Wednesday, August 23, 2017

Halal Bihalal ke Pulau Setokok Batam

Pantai Setokok yang dangkal dan landai



Ingin rasanya saya jedotin kepala orang lain sendiri ke dinding. Mengingat malas yang mendera akhir-akhir ini. Eh bukan akhir-akhir ini sih tepat setahun atau lebih tepatnya lagi 2 tahun belakangan ini. Beberapa tulisan sampai belasan numpuk di draft. Tulisan tentang acara halal bihalal saja yang seharusnya ditulis Bulan Juli lalu malah molor hingga hari ini. Better late than never ya kan. Mending tulis saja selagi ingat.


Jadi seminggu setelah lebaran, majelis taklim di tempat kerja mengadakan acara Halal Bihalal ke Pulau Setokok, Batam. Tepatnya ke wilayah tepi Pulau Setokok. Pantainya juga jadi disebut Pantai Setokok. Pulau Setokok berada di kawasan Barelang. Jika diurutkan berdasarkan pulau yang dilalui oleh Jalan Raya Lintas Barelang yang menghubungkan 7 pulau maka Pulau Setokok berada di urutan pulau ke-empat. Deretan pulau-pulau di sepanjang Barelang adalah Pulau Batam – Pulau Tonton – Pulau Nipah – Pulau Setokok – Pulau Rempang – Pulau Galang – dan Pulau Galang Baru.

Penampakan Pulau Nipah dari Satelit Google

Untuk transportasi seluruh karyawan muslim, kami menyewa sekitar 4 bis. Namun karena banyak yang tidak datang, maka peserta halal bihalal menyusut menjadi 3 bis. Sebenarnya rada sewot juga sih dengan teman-teman yang nggak jadi berangkat. Padahal acara ini gratis dibiayai dana taklim. Sayang banget kan uang sewa bis jadi tetap dihitung. Tapi karena hari itu saya lagi jadi panitia yang baik hati maka tetap senyum sumringah kepada semua orang. Halah.
                

Acara halal bihalal diisi dengan tausiyah dari Ustad Nurhadi salah seorang pengelola Yayasan Ar-Rahman Pulau Setokok. Yayasan ini bergerak di bidang pendidikan, yakni dengan mendirikan Madrasah Tsanawiyah. 

Peserta Halal Bihalal


Ustad Nurhadi


Satu hal yang saya ingat dari tausiyah Ustad Nurhadi, beliau menyampaikan bahwa amalan-amalan seperti puasa, sholat, dan lainnya akan terbakar atau habis tergerus oleh perbuatan-perbuatan dosa kecil yang dengan konsisten kita lakukan. Seperti bergunjing atau ghibah, mencela, menghina, ujub, riya, takabur dan seterusnya. Naudzubilah. Semoga kita selalu dijauhkan dari hal-hal yang membuat amalan-amalan kita ludes tak bersisa. Selesai tausiyah jamaah bersalam-salaman saling memaafkan.




Selepas acara formal, waktunya main di pantai. Anak-anak yang semenjak datang sudah kabur duluan ke tepi pantai makin bersemangat langsung meluncur ke air untuk berenang-renang. Sayang, Chila tidak ada karena tidak boleh ikut oleh ayahnya. Jadilah saya keliling-keliling sendiri sesekali mengasuh anak orang lain.


Pantai Setokok ini terbilang unik karena pantainya landai dengan air laut yang dangkal. Dari warna air lautnya saja kita bisa membedakan mana bagian yang dangkal dan mana bagian yang dalam. Bagian dangkal terlihat hingga jauh berpuluh-puluh meter ke tengah.


Di tepi pantai sudah terdapat beberapa gazebo untuk beristirahat dan berteduh. Gazebo-gazebo ini disewakan warga pulau Setokok seharga Rp 50 ribu Sedangkan bangunan beratap yang cukup luas dengan alas tikar disewakan seharga 100 ribu rupiah. Fasilitas lainnya yang sudah ada yaitu toilet, kamar mandi, dan mushola.


Tidak takut kelaparan jika main ke pantai ini. Yang berjualan jajanan cukup banyak dan beragam. Ada bakso, dan sejenisnya.

Warung-warung di tepi Pantai Setokok.

Bagaimana cara ke sana?

Jika kamu berkendara dari arah Batam menuju jalan raya Barelang maka setelah Jembatan 3, kurang lebih 100 meteran berbelok ke sebelah kanan dimana terdapat tulisan yang  mengarah ke jalan Pantai Setokok. Dari pertigaan ini waktu tempuh kurang dari 10 menit saja. 


Jika berkunjung ke Pantai Setokok, sebaiknya membawa kendaraan sendiri karena tidak ada angkutan umum ke daerah sini. Ada pun Damri dengan trayek Pasar Jodoh – Sembulang (Pulau Rempang) hanya melewati simpang saja tidak masuk hingga ke dalam. 


Untuk tiket masuk pantai warga mematok harga Rp. 10.000.


Nah ingin tahu keseruan jelajah pulau lainnya? Bisa baca di catatan-catatan perjalanan saya seperti saat berkunjung ke Pulau Bukit di Barelang.

18 comments:

  1. Wah hebat, semua pulau dijelajahi ya mbak. Keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Niatnya begitu Pak, menjelajah semua pulau di Batam dan sekitarnya.

      Delete
  2. Waah, pasti seru main di pantau yg airnya dangkal..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, jadi anak-anak gak takut tenggelam. Tapi tetap sih harus diawasi orang tua.

      Delete
  3. Hihihi yg punya blog sibuk mulu ampe ngedraft mulu lama publish.... Hihihi... Pantai setokok skrg cantik ya ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, eh gak sibuk-sibuk banget sih malas yang utama. Hikss

      Delete
  4. Rameee amat ya itu yg rekreasi di pantainya, penuh org berenang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya karena bagian sebelah sini cetek, jadi anak-anak berani berenang di sini. Kalau bagian pantai yang ke laut dalam agak sonoan lagi. *sambil nunjuk foto paling atas :D

      Delete
  5. Tiket masuknya lumayan murce, sayang belum didukung transportasi yg memadai utk ke sana ya mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, heran banget ke wilayah wisata begini transportasi susah banget.

      Delete
  6. Pantainya dangkal ya mbak? Enak tuh anak2 bisa main sepuasnya ya 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, jadi lumayan aman lah buat anak-anak.

      Delete
  7. Termasuk murah ya mbak tiket masuknya cuma 10rb, wajib masuk list kalau berkunjung ke Batam lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rata-rata segituan di sini Mbak. Karena dikelola masyarakat lokal bukan perusahaan swasta atau pemerintah.

      Delete
  8. Saya juga mau nulis ini teh, masih ngedraf, entah kapan selesainya.

    ReplyDelete
  9. Kalau di Surabaya mungkin mirip dengan pantai kenjeran.
    Boleh dong diajakin keliling gitu. Saya juga senwng banget traveling.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...