Sunday, 15 April 2018

Apa yang Menarik di Perkampungan Warisan Budaya Melayu Lingga?

Pulau Lingga
Berpose dengan sepeda di depan Kator Bupati Lingga

Sepertinya tidak sempurna jalan-jalan seorang traveler, backpacker, turis, wisatawan atau apalah namanya ke Pulau Lingga, jika tidak mengunjungi Perkampungan Warisan Budaya Melayu Lingga yang terletak di sepanjang Jalan Raja Muhammad Yusuf, Daik Lingga. Betapa tidak, perkampungan Budaya Melayu ini memiliki tidak kurang dari 10 situs atau destinasi menarik yang berada di sepanjang jalan ini. 

Sewaktu saya dan seorang teman bersepeda menelusuri jejak warisan budaya Melayu di Jalan Raja Muhammad Yusuf, ada banyak pilihan destinasi yang bisa kami kunjungi saat itu. Berikut beberapa tempat yang reccomended untuk dikunjungi diantaranya adalah:
  1. Gerbang Istana Damnah
  2. Makam Raja Muhammad Yusuf
  3. Museum Linggam Cahaya
  4. Lokasi Istana Kota Baru
  5. Lokasi Istana Damnah (situs)
  6. Replika Istana Damnah
  7. Lokasi Bilik 44 (situs)
  8. Makam Bukit Cengkeh
  9. Tempat Pemandian Tengku Ampuan
  10. Tempat Pemandian Lubuk Papan

Dari semua yang saya sebutkan di atas, hanya beberapa saja yang dapat kami kunjungi karena keterbatasan waktu. Selain itu menjelang siang, kami mulai lapar dan mencari rumah makan. Selepas makan tiba-tiba terasa mengantuk, maka kami pun segera meluncur ke penginapan untuk tidur siap. Batal deh mengunjungi semuanya. 

Dan inilah beberapa tempat yang sempat kami kunjungi:

1. Gerbang Istana Damnah
Gerbang Menuju Istana Damnah dan Perkampungan Warisan Budaya Melayu Lingga ini sangat cantik dilihat dari jauh maupun dari dekat. Warnanya  cerah jika dilihat dari kamera. Gerbang dibuat dengan susunan batu kali dan tembok dengan atap dan ornamen ukiran kayunya bercirikan khas Melayu. Di depan gerbang terdapat plakat peresmian Perkampungan Warisan Budaya Melayu yang ditandatangani oleh  HM. Rusli Zainal, Gubernur Riau pada tanggal 24 Juni 2004. Agar diketahui, Kepulauan Riau saat itu masih berstatus kabupaten, belum menjadi provinsi dan masih menjadi bagian dari Provinsi Riau.

Gerbang Perkampungan Budaya Melayu Lingga

2. Museum Linggam Cahaya
Tahun 2006 saat saya mendaki Gunung Daik, Museum ini hanya berupa rumah panggung yang tidak terlalu luas yang didirikan di tanah milik Bapak Sulaiman Atan. Seorang seniman Lingga yang mendedikasikan usianya untuk seni dan budaya. Kini Museum Linggam Cahaya telah berdiri megah di samping museum yang lama. Di Museum Linggam Cahaya ada banyak benda-benda bersejarah yang beberapa di antaranya masih digunakan hingga sekarang.

Museum Linggam Cahaya
Museum Linggam Cahaya

3. Replika Istana Damnah
Istana Damnah merupakan istana yang dibangun oleh Raja Muhammad Yusuf dan didirikan pada tahun 1860 M. Reruntuhan istana aslinya ada di perkampungan Damnah. Setelah mengunjungi reruntuhannya, kami pun meluncur ke bangunan replika istana Damnah. Di dalamnya terdapat pelaminan untuk pesta pernikahan adat Melayu.

Istana Damnah
Istana Damnah

4. Lokasi Bilik 44
Bilik 44  merupakan bangunan  pondasi  yang direncanakan oleh Sultan Muhammad Syah (1832 - 1841) dan dibangun pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Muzaffar Syah (1832-1857) yang direncanakan sebagai tempat tinggal keluarga sultan. Sumber lain menyatakan sebagai tempat menyimpan berbagai  jenis hasil kerajinan. Bangunan bilik 44 ini tidak selesai dibangun dikarenakan Sultan Mahmud Muzaffar Syah diturunkan tahtanya dari kesultanan Lingga Riau pada tanggal  24 September 1857.


5. Tempat Pemandian Lubuk Papan
Pada awal diberitahu ada pemandian saya membayangkan pemandiannya seperti kolam renang dengan pancuran-pancuran yang berair jernih. Namun setelah tiba di lokasi ternyata pemandian yang dimaksud adalah sungai yang dibendung dan dijadikan tempat berendam mandi. Baru terfikirkan iya ya pada zaman dahulu semua orang belum mempunya tempat mandi khusus di dalam rumah dan istana masing-masing.



Selain 5 lokasi yang saya sebutkan di atas, masih banyak objek wisata lainnya yang belum saya kunjungi di Lingga. Semoga besok-besok masih bisa main ke Lingga lagi untuk meng-explore lebih jauh dan lebih dalam lagi.

50 comments:

  1. Wah luar biasa peninggalan sejarah. Sayangnya tidak semua dikunjungi karena dikalahkan ama bobok siang ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul hihi. Masih ada beberapa spot yang kece yang aku missed karena waktu terbatas.

      Delete
  2. WOAAAA LINGGA :3
    Yuk kak main ke sini lagi yuk sambil hiking :3

    ReplyDelete
  3. Teh... ira dari dulu pingin banget lah teh ke lingga. Jejak sejarah melayu masih banyak disana... baca blog teh lina bisa jd obat utk aku sama referensi kalo kesana udah tau mau kmn aja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mainlah Ra ke Lingga, luar biasa loh banyak peninggalan bersejarah di sana.

      Delete
  4. Ya ampun tiap baca postinganmu BUnd, mupeng deh jalan-jaalan melulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jalan hemat Nyi. Modal gowes pakai sepeda ini.

      Delete
  5. Wah banyak juga destinasi Wisata yang bisa di kunjungi ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak Mbak. Apalagi di Lingga ini belum banyak yang tahu jadi tempat wisatanya masih alami.

      Delete
  6. Indahnya Daik Lingg, sayangnya belum kesampaian menjejakan kaki hingga ke sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kesampaian suatu saat ke sana Mbak.

      Delete
  7. Taman Pemandiannya sepi ya mba. Aku dengar nama Lingga jadi kepikiran Purbalingga di Jawa Tengah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sepi, siang-sinag jarang orang mandi :D

      Delete
  8. Another reason to go to Riau. Ahhhh kapan aku bisa sampai ke kepulauan Riau ya. Duhhhh pengen pengen pengen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayooo main sini. Masih banyak lokasi yang harus dijelajahi.

      Delete
  9. puas-puasin baca review tempat-tempat kece, semoga kelak bisa solo yreveler kesini. amin.

    ReplyDelete
  10. Aku belum pernah ke Riau, jadi penasaran apalagi wisata budaya seperti ini.. .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini Riau bagian kepulauannya,budayanya Melayu pulau yang beragam. Seru berada di sini loh Mbak.

      Delete
  11. keren ya lingga, suatu hari deh ... aku bakal kesini

    untuk bisa menengok dari perkampungan warisan budaya melayu lingga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku suka perkampungan ini sepi dan bersih. Dan sepanjang jalan itu banyak banget situs untuk wisata sejarahnya.

      Delete
  12. Sayang banget ya kalau tempat bagus dan penuh dengan riwayat sejarah terlewatkan begitu saja. Apalagi naik sepeda, sehat euy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mpok, aku pelan-pelan nih satu-satu dijalani biar gak terlewat.

      Delete
  13. Wow... Udah sampai nyebrang pulau kecil aja teh.. kece

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak nyebrang kami Cit. Ini satu daratan sama Lingga juga.

      Delete
  14. Gerbangnya keren!
    Eh jadi kalau sekarang itu gak ada yg mandi di tempat pemandian itu ya? zaman baheula aja?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih ada yang mandi Mbak, palingan anak-anak aja sih.

      Delete
  15. aih teteh bikin mupeng
    dari dulu pengin ke lingga belum kesampaian
    sepertinya tahun depan harus atur cuti tuk jalan ke sini

    ReplyDelete
  16. Cakep ya sekarang gerbang dan istana Damnahnya... beberapa tahun lalu (2007) tampak seperti tak terurus dan apalagi di lokasi istana aslinya (di sebelah yang replika) semak belukar da mulai bersemi... Komplek ini cukup luas ya teh, apalagi kalau rindang, pasti asyik untuk bersantai. Tapi karena sepi, kadang merinding juga... hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak,dulu aku 2006 belum ada apa-apa di sini. Tapi sekarang cantik dan rapi juga bersih.

      Delete
  17. Seru banget nih pasti travelling ke tempat yang banyak peninggalan sejarah ya.

    ReplyDelete
  18. Aku suka banget ke tempat travelling yg bersejarah gini. Pastinya banyak pengetahuan baru ya. Gerbang Istana Damnahnya bagus ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banyak ilmu sejarah yang nggak ada di bangku sekolah malah kalau main ke sini.

      Delete
  19. mau nulis soal ini belum jadi juga *facepalm*

    ReplyDelete
  20. Wah, mauuu main ke Lingga.. Banyak peninggalan sejarahnya euy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banyak loh Mbak. Kalau yang suka sejarah, traveling ke sini pas deh.

      Delete
  21. Jadi ingat beberapa teman dengan nama lingga . Apa dulu ortunya ngidam atau melahirkan di sini ya, babaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha. Kayaknya enggaklah Mbak. Bahkan orang Lingga aja nggak menyandang nama belakang Lingga.

      Delete
  22. Wah saya baru tahu daerah namanya Lingga. Setahu saya dulu itu nama patung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah lama sejak zaman kerajaan-kerajaan Melayu, nama pulaunya pulau Lingga.

      Delete
  23. Bisa traveling sekaligus belajar ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, belajar sejarah perkembangan bangsa :D

      Delete
  24. Kalau aku pasti pilih jelajah di istana2. Biar bisa pose ala princess wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha. Iya lalu bisa pose di singgasana Raja.

      Delete
  25. Bagus2 peninggalan budayanya ya Mba, gimana cara menuju ke sananya ya.......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naik Ferry dari Pelabuhan Telaga Punggur Batam atau Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang Mas Moko, setiap hari ada.

      Delete

Halaman ini dimoderasi untuk mengurangi spam yang masuk. Terima kasih sudah meninggalkan komen di sini.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...