Minggu, 26 Juli 2015

Kekayaan Flora dan Fauna Taman Nasional Gede Pangrango

    
Surya Kencana dan Gunung Gumuruh Foto: Sato San
        
Pada tahun 1980 Taman Nasional Gunung Gede Pangrango terbentuk. Taman nasional ini disebut-sebut mewakili habitat pegunungan terbaik yang masih selamat dan bertahan hingga sekarang dimana lebih dari 1000 spesies tanaman ketinggian telah tercatat dari 120 famili tumbuhan.

            Yang paling mencengangkan adalah terdapat 200 spesies anggrek yang kira-kira sepertiga dari keseluruhan spesies anggrek yang pernah ditemukan di Pulau Jawa. Berbagai spesies burung endemik pun sangat menarik para ornitolog dari seluruh dunia untuk datang dan mengamati. Hal ini tidak terlalu mengherankan  karena lebih dari setengah spesies burung endemik Pulau Jawa dapat disaksikan di kawasan ini termasuk hewan endemik lainnya seperti macan tutul, owa, lutung, surili, trenggiling, mencek, dan lainnya.

Baca juga tentang selfie di Puncak Gunung Sinabung.

            Taman Nasional Gede Pangrango mempunyai dua titik tertinggi yakni puncak Gunung Gede dengan ketinggian 2.958 meter di atas permulaan laut (mdpl) dan puncak Gunung Pangrango dengan ketinggian 3.019 mdpl. Keduanya dihubungkan oleh sebuah tempat berupa sadel yang dikenal dengan sebutan Kandang Badak.

Kami berkemah di lembah ini. Alun-alun Surya Kencana. Foto: Sato San

            Ada 4 jalur yang terkenal yang sering digunakan untuk mendaki Gunung Gede Pangrango yakni Jalur Cibodas, Gunung Putri, Salabintana, dan Situ Gunung. Namun jalur yang paling terkenal dan sering digunakan untuk mendaki adalah Cibodas dan Gunung Putri. Saya pernah menggunakan jalur Gunung Putri untuk mendaki Gunung Gede dan di lain waktu menggunakan jalur Cibodas saat mendaki Gunung Pangrango. Namun jika ingin mendaki keduanya, sebaiknya dimulai dari jalur Gunung Putri menginap semalam di Gunung Gede lantas turun dan berhenti di sadel Kandang Badak. Setelah itu naik ke Gunung Pangrango lalu keesokan harinya turun  ke Kandang Badak dan melanjutkan perjalanan turun via jalur Cibodas. Estimasi waktu normal sekitar 3 hari 2 malam.
  
Gunung Gede

View Gunung Gede dari Puncak Gunung Pangrango. Foto: @LinaSasmita
            Gunung Gede memiliki pemandangan yang khas dimana di sebelah timur terdapat sebuah dinding (jurang) gunung yang tertutupi rimbunnya pepohonan yang disebut Gunung Gumuruh. Gunung ini bentuknya memanjang  sejauh 3 kilometer dan mempunyai ketinggian 2.929 mdpl. Di bawahnya, di antara Gunung Gumuruh dan Puncak Gunung Gede terdapat sebuah padang rumput yang terbentang luas yang disebut alun-alun Surya Kencana. Di Surya Kencana ini selain rumput juga ditumbuhi oleh tumbuhan khas pegunungan berapi yakni hamparan bunga edelweis.

            Pada sisi Barat Laut Puncak Gede terbentang kawah yang disebut Kawah Ratu.  Memiliki kedalaman 150 meter dengan diameter sekitar 300 meter. Dua kawah lainnya yang terdapat di sekitar Kawah Ratu yakni Kawah Lanang dan Kawah Wadon. Ketiganya mengeluarkan asap serta material vulkanik lainnya yang berbahaya bagi manusia.

            Pada perjalanan mendaki, saat memasuki hutan yang rapat kita dapat menyaksikan pohon jamuju tumbuh menjulang tinggi. Pada pepohonan itu dengan jelas bisa kita saksikan tanaman pakis yang tumbuh subur hidup secara epifit di batang-batang pohon yang bertajuk tinggi. Seakan berlomba mendapatkan sinar matahari.
Bersama Edelweis. Foto: @IcalPapa Sierra

            Sepanjang perjalanan kita juga dapat menyaksikan berbagai tumbuhan khas seperti  rotan, pitcher plant atau kantung semar, pohon puspa, sengon, kadsura, bunga Begonia robusta, Lobelia angulata, arbei, berbagai jenis tanaman  anggrek, dan berbagai jenis jamur serta tumbuhan paku-pakuan.

          Dari sebegitu banyak flora dan fauna yang terdapat di Gede Pangrango mungkin hanya sebagian kecil saja yang dapat kita kenali. Seperti halnya tanaman anggrek yang menurut data mencapai ratusan jenisnya. 

Baca juga pengalaman saya saat berada di Lembah Kasih Mandalawangi Gunung Pangrango.

Referensi:
Harris, K.M, 1996. Mount Gede Pangrango National Park Information Book Series Vol 2 



3 komentar:

  1. Maaf lahir batin mbak, maaf baru bisa berkunjung lagi setelah mudik. 200 spesies anggrek , wah cara menghafal satu=persatu speciesnya gimana ya, aku kurang mengerti tanaman

    BalasHapus
  2. Mungkin para ilmuwan itu mencatat, mengumpulkan, mengidentifikasi, membuat sampel, dan menyimpannya untuk bahan penelitian. Eh ini mah menurut saya aja sih hihi. Minal Aidin ya.

    BalasHapus
  3. baru sempat brosing.....hehehehe, salam kenal lagi.....

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...