Friday, 14 September 2018

Mengunjungi Kompleks Bebatuan Purba di Alif Stone Park Natuna

Alif Stone Park Natuna
Alif Stone Park berlatarkan Gunung Ranai.

Alif Stone Park merupakan sebuah kompleks bebatuan raksasa seluas kurang lebih 4,3 hektar yang terdiri dari beragam bentuk dan formasi batu. Jika keseluruhan bebatuan yang tersebar di area ini dihitung hingga bebatuan terjauh dari tepi pantai, maka luasnya diperkirakan mencapai 9 hektar.



Btw, kenapa saya bisa sampai tahu luas tempat ini padahal tidak ada di brosur maupun di buku-buku panduan pariwisata ke Natuna? Saya mengukurnya via google map. Hal ini biasa saya lakukan jika tidak mempunyai data akurat tentang panjang suatu jalan, atau luas suatu tempat. Menurut saya cukup akurat tergantung dari titik-titik mana yang kita tarik.


Lokasi Alif Stone Park terletak di tepian pesisir Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri. Kurang lebih 5 kilometer dari Kota Ranai, ibukota Kabupaten Natuna. Lokasinya mudah diakses karena terletak di jalan utama wilayah pesisir timur Pulau Natuna. Dapat ditempuh dengan menggunakan berbagai moda transportasi dan dapat dicapai dalam waktu kurang lebih 10 menit dari Ranai.

Pintu masuk ke Alif Stone Park

Nama Alif Stone sendiri diambil oleh pemilik lokasi dengan merujuk kepada sebuah batu yang berdiri tegak di tengah bebatuan lainnya. Bentuk batu ini menyerupai huruf alif dalam abjad huruf hijaiyah (Arab). Sebelum dikembangkan dan dibangun, wilayah ini disebut oleh warga setempat sebagai Tanjung Sulai, namun seiring penamaan baru oleh pemilik lokasi, maka kini masyarakat pun mengenalnya  dengan sebutan Alif Stone.

Batu yang sebelah kanan yang berbentuk huruf Alif

Selain menisbatkan nama tempat tersebut dengan nama Alif Stone, Pak Both Sudargo, Sang pemilik lokasi yang sempat berbincang-bincang dengan kami, juga menamai batu-batu lainnya sesuai dengan karakter dan bentuk batu yang dijumpainya. Beberapa diantaranya ada batu yang ia namai dengan Spirit Stone, Brain Stone, Asking Stone, dan lainnya saya lupa.😃


Sebelum dilanjut, mungkin ada yang bertanya siapa sih Pak Both Sudargo ini? Kok bisa ya beliau membeli tanah/pantai seluas itu. Dalam obrolan santai di sore hari ketika kami berkunjung khusus untuk menemuinya, saya mengulik sedikit siapa sesungguhnya beliau dari ia sendiri, anak, dan menantunya.

Saya dan keluarga Sudargo

Both Sudargo dikenal masyarakat Ranai Natuna sebagai seorang arsitek lulusan ITB yang merancang bangunan megah kebanggaan mereka yakni Masjid Agung Natuna. (Teman-teman bisa klik link tersebut jika ingin mengetahui seperti apa kemegahan, keanggunan dan kecantikan Masjid Agung Natuna). Menurut menantunya, beliau asli dari Palembang, kuliah di Bandung dan menetap di Jakarta. Namun akhir-akhir ini ia sering menghabiskan waktu untuk tinggal di Alif Stone.


Asking Stone (Batu Bertanya)

Menurut saya, hal yang paling unik di kawasan Alif Stone Park adalah terdapatnya sebuah batu besar yang dinamai Pak Both dengan nama Asking Stone. Kenapa unik? Karena di dinding batu tersebut terdapat tulisan asma Allah. Huruf-huruf penyusun nama Allah seperti alif, lam, dan ha tampak menyembul seperti relief. Relief ini tentu saja bukan dipahat sendiri olehnya, namun oleh tempaan alam selama beratus, beribu, atau mungkin berjuta tahun. Dan diantara semua bebatuan besar yang tersebar di wilayah ini, Asking Stone terletak pada titik tertinggi.

Asking Stone Natuna
Batu bertuliskan lafaz Allah

Di ruangan yang berfungsi sebagai entry point menuju bebatuan di sekitaran pantai, terdapat foto Asking Stone (Batu Bertanya) berikut penjelasan atau perumpamaan yang ada di sebalik penamaannya. Pada foto tersebut dituliskan caption:
  • Bertanya kepada siapa yang ingin melihatnya.
  • Siapakah yang menciptakan batu-batu yang indah-indah ini di Natuna?
  • Ingin tau jawabannya? Lihatlah pada diriku di Alif Stone Park Natuna.

Karena takut dikultuskan oleh para pengunjung, Pak Both selalu menerangkan kepada tamu atau pejabat yang datang ke tempatnya, bahwa batu tersebut hanya batu saja. Tidak untuk dianggap keramat atau dijadikan sumber kekuatan.

Menurut Pak Both, reaksi orang-orang yang melihat wujud batu bertuliskan lafaz Allah ini beragam. Ada yang gemetar, menangis, atau terpaku terdiam begitu saja.

Pada pertemuan sore menjelang maghrib dengan rombongan kami,  ia juga menerangkan tentang teori-teori kenapa bebatuan ini bisa muncul dan tersebar begitu banyak di wilayah Natuna. Beberapa teori diantaranya adalah terdapatnya gunung berapi yang meletus ratusan juta tahun lalu dan kejadian banjir pada zaman Nabi Nuh A.S.

Ia juga sempat menceritakan cita-cita ke depannya ingin membangun sebuah wahana air mancur yang menggunakan pencahayaan lampu di sekitar bebatuan di Alif Stone.


Ada apa saja di Alif Stone park?

Memasuki kawasan Alif Stone Park, semua pengunjung akan melewati sebuah gerbang sederhana berwarna hitam bertuliskan "Welcome to Alif Stone Park". Namun sesaat setelah itu, pengunjung akan dibuat tercengan karena memasuki lorong di antara bebatuan yang cukup panjang yang hanya bisa dilewati oleh satu orang.

Lorong yang kanan kirinya batu 

Setelah lorong, terdapat pintu masuk utama. Di sana, setiap orang yang berkunjung dipungut biaya pemeliharaan lingkungan sebesar 5.000 rupiah. Dari pintu ini, jalan yang dilalui mulai terbuat dari papan-papan yang kanan kirinya dihiasi oleh bunga-bunga. Jalan papan tersebut mengarah ke satu bangunan dimana terdapat penginapan dan beberapa ruangan yang digunakan untuk penjualan souvenir & cendera mata, ruang kerangka ikan paus, dan ruang untuk sekedar duduk-duduk.

Kerangka ikan paus yang ditemukan di Natuna disimpan di salah satu ruangan di Alif Stone Park.

Saat hari pertama berkunjung ke Alif Stone, kami kebetulan bertemu dengan Andji, penyanyi lagu Dia dan juga lagu Menunggu Kamu yang dijadikan ost film Jelita Sejuba. Saat itu Andji sedang berlibur dengan beberapa orang anak instagram yang memenangkan lomba mengubah lirik lagu Menunggu Kamu menjadi bahasa daerahnya masing-masing.

Andji sedang bermain Volley air bersama rekan²nya.

Bebatuan di Alif Stone Park ini sungguh mengagumkan. Batunya besar-besar dan tertanam kuat di sekitar pantai. Oleh Pak Both, bebatuan besar ini disambungkan satu per satu dengan menggunakan jembatan kayu dan sebagian ada yang disemen untuk memudahkan pengunjung memanjat ke atas batu. Namun tanpa merusak atau memecahkannya.


Bebatuan di Alif Stone Park, dibiarkan sesuai aslinya termasuk yang menjadi bagian dari penginapan. Tetap dibiarkan tanpa dirusak atau dipecahkan. Bahkan ada batu yang menjadi bagian kamar dan toilet.


Harga penginapan juga relatif terjangkau dan bervariasi tergantung tipe kamar. Harga normal sekitar Rp 750.000 per malam. Di penginapan terdapat dapur dengan desain ruangan yang menarik yang juga bisa digunakan untuk memasak oleh para tamu yang menginap. Ada ruang baca, dan ruang santai di lantai dua untuk memandang laut dan bebatuan.

Pemandangan Alif Stone pada sore hari

Kamar dengan dinding batu yang menjorok ke dalam


17 comments:

  1. Besar banget ya batunya. Ada info ga Lin soal ukuran baru-batu itu, penasaran. Keren banget penginapan dibangun disekitar batu tanpa merusak, malah dijadikan bagian dri bangunan

    ReplyDelete
  2. Siapakah yang menciptakan batu-batu yang indah-indah ini di Natuna? MasyaAllaj...Ya Allah cakep banget ya kak. Rate nya disana nginap kira2 berapaan kak

    ReplyDelete
  3. keren kali teh, infony jg akurat, smg suatu saat bisa menjejakka kaki kesana

    ReplyDelete
  4. Pak Both Sudargo mantap ya dia bisa beli pantai tuh..uuucchh berapa pula harga nya itu...alangkah senang keluarganya bisa memiliki area tersebut. Untuk hotelnya dikisaran berapa termurah Teh ?

    ReplyDelete
  5. wah unik bgt kamarnya kak, ada batunya :D

    ReplyDelete
  6. Ikonik banget ya Alif Stone ini. Kita patut berterima kasih sama pak Both Sudargo ini mau menjaga keindahan itu.

    ReplyDelete
  7. Ouch... thats amazing nature ya teh.... jadi semakin ingin ke natuna deh... kapan kesampain ya

    ReplyDelete
  8. Foto kamar terakhir bikin Salfok... Hehehe keren ya kamarnya berdinding batu begitu. Kalau ke natuna mo ke sini juga ah dan rasanya ini ojek wisata wajib ya...

    ReplyDelete
  9. wah mau bobo di kamar yang ada batunya biar bisa nyender, udah lama nggak nyender apa lagi ngelus2 batu *eeh

    ReplyDelete
  10. Masyallah. indahnya alif stone.
    Batu batunya indahnya natural.
    Semoga diberi rejeki bisa kesana.

    ReplyDelete
  11. Masya Allah, bagus banget yah mba, mirip di Bangka yah batu-batu besarnya. Keren nih!

    ReplyDelete
  12. Maha Besar Allah. Luar biasa ya kekayaan bangsa kita ini. Semoga terjaga dan tetap terpelihara sampai anak cucu bisa mengenalnya secara langsung...

    ReplyDelete
  13. Wah, baru lihat gugusan batu seindah ini mba. Semoga makin banyak yang berkunjung ke alif stone

    ReplyDelete
  14. Saya kaget ada tempat wisata indah begini di Kepri , batu2 besar nya mirip dengan yg di Belitung ya mbak. Tp di belitung tidak ada yg lafaz Allah ... bikin penasaran mbak, Masya Allah bener2 kuasaNya indah ya mbak..

    ReplyDelete
  15. Amazing banget, ada yang tertulis lafaz Allahnya. Kamar penginapannya terlihat sederhana tapi nyaman ya mba. Selalu update tentang wisata Kepri ya mba, semoga berkesempatan mampir :)

    ReplyDelete
  16. belum pernah ke objek wisata yang kaya gini. Daya tariknya batu-batu besar tapi aku lihatnya di foto aja menghipnotis banget rasanya. penginapannya juga keren

    ReplyDelete
  17. Boleh tau dengan Harga Penginapan 750 rb itu bisa berapa orang nginap di dalam mba ?
    Saya juga senang banget traveling, apalagi melihat yg unik dan masih alami begini..

    Dari Batam menuju Natuna naik kapal atau pesawat ya mba ?

    ReplyDelete

Halaman ini dimoderasi untuk mengurangi spam yang masuk. Terima kasih sudah meninggalkan komen di sini.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...