dikenal sebagai tujuan liburan, kini mulai ramai oleh wisatawan yang hendak snorkeling, diving, atau sekedar berenang di pantai. Tahun 2015 berbagai fasilitas pendukung seperti rumah singgah dan alat-alat untuk snorkeling kini dilengkapi dan disediakan oleh warga. Ini merupakan perubahan besar karena pada tahun 2005 silam bahkan istilah snorkeling saja belum dikenal di kawasan ini.   

Pantai Melur di Barelang Batam

Jembatan I Barelang, Lokasi berlibur Favorit di Batam
Selain tempat untuk snorkeling, Pulau Abang dikenal luas oleh masyarakat Batam dan Singapura sebagai tempat memancing. Berbagai kapal ukuran besar dan kecil kerap ditemui diperairan ini terutama pada akhir pekan. Didukung oleh akses jalan yang terbilang lancar dan hanya memerlukan waktu tak lebih dari 1 jam dari Batam dan 2 jam dari Singapura, Pulau Abang semakin menjadi surga bagi para pemancing mania.

Bersiap Snorkeling di Pulau Abang

Untuk tempat liburan yang berbasis sejarah, terdapat Pulau Galang yang terletak di selatan Pulau Batam. Pulau ini merupakan bukti bahwa bangsa Indonesia telah berkontribusi bagi  kemanusiaan dengan menampung ribuan pengungsi perang Vietnam. Berbagai bangunan tua serta kapal-kapal yang digunakan para pengungsi masih tersimpan baik di pulau ini.

Dari bidang seni, budaya, fashion, dan belanja kini kerap digelar berbagai festival juga pameran produk-produk unggulan di berbagai mall dan pusat perbelanjaan. Suatu paduan tepat yang menggabungkan berbagai diversifikasi wisata menjadi satu kesatuan sehingga wisatawan merasa dimanjakan dan berfikir akan kembali atau menambah waktu liburannya di Batam.

Untuk MICE Batam tak kalah dibanding kota lainnya. Beberapa kali pernah digelar berbagai event internasional yang bahkan dihadiri oleh sekelas presiden dan perdana Menteri. Untuk lokasi eksibisi, konfrensi dan meeting berskala internasional, Batam telah memiliki ruangan yang dapat menampung peserta dengan jumlah di atas 3000 orang.

Melihat berbagai pertumbuhan dan capaian yang sangat signifikan di kota tempat dimana saya tinggal, saya optimis bahwa pariwisata di Batam khususnya, dan Indonesia umumnya akan semakin meningkat lagi dari tahun ke tahun. Dan target kunjungan wisman sebanyak 20 juta pada tahun 2019 akan tercapai karena salah satu penyumbang dari pintu-pintu kedatangan wisatawan manca negara ini tentunya adalah Batam.

Harapan saya adalah dengan semakin tersebarnya lokasi-lokasi liburan di Batam dan kawasan hinterland melalui jejaring sosial, para wisatawan tetap dapat menjaga kebersihan lokasi liburan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Tidak merusak fasilitas tempat liburan dengan vandalisme dan selalu menjaga ketertiban.




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...