Minggu, 28 Juni 2015

Makan Siang yang Menyenangkan di Restoran Sea Food Kampung Tua, Tanjung Piayu

Menuju Tanjung Piayu
Dulu awal-awal tahun 2000an jika hendak menikmati hidangan sea food, kami harus selalu berkendara jauh ke kawasan Jembatan 4 Barelang di selatan Batam dan daerah Bengkong di utara Batam. Perjalanan yang cukup jauh dari daerah saya di Batu Aji.

Kini sudah tidak lagi. Berbagai pujasera dan restoran sea food mulai bertebaran di seantero Batam. Termasuk salah satunya di kawasan Tanjung Piayu Batam. Sekitar 35 menit berkendara dari rumah di Batu Aji.

Kebetulan saya dan teman dekat semasa blusukan ke hutan dulu, Jeng Endi beserta keluarga kami masing-masing sedang berkunjung ke Tanjung Piayu menengok teman yang baru lahiran. Karena berkunjungnya menjelang makan siang, maka sepulang dari sana kami memutuskan makan siang di Kampung Tua Tanjung Piayu yang letaknya tak jauh dari rumah teman yang lahiran.

Gapura Selamat Datang di Kampung Tua Tanjung Piayu

Memasuki Kampung Tua kami disambut dengan gapura khas Melayu berwarna kuning. Tak jauh selepas gapura kita bisa melihat ke bawah jalan tepatnya di sebelah kiri berjejer beberapa restoran apung milik warga.

Setelah memarkir kendaraan, kami masuk dan melihat-lihat isi keramba di dalam restoran. Memilih ikan dan makhluk laut lainnya yang akan menjadi santapan siang itu. Makanan segar yang dimasak langsung sesaat setelah ditangkap dari dalam laut.
 
Restoran Sea Food Kampung Tua terlihat dari atas jalan

Pintu Masuk ke Restoran Sea Food Kampung Tua
Saya memilih menu kesukaan yaitu gonggong. Sejenis siput laut yang hanya hidup di wilayah perairan Kepri. Jadi buat teman-teman yang berkunjung ke Batam dan wilayah Provinsi Kepri lainnya menu wajib kuliner Kepri adalah mencicipi gonggong ini. Rasanya gurih dan teksturnya kenyal. Awal-awal mencoba mungkin geli bahkan jijik, namun jika sudah mencobanya dijamin ketagihan.
 
Lagi makan baru ingat foto-foto :D

Lupa foto dari sejak utuh :D


Menu lainnya yang kami pilih adalah Ikan asam pedas, sotong goreng tepung, sop asparagus, dan sayurnya tumis kailan. Sedangkan menu pembuka kami sudah disambut dengan sepiring otak-otak yang telah terhidang pasrah di atas meja.
 
Sotong Goreng Tepung dan tumis  kailan

Sambil menunggu hidangan siap disajikan, saya, Chila dan ayahnya berkeliling melihat-lihat isi keramba. Chila asyik melihat-lihat isi keramba sambil menggemblok tas ransel warna kuning. Ransel kesayangan yang kemana-mana nggak pernah ketinggalan. 
Isi keramba bermacam-macam. Ada kerang, kapis, sotong, udang, kepiting, rajungan, bahkan penyu juga ada. Mungkin penyu ini hanya sebagai peliharaan. Semoga tidak untuk dimakan. Selain itu ada juga berbagai jenis ikan termasuk ikan kerapu yang besar-besar hampir seukuran badan Chila. Yang paling penasaran adalah lobster. Namun harganya sangat mahal sehingga kami lewatkan saja. Satu ekor lobster harganya bisa mencapai ratusan ribu. 

Memilih menu segar dari keramba

Tak lebih dari 15 menit hidangan telah siap saji. Tak menunggu waktu lama untuk memulai, kami sudah menyerbu makanan tersebut. Dan Alhamdulillah makanannya ludes semua. Rasanya tak diragukan lagi. Semua setuju untuk memberi jempol pada cita rasanya yang memang nikmat. Kalau diberi angka maka 90 untuk sotong tepung gorengnya, dan 99 untuk ikan asam pedasnya.

 
Restoran Apung di atas permukaan laut


Seperti biasa jika soal makan, saya selalu lupa untuk foto-foto makanannya. Selain memang tidak biasa, kedua tak pernah tega membiarkan makanan tersaji menganggur di meja. Hihihi. Bawaannya pengen segera menyikatnya pakai mulut dan gigi. Haha.

Baca juga tentang Resto Sunda untuk Sepotong Kenangan yang Tersisa





7 komentar:

  1. mewahhh banget sih Lin, bikin ngilerrrr :)

    BalasHapus
  2. Sotong goreng tepung? Sotong itu apa ya mbak? apa ada nama lainnya

    BalasHapus
  3. Aku suka makan di sini... Cuma kalo udah sore kebanyakan menunya udah pada abis...
    Chillaaaa... pinjem ranselnya dooonk :)

    BalasHapus
  4. Gonggong? Kalau aku suka tutut. Tapi kan bentuk tutut kecil, kalau gonggong gmn teh?

    BalasHapus
  5. Asyik banget makan di rumah makan terapung :)

    Aku nggak pernah nolak kalo diajak makan di restoran seafood. Rasanya nggak ada menu di restoran seafood yg nggak enak :D

    BalasHapus
  6. Buahahaha ngakak di bagian caption "Lupa foto saat utuh" soalnya aku sering kejadian gitu. Bahkan kadang ingatnya begitu sudah selesai makan :D :D :D

    BalasHapus
  7. Kamu nafsu makan duluan ngak kekinian dech jadi lupa foto2 makanan nya hahaha

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...