Sunday, 30 September 2018

Kutitipkan Rindu Pada Semeru

"Pada lembaran-lembaran album kenangan yang kubuka, aku tahu bahwa pada kisah-kisahku dahulu, ada begitu banyak kisah dan cerita yang mengagumkan. Setidaknya bagi aku dan gadis kecilku."

Ranu Kumbolo Gunung Semeru

Bertahun-tahun keinginan mengunjungi Semeru seakan hanya di awang-awang. Semeru, adalah kerinduan pada sebuah perjalanan. Pada sunyi yang merubahnya menjadi puisi. Pada sepi yang setia menghiasi mimpi-mimpi. Dan pada dingin yang menghantarkan gigil dalam beku yang mematikan. 


Semeru. Di sanalah kisah kami bermula. Tatkala kaki gadis kecilku dengan lincah menjejak jalur setapak yang menanjak. Sementara kakinya melangkah, bibir mungilnya terus saja berceloteh dan bertanya tentang apa saja yang dilihat dan dirasakannya. Tentang tumbuhan yang dilaluinya di sepanjang jalur pendakian. Tentang hewan-hewan yang dijumpainya, tentang danau luas bernama Ranu Kumbolo yang berpagarkan bukit-bukit, pinus dan cemara gunung. Tentang hamparan savanna keunguan yang bagaikan karpet beludru sejauh mata memandang. Dan tentang puncak berbatu yang dingin dan beku.


Bukan mudah mengajak anak kecil berumur 4 tahun 8 bulan ke gunung tertinggi di Pulau Jawa ini. Butuh persiapan yang maksimal baik secara fisik, mental, maupun perizinan yang terbilang ribet. Bayangkan, hanya untuk mendaki gunung saja, kami perlu menyiapkan akta lahir dan surat keterangan kesehatan dari dokter. Tapi begitulah peraturan pendakian di sana, dibuat sedemikian tentu demi kebaikan bersama. Terlebih pembatasan usia anak untuk mendaki Semeru minimal usia 10 tahun, baru saja diberlakukan, sehingga rasa-rasanya gadis kecil kami tak mungkin diberi izin untuk mendaki. Namun keberuntungan datang, Gadis mungil itu akhirnya diizinkan mendaki walaupun sampai Ranu Kumbolo. Danau seluas 15 hektar yang terletak di ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut. Danau yang berpagarkan kenangan dan kerinduan dalam setiap ingatan para pendaki.


Mentari telah meninggi. Membuyarkan kabut yang mengambang di permukaan Ranu Kumbolo. Menghangatkan ratusan tenda berwarna-warni yang berjejer rapi bagai paduan warna dalam pelangi. Aku melangkah pergi meninggalkan gadis kecil dan ayahnya di sana. Lantas menyusuri savanna keunguan Oro-Oro Ombo, melintasi ratusan pohon cemara di Cemoro Kandang, hingga tiba di batas vegetasi di Kalimati. Dalam gelap malamnya, aku pun merayapi jalur pasir menuju puncak sendiri. Menempuh waktu terpanjang selama 7 jam dari Kalimati hanya untuk menggapai puncak. Dan merayakan keberhasilan menjejak puncak dengan menikmati hadirnya sang mentari yang berseri di batas lazuardi.

Savanna Oro Oro Ombo

Perjalanan ini terlalu indah untuk dinikmati sendiri. Seandaianya aku bisa berbagi dengan gadis kecil dan ayahnya itu, ingin rasanya mengajak serta mereka ke atas sana. Ke atap Pulau Jawa. Melihat dan memaknai arti sebuah pendakian. Merekamnya melalui foto dan video. Menyimpan sebentuk rangkaian gambar bergerak yang mengabadikan keindahan perjalanan keduanya. Perjalanan seorang gadis kecil dengan ayahnya. 


Jika waktu memihakku, dan semesta mengaminkan setitik harapku itu, dan andai kami bisa kembali ke Semeru di tahun 2018, tentu akan aku persiapkan pendakian kami sebaik-baiknya. Terutama bagaimana agar perjalanan penuh kenangan itu terekam indah melalui sebuah smartphone yang mumpuni. Yang akan siap sedia tatkala ratusan hingga ribuan byte gambar tersimpan ke dalamnya. Yang awet penggunaan batrenya sehingga sepanjang pendakian tidak diperlukan lagi mengisi daya. Yang mengabadikan setiap momen, setiap jengkal langkah kami, setiap keindahan yang kami temui dalam foto-foto yang tajam sesuai aslinya. Karena itu aku harus mencari smartphone yang benar-benar smart, dengan kemampuan memory yang besar. Karena perjalanan ini tak mungkin terulang kedua kali. Karena setiap waktu cerita akan berbeda. Nuansa akan berbeda.


Seperti sebuah tanda, ketika pencarian smartphone idaman jatuh kepada Huawei Nova 3i. Smartphone kelas menengah terbaru dari Huawei yang baru saja release pertengahan tahun ini. Dengan warna gradasi yang membuat jatuh hati dan kamera berteknologi AI yang membuat antusias kalangan pecinta smartphone fotografi, belum lagi internal memory 128 GB yang luar biasa tinggi, serta kemampuan gaming dengan GPU Turbo yang mumpuni, Huawei Nova 3i teramat mewakili keinginan resolusi 2018ku guna mencari HP untuk dibawa mendaki.


Premium Desain

Memandangi Huawei Nova 3i ingatanku langsung terbawa ke hamparan savanna berawarna ungu di Semeru yang berpadu dengan kontrasnya langit biru. Keindahan desainnya, secantik gradasi pemandangan di sana. Membuat jatuh hati berkali-kali. 



Huawei Nova 3i. Foto: conusmer.huawei.com

Dengan frame berbahan metal dan body berlapis kaca, membuat desain material Huawei tampak elegan dan eye catching. Sementara itu layar full view sehingga aku akan puas melakukan aktifitas foto landscape yang harus tampak detail dari ujung ke ujung.


Quad AI Camera 

Kamera adalah hal penting yang harus aku perhatikan saat membeli smartphone. Dan  Huawei Nova 3i ternyata dilengkapi 4 kamera, dua kamera depan dan dua kamera belakang yang dibekali teknologi Artificial Intellegent (AI) dimana merupakan teknologi kecerdasan buatan pada ponsel pintar yang akan melakukan pengaturan sendiri sesuai dengan keadaan dan kondisi di sekitarnya. 


Ruang Penyimpanan Hingga 128 GB

Spesifikasi yang dimiliki Huawei yang paling membuat aku tercengang adalah memori internalnya yang sangat besar. Ini merupakan smartphone termurah di kelasnya dengan storage 128 GB. Sungguh cocok dengan kebiasaanku yang kerap menghasilkan ratusan foto dalam sekali pendakian.


Powerful Performance

Fitur menarik lainnya dari Huawei Nova 3i yang kini menjadi ponsel idamanku adalah GPU Turbo. Yakni sebuah teknologi yang disematkan guna pemrosesan grafis yang mengubah cara grafis diolah di level system. GPU Turbo membuat perangkat bisa menjalankan game dengan mulus dan lancar. 


Tak ada do'a yang sia-sia. Tak ada usaha yang berbuah hampa. Semoga saja dengan do'a dan usaha, tahun 2018 ini Huawei Nova 3i hadir dalam genggamanku. Menjadi saksi dan menjadi bagian dalam kisah dan perjalanan pendakian aku bersama keluarga kecilku. 


Mungkin di sana, di puncak berbatu itu, do'a dan harap akan aku panjatkan untuk hal lainnya. Untuk cinta dan kasih sayang pada gadis kecilku yang perlahan beranjak besar.


Dalam genangan air mata yang mendanau di sudut-sudut mata, kutuliskan berbaris nasihat di halaman instagram pada foto gadis kecilku yang sedang berdiri memandang Danau Ranu Kumbolo. Sebagai kenangan, untuk ia baca kelak, suatu saat nanti.

Gadis Kecilku Dan Ranu Kumbolo


Belajarlah pada kebijakan alam Nak, niscaya engkau akan mengerti arti mencintai dan menyayangi setulus hati. 
Berkacalah pada riak danau, di sana akan engkau jumpai gambaran diri yang tak sempurna. Yang kadang terguncang oleh riak kehidupan. 
Belajarlah kepada kabut. Betapa ia pandai menyesuaikan diri dengan berubah-ubah bentuk dalam hampanya udara.  
Berdirilah dengan tegak menyambut sang mentari di pagi hari. Resapilah sinar yang tak pernah ia harap kan kembali.


Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway di blog nurulnoe.com


39 comments:

  1. Desain Huawei Nova 3i ini simpel banget ya mbak, selain itu kapasitas memorynya juga besar banget, dan yang paling penting 4 kameranya itu loh. Bikin ngiler deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya simpel dan elegan. Bikin wow itu karena kapasitasnya besar banget. Puas buat bikin video

      Delete
  2. Setiap tahun produk gadget makin canggih aja ya mbak, tapi yang satu ini memang benar-benar bagus banget, dan cocok untuk para traveler.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Ka, cocok khususnya buat aku yang nggak mau ribet apalagi kalau dibawa daki gunung.

      Delete
  3. Wah, seru banget ya bisa ke semeru :)

    ReplyDelete
  4. Untuk moment seperti itu, memang wajib banget di abadaikan mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, momen langka mendaki gunung bersama keluarga. Jadi perlu banget untuk diabadikan.

      Delete
  5. Banyak banget ya keunggulan yang di berikan Huawei Nova 3i, gak heran sih kalau teman-teman saya pada beli :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak heran juga kalau saya jadi mupeng pengen beli hehe.

      Delete
  6. Recomended banget nih Huawei Nova 3i untuk para traveler :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul. Awet memory buat pefotoan dan video-an mengabadikan destinasi yang dikunjungi.

      Delete
  7. terus kapan mau ajakin aku naik gunung kak ... melihat body makin besar merasa piknik ke gunung makin jauh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha. Kan udah pernah ke Gunung Batur Kak.

      Delete
  8. MasyaaAllah.. umur 4 tahun udah sampe Ranu Kumbolo? hebat ih, teh.. dia yang mau teh?

    saya baru tahu ada batas umur untuk mendaki gunung. makasih infonya teh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kami tawari awalnya, terus melihat foto-foto yang sering saya dan suami share ke dia, dia jadi mau ikut :D

      Delete
  9. Semeru memang ngangenin ya teh,untung kenangan indahnya tersimpan cantik di hp cantik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Alhamdulillah sebagian msih tersimpan sebagian lagi :(

      Delete
  10. Aamiin. Semoga bisa mendaki Semeru tahun ini kak.

    Baca ulasan tentang Huawei Nova 3i tadi, jadi spechless sendiri. Quad Al Camera dan Penyimpanannya bikin ngiler. Top deh

    ReplyDelete
  11. Aamiin. Semoga bisa mendaki Semeru tahun ini kak.

    Baca ulasan tentang Huawei Nova 3i tadi, jadi spechless sendiri. Quad Al Camera dan Penyimpanannya bikin ngiler. Top deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Fie, kapasitasnya bikin kita syik dan anteng buat video ya. Nggak takut kekurangan.

      Delete
  12. barisan nasehatnya menggugah teh...
    belajar pada alam...

    ReplyDelete
  13. Semeru, tahu indahnya tempat ini tuh dari film 5cm. Punya angan2 bisa ke sana juga kelak anak2 sudah bisa diajak traveling.

    Btw, hp nya menggoda ya, Teh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nanti nunggu anak-anak besar dulu. Seru kemping di anu Kumbolo bareng anak-anak itu loh Jul. Kenangan manis banget buat mereka.

      Delete
  14. Ah aku belum sampai juga ke Semeru... duh makin mupeng nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Segeralah, sebelum Semeru kenapa-kenapa. Karena bencana gempa, gunung meletus, dan lainnya kita nggak pernah meprediksi kapan waktunya. Selagi Semeru masih bisa dijejak oleh kaki.

      Delete
  15. Semeru emang selalu bikin rindu, teh.. Ini mau ngajakin Reva & Lala ngecamp ke Ranu Kumbolo aja gak jadi-jadi mulu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah dekat pun Dee. Seru kayaknya Reva sama Lala kalau ke sana.

      Delete
  16. kok jadi pengen beli huawei nova 3i ini ya

    review nya jelas banget, dan kamera nya keliatan nya bagus

    jadi pengen beli

    ReplyDelete
  17. Ya Allah indah sekali. Saya belum pernah ke semeru. Tapi lewat fotonya tergambar keindahannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, di sana indah memang. Makanya kalau bawa hp keren dan kece bisa puas mengabadikan keindahannya.

      Delete
  18. Cita-cita ke Semeru tapi belum kesampaian sampe akhirnya nikah dan punya anak, indah banget memang mba huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah sayang sekali. Yaudah ajak aja suami dan anak-anaknya Mbak. Nggak bakalan ngecewain deh. Selalu seru dan indah setiap musimnya.

      Delete
  19. Camp di pinggir danau itu gimana ya sensasinya... Penasaran gitu. Gambarnya well shot kak. Bagus...

    ReplyDelete
  20. pengen banget bisa ke semeru lagi dan mendokumentasikan foto foto indah seperti hasil kamera nya kak

    ReplyDelete
  21. Ya ampun dek, kamu kecil2 Ud ke ranu kumbolo, tante aja masi ngumpulin niat mau kesana soalnya merasa gak sanggup mendaki.. Beruntungnyaaaa...

    ReplyDelete
  22. Ke semeru adalah impian yg belum kesampaian hingga sekarang. Pesona alamnya bakalan abadi kalau kesana bawa HP dengan kamera yang mumpuni spt nova 3i ini ya mbak.

    ReplyDelete

Halaman ini dimoderasi untuk mengurangi spam yang masuk. Terima kasih sudah meninggalkan komen di sini.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...