Minggu, 15 Februari 2015

Liburan + Sepeda ya Polygon saja



Liburan + Sepeda Sewaktu kecil ada tiga benda yang ingin saya miliki. Sangat sangat sangat ingin ingin saya miliki. Benda-benda itu adalah gitar, kamera dan sepeda. Saya selalu terpukau mendengar denting merdu nada-nada gitar yang dimainkan oleh para gitaris. Saya selalu takjub saat menyaksikan para fotografer membidikkan kamera ke arah pemandangan. Dan jantung saya senantiasa terpacu lebih dari biasanya manakala melihat para pesepeda meluncur di jalan raya atau menuruni bukit dengan sepeda gunung yang keren-keren. Sepertinya tak ada keinginan saya yang paling besar di masa itu selain memiliki ketiga benda tersebut. 

Polygon di Barelang. Foto: @LinaSasmita


Dan tahukan kamu bahwa sejatinya keinginan-keinginan kita di masa kecil akan mengendap di alam bawah sadar kita untuk selanjutnya diwujudkan secara cepat atau lambat di masa yang akan datang?  Saat satu per satu benda-benda itu saya miliki,  saya kerap berurai air mata karena langsung teringat dengan keinginan masa kecil dulu. Betapa ajaibnya hubungan antara masa lalu dengan masa kini yang keduanya terkoneksi secara tepat.  Dulu menginginkan, sekarang mendapatkan.



Satu tahun lalu, saat memutuskan akan membeli sepeda, saya dan suami berdiskusi merk apa yang akan saya beli lalu mencari dimana lokasi terdekat tempat jual sepeda yang berkualitas. Suami langsung memberikan rekomendasi untuk membeli Sepeda Polygon. Kebetulan dealer resmi Polygon  sudah hadir di Kota Batam tepatnya di Mall Nagoya Hill. Jadi akan sangat mudah mendapatkan tipe dan jenis sepeda merk polygon sesuai kebutuhan.


Kebetulan juga saya diminta oleh teman dari Bike to Work Batam menuliskan liputan tentang event Srikandi Inspirasi Bagi Negeri untuk media lokal. Event ini berupa touring yang dilakukan oleh 21 orang pesepeda wanita dari berbagai provinsi di Indonesia dengan menempuh jarak sejauh 843 kilometer dimulai dari Mamuju Sulawesi Barat hingga Makasar Sulawesi Selatan. Event yang bertepatan dengan Hari Kartini  tanggal 21 April.


Kesemua pesepeda, 21 orang Srikandi, dalam touring-nya mereka  menggunakan sepeda Polygon tipe Cleo.  Dan itu benar-benar menginspirasi saya untuk memakai tipe yang sama. Karena saya yakin tipe ini sudah teruji dengan adanya event yang sama beberapa tahun sebelumnya.

Rehat di Pantai Marina. Foto: @LinaSasmita


Jadi setelah niat yang kuat dan uang  yang cukup, kami sengaja datang ke toko sepeda untuk membeli sepeda impian masa kecil saya. Keinginan yang mengendap selama hampir 25 tahun lamanya. Bayangkan saya sampai deg-degan dan  gemetaran saat mencoba sepeda impian saya. Mendadak teringat  akan keinginan-keinginan di masa kecil saya jadi terharu sendiri.



Setelah melihat-lihat dan menemukan harga sepeda  yang cocok, tanpa berlama-lama kami membelinya. Sekaligus dua unit untuk saya dan suami.  Saya memilih Polygon Cleo MTB dengan rangka warna purple, warna kesukaan saya.  Sepeda Cleo MTB ini cocok  dipakai oleh perempuan  dan  digunakan di jalanan ataupun medan yang terbilang terjal seperti untuk event cross country.



Liburan Seru

Setelah mempunyai sepeda, setiap libur akhir minggu  rasanya waktu selalu berlalu begitu seru. Hari sabtu dan minggu, anak-anak tetangga selalu berdatangan mengajak sayabersepeda keliling kompleks perumahan.  Jika tidak dengan saya, para orang tua tak pernah mengijinkan anak mereka bersepeda jauh-jauh dari depan rumah masing-masing.  Hihi…kasihan terkekang banget ini anak-anak. Punya sepeda tapi hanya boleh dari ujung jalan di depan rumah hingga ujung satunya lagi. Sungguh menjenuhkan.



Namun saat mengetahui saya bersepeda, anak-anak kemudian ramai meminta untuk ditemani. Sedangkan para orang tua pun tidak begitu mengkhawatirkan lagi kemana dan dimana anaknya saat mereka tau anak-anak bersepeda bersama saya.  Ah, senang rasanya bisa menyenangkan anak-anak yang haus akan petualangan.



Jika tidak sedang menemani anak-anak tetangga keliling kompleks perumahan,  saya kerap bersepeda sendiri melalui jalan-jalan di sekitar Pulau Batam. Rute Favorit saya adalah Rumah – Sei Temiang – Pantai Marina – Tanjung Uncang hingga akhirnya kembali ke rumah  dengan panjang jalur  kurang lebih 14 kilometer. Kadang pagi terkadang juga sore.


Rute yang saya tempuh dari rumah ke Pantai Marina. Foto dari google map


Jalur Sei Temiang terbilang hijau dengan pemandangan hutan di kanan kiri jalan. Jalur menuju Pantai Marina ini saya tempuh dengan  ditemani suami dan anak saya. Mereka menggunakan sepeda motor dan mengiringi saya dari belakang. Tidak menggunakan sepeda karena anak kami sudah cukup besar dan tidak  safety lagi jika diletakkan di tempat duduk bayi dalam sepeda. Saat saya mengayuh terlalu lambat mereka berangkat duluan. Dan ketika  saya tiba di lokasi, mereka duduk-duduk di rumput berpiknik ria sambil makan-makanan ringan. Hihi… enak banget.

Lagi Nungguin Bunda Muter-Muter Sepedaan. Foto: @LinaSasmita


Rute lainnya yang sering saya gunakan untuk bersepeda adalah rute Barelang dengan panjang lintasan 34 kilometer pulang pergi. Selain sepi dengan kendaraan bermotor,  lintasan yang bervariasi paduan antara jalan datar, tanjakan, dan turunan, menjadikan jalur ini merupakan jalur favorit bagi pesepeda di Batam. Tour De Barelang adalah salah satu event tahunan yang berkelas internasional yang selalu digelar di lintasan ini.


Rute Barelang. Foto dari Google Map


Selain kedua hal di atas, jalur Barelang melalui dan melintasi 7 pulau dengan 6 jembatan yang menghubungkan. Pulau-pulau yang termasuk dalam jalur Barelang adalah  Pulau Batam – Pulau Tonton – Pulau Nipah – Pulau Setokok - Pulau Rempang -  Pulau Galang – Pulau Galang Baru. Pemandangan hijaunya hutan dan warna laut yang turqoise juga biru langit akan mewarnai sepanjang pemandangan jalur ini.  

Icon Jembatan Barelang. Foto: @LinaSasmita


Sepanjang tahun lalu dan awal-awal tahun 2015 ini, setiap  week end, liburan kami,  menjadi liburan yang seru dan menyenangkan. Kalau dulu selalu bingung kemana akan berlibur, sekarang tanpa ragu dan bingung kami menghabiskannya dengan bersepeda. Selain menyehatkan badan juga memanfaatkan waktu  berlibur dengan keluarga secara berkualitas.


Tulisan ini diikutsertakan pada Polygon Blog Competition.

34 komentar:

  1. Keren sepedany lina... dan ruteny itu yang keren abis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mbak, pas cek di store-nya Polygon sepedaku malah yang termurah untuk sekelas MTB. Cckck...ternyata yang lebih mahal lebih keren lagi mbak, pengen ganti yang baru sekalian nambah koleksi :D *Ngintip isi ATM kejengkang langsung

      Hapus
  2. Memang betul ada harga ada rupa, Polygon memang sepeda gunung yang matab

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Edi Padmono betul bingit dan yang lebih mihil dari sepeda saya ini lebih edan bagusnya :D

      Hapus
  3. Ya ampun, dari zaman kapan mau pose narsis di barelang tapi belom terlaksana juga >.< good luck mbak buat kompetisinya. Tulisannya kece badai!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayu ke Batam lagi, saya rela jadi tukang fotonya :D

      Hapus
  4. Aku juga mupeng banget pengen punya Polygon. Asiknya Teh Lina jalan2 sama Polygon :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, Alhamdulillah maksain beli pas tahun lalu pas ada uang. Pengen sepeda dari jaman jebot baru terlaksana tahun lalu :D

      Hapus
  5. mupeeenngggg liatnyaaaa... semoga sukses yaaa mba ^_^ *mau polygonnya, eh.... :D :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayu Mbak aku hantar belinya ke dealer di Batam :D

      Hapus
  6. Eh kalo sepedaan ke Pantai Marina lewat rumah saya doonk :D
    Kapan kita sepedaan bareng niih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selalu lewat Loh Dee. Niat mampir tapi bau keringat. Maluu :D yasudah numpang lewat doang. Hayu kapan-kapan kita sepedaan bareng. Target jembatan 6 Barelang .atau Sembulang. Pulangnya ngesot dah.

      Hapus
    2. Tunggu saya beli sepeda ya, teh... :)
      Udah lama euy gak sepedaan...

      Hapus
  7. Childhood dream comes true! Ikut merasakan bahagianya maak....:)

    BalasHapus
  8. Woww....sepedanya nangkring di Jembatan Barelang...aku pernah ke sana... Asyik ya jalan2 keliling Batam menggunakan sepeda polygon...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah pernah ke Jembatan Barelang? surprise saya. Senangnyaaa... ternyata Batam dikenal dan disinggahi para blogger juga :D kapan2 kalo ke Batam lagi kontak aku ya Mak.

      Hapus
  9. !bak sepedanya keren, rutenya juga, yg makek juga *kemudian minta duit.hehe
    Sukses ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aiiih...kejengkaang saya :D lemparin recehan :D

      Hapus
  10. Mbak Lina. Pingin explore alam pakai sepeda juga. Selama ini cuman trekking atau nanjak. Pakai sepeda untuk olah raga pagi aja. :)

    Semoga suatu saat bisa nanjak bareng mbak. Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin...iya Mbak Zulfa hayu kita kudu nanjak bareng kapan-kapan :D

      Hapus
  11. Setiap lihat sepeda, yang terlintas di benak saya selalu tentang sesuatu yang seru, sehat dan menyenangkan.

    Sukses ya mbak Lina :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak Rien. Sepedaan emang seru dan menyenangkan.

      Hapus
  12. duuh... rasanya pengen banget deh jalan2 pake sepeda, apalagi pake polygon :) sukses ya buat ngontesnya

    BalasHapus
  13. 34 kilo naik sepeda? Jauh bener mbaaa . kalo aku udh pasti gempor hahaha.btw polygon emang keren. Aku dulu punya srkarang ngga ada hahaha

    BalasHapus
  14. Kayaknya perlu ke Batam nih *modus

    Mau sepedaan sama mbak Lina ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. qiqiqi...Ayo Mbak Tarie with pleasure kita pelesir :D sepedaan ngukur jalanan Barelang

      Hapus
  15. Balasan
    1. Betul Mas :D selalu asyik dan menyenangkan.

      Hapus
  16. Beberapa bulan kmrn sempet sepedahan di lembah harau, berangkat nya ngos2an dan pulang nya nyerah. Sepeda mau ngak mau harus di angkut di mobil, coz yg ngayuh dah ndelosor di dalam mobil kelelahan hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepedanya sewa dimana Kak Cumi? Aku mau nyoba juga ah sepedaan di lembah Harau. Seru banget kali ya.

      Hapus
  17. wuih..keren..liburan pake sepedanya seru banget mak^^

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...