Sunday, 17 March 2019

Berburu Beragam Kuliner di Pekanbaru



Jika berkunjung ke suatu tempat rasanya belum pas jika tidak mencicipi masakan asli daerah tersebut. Nah ketika sedang ada keperluan ke Pekanbaru, saya sempat mampir ke beberapa kedai dan resto yang menjual berbagai hidangan kuliner baik yang umum maupun yang khas dari Pekanbaru. Beberapa tempat kuliner yang saya kunjungi di antaranya RM Bebek Goreng, Sup Tunjang Pa’De Lagiman, Kimteng, Sultan Resto dan Go Food Festival TransMart Pekanbaru.



1. RM Bebek Goreng H.Slamet


Selama 3 hari berada di Pekanbaru, transportasi yang sering saya gunakan adalah ojek online (ojol). Dalam beberapa kali perjalanan bolak-balik menuju hotel tempat saya menginap, ojol ini kerap melewati Jalan Puyuhmas dimana terdapat Rumah Makan Bebek Goreng H.Slamet. Entah kenapa ketika melewati rumah makan itu mata saya selalu saja memperhatikan terus-terusan. Dalam hati berbisik besok hari saya harus mampir daripada kefikiran terus. Hehe. Ini lapar mata sebenarnya. Lapar dengan apa yang dilihat. 


Keesokan harinya, dengan menaiki ojol kembali, sebelum menuju perpustakaan Soeman HS Pekanbaru, saya mampir dan makan siang di rumah makan bebek goreng tersebut. Nama di spanduk yang terpampang di halamannya adalah RM. Bebek Goreng H.Slamet Cabang Kartosuro. Apakah nama lokasi rumah makan itu Kartosuro atau bukan, saya pun tidak bertanya. 


Ketika saya datang, belum ada pembeli satu pun karena waktu masih menunjukkan sekitar pukul 11 siang. Belum waktunya makan siang. Namun karena jadwal saya hari itu padat, maka saya rela memajukan jadwal makan siang jadi jam 11an. Untungnya saja ketika bertanya kepada pelayan yang sedang berjaga, makanannya sudah dapat dipesan. Alhamdulilah, jadi tidak perlu menunggu lama.


Saya memesan menu utama yakni bebek goreng. Karena saya pelanggan pertama yang datang hari itu, maka tak begitu lama pesanan pun datang. Sepotong paha bebek goreng dengan sambal, lalap dan teh manis dingin telah terhidang di depan mata. Ketika perlahan mencuil dan mengunyah daging bebeknya yang kering, tidak terasa liat atau alot. 


Bagi sebagian orang yang kurang pintar mengolahnya, daging bebek akan terasa liat saat dimakan. Jika liat/alot, maka akan susah dikunyah dan makan tidak nikmat lagi karena energi terkuras untuk menyelesaikan kunyahan yang nggak selesai-selesai hehe. Daging bebek juga memiliki aroma amis yang kuat dibanding ayam, Jadi butuh keterampilan dan pengalaman untuk menghilangkan aroma amis pada daging bebek.


Di RM Bebek Goreng H.Slamet ini, kedua keluhan tentang daging bebek yaitu liat dan amis tidak begitu terasa. Saya cukup menikmati makan siang itu apalagi nasi dan paha bebek gorengnya masih panas. 


Jika harus menilai, maka olahan bebek goreng ini saya beri nilai 7,5. 



RM. Bebek Goreng H.Slamet Cabang Kartosuro
Jalan Puyuhmas No. 50 Pekanbaru
Telepon: 0761 8401334



2. Sup Tunjang Pa'De Lagiman


Sepulang mengeposkan paket dari Tiki Pekanbaru dan hendak menuju rute bis yang melintasi Jalan Arifin Ahmad untuk kembali ke hotel, saya melewati sebuah kedai makan Sup Tunjang Pa’De Lagiman yang suasananya tampak adem, tenang dengan bangunan dan bangku-bangku yang terbuat dari kayu. Sup Tunjang Pa'De Lagiman ini terletak di Jalan Rambutan Pekanbaru. Saya mampir ke kedai ini ba'da Ashar sepulang dari Masjid Al Mukmin.


Saya memesan seporsi sup tunjang. Tunjang adalah nama lain dari kaki sapi atau kaki kambing. Orang Sumatera mengenalnya dengan sebutan demikian. Orang Sunda mengenalnya dengan sebutan cokor.



Saya mampir ke kedai ini ba’da ashar. Jadi saya sendiri bingung menamainya makan apa. Karena makan siang sudah lewat, makan malam juga belum waktunya. Terserah apa namanya, pokoknya sore itu saya bernafsu untuk makan sup tunjang. Salah satu menu favorit saya selain bebek goreng tentunya.


Ketika dihidangkan, aroma dagingnya masih sangat khas. Kuahnya lumayan enak namun dagingnya tidak terlalu empuk sehingga saya masih kesusahan untuk mengunyahnya. Sayang banget sih coba kalau dagingnya lebih empuk lagi sup ini akan terasa nikmat.


Selain Sup Tunjang, kedai ini juga menyediakan Sup daging, Sup ayam, Soto daging, soto ayam, pangsit dan bakso. Kedai ini juga menerima pesanan vai telpon dan siap hantar.


Sup Tunjang Pak’De Lagiman
Jalan Rambutan Pekanbaru
Telepon: 0812 68453710



3. Kedai Kopi Kim Teng


Kedai Kopi Kim Teng

Saya mengetahui tentang Kedai Kopi Kim Teng dari Ocie YM, seorang rekan blogger Pekanbaru yang sempat berkunjung ke Hotel Aryaduta tempat saya menginap. Darinya ia merekomendasikan dua tempat yang asyik untuk kulineran yakni Kim Teng dan Sultan Resto.


Maka keesokan harinya setelah mengunjungi Jembatan Sungai Siak Pekanbaru dan juga Pasar Bawah, saya berjalan kaki menuju Kim Teng, salah satu kedai kopi legendaris di Pekanbaru. Sejak tahun 1950an, kedai kopi ini berdiri dan kini dikelola oleh generasi ketiga.


Nama Kim Teng sendiri diambil dari nama seorang warga keturunan Tionghoa Singapura bernama Tang Kim Teng. Ia sempat menjadi tentara pada masa-masa perjuangan kemerdekaan. Setelah masa kemerdekaan ia memutuskan membuka kedai kopi. 

Kim Teng
Kedai Kopi Kim Teng

Usaha Kim Teng kini diteruskan oleh cucunya yang bernama Awai (Mulyadi Tenggana) dengan menempati bangunan seperti ruko di Jalan Senapelan No.22 Pekanbaru. Kedainya dibuka dari pagi hari sejak pukul 06.00 sampai pukul 18.00 WIB. Di tangan Awai kedai ini berkembang pesat hingga sekarang.


Ia pun mengembangkan usahanya dengan membuka cabang. Selain itu, kedai kopinya dipenuhi oleh gerobak-gerobak jualan yang bekerja sama sebagai mitra bisnis Kim Teng. Tentu saja berjualan di sini sangat menarik karena hampir setiap saat ramai oleh pengunjung. Bahkan tiang-tiang bangunan Kim Teng pun nyaris penuh dengan iklan yang memang sengaja dipasang.


Selain kopi paduan yang pas untuk hidangan sarapan pagi di Kim Teng adalah roti lapis srikaya. Namun pagi itu saya sengaja memesan dimsum salah satu menu favorit saya kalau datang ke restoran chinese food. Selain itu menu lainnya terdapat martabak, roti canai, pempek, nasi goreng, mie ayam, dan lainnya.


Kedai Kopi Kim Teng
Jalan Senapelan No. 22 Pekanbaru
Telepon: (0761) 853300



4. Sultan Resto

Sultan Resto
Sultan Resto Pekanbaru

Sultan Resto terletak di Jalan Ronggowarsito No.12 Kecamatal Sail Pekanbaru. Restoran ini menyediakan berbagai masakan khas Melayu Riau dengan cita rasa pedas, asam, dan segar. Selain itu tersedia berbagai hidangan alacarte dan Minang. 


Restoran yang terdiri dari tiga lantai ini mempunyai desain ruangan yang khas Melayu Riau. Dari halaman resto saja sudah terlihat nuansa klasik dengan arsitektur khas dari Kesultanan Siak. Berbagai pernak-pernik pelengkap ruangan seperti jendela, daun pintu, lampu gantung, kursi, serta pajangan foto-foto Sultan Siak membuat suasana resto inimembawa kita terbang ke masa-masa kesultanan Siak Sri Inderapura dulu.


Dengan adanya pajangan foto-foto Sultan serta beberapa kegiatannya di masa lalu, hal ini akan menjadi ajang edukasi bagi pengunjung sehingga mengenal sejarah Melayu Riau dengan berkunjung ke resto ini. Saya sendiri merasakan manfa'atnya karena sama-sekali tidak tahu tentang apa dan siapa Sultan-Sultan Siak Sri Inderapura.

Foto-Foto Sultan Siak

Dibuka dari jam 7 pagi hingga jam 10 malam, Sultan Resto juga menyediakan menu untuk sarapan seperti roti canai, lontong pecel, roti bakar, lontong gulai dan kwetiau dengan harga hanya dengan 17.000 rupiah.


Menu khas andalan dari resto ini adalah berbagai olahan ikan seperti Asam Pedas Ikan Baung, Ikan Salai Selais Goreng, Ikan Salai atau ikan asap, Pindang Senangin, Cumi Alatay, Gurami Asam Manis dan olahan lainnya. 

Hidangan lezat di Sultan Resto

Bagi pengunjung yang tidak hanya sekedar makan namun juga mengadakan rapat atau meeting, tersedia meeting room yang berkapasitas hingga 200 orang dengan fasilitas toilet di dalam, sound system, serta pentas/panggung.


Selain meeting room juga terdapat 2 ruangan sholat yang bersih, luas dan nyaman di lantai 2 dan 3. Fasilitas bagi pengunjung lainnya berupa tempat parkir yang luas untuk kendaraan roda 2 dan 4 serta terdapat petugas parkir yang akan membantu.

Mushola yang bersih

Sultan Resto
Jalan Ronggowarsito No.12 Kecamatan Sail Pekanbaru 
Telpon: (0761) 8402248 
Jam Operasi: Pukul 07:00 WIB - 22:00 WIB 


5. Go Food Festival TransMart

Go Food Festival Pekanbaru


Salah satu tempat yang saya ingin kunjungi adalah TransMart. Alasannya karena di Batam belum ada TransMart. Dan ternyata baru tiba di halaman TransMart Pekanbaru saja suasana halamannya sangat ramai dan meriah. Sebuah tenda besar berwarna putih memanjang dengan berbagai warung dan kedai makan di dalamnya. Ternyata di sini sedang ada event Go Food Festival dengan harga yang terjangkau. Proses transaksi hanya dibolehkan menggunakan gopay dan harus menggunakan aplikasi go food di aplikasi gojek.

Karena saldo GoPay saya zero, saya hanya melihat-lihat saja sambil memperhatikan balon warna-warni di atap tenda.

Go Food Festival Pekanbaru

29 comments:

  1. Duh gulai ikan salai itu Saya suka sekali .biasanya makan di RM Upik belakang Mesjid Agung. Kimtengvjuga seru. Komplit mau sarapan macam2 ada

    ReplyDelete
  2. Sup tunjang menggoda banget. Btw, tadi sempat mikir, kok kayaknya saya pernah makan di bebek goreng H Slamet? Oh ternyata cabang Kartosuro ... saya pernahnya makan yang di Kartosuro. (Saya orang Solo, tetangganya Kartosuro.)

    ReplyDelete
  3. Oalah, baru saja mau tanya Sop tunjang teh naon, hehehe... Ternyata cokor sapi, toh...
    Lain daerah lain istilah ya
    Lagi hujan cuaca dingin gini seruput sup emang mantap...

    ReplyDelete
  4. Bebek goreng pak Slamet ada dimana2 yaa, di Semarang juga ada nih tapi malah aku baru nyoba yg di Magelang. Enak menurutku sambalnua juga. Kalo nilai dariku 8,5 lah.

    ReplyDelete
  5. Itu bebek goreng H. Selamet ternyata sampe ke PKU juga yaaa, hebring deh hahaha. Aku penasaran sama Sultan Resto, makanannya terlihat enyaak & tempat sholatnya bersih sekaliii :D Di save dulu, insha Allah kalau ke PKU mau ke tempat2 yg ditulis disini :)

    ReplyDelete
  6. Waktu ke Pekanbaru, saya diajak seorang teman untuk menyantap daging rusa. Saya lupa apa nama restonya, tapi yang saya ingat waktu itu saya mencoba sate rusanya dan enak banget.


    Dari tulisan mbak ini, rasanya saya harus ke Sulten Resto kalau kembali ke Pekanbaru. Suasana di dalamnya asyik banget :)

    ReplyDelete
  7. Kalau berkesempatan ke Pekanbaru kayaknya saya tertarik ke Sultan Resto. Lebih berasa suasana melayunya. Kalau Bebek Goreng H Slamet udah di mana-mana cabangnya ternyata, ya.

    ReplyDelete
  8. Bebek H Slamet ada dimana-mana ya, di kotaku juga ada.
    Itu kedai kopinya rame banget, banyak penggemar kopi nih.
    Wow, transmatnya meriah dengan balon warna-warni. Transmart di kotaku baru buka bulan Desember lalu, pas awal buka bikin jalanan macet haha :D

    ReplyDelete
  9. Lahh Bebek Goreng Pak Slamet cabangnya udah nyampe sana aja. Itu pusatnya di Kartosuro, masuknya Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mbak. Ditempatku sini. Kirain cabangnya cuma disekitar solo aja taunya udah nyampe sana juga. wah, kapan2 main ke Sukoharjo deh, icipin yg disini jg.

    ReplyDelete
  10. Akhir tahun 2017 saya ke Pekanbaru, mbak Lina. Sama adik ipar diajak nyicipi ketan duren, juga Soup Tunjang yang rasanya bikin lidah saya nggak bisa berhenti mencecap kuahnya. Duhh jadi kangen pengen nyoba lagi

    ReplyDelete
  11. Aku tuh ya mba bolak-balik baca chat di grup WA temanku suka ngobrolin kopi Kim Teng. Owwww ternyata berasal dari kedai Kim Teng ini to. Katanya sih kopinya mantap. Ada kopi yang dijual bungkusan gitu juga dan bisa jadi oleh-oleh ya mba?

    ReplyDelete
  12. Waa jadi kangen Kimteng, dulu sering sarapan di sana. Kopinya ngangenin :)

    ReplyDelete
  13. Menjelalajah ke suatu tempat memang afdolnya merasakan kulinernya juga ya. Sayapun kalau mampir ke mana-=mana, kepingin icip tuh kuliner khasnya di daerah tersebut. Bebek GOreng H Slamet ada di mana-mana ya MBak. Saya suka bnaget tuh, bumbu bebek gorengnya tuh gurih dan sambal koseknya pedes banget

    ReplyDelete
  14. baru sekali ke pku dan pas di sana browsing apa sih makanan khasnya. ketemu sop tunjang dan langsung pengen coba. makannya sambil senyum2 karena kalau di kampung saya, tunjang itu berarti tabrak. ditunjang = ditabrak ^_^

    ReplyDelete
  15. Pas dengar Sop Tunjang pertama kali aku sempat mikir, "Ini makanan apa ya, sadis amat namanya, memangnya gak ada pilihan lain?" Hahaha

    Nah sama dengan mba Lisdha kalau di tempatku di Sumut, tunjang artinya, disepak pakai kaki, kayak bola gitu. Tuh, benar sadis kan?




    ReplyDelete
  16. Bebek H. Slamet di mana-mana emang enak ya. Termasu di Pekanbaru. Tapi yang membuat saya penasaran akan makanannya, Sulta Resto. Itu kelihatannya enak-enak banget, Mbak. Menu seafood pula, aiih maak.. bisa nambah nasi saya.

    ReplyDelete
  17. Paling asyik kalo berkunjung ke festival kuliner itu kita bisa icip2 berbagai menu makanan yg enak2 ya Mba..

    ReplyDelete
  18. Bebek slamet endeussssss sambele mak. Bebeknya juga bener ga amis kerasanya. Lumayan. Cuma porsinya dikit (eh iya kan?).


    Hayooo diisi saldo gopaynya biar kulineran lagi sambil muter-muter makk

    ReplyDelete
  19. Kalo kuliner Pekanbaru, aku paling inget sama kopinya. Lokasi persisnya lupa deh. Tapi kaya di ruko pasar. Interiornya jadul, penyajiannya juga jadul. Ada roti sarikaya yang enak juga.

    ReplyDelete
  20. Bebek Goreng H Slamet ada nih deket rumah sayaa..enak tenan bebeknya
    Dan saya tergoda dengan sajian di Sultan Resto. Jadi penasaran apakah pemiliknya masih ada hubungan keluarga dengan Sultan?

    ReplyDelete
  21. Berburu kuliner memang sesuatu hal yang menyenangkan, apalagi kalau sedang berada didaerah. Kadang banyak makanan yang jaranh kita temui didaerah kita sendiri. Aku suka kalap kalau kulineran.

    ReplyDelete
  22. Mau sup tulang sapi mba. Kesukaan aku banget. Ah, aku jadi laper.

    ReplyDelete
  23. Sedap banget ini, jadi laper lihatnya. Pengen kulineran dan berkunjung ke Pekanbaru.

    ReplyDelete
  24. Enaaaknya...
    Travelling sambil kuliner.
    Yang paling penasaran, makan di Resto Sultan.
    Berasa pakai pintu waktu ke Jaman kolonial.

    ReplyDelete
  25. Aku penansaran yang tunjang apakah sama bumbunya kayak yang dimasak sama orang padang.. Duh kapan ini bisa ke pekanbaru... Semoga ada kesempatan kesana

    ReplyDelete
  26. Belum pernah ke Pekanbaru. Belum pernah coba makanan Pekanbaru. Lihat post ini sambil nelen ludah. Perus mendadak keroncongan haha.

    Sultan resto cakep banget design ekteriornya. Berasa masuk ke kerajaan tempo dulu. Makanannya juga murah. Semoga dikasih rejeki ke Pekanbaru. Pengen nyoba semua masakan Pekanbaru.

    BTW ternyata di Pekanbaru ada pecel dan soto ayam juga hehe.

    ReplyDelete
  27. Belum pernah makan ini semua. Ke Pekanbaru cuma pernah makan di Pasar Bawah dan di Pondok ikan patin. Nah di sanalah makan sup tunjang.

    Semoga nanti ke PKu lagi bisa icip2 ke sini deh kak Lin.

    ReplyDelete
  28. Bebek Goreng H. Slamet memang sudah terkenal dan banyak cabangnya. Pusatnya memang di Kartasura. Sambelnya yahuud, bebeknya empuk. Di Gresik juga ada...

    ReplyDelete
  29. Mba aku pernah nyoba bebek H. Slamet.. wih emang mantul.. enak, sampe dibubgkus2 segala.. hihi
    Kalau ke Pekanbaru lagi boleh nih list saya coba kuliner lainnya

    ReplyDelete

Halaman ini dimoderasi untuk mengurangi spam yang masuk. Terima kasih sudah meninggalkan komen di sini.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...