Sunday, 11 November 2018

Menikmati Pagi yang Tenang di Pantai Batu Kasah Natuna

Pantai Batu Kasah Natuna


Matahari pagi itu bersinar lembut. Menawarkan kehangatan yang menembus kaca kendaraan yang tengah kami kendarai. Pohon-pohon kelapa berbatang tinggi yang berbaris rapi di tepi pantai, daunnya melambai-lambai laksana mengucapkan selamat datang kepada rombongan.


Pantai Batu Kasah Natuna
Barisan Rayuan Pulau Kelapa

Melihat jejeran pohon-pohon kelapa yang tegak berbaris di tepi pantai, saya mendadak melow. Teringat lagu-lagu wajib nasional yang kerap kami nyanyikan semasa SD yaitu Desaku yang Kucinta dan Rayuan Pulau Kelapa. Dalam bayangan, tercipta visualisasi saya sedang berayun-ayun di hammock yang tergantung di antara pohon-pohon kelapa ini sambil menyimak  debur ombak dan belaian angin laut. Ah damainya.

Pagi itu, kami baru saja tiba di Pantai Batu Kasah. Sebuah pantai yang terletak di salah satu pulau di ujung utara negeri ini, yakni Pulau Natuna. Pulau yang terkenal sebagai penghasil minyak dan gas lepas pantainya. Dengan cadangan minyak diperkirakan sejumlah 1 milyar barrel dan gas 112 milyar barel. (Data hasil ngintip di wikipedia).

Pantai Batu Kasah pagi itu tampak begitu tenang dan damai dengan hamparan bebatuan raksasa yang terhampar di area pesisir bahkan ada juga yang jauh tersebar ke tengah laut.

Bebatuan tersebar hingga ke tengah laut sana.

Rasa-rasanya, sudah terlalu lama saya tidak pernah menikmati suasana pantai di pagi hari. Apalagi dalam keadaan cuaca baik seperti ini. Maka, ketika sampai dan turun dari kendaraan, setelah meletakkan barang-barang di gazebo, saya langsung berjemur diri. Tentu saja berjemurnya bukan ala ala bule yang sedang tanning ya, cukup berjalan perlahan di tepi ombak sambil mengamati bebatuan raksasa yang mengagumkan luar biasa.

Gazebo di Pantai Batu Kasah

Pantai Batu Kasah Natuna
Menitip jejak sejenak sebelum ia  tersapu ombak

Seorang laki-laki paruh baya berbaju oranye dan bertopi hitam menyambut kedatangan kami dengan senyum ramah. Ia dan istrinya sengaja datang pagi itu dan membuka akses masuk pantai dan juga pondok makan yang tersedia satu-satunya di sekitar Pantai Batu Kasah demi untuk menyambut rombongan kami. Dialah Pak Abdillah, yang merupakan penggagas, pemilik ide dan pengelola Pantai Batu kasah ini. 

Kepada Pak Abdillah, saya dan teman-teman bertanya dan meluncurkan segala macam rasa kepenasaranan dan keingintahuan akan pantai yang mempunyai potensi besar untuk dijadikan salah satu destinasi wisata unggulan di Pulau Natuna dan juga Provinsi Kepri ini.

Menurut Pak Abdillah, luas Pantai Batu Kasah sekitar 7 hektar, sementara yang baru dikelola baru sekitar 3 hektar saja. Pantai ini dibuka pertama kali pada tahun 2004, namun hanya pembukaan lahan dan penanaman rumput saja.

Pak Abdillah menginisiasi Batu Kasah sebagai objek wisata karena  menurutnya lokasi ini punya keistimewaan melalui ciri khasnya dimana pada bentangan pantai terdapat tumpukan bebatuan alam yang sangat menarik. Begitu juga dengan air laut, dalam keadaan surut pun, air laut Batu Kasah tidak pernah kering. Selain itu terdapat karang di depan Pulau Kemudi yang terletak di sebrang Batu Kasah, yang cukup bagus untuk wisata diving.

Pantai Batu Kasah Natuna
Bebatuan yang tersebar di sekitar pantai

Pemandangan dari bebatuan

Pemandangan dari balik gazebo

Untuk akses jalan dari Kota Ranai (Ibukota Kabupaten Natuna) ke Batu Kasah sudah teraspal dengan baik. Jarak dari Ranai hanya sekitar 27 kilometer saja dan dapat ditempuh dalam waktu 30 menit tanpa hambatan apapun karena jalan sangat sepi. Jarang sekali kendaraan yang lewat.

Namun sayangnya, Batu Kasah belum didukung oleh sarana listrik PLN sehingga kalau malam tidak ada penerangan sama sekali. Sedangkan siang, listrik sangat dibutuhkan juga untuk aktifitas memasak di pondok makan yang Pak Abdillah dan istri kelola. Karena akan sulit untuk menyetok makanan untuk berhari-hari jika tidak ada kulkas. Dan meyalakan kulkas tentu saja harus menggunakan listrik. 

Pondok Makan yang menyediakan makanan dan minuman untuk pengunjung Pantai Batu Kasah

Mushola yang disediakan pengelola di Pantai Batu Kasah

Batu Kasah dibuka hanya pada setiap weekend, yakni Sabtu dan Minggu saja dan hari-hari libur nasional.  Alasannya karena pada hari biasa pengunjung tidak banyak yang datang. Hanya ramai pada akhir pekan saja. Itupun pengunjungnya sebagian besar baru sebatas wisatawan lokal. Masih jarang wisatawan dari luar Natuna.

Menurut saya, salah satu penyebab minimnya wisatawan datang ke Natuna adalah karena mahal dan jarangnya angkutan menuju Natuna. Ongkos pesawat dari Batam saja sekitar 1 jutaan lebih. Apalagi dari Jakarta dan kota-kota lainnya. Bisa dua kali lipat lebih besar. Karena itulah, para pelancong bukannya tidak ingin ke Natuna, tapi bagi mereka yang ekonominya berada di kelas menengah ke bawah, pengeluaran untuk transportasi sangat dipertimbangkan. Jika mau dihitung-hitung, ternyata lebih murah terbang ke Singapura, Kuala Lumpur dan Bangkok jika dibandingkan ke Natuna. Nah itulah. Bukan tidak cinta Indonesia, bukan tidak ingin menjelajah negeri sendiri, tapi mereka adalah orang-orang yang realistis. Bukan idealis.

Ketersediaan transportasi murah ke wilayah-wilayah pelosok dan juga cross border seperti Natuna ini, merupakan Pe-eR bagi para pemangku jabatan di pemerintahan, legislatif dan juga para pelaku bisnis transportasi di Indonesia. Bahwa lokasi-lokasi terpencil seperti Natuna atau Anambas, sebenarnya sangat berpotensi untuk dijadikan destinasi wisata unggulan Indonesia jika saja akses transportasi ke sana dibenahi.

Rasanya pengen manjat batu ini. Kangen banget ingin manjat-manjat lagi kayak dulu :(

Bebatuannya ada juga yang besar ke samping bukan ke atas :D

Pengen baring-baring rasanya lihat pemandangan begini

Apakah teman-teman tertarik berkunjung ke Natuna? Yuk nabung dari sekarang. Tampaknya mulai ada beberapa alternatif pesawat terbang ke Natuna sekarang baik dari Batam maupun dari Tanjungpinang.

Oh iya teman-teman bisa juga membaca tulisan - tulisan tentang Natuna lainnya di blog saya seperti:
1. Mengunjungi Kompleks Bebatuan Purba di Alif Stone Park
2. Menelisik Keanggunan Masjid Agung Natuna
3. Batu Sindu Sebuah Legenda Bujang Dara yang Merindu

Yuk ke Natuna!


53 comments:

  1. Hiks hiks, terakhir kesini belum dipoles jadi seindah ini ni pantai. Alhamdulillah semakin mantap, Jangan lupa mampir ke pantai Batu Madu juga, sekitar 2km dr Batu Kasah..

    ReplyDelete
  2. Kalau saya lihat kak..ada beberapa transportasi yang bisa digunakan..hanya saja waktunya saja kadang tidak bisa dijadikan acuan..seperti kapal Pelni yg hanya 120-170an ribu...bisa buat tidur..hanya waktunya saja tidak menentu. Memang promosi kadang tak sebanding dengan infrastruktur nya..jadi org luar mau kesana kalau tidak ada event jadinya malas buat kesana..toh ada yg dekat dan jelas seperti Bintan...

    ReplyDelete
  3. Kayaknya kalo ke situ bisa gak pengen pulang. Adem kelihatannya. Tenang juga. Semoga ada kesempatan untuk berkunjung ke sana. Aamiin.

    ReplyDelete
  4. Duh kak aku juga langsung auto nyanyi. Langsung melayang imajinasi dedek ke sana. Di terpa angin manja, liat daun pohon kelapa yang terus melambai, debur ombak sama bau lautnya. Sungguh yah kak tempat ini indah banget. Semoga suatu hari nanti aku bisa juga menjejakkan kaki di sini. Aminnnn!

    ReplyDelete
  5. Natuna 11 12 dengan Belitung. Katanya harga makanan mahal di sana. bener ga kak?

    ReplyDelete
  6. Cantiknya masyaAllah ya teh... Natuna ini salah satu tempat yg pengen aku datangi.

    ReplyDelete
  7. Kenapa ga dipanjat teh? Kalo eke sih langsung eke conquer!

    ReplyDelete
  8. Panjat aja teh, kalo eke sih langsung eke conquer itu batu 😄

    ReplyDelete
  9. Luas y mb.. Semoga bisa memaksimalkan lahan 7hektar.. Keren pemandangannya. Smg bisa ksana..aamiin

    ReplyDelete
  10. MasyaAllah kerennyaaaa. Foto di batu-batu itu anti mati gaya pokoknya. Uwwww pengen mandi lauttt jugaaa. Makasih mba tulisan lengkapnya. Berasa disana akutu

    ReplyDelete
  11. Batu di Kepulauan Riau rata-rata bentuk nya seperti itu ya. Bulat, halus dan rapi... Beda dengan batu karang yang ada di pantai di Jawa yang tidak halus karena ombak...

    ReplyDelete
  12. Jalan-jalan di laman ini jadi kepingin jalan-jalan juga. Keren lah

    ReplyDelete
  13. Wah fotonya keren-keren. Pantainya terlihat menarik untuk dikunjungi. Sayang sekali kok belum ada listrik. Mdh2an bisa jadi masukan buat pemerintah ya

    ReplyDelete
  14. Pantainya tenang dan banyak bebatuan yg gede2 ya Mba.. Mirip pantai yg ada di Belitung ..

    ReplyDelete
  15. Masyaallah cantiknya Natuna. Ada temen yang kerja dan menetap di sana juga, dan tiap liat fotonya pengeeen banget ke sana. Hehe

    ReplyDelete
  16. Indah ya, tapi kok jauh? Hehe...
    Makanan khas apa yang dijual di situ? Ada ikan pedas nggak?

    ReplyDelete
  17. Barisan pohon kelapa berpadu dengan pemandangan pantai yang berpasir bersih, ditingkahi debur ombak yang setia menyapa, ah...damainya pesona alam yang menenangkan jiwa.

    #keren Mbak Lina, jelajah nusantara sdh sampai Natuna.

    ReplyDelete
  18. Pemandangannya bikin mupeng kesana, sayang transportasi belum memadai. Semoga pemerintah daerah dan pusat bisa memikirkan serta mengadakan transportasi yang murah

    ReplyDelete
  19. Bener banget, tuh! Ongkos perjalanannya mahal. Makanya wisatawan Indonesia lebih sering ke Malaysia, Singapura, atau Thailand. Tetapi, sisi baiknya mungkin karena spei jadinya terlihat bersih pantainya, ya

    ReplyDelete
  20. MasyaAllah bund, indah sekali. Beruntungnya bund, kamu bisa wara-wiri ke sana.
    Ajak aku serta bund, pengen bisa ke sana. Harus nabung banyak ini .

    ReplyDelete
  21. Wow indah banget ya, batunya ternyata besar-besar dan warnanya juga unik.
    Btw duduk nyantai di gazebonya, asyik jugaa :D

    ReplyDelete
  22. Pemandangan ug indah bangun di pulau Natuna dan romantis banget ada batu yg menandakan bujang dara yg merindu.

    ReplyDelete
  23. Masya Allah.. indahanya. Pantainya bersih, pemandangannya cakep, batuannya mulus gitu. Semoga kami diberikan kesempatan untuk ke Pantai Batu Kasah di Natuna.. cakep banget ya Allah....

    ReplyDelete
  24. Masya Allah indah sekali mbak oantainya.. duh saya terakhr kali mantai satu tahun lalu, jadi kangen mantai.. 😥

    ReplyDelete
  25. Duhh...liat foto fotonya aja serasa udah ada disana kak. Natuna salah satu destinasi wisata yang memanjakan mata juga ternyata yaaa

    ReplyDelete
  26. Pelancong masih mikir sepadan atau enggak biaya dengan yang diperoleh di tempat wisata tujuan. Misal Raja Ampat, transport mahal tapi orang berbondong2 ke sana karena sepadan.

    Kalo pantai ini bisa dipaketkan dengan lokasi lain mungkin lebih menarik mbak

    ReplyDelete
  27. Sering denger tentang Natuna, pasti donk ada keinginan utk menjejakkan kaki di bumi Natuna
    Memandang segala keindahan pemandangannya adalah menjafi buah buah mimpi siapa saja yg blm pernah ke Natuna.

    ReplyDelete
  28. Masyaa Allah keren banget di sana. Selalu suka deh baca tulisan mbak Lina, DAKU JADI PINGIN TRAVELING.... hehe

    ReplyDelete
  29. Seger banget pemandangannya mba. Jadi pengen main ke Natuna. Batunya gede-gede banget ya. Menarik sih, apalagi view lautnya juga cakeeep. Ah, makin cinta sama Indonesia :)

    ReplyDelete
  30. Wow..bener-bener harus sambil koprol ngucapin kata wownya..Inddaahhhh banggettttt..Semoga someday bisa ke Natuna.. :)

    ReplyDelete
  31. Wah baru tahu karena mahal ya mba makanya sepi juga, kukira biar bersih bukanya cuman hari libur ternyata klo hari biasa sepi :(

    ReplyDelete
  32. Aih, pantai natuna memang sdh melegenda keindahannya

    ReplyDelete
  33. Cakep banget pantainya, masih alami gitu. Natuna dan Belitung hampir sama, ya. Ada banyak batu granit besar-besar. Ada kemungkinan minggu depan saya ke Natuna, tapi belum fix juga sih jadwalnya. Semoga kalau jadi bisa singgah ke pantai cantik ini.

    ReplyDelete
  34. Cantik banget pemandangannya dan bersih ya...ayem banget, sayang aksesnya masih mahal ya mba..

    ReplyDelete
  35. Indah banget ya mbk pantainya, ada tempat Ibadah dan tempat makannya juga...

    ReplyDelete
  36. Pantainya sungguh cantik dengan hamparan bebatuannya. Tampak unik ya mba batunya bisa berserakan gitu. Semoga saja ke depannya nanti sarana transportasi makin mudah dan murah menuju Natuna. Aku sampe mantengin peta nih mba untuk meyakinkan dimana letak Natuna. Dan ternyata memang jauh yaaaa...

    ReplyDelete
  37. Pemandangannya indah banget,udah lama aku gg mantai.. Hiks, jd kangen pantai

    ReplyDelete
  38. Batunya gede banget ya mbak. Saya jadi ngebayangi santai di antara pohon kelapa pasti sejuk banget rasanya

    ReplyDelete
  39. Berarti msh ada potensi akan diprluas ya mbak area wisata pantainya? Moga aksesnya makin dipermudah jd makin banyak yg minat ke sana. Krn potensinya pantainya besar banget ya.
    Batu2 yg di foto cakep.

    ReplyDelete
  40. Ya Allah batu-batu gede itu siapa yang nata. Jadi ingat pantai di Belitung.
    Btw, Natuna ini yang penghasil ikan napoleon?

    ReplyDelete
  41. Kepri emang selalu menawarkan destinasi yang indah. Mudah2an bisa ke sana suatu saat nanti

    ReplyDelete
  42. Oh iyayaa...batunya gak hanya besar ke atas, tapi juga ke samping.
    Kereen bangeett~

    Aku selalu suka sama foto-foto kak Lina.
    Berasa masuk ke dalam foto...saking real nya.

    ReplyDelete
  43. Masyaa Allah pengin banget ke situ... Keren ya bebatuannya, pantainya..

    ReplyDelete
  44. Natuna! Aku sudah lama mendengar namanya. Pantainya yang indah tersohor. Aku ingin ke sana seperti Mbak Lina Sasmita.

    ReplyDelete
  45. Indah nian. Liburan besok ke pantai ah...

    ReplyDelete
  46. Duuh.... Natunaaa, salah satu list tujuan wisata kalau udah couple ini mah

    ReplyDelete
  47. Natunaaa....indah, semoga kelak bisa ke sini

    ReplyDelete
  48. Apa sih tips ga gosok jejalan ke pantai .Aku nih bekas yg dulu aja lum balik.

    ReplyDelete
  49. Mau ke natuna, pas itungan kata suami. Ke palembanh aja, mudik, hahaha

    ReplyDelete
  50. MasyaAllah cakep banget pantai, udah itu ada bebatuan dan fasilitasnya ada apa aja?!

    ReplyDelete
  51. Natuna dan segala keindahannya, masyaallah, :)

    ReplyDelete

Halaman ini dimoderasi untuk mengurangi spam yang masuk. Terima kasih sudah meninggalkan komen di sini.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...