Tuesday, 25 September 2012

Catatan Tentang Seorang Kawan Bernama Lastri (Part 3) episode Gitaran di Sinabung



                                                                                                                           Nov 12, '11 5:58 PM
                                                                                                                            fFile MP for everyone
Jreenggg…suara gitar membahana membelah kesunyian gunung Sinabung. Saya yang dari kecil bercita-cita piawai main gitar, langsung terkesima. Suara gitar di puncak gunung? Itulah suara gitar yang paling indah yang pernah saya dengar. 
Saya segera keluar tenda dan bergabung dengan anak-anak cowok ABG yang rame-rame gitaran di depan api unggun. Lastri sedari tadi telah bergabung bersama mereka. Suasana malam yang sempurna yang selalu Saya dambakan ketika kemping atau naik gunung. Gitaran!
Lagu demi lagu, bait demi bait berganti, tiba-tiba terdengar sebuah lagu yang membuat hati Saya dan Lastri hampir meleleh. Entah punya kenangan yang sama atau tidak, kami kompak secara tidak langsung menyukai lagu tersebut. Bahkan minta diulang berkali-kali. Jadilah lagu tersebut theme song perjalanan kali itu. 

Catatan Tentang Seorang Kawan Bernama Lastri (Part 2)


                                                                                                                           Oct 22, '11 7:32 PM
                                                                                                                           File MP for everyone


Saya dan Lastri  berencana kemping di sebuah Pulau yang berbatasan langsung dengan Singapura. Sebuah pulau kecil yang tak berpenghuni. Sudah lama sering dijadikan lokasi kemping anak-anak Cumfire. Kalau sudah bosan kemping di hutan, pelariannya ya ke pulau ini. Penduduk sekitar situ menyebut pulau ini Pantai Indah.

Sesuai namanya, pantainya memang indah, walau sempit dan sebagian tertutup lumut namun sangat pas buat menyendiri.  Apalagi kalau malam hari, suasana sepi diselingi deburan ombak, dihiasi bias bintang dan kerlap-kerlip Singapura di kejauhan makin menambah sendu suasana hati. Yang lagi kesepian seperti saya, kemping ditempat ini bisa termehek-mehek. Berharap kalau si ganteng yang jalan bareng ke Gunung Ciremai itu menemani. Uhuy so romantic gitu.

Catatan Tentang Seorang Kawan Bernama Lastri


                                                                                                                Oct 20, '11 7:04 PM
                                                                                                                File MP for everyone

Sebenarnya sudah lama sekali ingin menulis tentang cewek yang satu ini. Seorang teman jalan yang cukup mengasyikan, walau terkadang agak-agak  cerewet, Saya anggap itu hal wajar bagi seorang perempuan. Dan lagi sebatas tingkat kecerewetannya bisa ditolerir Saya menganggap itu bumbu dalam perjalanan, Lha wong Saya juga tak kalah bawelnya dibanding dia kok.

Karena usianya terpaut 2 tahun di bawah Saya, jadilah Saya menganggap dia sebagai adik kandung sendiri. Se-sebel-sebelnya Saya sama dia masih juga ada kangennya, terus pengen ketemuan deh. Yah…hubungan apalagi coba kalau bukan berasa seperti sama saudara. Kalau dekat berantem kalau jauh kangen-kangenan.
Perkenalan Saya dengannya bermula di sebuah base camp sebuah klub Pecinta Alam di Muka Kuning - Batam yang bernama Cumfire. Awalnya Saya yang merasa senior tentu rada jaim karena tidak seangkatan. Namun lama-kelamaan si jaim itu cair sendiri karena seringnya kami bertemu.

Tubuh Lastri tinggi besar, lebih terkesan maskulin daripada feminim. Ditambah lagi dengan dandanannya yang tomboy dan super cuek. Kalau ketemu teman-teman cowok di base camp, habislah dia kena cercaan, celaan dan ledekkan. Namun dengan santainya dia selalu membalasnya dengan “smart”. Walhasil ledekan para cowok  iseng itu malah berbalik ke mereka. Naah… rasain loe ya, wani-wani! Dari situ Saya mulai dekat dengannya. Menurut Saya dia melambangkan perlawanan gender karena bisa-bisanya mengalahkan ledek-ledekkan  kaum laki-laki.

Suatu saat di Bulan Maret 2004 tepat 5 tahun Saya di Batam, Saya ingin merayakannya dengan cara Saya sendiri. Sesuatu pengalaman yang akan Saya kenang terus sepanjang zaman. Halah lebay! Setelah difikir dibolak-balik maka setelah meyakinkan diri sendiri Saya memutuskan merayakannya dengan cara mendaki gunung. Saat itu sempat bingung akankah pergi sendiri atau ngajak teman. Tapi siapa?
Bermalam-malam Saya sempat suntuk mikirin siapa partner jalan Saya. Dan “Ting” ide itu tiba-tiba muncul. Lalu mengalirlah rayuan Saya kepada Lastri. Alhasil dia mengiyakan. Horeee. Simpel saja. Rayuannya begini : “Las, kamu kan orang Jawa tapi belum pernah menginjakkan kaki di Pulau Jawa kan?” Wah rayuan jitu. Secara Lastri berasal dari Kisaran Sumatera Utara, lahir dan besar di sana, belum pernah sekali pun menginjakkan kaki di Pulau Jawa.

Mengenang Nurul F. Huda

                                                         Sep 22, '11 6:23 PM
File MP for everyone
Di suatu pagi tanggal 18 Mei 2011, pagi yang cukup sunyi ketika sebuah sms masuk ke handphoneku. "Innalillahiwainnailaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah Nurul Fithroini (nurul f huda), 18 Mei 2011 pkl. 03.15 di RSUD Dr.Sardjito Yogya. Akan di makamkan di Purworejo. Keluarga besar Huda." isi sms itu mengagetkanku. Masih tak percaya dengan kalimat yang kubaca tadi, aku mengulangnya berkali-kali. Kubaca baik-baik kata demi kata namun isinya tetap sama. Mengabarkan tentang seseorang yang aku kagumi, aku hormati, dan aku sayangi telah meninggal dunia. Sahabat, guru, kakak, teman curhat, dan rekan diskusi terbaik.

Ya Allah Mbaaak... Air mataku meleleh tak terbendung. "Secepat itukah dirimu pergi?" Aku meratap sendiri. Kebersamaan dengannya beberapa tahun silam berkelebatan dalam ingatan. Beberapa janji yang belum terpenuhi seakan menagih untuk ditepati. Aku menyesal telah melewatkan beberapa kesempatan untuk menemuinya di saat-saat ia sehat maupun sakit. Saat ia di Batam, di Jakarta, bahkan saat detik-detik kematian menjemputnya di Jogjakarta.

Ketika Sierra Berbicara

                                                                                                                                                                                                                      
Feb 8, '11 5:49 PM
File MP for everyone


"Budaaa...waaas...toool". Teriak Sierra mengingatkanku agar menepi ke pinggir jalan ketika sebuah sepeda motor mendekat ke arah kami. Aku tersentak kaget, namun bukan kaget karena motor yang hendak mendekati kami namun aku terkejut mendengar kata-katanya yang lucu. Dengan ucapannya yang masih cedal dan di usianya yang waktu itu baru 17 bulan Alhamdulillah Sierra sudah bisa membuat sebuah kalimat peringatan! Sesungguhnya dia hendak berkata "Bunda awas motor".

Dunia Sierra

                                                                                                                       Nov 17, '10 7:09 AM
                                                                                                                       File MP for everyone


Di suatu malam ketika Sierra berumur 6 bulan...

Aku sedang tertidur lelap saat ia terbangun lalu merayap mendekatiku. Dengan jari-jari mungilnya yang lincah ia mengacak-acak dan meraba-raba wajahku sambil berkata 'Nda..Nda..' Aku terperanjat kaget, sesaat kemudian tersenyum takjub. Subhanallah, walau tidak dengan kalimat dan kata-kata lengkap bayi mungilku bisa memangil dan menyapaku "...Bunda..."  Sapaan dan panggilan pertamanya. Terasa indah dan membekas di hati. 

Lebaran Terindah dengan Bidadari Kecilku

                                                                                                                              Sep 21, '09 11:54 AM
                                                                                                                              Tulisan ini disalin dari blog lama saya di Multiply.com


Takbir berkumandang dari berbagai penjuru kota, menghiasi pagi yang berseri, ah indahnya... lebaran tahun ini kami disertai bidadari kecil yang mungil.

"Bangun Nak ayo kita mandi, hari ini lebaran lho". Kataku. Dia hanya menggeliat malas,mungkin dalam hatinya bilang "Aaah si Bunda ganggu aja" hehe...

KUPERKENALKAN SUAMIKU KEPADAMU

Blog Pindahan dari Multiply
                                                                                                                                                   
Tak terasa 6 bulan sudah pernikahan kami, dan aku masih tak percaya bahwa akhirnya kami menikah. Padahal begitu banyak hambatan yang sebenarnya mengancam hubungan kami pada awalnya. Aku masih tak percaya, bahwa telah ada seseorang yang mendampingi hidup dalam suka maupun duka. Teman dikala sepi dan kawan dikala kubutuh berbagi.

Pacaran Ala ABG Batam

                                                                                                                             Mar 28, '07 6:05 PM
                                                                                                                             File MP for everyone

Di suatu siang yang terik, di sebuah mobil angkutan jurusan Pasar Jodoh – Dapur Duabelas beberapa penumpang tampak kelelahan dan kegerahan. Cuaca di Batam memang aneh dan kadang sulit ditebak. Di kala Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Indonesia bagian lainnya dilanda banjir,  udara Batam  sangat panas terik. Seakan mentari sepenuh hati menyinari.

Saturday, 22 September 2012

Sebuah puisi tentang duka seorang laki-laki

                                                                                                                             Feb 4, '07 6:49 AM
                                                                                                                             File MP untuk semuanya

Seorang teman yang saya anggap sebagai adik (karena usianya jauh di bawah saya) mengirimkan beberapa buah puisi duka tentang kekecewaan hatinya, tentang kisah cintanya yang kandas yang hampir menyebabkan ia bunuh diri seandainya ia tidak segera sadar atau tersadarkan oleh takdir Allah.

Narsisme alias Narsisus

                                                                                                                             Jan 8, '07 6:41 AM
                                                                                                                            File dari Blog Mutiply
ASAL -USUL NARCIS

Orang Yunani memiliki tokoh mitologis, Narsisus, yang jatuh cinta kepada dirinya sendiri. Tiap kali memandang dirinya di permukaan air, Narsisus kagum akan ketampanan wajahnya.
Novelis humoris dan tangkas memainkan ironi, Paulo Coelho, dalam kisah pembuka novelnya, The Alchemist, menceritakan betapa banyak peri hutan merasa iri kepada telaga, tempat tiap pagi Narsisus mengagumi dirinya.

Kaum Pria Masuk Gua, Kaum Wanita Berbicara

Salah satu perbedaan paling besar antara pria dengan wanita adalah cara mereka menghadapi stress. Pria jadi semakin memusatkan perhatian dan menarik diri, sementara wanita semakin bingung dan terlibat secara emosional. 


Pada saat-saat seperti ini, kebutuhan pria akan rasa nyaman berbeda dengan kebutuhan wanita. Pria akan merasa lebih baik dengan memecahkan persoalan, sementara wanita akan  merasa lebih baik dengan membicarakan persoalan-persoalan itu. Tidak memahami dan menerima perbedaan-perbedaan ini akan menciptakan gesekan yang tidak perlu dalam hubungan–hubungan kita.

Sang Kodok dan Kalajengking

                                                                                                                          Dec 10, '06 5:39 AM
                                                                                                                       File tulisan dari blog Multiply

Suatu waktu ada Seekor kalajengking yang ingin menyebrang sungai. Ia lalu menemui seekor kodok yang sedang asyik berjemur di pinggir sungai. "Pak Kodok tolong bantu saya menyebrang" Kata kalajengking. "Ah tapi kamu bisa saja menggigitku" Kata Kodok sedikit enggan. Namun Si Kalajengking terus memaksa sehingga luluhlah hati sang Kodok. Ia pun membawa Kalajengking menyebrang.

Catatan Perjalanan Gunung Kinabalu

                                                                                                          Diposting di Multiply Nov 18, 2006 7:27 AM
                                                                                                                    

Cerita ini pernah di-posting di Milis High Camp bulan Juli 2005. Namun gak ada salahnya deh bila saya tulis ulang di sini.

Bagian Pertama

Juni 2005 Saya mengunjungi Gunung Kinabalu yang berada di Sabah Malaysia. Gunung dengan ketinggian 4095 meter di atas permukaan laut ini merupakan satu-satunya gunung berketinggian di atas 4000 meter di Asia Tenggara di luar rangkaian pegunungan jaya Wijaya di Papua Indonesia. Sebagian pendaki-pendaki Luar Negri yang tidak mengetahui Indonesia terutama Papua, malah menganggap Gunung Kinabalu sebagai Gunung tertinggi di Asia Tenggara.

Tuesday, 18 September 2012

Kemana Perginya ucapan Manusia?

                                                                                                  Aug 14, '06 7:22 AM
                                 File MP for everyone
KEMANA PERGINYA UCAPAN MANUSIA

Satu kata banyak makna
Dua kata selaksa makna
Dan kodrat manusia n’tuk berucap kata

Tiada jejak kemana perginya kata-kata
Seolah lenyap ditelan sunyi semesta
Menghilang cepat begitu bibir mengucap
Dan telinga pun cukup sekali menangkap

Itulah pertanda Tuhan pada hambanya mencipta
Karena jika manusia terus dikelilingi kata-kata
Niscaya rusaklah pendengaran kita

Tapi….
Tuhan pun telah berpesan dalam kalam-Nya
Bahwa setiap ucapan manusia tetaplah adanya
Selalu terpelihara atas kehendak-Nya

Tatkala ditempatkan sepasang perekam suara
Terpatri erat di sisi kiri kanan setiap jiwa
Yang bekerja sepanjang usia manusia
Dan bahkan sanggup merekam suara jiwa

Hingga suatu saat….
Milyaran kata memburu tuannya
Datang meminta pertanggungjawaban atas dirinya
Satu Kata meminta satu pertanggungjawaban
Siapkah Sang Tuan menghadapinya?

Pustaka QS 50: 16-18

Tulisan ini entah darimana asalnya, tersimpan rapi di selembar catatan yang ditulis tahun 2001. Yang jelas saat itu memang lagi merasa terlalu banyak berkata-kata yang sia-sia sehingga tulisan di atas mampu mengingatkan saya untuk lebih menjaga kata-kata.

I Love You

                                                                                          Jun 18, '06 5:54 AM
File MP for everyone

Samar-samar kudengar suara handphoneku berbunyi. 

"Haloo..." suaraku parau menahan kantuk. 
"Hai Teh ini D...". Kata suara itu di telpon. 
"Aduh ini jam setengah dua pagi ada apa kamu nelpon saya. Tolonglah... saya lagi tidur, capek banget nih" Kataku sambil menatap jam weker lalu memejamkan mata lagi. 
"Maaf kalau mengganggu tapi saya mau bilang....." Suara ditelpon ragu. 
"Apa?" kataku memburu kata-katanya yang terpotong. 
"Teh... I LOVE YOU, I LOVE YOU, I LOVE YOU" Klik suara handphonenya dimatikan.Ihh.... ini cowok kok bisa-bisanya bilang begitu. Dalam sekejap aku merasa asing sekali. Siapa sih dia?

Sambil merem, memoriku mulai bekerja.Tiga orang lelaki yang ditemui di angkutan kota dan tanpa aku melihat bahkan melirik ke arahnya. Saat itu aku hanya bicara dan menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan mereka seperlunya. Tanpa senyum tanpa jutek. Datar saja.

"Sendirian Mba?" 
"Kemana-mana selalu sendiri kok" 
"Gak takut?" 
"Takut sama apa?"  
"Siapa namanya" 
 "Lina"  
"Abis dari mana?" 
 "Toko buku"  
"Seneng baca ya?"  
"Iya" 
"Buku apa yang baru-baru ini mba baca?" 
 "Da Vinci Code" 
"isinya tentang apa?" 
 "......." 
"oh menarik ya saya juga suka baca tapi...." potongan-potongan tanya jawab itu mulai memenuhi pikiranku.

Esoknya D...salah satu dari tiga cowok itu menelponku. Dia menanyaiku ini itu. Dan mulailah aku berbicara tentang hidup begini begitu begono...   
"Mba dewasa sekali ya saya jadi ingin curhat ke mba". Kata D... menilaiku. 
"Terima kasih sudah punya niat curhat ke saya padahal jarang sekali laki-laki bisa curhat apalagi sama perempuan". Aku jadi tersanjung.

Entah angin apa yang mengirim suaranya malam tadi. I LOVE YOU? Hahhh aku bagai tersengat listrik. Semudah itukah laki-laki mengucapkan kalimat sakti itu? Hhh... aku jadi meringis. Betapa ingin kata-kata itu aku dengar dari orang-orang yang benar-benar telah menjadi bagian dalam hati ini. Tanpa aku menanyainya atau tanpa menunggu moment yang memang seharusnya diucapkan. Namun begitu jarang dan mungkin gak akan pernah. Kadang dalam keputusasaan aku pun sering menyalahkan diri sendiri. 
"Aku memang tidak layak dicintai sehingga tidak ada yang bilang "Aku mencintaimu setulus hati". Cinta ya mungkin terlalu muluk. Tapi boleh kan kita berharap menjumpai rasa itu atau bahkan menemukan kata-kata itu dari siapa saja. 

Bahkan Aku masih ingat guru yang mengajari panjat tebing selalu memanggilku Cinta. Dan betapa aku menghormatinya. Beliau sudah beristri, dan mempunyai anak namun ketika berhadapan dengan orang yang disayanginya beliau selalu memanggilnya cinta. Indah bukan?

Dan kini kutemui kata-kata itu dari orang asing. Bahkan wajahnya pun aku tak ingat. Mungkin dia iseng atau bercanda. Tapi separah itukah cara laki-laki iseng dan bercanda? Ya, aku pun menganggapnya angin lalu. Tidak harus memikirkan atau menganggapnya serius. Karena aku pun masih punya jawaban sakti untuk itu. Jawaban itu adalah "Aku Tidak Layak Dicintai" karena aku bukan siapa-siapa dan tak ada apa-apa.

Tersenyumlah

                                                                                                         Jun 10, '06 8:41 AM
File MP for everyone
TERSENYUMLAH....

Begitulah judul buku karangan  Dr. Aidh Al Qorni seorang ulama Arab yang terkenal itu menyentakkan perasaanku. Ya tersenyumlah .... kenapa harus bersedih.

Tersenyumlah sambut hari depan yang lebih baik. Kenapa harus bersedih? Betapa banyak karunia Allah yang telah aku raih hingga saat ini yang tidak banyak orang lain mendapatkannya. Keluarga yang mencintaiku sepenuh hati, masa kecil yang bahagia, masa remaja yang ceria, dan Insya Allah tahap pendewasaan yang menuntunku lebih mendekat kepada-Nya. Adakah lebih baik dari itu?

Selamat Datang di Negri Gempa

                                                                                            Jun 5, '06 10:09 AM
file MP for everyone

Selamat Datang di Negeri Gempa
Tulisan itu saya baca di sebuah kolom budaya yang ditulis oleh Hoesnizar Hood seorang budayawan Melayu di Harian Pagi Batam Pos. Judul itu menggelitik saya untuk turut mengomentari dan sedikit mendukung pendapatnya.

Ya bagaimana tidak dikatakan negeri Gempa jika dari tahun ke tahun, bulan ke bulan, bahkan mungkin dari hari ke hari yang menimpa dan menjadi topik pembicaraan terbesar di negri ini adalah GEMPA.

Ya kita memang dekat dengan gempa. Saya sendiripun terus akan dibayang-bayangi oleh gempa. Karena konon saya dilahirkan pada saat gempa, sehingga orang tua memberi nama saya Lina yang berasal dari sebuah kata Sunda "LINI" yang artinya gempa. "Kenapa nggak sekalian dikasih nama Lini aja Pa?" Kataku seakan memprotes Bapak. Seraya berkelakar Bapak pun berkata "Ya nanti kalau dikasih nama itu kamu kena gempa terus dong".

(FLP KEPRI) Basic Training Writer


                                                                                                      May 8, '06 9:13 PM
File MP for everyone

Pelatihan Menulis Sehari

Hari Minggu, 7 Mei 2006 kemarin FLP Kepulauan Riau sukses menggelar acara pelatihan menulis di Wisma Batamindo Muka Kuning Batam. Peserta pelatihan dibatasi hanya 200 orang saja mengingat kapasitas ruangan yang terbatas. Padahal sampai pada hari H nya masih banyak yang ngantri daftar. Dengan memasang wajah sedih Saya dan rekan-rekan FLP pun terpaksa bilang "Maaf Mba, Maaf Mas sudah tidak bisa lagi".

Acara pelatihan ini Insya Allah akan digelar secara berkelanjutan oleh FLP Kepri sebagai bentuk tanggung jawab sosial yang diemban organisasi ini dalam rangka mencerdaskan kehidupan masyarakat. Setidaknya itulah yang sempat terfikir oleh saya selaku salah satu Pengurus Wilayah FLP Kepri. Mungkin ada hal lain yang lebih mulia lagi yang diemban oleh Mba Nurul F Huda selaku Ketua umum FLP Kepri serta teman-teman pengurus FLP lainnya. Namun untuk saya sendiri, gabung ke FLP adalah sebuah anugerah. Betapa tidak karenanya saya berubah. Karenanya saya mendapatkan banyak ilmu, hikmah, dan daya ubah. Ya saya berubah. Tanpa merasa digurui atau dicekoki. Terima kasih Mba Helvi, Mba Asma, dan Uni Mutmainnah. Semoga kehadiran FLP di dunia menjadikan barakah bagi semua. Khususnya bagi bangsa Indonesia yang sedang terpuruk. Semoga saja kehadiran FLP bisa menjadikan bangsa yang sedang sakit ini menjadi bangsa yang cerdas. Ya cerdas karena banyak membaca, cerdas karena banyak mendengar, melihat, mengamati dan tentu saja Me...nu..lis.

Apa sih hubungannya gemar menulis dengan kecerdasan? Ya ini mah sekedar pendapat saya aja sih. Tentu saja gemar menulis dengan kecerdasan ada kaitannya. Seorang penulis, seperti yang dituturkan oleh Mba Nurul, ia akan menggunakan kedalaman hati dalam menulis. Dengan kata lain ia tentu saja tidak sembarangan menulis. Perlu pemahaman yang mendalam tentang alam sekitar, tentang lingkungan, tentang masyarakat, dan tentang apapun yang akan dia tulis. Ya, dalam menulis tentu saja perlu kedalaman pemahaman. Sehingga wajar saja para penulis itu rata-rata cerdas.

Apa sih resep jitu untuk menulis? Gampang saja pakailah rumus 3M. Sekilas mirip tips dari Aa Gym ya atau mungkin mirip iklan pemberantasan sarang nyamuk DBD). Tapi 3M ini tentu saja bukan keduanya, 3M yang dimaksud di sini adalah tiada lain tiada bukan kecuali Menulis, Menulis, dan Menulis. Ya menulislah terus. Itupun yang pernah dipraktekkan oleh Joni Ariadinata. Seorang Joni, menulis 600 buah cerpen yang kemudian dikirimkan secara terus-menerus ke Kompas namun semuanya ditolak. Baru pada cerpen yang ke-601 cerpennya dimuat. Sekaligus menjadi yang terbaik dalam Antologi Cerpen Kompas saat itu. Kalau saja kita, mungkin baru 2 atau 5 cerpen yang ditolak alamat nggak bakalan lagi menulis alias kapok bin jera saudaranya malas bin jemu serta frustasi dan sepupu-sepupu lainnya.

Resep selanjutnya, tentu saja MEMBACA. Membaca akan terus menambah wawasan sekaligus mengasah ketajaman berfikir. Menambah kosa kata, dan memperkaya cakrawala pandangan kita. Dengan membaca ternyata membuat segalanya akan menjadi mudah bagi kita.

Resep Lainnya, banyaklah jalan-jalan melihat keragaman kehidupan. Naik gunung, berlayar, tamasya ke tempat rekreasi, bersilaturahmi dengan teman-teman di luar daerah, atau kemana saja tempat yang ingin kamu kunjungi. Dan tentu saja harus menulis. Tulislah apa yang kamu lihat, kamu dengar, dan kamu rasakan. Tulislah dengan kedalaman hati. Tulislah dengan kedalaman berfikir. Ya mulailah menulis. banyak-banyaklah berteman dari kalangan manapun. Dan terakhir banyak-banyaklah menulis. Ya menulis lagi-menulis lagi.
Mungkin selalu itu yang selalu dipesankan oleh penulis-penulis senior kita. Mba Helvi Tiana Rosa, Mba Asma Nadia, Teh Pipiet Senja, bahkan Alm. Pramudya Ananta Toer.

Ya gara-gara pelatihan ini pun saya jadi semangat sekali untuk menulis. Begitu banyak peristiwa-peristiwa dulu yang masih terkenang yang belum sempat saya tulis. Masih banyak sekali cerita seru yang belum tertulis. Gunung, Laut, Desa, Kota, teman, keluarga, dan lainnya satu per satu bermunculan menjadi ide. Begitu banyak ide. Tapi penaku cuman satu. Waktuku hanya sisa-sisa. Sisa kerja, sisa overtime, sisa tidur, dan sisa malas.
Memang, menulis tidak mudah. Dibutuhkan komitmen dan harus konsisten. Janji sama diri sendiri tentu saja harus ditepati. Yap... Lina!! mulailah menulis. Menulis. Dan Menulis.

Aku di Titik Nol


Apr 28, '06 5:35 PM

                                                                                                                                 File MP for everyone



Pernah beberapa kali dalam hidupku, aku merasa ada di titik nol. Dan … itulah yang sedang aku hadapi saat ini. Setiap aku berada di tempat itu, aku selalu luruh dalam airmata. Ah aku bukan siapa-siapa. Aku hanya ingin menangis saja. Aku hanya ingin merenung saja. Dan aku ….. Ya Allah ada apa denganku?



Malangnya, Seseorang yang selama ini hadir di hati, menyaksikan saat-saat aku terpuruk seperti itu. Dengan bijak dan santun ia pun mengucapkan kata-kata yang teduh dan indah. Namun aku tetap bergeming. Aku di titik nol dan aku terlalu pedih merasakannya. Allah tolong Lina. Allah tolong Lina. Ucapan itu terus terngiang dalam sujudku. Dan buliran airmata tiada henti mengalir membasuh sajadah indah darinya.


Aku terpekur. Bayangnya terus menghinggapi ingatan. Tak pantas bagiku membuatnya seperti itu. Ya aku tak tahu apa yang terbaik kiranya untuknya. Aku tak tahu bagaimana menyenangkannya, aku tak tahu bagaimana mengahadapinya. aku tak tahu. Sungguh aku tak tahu. Maafkan karena aku ada di titik nol. Aku sedang di titik nol.


Ya, semua berlalu dan dia pun berlalu. Yang ada hanya kata maaf yang belum terjawab juga do’a yang terus mengalir dalam setiap sholat dan tilawahku. Maafkan aku. Maafkan aku. 


Allah tolong Lina.

Kumpulan Puisi-Puisiku

Kumpulan Puisi-Puisi Koe    Sep 6, '05 9:55 AM
for everyone

Dalam jejak
Dalam jejak jalan setapak yang menanjak

Nanar aku di kelelahan yang membuncah

Carrier hanyalah benda yang ingin kulempar saja ke jurang

Tapi itulah nyawa

Andai aku melemparnya

Itu berarti aku melempar  nyawaku ke sana



Air….

Aku hanya ingin setetes air

Dahaga ini pasti hilang

Langkahku pasti semangat lagi



Lalu aku membalikkan tubuhku ke belakang

Ohh Tuhan....

Sungguh aku telah melupakan

Bahwa di belakangku membentang hamparan hijau yang tak terlukiskan kata

Kelu …. Subhanallah

Liku sungai itu, deretan bukit-bukit itu, awan yang susul menyusul itu,

Kota, Desa, sawah, ladang, danau, dan semua yang aku lihat sekarang



Sejenak aku merenung

Betapa aku hanyalah setitik nokhta dalam luasnya jagat raya

Siapa??? Aku bukan siapa-siapa



Kesombongan telah membawaku ke jalan setapak ini

Kesombongan menaklukkan puncak gunung

Kesombongan ketika mendapat pujian dari kawan, keluarga, kenalan

Bahwa inilah pendaki yang telah mencapai puncak

Bahwa inilah seorang pecinta alam sejati

Bahwa inilah…inilah…



Huh… tidaaaakkk, bukan itu, bukan!!

Aku menapak di sini sekedar ingin menikmati

Keindahan yang tak banyak orang yang menikmati

Sebuah harapan mendekati alam yang semakin menjauhi kehidupan

Sebuah tulus cinta untukmu

Sahabatku alam

(Maret 2002)



Kumenanti Seorang Pendaki



Kilau Matamu bagai  riak banyu Segara Anak,

Sejuk menusuk hingga ke tulang rusuk



Kilas senyummu bagai  cerah mentari di  pagi hari

Ssenantiasa dinanti di  puncak gunung ini



Bijak kata-katamu  bagai  semilir  bayu di hamparan sabana Tengegean

Membuai siapa saja yang kelelahan



Lembut sapamu bak rangkaian awan di lazuardi

Dan tulus kasih sayangmu….

Bagai putih salju di puncak Jayawijaya , Himalaya, ataupun Alaska



Kekagumanmu  pada gunung, pada langit, pada bumi, pada pengisinya

Adalah bukti keagungan  cintamu pada Ilahi



Pendaki…

Katamu… gunung adalah pasak bumi

Hingga bumi tiada goyah oleh ganas hempasan samudera

Sehingga asamu bagai gunung

Tiada goyah oleh ganasnya gelombang kehidupan



Setangkai Edelweis lambang cinta abadi itu

Kudamba  kau  rangkaikan di hati

Bukan mawar bukan melati

Kuhanya ingin kembang cantigi

Sebagai pengobat luka hati yang akan  kaubalutkan nanti



Pendaki….

Kepadamu sesungguhnya hendak kulabuhkan hati

Dalam lelah pencarian dalam penat penantian



Walau katamu lelaki tidaklah kamu saja

Namun kataku kuingin kamu saja

Hingga bila tubuh terbujur kaku

Kugenggam erat dalam pelukmu



Pendaki….

Dirimu ….

Yang kunanti!!!!

(Januari 2003)





Jejak



Andai jejak adalah masa lalu,

Maka ijinkanlah aku untuk terus menapaki jalan setapak ini

Karena itulah masa yang akan datang

Walau nafas tinggal  satu helaan lagi, walau peluh tak menetes lagi

Dan darah tak mengalir lagi



Jiwa.. yang pasti itulah yang akan kubawa

Dan raga biarlah tercampak  di hamparan  sabana



Andai jejak itu adalah masa lalu

Biar aku mengenang saat-saat  indah itu

Dalam pekat malam merayap di antara tebing-tebing sunyi

Menahan hampa dalam dekapan jauh sinar rembulan



Jiwa… biarlah tenang dalam dekapannya

Menghembus untuk terakhir kali

Dalam damai

Dalam naunganmu

Di sana

Di puncak  tertinggi

(lupa tahun berapa...)





Rasa itu



Dulu….kepadamu aku mengeluh

Ratusan malam bercerita

Terdengar tidak terdengar olehmu

Hatiku selalu berbisik kepadamu

Menyuarakan rasa yang sebenarnya aku benci merasakannya

Karena rasa itu telah merenggut hari-hariku yang ceria



Ahhh, Sekali lagi aku bennnnci merasakannya

Bahwa aku ingin sekali melupakannya

Tapi……

Ternyata tak mudah untuk beranjak menanggalkan semua rasa yang telah ada



Mudah memang untuk berbicara

Bahwa luka hati tak kan selamanya

Tapi rasa itu adalah untuk selamanya

Ia datang untuk tinggal bukan untuk pergi

Akankah aku bisa melupakannya?

Karena aku sesungguhnya tak kan bisa melupakannya

Bilakah melupakannya?

Mungkin Aku akan melupakannya!!



Rasa itu….

Mungkin menyiksaku

Tapi…
Mungkin juga kelak membahagiakanku

Hanya saja mulut yang masih berbuih

Memekikkan duka karena rasa itu

Adakah kamu mendengarnya??

 On the way (Di mobil Paijo)

Senin, 05 jan-04





BENALU TUA



Aku hadir dalam batas-batas kewajaran

Di antara rekahan pohon tumbang yang mengering

Ingin sekali memberi sentuhan hijau pada daun-daun

Yang berserakan



Entahlah…

Aku hanya benalu tua yang sebentar lagi mati

Pokok tempatku bernaung terbujur kaku dimakan waktu

Ranting-ranting tempatku bermain telah tersapu



Ah aku hanyalah benalu

Yang tak tahu malu

Lihatlah daun-daun itu

Kelaparan dan berguguran karena aku



Biarlah di sisa masa

Akan aku raih saja

Daun mana yang termuda

Ambillah hijauku untukmu

Demi generasimu

Demi tunas-tunasmu

(Tanjung Uncang 04 September 2005)







Rinduku Kerinduanku



Kutatap mega-mega-Mu dalam kerinduan yang membuncah

Aku mengerang pada rangkaian awan yang beriringan



Tuhan…..

Beri Aku harapan akan ampunan

Beri Aku pijakan dalam kegamangan



Kerinduanku akan naungan kasih-Mu

Dalam siang dan malamku

Bilakah jiwa menjadi bagian-Mu?

(Lagi gelisah nihh di 2005....)

Hunting Foto dan TKW


Apr 2, '06 5:50 PM
for everyone
Sabtu, 18 Maret 2006


“Hallo, assalamualaikum, Ismi ya? Ismi ini Mba Lina, eh hari sabtu sore ada acara nggak?” “Nggak ada Mba memangnya kenapa?” “nggg….. Saya dan Mba Erni ada perlu, boleh pinjam motornya nggak?” Aku sedikit ragu. “Boleh kok Mba, Insya Allah saya gak ada acara. Jam berapa Mba perlunya?” Kata Ismi. Ihhh ternyata dia baik banget mau minjemin motornya. Aku jadi malu sendiri soalnya dia pernah pinjam kamera digital tapi waktu itu aku nggak ngasih. Alasannya tidak untuk dipinjamkan dan kalau dipegang orang lain malah sering rusak. Hiksss bilang aja pelit.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...